Ke Isekai Dengan Rumah

Ke Isekai Dengan Rumah
chapter 3 Rahasia Yang Ada Dibalik Keanggunan


__ADS_3

Namaku Celestia Von Agred. Aku adalah seorang anak dari bangsawan terkenal. Pada saat aku kecil, aku sering bermain dengan teman-temanku malahan aku memanggil mereka dengan best friend (sahabat) yang pernah ada. Namun, pada suatu hari ketika aku pergi bermain. Aku bersembunyi dan berkata dalam hatiku.


'Lebih baik aku bersembunyi dan mengagetkan mereka secara diam-diam'


Pada saat itulah aku mendengar mereka berkata.


"Hei, kalian tau nggak Celestia mudah dimanfaatin. Kemarin aja aku dikasih oleh dia beberapa makanan khas para bangsawan"


"iya, dia memang mudah untuk dimanfaatin. Hahaha"


Ketika aku mendengar perkataan mereka, aku merasakan sakit hati karena di hianati oleh teman yang aku panggil best friend sendiri (syok karena di hianati oleh sahabatnya).


Pada saat itu juga aku secara diam-diam pergi pulang tanpa bermain dan pertemananku dengan mereka putus.


Pada saat aku meranjak dewasa aku memiliki beberapa pelatihan cara menggunakan sihir, cara bergaul dengan bangsawan yang lain, cara untuk belajar mengatur wilayah DLL.


Setelah menyelasaikan semua itu, seperti biasa aku pergi ke perpustakaan yang ada dalam rumahku untuk menghabiskan waktu yang tersisa sampai malam.


Ketika aku ingin pergi ke kamar untuk tidur, aku mendengar suara "bruk" dari ruangan tempat ayahku bekerja. Setelah aku mendengar suara itu, aku pergi untuk melihat apa yang terjadi. Ketika aku membuka pintu, aku melihat ayahku yang sedang terkapar, dan tidak sadarkan diri.


'Apakah ayahku keracunan ??? tidak mungkin ada yang berniat seperti itu atau... apakah mungkin!!!"


Aku mengambil minuman dan makanan yang ada di meja dan mengeceknya.


'Tidak ada yang janggal dari makanan dan minuman tersebut. Hmm... sebaiknya aku memanggil pelayan dulu'


Aku menaruh makanan dan minuman itu ke meja, dan

__ADS_1


"Pelayan....pelayan!!!"


aku bersuara dengan nada yang tinggi agar pelayan cepat datang. Setelah beberapa saat, beberapa orang pelayan tiba.


"Ayahku pingsan, cepat!!! bawa ke kamarnya dan panggil dokter, cepat !!!!"


setelah pelayan pergi, aku mengambil makanan dan minuman tersebut untuk mengeceknya kembali.


'Dari bau, rupa dan warna dari makanan tersebut tidak ada yang janggal. Apakah ayahku hanya kelelahan kerja?? sebaiknya aku ke kamar ayahku'


Aku menaruh makanan dan minuman diatas meja, menutup pintu dan pergi ke kamar tempat ayahku berbaring.


"Bagaimana keadaan ayahku sekarang??"


Aku bertanya pada salah satu pelayan yang ada disamping ayahku.


"Terus, mana dokternya??"


"Sedang dipanggil"


"Oh... oke. Aku akan pergi ke kamarku, kalau terjadi apa-apa panggil aku segera !"


Sambil melangkah pergi ke kamarku, pelayan tersebut mengangguk.


'Semoga tidak terjadi yang buruk untuk ayahku. Ibu cepatlah pulang ayah sedang sakit disini'


Aku berbaring di kasur dalam kamarku dan tertidur dengan lelap. Keesokan harinya, jadwal latihanku diliburkan karena ayahku sakit. Saat ini aku sedang melihat pemandangan dari halaman depan rumahku. Aku melihat kereta kuda milik bangsawan dan aku melihat ibuku keluar dari dalam. Ibuku yang sudah mendapat informasi entah darimana dia pulang dan berkata.

__ADS_1


"Bagaimana keadaan ayah!?!?"


"Masih diperiksa oleh dokter. Untuk saat ini ibu tenang dulu dan ambil napas dalam-dalam"


Ibu yang sedang terburu-buru akhirnya tenang.


"Bu, ayah sedang terbaring di kamar sebaiknya ibu lihat dulu bagaimana keadaannya"


"Baiklah"


◇◇◇◇◇◇


Beberapa hari kemudian setelah peristiwa tersebut. Dokter hanya mengatakan kalau ayahku sakit karena kelelahan bekerja dan biarkan dia istirahat sampai keadaannya sembuh. Tapi, setelah beberapa hari Ayahku meninggal dan ibuku menangis tersedu-sedu aku juga yang tidak bisa membendung air mataku. Aku menghampiri ibuku dan merangkulnya. Kami berdua nangis bersamaan sampai keadaan membaik.


"Ibu ayo hadiri pemakaman ayah"


"Iya, kau benar ayo kita hadiri"


Setelah itu kami menghadiri pemakaman ayahku sampai selesai. Beberapa kerabat kami datang dan menenangkan hati kami berdua.


Beberapa bulan kemudian ibuku menyusul ayahku dan aku diasuh oleh bibiku yang nampaknya kelihatan baik diluarnya tapi didalamnya sangat buruk sampai-sampai aku ingin memukulnya beberapa kali tapi aku tak berani. Dia menyuruhku untuk makan dilantai, membereskan tugas seperti pelayan yang lain dan memakaikan pakaian lusuh.


Sampai aku menemukan celah untuk keluar dari rumah terkutuk itu. Aku menyelinap diam-diam keluar dari rumah itu agar tidak ketahuan oleh penjaga dan pelayan. Mulanya aku mau pergi ke kota atau kalau aku bisa aku ingin pergi ke negara lain untuk menghindar dari bibiku tersebut. Tapi, ketika sudah setengah perjalananku menuju kota, beberapa bandit datang menyerangku dan menyeretku ke hutan.


Saat itulah kau menolongku.


"sekali lagi, aku ucapkan terima kasih karena telah menolongku dari para bandit itu"

__ADS_1


__ADS_2