Ke Isekai Dengan Rumah

Ke Isekai Dengan Rumah
chapter 7 Mulai Berkebun


__ADS_3

Keesokan harinya, Zero sudah mulai menanam padi yang dia dapatkan dari Draken.


Sementara Celestia mulai belajar untuk memasak makanan dari dunia lain.


"Makanan sudah jadi!!"


Celestia keluar dengan membawa piring dan sendok.


Muka Zero sedikit memerah dan bergumam.


'Celestia sudah mirip seperti ibu rumah tangga saja'


"Ini masakan pertama dari Celestia!!"


"Yap, ini adalah masakan pertamaku yang sudah kau suruh buat!"


Celestia membuatkan Zero nasi goreng dengan sedikit bumbu yang ada dirumah.


"Baiklah, selamat makan!!"


Zero langsung melahap makanan yang dibuatnya.


"Apakah itu enak?"


"Ini enak sekali ! soalnya kau sudah membuatkan aku makanan ini, makanya enak!!"


Muka Celestia memerah.


"Aku akan ke dalam duluan!!"


Celestia masuk ke dalam dengan mukanya yang memerah akibat gombalan dari Zero.


Celestia masuk ke dalam dan bersembunyi di belakang pintu sementara dia menenangkan hatinya yang mulai bergejolak.


Lalu Celestia memegang dadanya dengan tangan.


"Perasaan apakah ini?? hatiku berdetak kencang dan tidak membuatku nyaman"


Zero yang sudah selesai makan dan minum menaruh piringnya di teras rumah.


"Saatnya lanjut kerja!!"


Zero bekerja sampai malam, sementara Celestia hanya bersih-bersih dalam rumah.


"Celestia !!! aku masuk!"


Celestia membuka pintu dan tiba-tiba berlari kecil menghindar dari Zero.


Zero tidak tahu soal perasaannya dan perasaan yang dialami oleh Celestia.


"Hmm.... apakah dia tadi menghindar dariku??"

__ADS_1


Zero mengejar Celestia yang berlari pelan dan memegang bahunya.


"Celestia, apakah ada yang salah dengan wajahku? makanya kau menghindar?"


"Tidak !! bukan itu!"


"Apakah badanku?"


"Bukan itu juga!!"


"Apakah bajuku??"


"Pokoknya aku tidak tahu soal kenapa aku memalingkan wajahku darimu!!"


Celestia berlari dengan kencang ke kamar, menutup pintu dan langsung tidur.


Zero yang masih bingung dengan apa yang terjadi dan kenapa Celestia menghindarinya, langsung mengejar ke kamarnya dan menggendor pintunya.


"tok...tok..tok..tok...tok"


"Celestia kenapa kau menghindariku, jawab aku!!"


Celestia yang berada di dalam kamar tidak memedulikan apa yang dikatakan oleh Zero.


"Apakah kau mau pergi dari rumah ini, makanya kau tidak mau menjawabku !!???"


Masih tidak bergeming.


Suara Zero menjadi tidak teratur.


Lalu Zero pergi dari depan kamar Celestia ke kamar tempatnya tidur.


Sementara Celestia yang berada di dalam kamar terus bergumam dan merenung dengan apa yang telah dilakukannya.


"Aku tidak tahu, aku tidak tahu, aku tidak tahu"


Sampai tiga kali dan mengatakan dalam hatinya.


"Sebenarnya aku tidak tahu kenapa aku menghindarimu dan aku tidak mau berpisah darimu makanya biarkan aku tinggal lebih lama lagi!!"


Celestia meneteskan air matanya sedikit demi sedikit.


Zero yang sudah berada di dalam kamarnya merasa sakit hati dan masih bertanya-tanya kenapa Celestia menghindarinya.


"Kenapa ya, Celestia menghindariku??"


"Apakah karena sebab keegoisanku terhadapnya sebab karena sudah pindah dari hutan!!!"


"Atau apakah dia ingin pindah dari rumah ini??"


"Atau dia bosan tinggal di rumah ini??"

__ADS_1


"Apakah ini yang dinamakan sakit hati karena tidak dihiraukan oleh pujaan hati??"


Zero masih bertanya-tanya dan mengulang kejadian sejak pertama kali dia bertemu dengan Celestia, agar dia tahu letak dimana kesalahannya sampai tertidur.


Keesokan harinya masih berlanjut dan tetap masih sama dengan kejadiannya.


Hari kedua, Celestia sudah mulai mengintip ke arah Zero yang sedang bekerja dari jendela.


"Kenapa aku mengintip Zero yang sedang bekerja??"


"Dan kenapa aku tidak bisa jauh dari Zero??"


Zero yang sadar sedang di intip oleh Celestia dari jendela langsung menghadap ke arah jendela.


Setelah Zero menghadap ke arah jendela Celestia langsung pergi ke dapur.


Hari ketiga, Celestia sudah mulai memahami arti dari perasaan apa yang sedang dia rasakan ketika dia bersama Zero.


Sampai berlanjut ketika hari kedelapan tepat saat Celestia jatuh sakit.


Zero yang menyadari ada yang tidak beres dengan Celestia langsung pergi ke kamarnya.


Zero membuka pintu kamar Celestia dan langsung melihat Celestia ada di atas ranjang.


Zero memegang dahi Celestia.


"Uhh... panas. Ternyata cuman demam. Fuhhh... rasa khawatirku sedikit berkurang"


Zero membayangkan sihir penyembuhan yang paling efektif.


Setelah selesai dengan sihir penyembukannya Celestia yang mungkin sedikit sadar melihat Zero meneteskan air matanya.


"Zero"


Suara dari Celestia agak pelan dari biasanya.


"Istirahatlah, Kau masih sakit. aku yang akan membuatkan makanan"


Ketika Zero mau melangkah keluar. Tiba-tiba Celestia menarik lengannya.


"Jangan pergi, aku masih ingin bersamamu"


Zero yang mendengar kata-kata dari Celestia mengambil kursi yang ada di dekat pintu kamar.


"Ya, aku tidak akan pergi"


Zero mengusap-usap rambut Celestia.


"Zero.......... aku mencintaimu. Aku ingin kau berada di dekatku. Aku.....men.....ci....n..."


Tepat setelah itu Celestia tertidur.

__ADS_1


Zero yang mendengar kata-kata yang diucapkan oleh Celestia mendadak hatinya menjadi senang dan gembira serta mukanya yang kemerahan tidak bisa menyembunyikan betapa senangnya dia.


__ADS_2