
"Maafin aku! Maafin aku!".
Sering kali Omen bermimpi mendengar suara seorang wanita meminta maaf padanya namun wajah wanita itu tidak terlihat olehnya.
"Haah.. haah....". Ia tersentak dari tidurnya dengan nafas yang menderu karena mimpinya itu. Rasa penasaran dan bingung bertaut pada benaknya kenapa ia selalu memimpikan hal yang sama dan siapa wanita itu.
Ekor matanya melirik kearah jam dinding kamarnya, ia menunjukkan jam 5 subuh. Ia mengusap wajahnya kemudian beranjak dari tempat tidur menuju ke kamar mandi.
...
Detik-detik menuju pernikahan...
Semua sanak saudara serta kerabat dekat pun sudah tiba dan berkumpul di studio tempat yang akan menjadi saksi ikrar suci pernikahan Omen dan Widya.
Salah satu panitia WO pun mengetuk pintu ruangan Omen yang sudah dijadikan sebuah kamar pengantin bagi mereka berdua. Terlihat kedua mempelai sudah siap menjadi Ratu dan Raja sehari.
"Mas Omen dan Mbak Widya Sudah waktunya".
Tanpa berkata sepatah kata Omen pun beranjak untuk keluar dari ruangan menuju ke ruang akad dan disusul oleh Widya. Semua orang tersenyum bahagia ketika melihat sepasang insan tersebut berjalan beriringan melewati mereka menuju tempat yang sudah disiapkan.
Eggy yang duduk disisi kiri Omen yang akan menjadi seorang saksi pernikahannya, menepuk punggungnya berkali-kali untuk memberikan sahabatnya itu kekuatan dan semangat menjalankan apa yang sudah menjadi keputusannya.
Flash Back.
2 hari sebelum hari pernikahan, Omen meminta Eggy untuk menjadi saksi pernikahannya meski Eggy berulang kali menolaknya namun tetap saja hatinya tidak sanggup menolak permintaan sahabatnya.
Eggy /"Kenapa lah mesti aku yang jadi saksinya? Kan masih ada yang lain. Masih banyak lagi yang tertua, enggak enak lah aku melangkahi keluarga kau. Kenapa enggak Wak Mus saja kau suruh jadi saksinya, dia kan abang mamak kau. Jangan lah aku".
Omen /"Aku butuh diberi kekuatan dan aku butuh kau".
__ADS_1
Spontan Eggy menjitak kepala Omen.
"Minta kekuatan itu sama ALLAH bukan sama aku. Yang kau butuhin itu ALLAH. Paham kau?".
Omen hanya melihat wajah Eggy dengan tampang menyedihkannya. Sebenarnya Eggy paham betul apa maksud dan perasaannya hanya saja ia tidak ingin Omen merasa dirinya harus dikasihani.
Eggy /"Oke. Aku mau jadi saksi nikah kalian, tapi itu enggak gratis. Kau harus bayar aku. Oke?".
Omen menggaruk kepalanya menghadapin sahabatnya yang mengambil kesempatan dalam kesempitan.
"Fuht Iya. Kau mau dibayar berapa?".
"Hmm Aku mau dibayar dengan keikhlasan hati kau menerima kenyataan ini".
Hati Omen tertegun mendengar permintaan Eggy yang begitu berat baginya. Dan mungkin ia tidak akan sanggup memenuhinya.
Flash On.
Omen sama sekali tidak melirik Widya yang duduk disamping nya. ketika kain selendang menutup kedua kepala keduanya, Omen langsung menarik nafasnya lalu menghelakannya kembali dengan perlahan kemudian menjabat tangan wali hakim untuk segera mengucapkan ijab qobul.
"Bismillahhirrohmanirrohim". Ucapnya dengan pelan sembari memejamkan matanya.
Widya melirik Omen yang masih memejamkan matanya dan menyisakan setetes air mata diujung bulu matanya yang enggan mengalir. Dari awal Omen memutuskan untuk menikahinya, Widya sadar bahwa Omen hanya terpaksa. Namun apalah daya, dia harus meninggikan ego nya demi sang janin yang ia kandung.
Tiba-tiba Imam mendekati Omen lalu membisikan sesuatu pada telinganya. Sontak matanya terbelalak kemudian langsung beranjak meninggalkan prosesi akad tersebut tanpa sepatah kata pun. Semua orang merasa terheran-heran dan bingung terutama Widya.
"Ada apa?"
"Lho mau kemana pengantin laki-lakinya?"
__ADS_1
"Apa yang terjadi?"
Pertanyaan tersebut terlontar dari mulut para tamu.
Eggy dan Imam pun menyusuli Omen setelah diberitahu Imam apa yang bisikan pada Omen.
"Suam, Ada apa?". Almira menghentikan langkah kaki Eggy karena khawatir apa yang sebenarnya terjadi.
"Nanti Suam kasih tahu ya. Suam mau menyusul Omen dulu". Jawabnya lalu pergi setelah Almira menganggukkan kepalanya.
Diluar studio Omen langsung menghampiri pria yang ingin mengungkapkan semua kebenarannya seperti apa yang dibisikan oleh Imam kepadanya barusan. Tanpa membuang waktu, pria tersebut menceritakan semuanya termasuk dalang dari jebakan tersebut.
Omen begitu terkejut ketika melihat rekaman video yang ada di dalam ponsel pria itu. Dimana video tersebut mengungkapkan semua kebenaran dari kejadian pada malam ia dijebak oleh Suwandi agar memisahkannya pada Rania. Yang lebih membuatnya semakin terkejut yaitu perbuatan pria itu kepada Widya yang sungguh keji dan biadab.
Pria yang dikenal sebagai pengawal pribadi Rania telah mengakui semuanya terutama kesalahannya sebab ia selalu dihantui oleh perbuatan dosanya itu. Bahkan ia tidak peduli jika ia harus dihukum seberat apapun asalkan mereka mau memaafkannya.
Sedangkan Widya yang masih menunggu di dalam pun pergi menyusul mereka sebab hatinya semakin tidak tenang. Ternyata mereka berada diluar studio. Widya melihat Omen, Eggy dan Imam berdiri bersama seorang pria yang terlihat samar. Widya mendekati mereka, seketika ia menghentikan langkah kakinya karena terkejut melihat pria tersebut, sosok pria yang belakangan ini mengganggu dirinya.
Langkah kaki Widya terasa berat untuk mendekati mereka. Namun tubuhnya seakan ringan seperti kapas yang beterbangan ditiup angin.
kemudian... #gubraaak...
Flash Back.
Widya selalu bermimpi seperti diberi ingatan pada kejadian malam itu, ia selalu terbangun dalam kondisi ketakutan dan khawatir. Di dalam mimpi tersebut terlihat jelas wajah pria yang menidurinya, pria itu bukan lah Omen. Setiap hari mimpi tersebut menghantuinya sehingga membuatnya tidak tenang.
#Uweeek uweeek.
Rasa mual yang tak tertahankan membuat Widya muntah-muntah. Ia curiga bahwa dirinya mungkin tengah berbadan dua. Ia memberanikan dirinya untuk menggunakan test pack kehamilan. Dan ternyata benar dugaannya, ia positive hamil.
__ADS_1
Didalam kamar mandi, Ia menangis enggak karuan seperti orang depresi. Dan akhirnya ia memutuskan untuk berpura-pura tidak bermimpi mengingat kejadian tersebut dan meyakini bahwa Omen lah pria tersebut.