
Fikram segera melajukan mobilnya dengan cepat menuju RS terdekat, dan Dirandra segera di tangani oleh dokter di UGD, sambil menunggu hasil pemeriksaan Fikram memberikan kabar kepada Irawan agar segera menyusul ke RS yang di sampaikan
Irawan datang bersama dengan Zarina dan pengawal mereka, sesampainya di RS Irawan dan Zarina ikut menunggu bersama Fikram tentang hasil periksa dokter yang belum keluar dari ruangan pemeriksaan itu
Dalam cedera sebelumnya Dirandra sudah mengalami amnesia hilang ingatan atau amnesia akan jati dirinya,
Setelah ingatan nya kembali, justru kenangan saat di desa itu menghilang, dan ketika Dirandra memaksa untuk mengingatnya bukan ingatan yang dia dapat malah sakit luar biasa menyerangnya
Amnesia pasca trauma adalah kondisi dimana seseorang kehilangan ingatan akibat cedera kepala yang tergolong parah. Salah satunya adalah mengalami kecelakaan yang mengakibatkan cedera di daerah kepala. Orang dengan kondisi ini biasanya akan mengalami kehilangan kesadaran singkat atau koma. Amnesia jenis ini bersifat sementara, namun pemulihan ingatan yang hilang tergantung pada seberapa parah cederanya.
Amnesia pasca trauma merupakan kesulitan dalam mempelajari atau mengingat informasi baru maupun mengingat kejadian masa lalu yang terjadi setelah adanya cedera.
Rekomendasi terapi amnesia yang biasa dilakukan meliputi:
Terapi okupasi
Terapi okupasi yang dilakukan bertujuan untuk memperoleh informasi baru dan menggantikan ingatan yang hilang. Terapi okupasi juga dilakukan untuk membimbing pasien amnesia agar dapat mengingat dan berpikir seperti semula. Selain itu, terapi ini juga menggunakan ingatan yang ada atau masih tersimpan untuk menggali informasi baru.
Terapi kognitif
Terapi kognitif adalah bentuk terapi yang berfokus pada perubahan pola pikir, perasaan, dan perilaku pasien. Terapi ini biasanya diberikan bagi pasien dengan jenis amnesia yang tergolong ringan atau sedang.
Fisioterapi diberikan bagi pasien amnesia yang disebabkan karena penyakit stroke. Pengobatan amnesia dengan fisioterapi akan menstimulus kinerja otak. Terutama area otak yang berhubungan dengan memori.
Banyak berbicara dengan orang lain, terutama dengan keluarga atau orang yang memahami tentang kondisinya akan sangat membantu memulihkan ingatannya. Selain itu, rutin memeriksakan diri ke dokter juga membantu proses penyakit amnesia sembuh.
"Fikram apa yang kalian lakukan, hingga Dirandra harus di bawa ke RS ?" tanya Irawan
__ADS_1
"kami berkunjung ke rumah mendiang tuan Arya, dan setelah membaca pesan terakhir dari tuan Arya, suasana hati tuan muda menjadi kacau, untuk menenangkan hatinya saya ajak ke tepi laut, tapi ternyata tuan muda malah histeris " cerita Fikram
"Kenapa ke sana sih?" tanya Zarina
"Sesuai perintah tuan muda, nyonya, saya hanya mengikuti perintah saja " jawab Fikram
"Info apa yang kalian dapat ?" tanya Irawan
"Hanya tuan muda yang tahu, dia terlalu sibuk dengan kemarahannya sampai lupa berbagi kabar kepada saya " jawab Fikram
"Percuma nanya sama kamu mah, udah ya saya mau temui Dirandra saja lah" ujar Zarina yang beranjak meninggalkan Irawan dan Fikram, saat melihat dokter keluar dari ruang UGD
Dokter pun menyampaikan karena terlalu memaksa yang di lakukan Dirandra untuk mengingat hal yang di lupakan nya menjadikan kondisi fisik dan mentalnya tidak stabil, sehingga timbul trauma psikis seperti itu berulang, Dirandra pun di pindahkan ke ruang rawat inap, di temani Irawan dan Zarina yang selalu disisi keponakan nya itu
Fikram pergi meninggalkan rumah sakit, ia kembali ke rumah bibi Nova untuk mencari informasi lain
" ohhhh, bukan hutan, tapi itu rumah pohon di belakang rumah ini " jawab bibi Nova
"ohhh, rumah pohon" ucap Fikram
"Mari nak saya tunjukan, Kamaniya sangat senang melukis di sana, dan hasil lukisannya masih tersimpan rapih di sana, jika rindu Kamaniya bibi akan ke sana dan memandangi lukisan itu " ucap bibi Nova
Fikram pun mengikuti bibi Nova menuju rumah pohon tempat Kamaniya, sesampainya di dalam rumah pohon itu, Fikram sangat mengagumi hasil karya lukisan Kamaniya, karena meskipun pelukis pemula, namun kisah dalam lukisan itu tampak nyata tergambar,
"Sangat berbakat, namun sayang berakhir karena overdosis Obat terlarang" gumam Fikram
Bibi Nova meninggalkan Fikram di rumah pohon itu, karena anaknya bibi Nova sudah kembali ke rumah
__ADS_1
Fikram masih mencari Petunjuk di rumah pohon itu tapi yang ia temukan hanya lukisan saja tak ada petunjuk apapun,
Fikram yang sudah putus asa pun memilih duduk bersandar, namun belum sempat ia bersantai, tubuhnya malah terjatuh akibat sandaran nya jatuh dan ia tertimpa sebuah kotak kayu
"Kotak kayu apa ini, sangat cantik ukirannya, akhhh di kode lagi, bete " gumam Fikram sendiri
Fikram memutar mutar kotak kayu itu tapi tak ketemu juga cara membuka nya, sampai akhirnya keringat membasahi dahinya, dan dia pun menggunakan syal yang diberikan kepadanya untuk membersihkan keringatnya
"Maaf ya nona Kamaniya, saya pakai syalnya dalam kondisi begini" ujar Fikram
Ketika ia membersihkan dahinya, tampak di bawah ujung syal ada sebuah tulisan, dan Fikram pun segera mengamati tulisan itu sebuah ukiran garis seperti ranting tapi nyatanya itu adalah deretan angkat
Fikram memasukan angka tersebut kepada akses kunci kotak kayu, dan klik terbukalah kunci nya
"Ya dewa, nona Kamaniya isyarat anda ini sungguh membuat saya harus berfikir ekstra, hahahaha " ujar Fikram tertawa sendiri
Di rumah sakit, Dirandra sudah mulai dalam keadaan stabil, dokter pun menasehati agar dia tidak boleh terlalu memaksakan diri, Dirandra pun mengikuti saran dokter, ia mengubur ingatannya tentang seseorang yang selalu memanggilnya Andra dalam mimpinya, fokus utamanya saat ini adalah membalas Lavani dan Rajendra
Irawan dan Zarina mendukung keputusan Dirandra meskipun dengan alasan lain, jika Irawan ingin mengabulkan permintaan terakhir Wisnu Aditiya saudaranya yang sudah tiada sekaligus ayah kandung Dirandra, sementara Zarina mendukung Dirandra saat ini karena berharap Dirandra melupakan gadis itu hingga kembali bersama Dhira keponakannya yang belum di temukan sampai saat ini
Fikram masih sibuk membuka kotak kayu itu ia mengamati setiap lukisan yang ada di setiap lembar nya, lukisan yang menggambarkan Kisah Arya dan Kamaniya menjalani kehidupan sebelum bertemu Dirandra
"tuan Arya dan nona kamaniya memang saling melindungi satu sama lain, lukisan ini begitu menyentuh hatiku, ohhhh adik adikku, semoga kalian baik baik saja di asrama, kakak rindu kalian saat ini" ujar Fikram
Lembar berikutnya tampak kesedihan Kamaniya, dimana disitu di lukiskan dirinya tersungkur tidak berdaya dalam sebuah sangkar emas
Lembar berikutnya ada sebuah wajah yang di gambarkan Kamaniya dan Fikram begitu terkejut melihat wajah gadis itu
__ADS_1
"Jadi dia mengenal Kamaniya juga " ujar Fikram dan segera berlari menemui bibi Nova untuk menanyakan gadis itu