
"mommy, berikan aku obat" Rintih Rajendra yang mulai melemah akibat efek obat bius yang diberikan oleh Lavani
"Tidak Raj, kamu harus kuat melawannya, kita akan melawan bersama, dan akan membalas mereka yang mencoba menghancurkan kita " ucap Lavani
sesampainya di pusat rehabilitasi Rajendra masih belum sadarkan diri, dan ini menjadikan kemudahan tim rehabilitasi untuk memindahkan Rajendra ke ruang perawatan
Lavani menyerahkan berkas Rajendra kepada dokter yang menangani di sana, yang meliputi identitas, gejala ketergantungan yang di alami, dan kebiasaan rutinitas Rajendra, dokter di pusat rehabilitasi menerima berkas Rajendra dan berupaya menyembuhkan Rajendra dari efek ketergantungan obat yang di alami sekarang
Lavani meninggalkan Rajendra di pusat rehabilitasi, meskipun dia tidak tega meninggalkan anak semata wayangnya, tapi itu harus di lakukan demi kebaikan Rajendra
beberapa kali Lavani menoleh kebelakang merasa ragu untuk melangkah, hingga dia dihampiri oleh seorang perawat di sana dan mengatakan, bahwa rehabilitasi itu harus di lakukan dan keluarga harus tega meninggalkan nya di sini, demi kesembuhannya
Lavani pun mengangguk setuju dan meninggalkan pusat rehabilitasi itu, tujuan utamanya adalah Narashima company, Lavani harus tetap berdiri demi Perusahaan yang di jaga oleh suaminya selama ini dan demi kesembuhan Rajendra
tujuan utama nya dan angan angannya kandas juga, sebagaimana yang di ucapkan Dirandra, siapa yang menanam maka dia akan menuai hasilnya
__ADS_1
begitu pula kehidupan Lavani, pengkhianat dan tipu muslihat yang di lakukan kini berbalik kepadanya, sahamnya di tarik paksa oleh pengkhianatan orang orangnya yang selama ini tidak menyukai Rajendra dan sekarang berpaling mendukung Dirandra
semua aset di ambil paksa tanpa Lavani bisa mempertahankan nya, dalam keterpurukan Lavani bergegas menuju ke Gobin Company untuk bertemu Dirandra
Fikram yang menyadari ada keganjalan dari sikap Lavani yang tiba tiba mau datang secara khusus untuk menemui Dirandra memutuskan untuk menemui Lavani terlebih dahulu sebelum ia sampai di gobin company
"cukup gesit juga menghadang saya di sini " ujar Lavani yang menginjak rem mobilnya secara mendadak akibat ada mobil yang berhenti tepat di depannya secara tiba tiba
Fikram keluar dari mobil yang menghadang Lavani dan mendekati nya
"Tidak perlu, aku hanya butuh bertemu dengan Dirandra bukan dengan asistennya " ujar Lavani
"nyonya maaf, jika anda memaksa ke sana, anda tidak bisa bertemu dengan tuan muda jika belum ada janji " ujar Fikram
"baiklah, apa yang kamu mau !" ujar Lavani
__ADS_1
"membuat perjanjian dengan anda untuk bertemu tuan muda di lain hari " ucap Fikram
Lavani keluar dari dalam mobilnya dan dengan tiba tiba dia mengeluarkan senjata api dari dalam tas genggamannya Dan di arahkan langsung tepat di bagian kaki mobil yang di bawa fikram hingga mobil itu tidak bisa berjalan akibat semua bas kempes
"Sial,,,, saya kalah cepat " batin Fikram
"mengapa kamu diam, hah, jika menghalangi terus maka yang bisa saya buat kempes itu adalah tempurung kepala kamu !" ujar lavani
Fikram tidak menjawab, namun dia segera menarik paksa senjata api yang di pakai oleh Lavani dan akhirnya terjadi tarik menarik senjata itu
Fikram bertujuan untuk mengentikan Lavani melukai orang lain, sementara Lavani bertujuan membersihkan semua penghalang dalam tujuannya
DORRRR
tarik menarik terus terjadi hingga tanpa mereka berdua sadari, pelatuk senjata api itu tertarik dan mengeluarkan pelurunya
__ADS_1