
"Amitha, apa yang kau rencanakan saat ini tanpa memberitahu mama terlebih dahulu ?" tanya Alin kepada putrinya setelah tamu mereka pergi
"Apapun akan aku lakukan jika bisa terlepas dari perjodohan gila itu!" ujar Amitha
"Apa kamu tidak berfikir ulang?, setelah Irawan melihat wajah keponakan nya itu, maka ia akan menemukan nya, dan hal itu bisa mengungkap apa yang selama ini kita lakukan terhadap nya, apa kamu pikir setelah tahu keburukan itu Irawan akan tetap bekerja sama bisnis dengan papa mu !" ujar Alin dengan kemarahannya
"Dia tidak akan menemukannya, karena kita akan melenyapkannya terlebih dahulu" ucap Amitha
"Mengapa tidak kau rayu tunangan mu itu saja?, setelah berhasil merenggut kekuasaannya, tinggal kau campakkan dia seperti yang lain, itu adalah cara paling aman" jelas Alin
"cihhhh, jangankan merayu dekat dengannya saja aku tidak mau" jawab Amitha
"Apa yang kurang dari dia, tampan kaya dan berkuasa ?" tanya Alin kembali
"Kekurangan nya adalah karena aku tidak tertarik sama sekali, dia sangat membosankan, dan aku muak berlama lama bersama orang yang tak punya hati nurani seperti dia, aku mau di perlakukan seperti ratu dan berlimpah cinta dan kekuasaan, apakah mama sudah mengerti ? jelas Amitha dan melihat mamanya sudah tidak berkata apa apa lagi, ia pun memilih pergi
Perjalanan Irawan pulang kembali ke rumah tertahan oleh seorang wanita di tengah jalan, ia menenteng barang belanjaan yang banyak dan sengaja berdiri menghalangi mobil yang di kendarai Irawan
"Maaf ibu, tolong menyingkir lah, kami mau lewat " ujar supir yang mengemudikan mobil itu
Wanita itu mendekati mobil itu dan mengetuknya perlahan
"Serahkan ini pada nya" ujar Irawan kepada supirnya sambil menyerahkan lembaran uang senilai Rp. 50.000,- itu
Supir itu membuka kaca mobil dan menyerahkan kepada wanita itu, namun bukan di terima ia malah menangis,
"Tolonglah saya tuan, saya tidak butuh uang itu, selamatkan anak saya tuan" jawab wanita itu
Irawan membuka kaca mobilnya "Apa yang bisa kami lakukan?"
Wanita itu menunjuk sebuah bangunan, ketika Irawan melihat ke arahnya dia pun tercengang dan sangat terkejut
"Ini tidak akan mudah, aku akan mengirim orang lain untuk membantumu, bagaimana apa anda setuju ?" ujar Irawan
__ADS_1
Wanita itu menganggukan kepalanya setuju dan tersenyum, kemudian dia menyerahkan sebuah kertas bertuliskan nama sebuah toko sayuran di pasar, dan Irawan menyimpannya dengan janji akan menemuinya esok di tempat tersebut
Setibanya di rumah, Irawan memanggil Fikram dan menyerahkan kertas tersebut kepadanya, tugas kamu besok adalah bantu wanita itu menolong anaknya, dan ini cari tahu tentang gadis di fhoto ini
Fikram mengambil kertas berisi alamat tersebut dan mengambil fhoto yang di maksud tuannya, meskipun Fikram merasa familiar dengan wajah tersebut ia tetap diam mematuhi perintah tuannya dan mencari informasi
Fikram kembali bersama Dirandra dan melaporkan tugas yang diberikan oleh tuan mudanya itu
Dirandra mengamati semua laporan Fikram dengan teliti, dan benar dugaan Fikram bahwa mereka mengkhianati dirinya dulu karena berbagai skandal pribadi mereka yang ditutupi oleh Rajendra selama ini
"Baiklah berkhianat dan mengkhianati, akan kita ikuti permainan yang diciptakan oleh mereka " ujar Dirandra
"Baik tuan muda " jawab Fikram
Keesokan harinya, pagi pagi sekali Fikram pergi ke alamat yang diperintahkan tuan besarnya
"Jadi nyonya apa yang bisa kami bantu ?" tanya Fikram
"Baiklah, bagaimana saya tahu anda tidak menjebak kami ?" ucap Fikram kembali
"Tuan adalah orang baik, pasti bisa membedakan mana yang menipu dan mana yang butuh di bantu" jawab wanita itu
"Apa masalah anda dengan keluarga itu hingga nyawa anak anda terancam di sana ?" tanya fikram kembali
"Anak saya berselisih paham dengan Nona muda rumah itu tuan, dan beliau sangat marah, saya tidak kuat melihat anak saya di cambuk olehnya lagi tuan, tolong kami " jawab wanita itu
"Baiklah, saya akan periksa keamanan di sana dan mencari celah mengeluarkan anak anda tanpa menimbulkan kekacauan di sana!" jawab Fikram
"Terimakasih tuan " ujar wanita tersebut dan berlalu pergi, dari keranjang belanjaan yang dibawanya Fikram mengira wanita tersebut adalah salah seorang pelayan di sana, dan anaknya juga ikut bekerja di situ
"Keluarga Aftan,,,, saya akan lebih memberikan perhatian kepada anda, demi menjalankan tugas dari tuan muda dan tuan besar, sekaligus membantu pelayan tersebut" ujar Fikram
Fikram kembali kepada Dirandra dan mendampinginya menjalankan misinya di kantor untuk pertama kali
__ADS_1
Dirandra sudah menyusun strategi pemasaran dan kontrak kerjasama nya dengan beberapa list nama perusahan yang bekerja sama dengan Narashima company
Irawan mendukung keputusan Dirandra dan melepas tanggung jawab kepemimpinan kepada Dirandra untuk di kelola
Irawan yakin apapun keputusan Dirandra pasti yang terbaik untuk perjalanan karirnya kembali,
Dirandra dan Fikram menemui satu persatu rekanan bisnis mereka yang telah berkhianat dan membawa bukti skandal mereka, tidak hanya tertarik akan tawaran kerjasama yang lebih menguntungkan mereka dibandingkan dengan kerjasama yang di tawarkan Lavani dan Rajendra, mereka juga tertarik kembali kepada Dirandra karena ancaman Dirandra akan membuka kedok mereka atas kasus skandal yang mereka lakukan dahulu
Selama 3 hari ini Dirandra dan Fikram melaksanakan misinya, sementara Rajendra masih sibuk dengan kesenangan pribadinya, karena urusan bisnis total di kelola Lavani
Lavani sudah beberapa kali mengingatkan Rajendra tentang bisnis keluarga Narasimha, namun Rajendra yang merasa sangat bebas setelah kematian ayahnya makin susah dikendalikan
"Halo, Raj, kamu dimana sekarang, momy tunggu di ruang kantor kamu sekarang !" perintah Lavani
"akhh momy selesaikan lah sendiri seperti biasa dan aku mendukung keputusanmu" jawab Rajendra
"Raj, berapa kolega kita memutuskan kerjasama dan berani membayar ganti rugi 2 kali lipat dari perjanjian kita, Raj ini tidak bisa di biarkan " jelas Lavani
"Kita cari kolega yang lain saja, lagi pula mereka sudah tidak berguna, kalau mau memutus kerjasama bayar ganti rugi 5 kali lipat, itu ada di surat perjanjian, momy tenang saja " jelas Rajendra
"Raj, segera datang ke sini, atau momy yang ketempat mu sekarang dan menyeret mu keluar dari rumah bordil itu !" perintah Lavani
"Momy berhenti mengancam, ini adalah hidupku dan kesenanganku, urusan mereka jika bersedia ganti rugi 5 kali lipat maka biarkan mereka pergi!" ujar Rajendra dengan marahnya dan menutup sambungan telepon
"Rajendra !" teriak Lavani namun telpon itu sudah tertutup
"Ambilkan berkas perjanjian kerjasama dengan perusahan xxxx,,,, yyyyy,,,, zzzz!" perintah Lavani kepada sekretaris Rajendra tersebut
Sekretaris itu datang beserta manager ruangan dan segera memberikan berkas yang diminta Lavani
Lavani membuka surat perjanjian tersebut dan dia tersenyum, ternyata benar kontrak perjanjian itu memang harus membayar ganti rugi sebanyak 5 kali lipat
"Sampaikan bukti perjanjian ini kepada mereka!" perintah Lavani
__ADS_1