Kekasih Ideal Untuk Dirandra

Kekasih Ideal Untuk Dirandra
Hancurnya Kesombongan Amitha


__ADS_3

"Akhhhhhhh,,,, si***an kalian semua" teriak Rajendra sambil membanting laptop di hadapan nya, benda itu sudah belah menjadi dua terpisah antara layar monitor dan keyboardnya


"Raj, apa yang terjadi !" ujar Lavani yang baru saja tiba di ruang kerja anaknya itu yang sudah berantakan


"Mereka semua membatalkan Kerja sama dan berani membayar ganti rugi sebanyak 5 kali lipat!!!" ujar Rajendra dengan kemarahannya


"Dari mana mereka bisa membayarnya?" tanya Lavani


"Selama ini mereka mengambil korupsi dari penjualan yang tidak di laporkan, dan sekarang mereka bekerja sama dengan perusahan baru yang sanggup membayar sebesar 60% dari keuntungan penjualan" jelas Rajendra


"Jadi mereka mengkhianati kita setelah mengambil keuntungan dari kita !" ucap Lavani


"Iya mom, sekalinya lintah tetap saja lintah di manapun dia berada, hanya parasit " hardik Rajendra


"Bukan kah kita punya bukti skandal mereka, apa tidak bisa kau ancam mereka dengan itu ?" tanya Lavani


"Justru mereka mau bekerja sama dengan pembagian 40 % bagi mereka karena ancaman skandal itu, dan sekarang pelindung mereka sudah menjamin skandal itu tidak terungkap" ucap Rajendra sambil memijit dahinya teramat pusing


"Raj, apa sudah dapat kolega baru ?" tanya Lavani kembali


"Semua sasaran kita sudah di dahului di datangi oleh pesaing baru kita itu mom" jawab Rajendra


"Siapa dia? kenapa bisa dengan mudah menarik kerjasama dengan mereka ?" tanya Lavani dengan keheranan


"Gobin company" jawab Rajendra


"Gobin??? apa kau tahu siapa pemilik dan pemimpin di sana ?" ucap Lavani lagi


"Belum ada info terbaru, tapi satu yang sudah kita ketahui itu adalah perusahaan baru yang dibangun oleh paman Irawan " jelas Rajendra


"Bukankah selama ini Irawan punya saham sebanyak 15 % di Narashima company, kenapa dia ingin menghancurkan Narashima company?" ucap Lavani sambil memainkan pulpen di tangannya dan berjalan pelan di sekitar ruangan kerja tersebut


"Entahlah mom, aku pergi dulu, kepala ku sakit terus berada di sini" ujar Rajendra yang berlalu pergi meninggalkan ibunya


"Wisnu, entah apa yang di Pikiran anakmu itu, setelah kau pergi, semakin sulit ku kendalikan" keluh Lavani sendiri di ruang kerja kantor nya itu


Rajendra mengendarai kendaraan dengan brutal di jalanan dengan kemarahannya dan tanpa sengaja menabrak mobil berwarna merah yang pemiliknya tidak terima dan segera menghampiri Rajendra


"Ikssss, kau lagi ternyata, pasti sial kalau bertemu" ujar pemilik mobil tersebut yang merupakan seorang wanita muda yang cantik


"Justru bertemu denganmu adalah keberuntungan, sayang, ikutlah bersama ku" ujar Rajendra sambil menarik paksa wanita tersebut yang menolak ajakannya


"Aku tidak mau lepaskan tanganmu, atau aku teriak" ujar wanita tersebut


"Lakukanlah, hahahaha " ujar Rajendra tertawa sinis

__ADS_1


"TOLONG!!!!!!!" teriak wanita tersebut


Beberapa warga di sekitar datang mendekati mereka berdua, dan dengan santainya Rajendra mengulurkan handphone genggam miliknya dan menunjukan sebuah fhoto


"Maafkan keributan ini, jika ada permasalahan kecil dari pasangan ini, dia adalah tunangan saya " jelas Rajendra


"Selesaikanlah urusan kalian dengan baik, jangan membuat keributan di jalan " ujar seorang warga yang kemudian pergi beserta warga lainnya


"Tunggu, tunggu, tolong aku " kata Amitha


"Berhentilah sayang, jangan merajuk terus " ujar Rajendra sambil menarik tubuh Amitha dan memeluknya sambil tersenyum manis di hadapan semua orang


Warga pun melanjutkan aktivitasnya dan meninggalkan mereka


Ketika Amitha hendak pergi juga, rajendra memukul tengkuk Amitha hingga ia tak sadar diri, dan memindahkan Amitha ke dalam mobilnya dan membawa pergi, sementara mobil yang di kendarai Amitha sudah di serahkan kepada bengkel langganan Rajendra untuk di derek dan di perbaiki


" Apa yang terjadi? kenapa tangan dan kaki ku susah bergerak ?" batin Amitha saat ia mulai tersadar dari pingsan nya


Amitha mulai membuka perlahan matanya dan ketika ia melihat kaki dan tangannya terikat di atas tempat tidur, ia langsung berteriak histeris dan tak ada yang menolongnya, sunyi tempat itu sangat hening, dan menakutkan untuk seorang Amitha


krekkkk


Suara pintu dibuka, dan masuklah seorang pria yang tidak asing bagi Amitha


Suara panggilan telpon berbunyi dari handphone genggam milik Amitha yang berada di dalam tas nya


Pria asing itu segera membuka tas Amitha dan mengambilnya, kemudian ia mendekati Amitha dan memasang selotip di mulut Amitha, kemudian dia mengangkat panggilan itu


"Hallo,," ucap pria itu


Amitha mencoba membuat kegaduhan dengan menendang nendang ujung kakinya ke dipan tempat tidur itu, namun si pria itu hanya tampak tersenyum ringan sambil menjawab telepon nya


"Amitha bersama saya, nyonya tidak perlu khawatir, mobilnya sedang ada di bengkel terjadi sedikit kecelakaan tadi, nanti saya yang akan mengantar Amitha pulang, saat ini saya sedang menenangkan nya terlebih dahulu" ucap pria itu


"Cihhhh, apa yang menenangkan! ini mah di sandera bukan di bujuk agar tenang" batin Amitha


Pria itu mematikan telepon nya dan berjalan mendekati Amitha, kemudian melepaskan isolatif di mulut Amitha


"Apa kau suka di tempat ini, sayang ?" ujar pria itu


"Lepaskan aku, ini tidak lucu " jawab Amitha


" Memangnya siapa yang melawak sampai mau di bilang lucu, ternyata kau ini cukup cantik dan menarik " ujar pria tersebut sambil menciumi pipi Amitha


"Rajendra, hentikan ini, lepaskan aku!" teriak Amitha

__ADS_1


Semakin Amitha berteriak, semakin aktif tangan Rajendra menyentuhnya


"Bisakah kau bersantai sejenak dan temani tunanganmu ini, sayang " ucap Rajendra lagi


"Kamu menjijikan Raj, lepaskan aku!" teriak Amitha kemudian meludahi wajah Rajendra yang berjarak dekat dengan wajahnya saat ini


"Hahahaha,,, kau bilang menjijikan, dan apa kau sadar, bahwasanya kau adalah milik pria yang kau hina itu" ujar Rajendra yang kemudian menarik paksa baju atas Amitha hingga robek


"Akhhh, apa yang kau lakukan?" ucap Amitha yang mulai panik


"Menjadikan kau milik pria menjijikan ini !" ujar Rajendra yang masih aktif menyentuh setiap tubuh Amitha dan menjadikan Amitha semakin ketakutan hanya menatap pandangan mata Rajendra yang penuh dengan amarah dan nafsu


Dalam ketakutan dan kepedihan nya itu Amitha makin membenci Andhira, semua ini adalah kesalahan Andhira hingga Amitha terjebak dengan pria yang sangat dibencinya saat ini


Rajendra makin di kuasai oleh hasratnya hingga ia melepaskan semua yang dikenakan oleh Amitha, mulai menyentuh area sensitif milik Amitha dan membuat air mata Amitha jatuh perlahan


Melihat bulir bening itu jatuh dari mata Amitha yang mulai sembab, Rajendra menghentikan aktifitasnya ia kemudian bergerak ke arah meja dan mengambil air minum di sana dan meneguknya


"Apa kau mau juga cantik, akan aku buatkan air yang khusus untukmu dan kau bisa menikmati aktifitas kita selanjutnya" ucap Rajendra dengan senyum sinisnya


Amitha menggelengkan kepalanya dan masih memohon agar ia di lepaskan, meskipun kali ini ucapannya sudah sangat merendah dan memohon


Rajendra menghampiri Amitha dan meneteskan sebuah cairan dari botol ke dalam gelas itu, kemudian memaksa Amitha meminumnya, meskipun ia menolak meminumnya namun Rajendra terus memaksanya hingga air di gelas itu habis tanpa bersisa


Air mata Amitha semakin jatuh membasahi wajahnya, namun bukan iba yang di tunjukan Rajendra malah tawa keras yang terdengar dari mulutnya


Semakin jatuh harga diri dan kesombongan Amitha sebelumnya, dan semakin lepas tawa Rajendra terdengar


Tak berlangsung lama Amitha merasakan panas di sekujur tubuhnya walaupun saat ini ia tidak memakai pakaian sehelai pun bahkan ia melihat kalau ruangan itu sudah di nyalakan pendingin dengan suhu rendah


Melihat keringat mulai nampak di wajah Amitha, Rajendra melepaskan ikatan tangan dan kaki Amitha


Meskipun mulai heran, namun Amitha bersyukur karena ikatannya di lepaskan, semakin Rajendra mendekatinya, Amitha merasa semakin kepanasan dan menyiksa tubuhnya sendiri dengan menggigit jari jemarinya sendiri


Rajendra semakin tertawa puas melihat tingkat Amitha


"Hahaha,,,, apa kau mau merasakan yang lebih memuaskan mu sayang " ujar Rajendra sambil mengelus pelan pipi Amitha yang saat ini sudah tidak ada air mata mengalir


Amitha hanya terpaku entah apa yang dalam pikiran nya saat ini jauh bertolak belakang dengan apa yang di ucapkan ya sebelumnya


prakkkk


di rumah Aftan, Alin tanpa sengaja menyentuh sebuah vas bunga ketika berjalan ke arah tangga hingga membuat vas itu jatuh ke lantai dan pecah berantakan


"Apa yang terjadi, kenapa hatiku merasa tidak tenang?" batin Alin

__ADS_1


__ADS_2