
Hari berganti, Diranda mulai sadarkan diri, Fikram pun sudah mulai melakukan aktifitas, Rajendra sudah dinyatakan sembuh dari ketergantungan Napza
Merasa masih menjadi tanggung jawabnya, Irawan datang ke pusat rehabilitasi untuk menjemput Rajendra, dan setelah kematian Lavani Irawan memang selalu menjenguk Rajendra, apalagi setelah Dirandra sadar diri dan memaafkan Rajendra, Irawan lebih memberi perhatian kepada Rajendra, mereka berharap Rajendra akan berubah sikap dan bisa memulai hidup baru
"Paman, bagaimana kondisi Dirandra sekarang ?" tanya Rajendra
"Puji Dewa, sudah mulai membaik, nak, dia juga selalu menanyakan keadaanmu, apa kau mau menemuinya di RS ?" ucap Irawan
"Tentu Paman, aku sudah tidak sabar untuk bertemu dengannya" ucap Rajendra
"Ayo, kita temui kakakmu, akan paman antar kamu" ucap Irawan
"iya paman" jawab Rajendra
Irawan dan Rajendra berangkat menuju RS tempat Dirandra dirawat, sebelumnya Irawan sudah memberikan kabar kepada Dirandra bahwa ia kan menjemput Rajendra dari pusat rehabilitasi dan membawanya pulang ke rumah Irawan
di rumah sakit, Dirandra sendiri berada dalam kamar inap nya, karena Fikram berada di kantor mewakilkan Dirandra mengurus pekerjaan yang tertunda selama mereka berdua di rawat
Dirandra memang sudah memaafkan Rajendra, namun luka di hatinya belum lah sembuh, tapi demi orang orang yang dia hormati dan dia sayangi, Dirandra setuju untuk tinggal bersama Rajendra dan kembali ke rumah paman Irawan
flash back on
"Dirandra, bagaimana kondisimu?" ucap Paman Irawan
"Sudah membaik, paman " jawab Dirandra
"Nak, emmmm ada hal yang ingin paman minta persetujuan mu" ungkap Paman Irawan yang meragu
"Katakanlah paman " jawab Dirandra
"ini tentang adikmu Rajendra, Paman tahu bahwa luka hatimu masih sangat sakit akibat ulah Lavani dan Rajendra, namun bagaimana pun dia adalah saudara kandungmu kamu satu satunya di dunia ini, dan saat ini kalian sudah sama sama tidak mempunyai orang tua, paman rasa ayah kalian Wisnu akan sangat senang melihat kedua putranya berdamai dan saling bekerja sama" jelas paman Irawan
"Paman,,,, Rajendra hanya kehilangan nyonya Lavani, tapi aku kehilangan ibu, Arya, Kamaniya, kasih sayang ayah, hasil kerja kerasku selama ini, dan pengkhianatan yang di lakukannya berulang kali bahkan mencoba menghilangkan saya dari dunia ini " ungkap Dirandra
"Paman sangat mengerti, namun harus kau tahu, memaafkan orang yang mau berubah menjadi baik jauh lebih berharga dari kau mendapatkan kemenangan proyek ribuan kali, karena kau akan menemukan kebahagiaan dan ketenangan hati sebenarnya " jelas paman Irawan
"kebahagiaanku sudah tidak ada lagi paman" ucap Dirandra
"Masa depanmu masih sangat panjang, dan paman rasa ibumu Devi sangat menyukai kedamaian dan berhati lembut untuk memaafkan orang lain, dan ayah mu Wisnu akan sangat bahagia melihat anak anaknya saling menjaga satu sama lain" ucap Paman Irawan yang masih duduk di samping tempat tidur Dirandra
__ADS_1
Dirandra terdiam mendengar ucapan pamannya dan melihat jendela keluar, Irawan menghargai keinginan Dirandra dan berpamitan akan pergi
"Paman, silahkan jemput Rajendra, bawa dia kembali bersama kita, dan ajarkan kebaikan hati untuk hidupnya nanti " ucap Dirandra yang menatap paman Irawan yang hendak membuka pintu keluar
"Baiklah, terimakasih nak, kamu memang anak baik, semoga kebahagiaanmu akan kau dapatkan " ucap paman Irawan dan berlalu pergi
Dirandra menghela nafas panjang dengan pelan sambil memejamkan kedua matanya
flash back off
Paman Irawan dan Rajendra sudah tiba di Rumah sakit dan bergegas menuju ruang rawat inap Dirandra
toktok tok tok
"Masuklah " ucap Dirandra
"Dirandra" ucap Rajendra yang masuk terlebih dahulu di depan paman Irawan
"Oh iya Raj, duduklah " jawab Dirandra
"Apa kabarmu?, terimakasih karena kau dan paman irawan masih mendukungku selama di pusat rehabilitasi" ujar Rajendra
Dirandra dan Rajendra berpelukan saling memaafkan
"Paman senang melihat kalian bersama seperti ini, ayah kalian Wisnu pun akan ikut bahagia di alam sana " Ujar Irawan
Diranda dan Rajendra hanya menganggukan kepala
"Dirandra, besok kau sudah bisa pulang, mau paman yang jemput atau Fikram ?" tanya Paman Irawan
"Aku saja yang menjemput Dirandra paman, lagi pula kami butuh waktu berdua sebagai saudara, ya kan" ujar Rajendra
Dirandra hanya tersenyum simpul, dan menganggukan kepalanya
"Baiklah kalau kalian ingin bersama, tapi saat ini kalian harus pulih dahulu " ujar paman Irawan sambil menepuk bahu kedua keponakan nya itu
kedua keponakan nya itu tersenyum dan menganggukan kepalanya bersamaan tanda setuju
Irawan membawa Rajendra ke rumahnya, sementara Dirandra masih memulihkan diri di ruang perawatan rumah sakit
__ADS_1
"Ya dewa, rumah sakit ini seperti rumah kedua untukku, entah berapa kali lagi aku harus masuk dan menginap di sini," ucap Dirandra sendirian di dalam kamar inapnya
Dalam perjalanan pulang Irawan dan Rajendra tanpa sengaja melihat Fikram bersama Amitha turun dari sebuah mobil menuju sebuah cafe, Irawan yang melihat tatapan Rajendra yang sinis segera menepikan mobilnya di cafe tersebut dan menyusul Fikram, tidak ingin ada kesalahpahaman Irawan segera memanggil Fikram
Fikram pun menemui tuan besarnya dan keponakannya itu,
"Tuan besar, mari makan bersama kami " ucap Fikram
"Fikram, jangan lupa tugasmu di kantor ya" ucap Irawan
"Tentu tuang besar, lihatlah berkas nya sudah ku bawa dan aku disini hendak menemui klien kita, tanpa sengaja bertemu nona Amitha di jalan yang mobilnya dibawa ke derek tuan, nona Amitha menunggu di cafe ini sesuai dengan yang di sampaikan kepada montir bengkel mobil, tuan besar lihatlah ini kartu nama montir bengkel itu dan bisa di cek secara langsung ada nomor handphone nya" jelas Fikram
"kebetulan yang bagus" sindir Rajendra
Amitha hanya diam tidak perduli dengan ucapan Rajendra
"Tuan Raj, kalau anda mau mungkin bisa menemani tunangan anda di sini, karena saya harus menyelesaikan tugas saya" ujar Fikram
Amitha membulatkan matanya terkejut mendengar ucapan Fikram, padahal dia tahu kalau Amitha sangat membenci Rajendra, tapi Fikram malah mau mendekatkan mereka
"Tidak, aku butuh istirahat sekarang ini, lagi pula Amitha itu wanita mandiri, tidak perlu di temani lagi " ujar Rajendra
"Fikram, kami pergi dulu, karena Rajendra juga harus beristirahat" ujar Irawan
"Baik tuan besar " ucap Fikram dan kemudian pergi meninggalkan Amitha
Amitha menunggu di cafe sendirian, sementara Fikram sudah pergi bersama kliennya ke tempat lain, tanpa memberitahu Amitha terlebih dahulu
Amitha menghubungi Fikram berkali kali tapi tidak ada jawaban, hingga datang montir yang membawa mobil amitha ke cafe tersebut, dan Amitha meninggalkan cafe itu
"Sialan kau Rajendra, selalu saja membuatku sial " umpat Amitha
Rajendra melempar gelas yang di genggamnya ke arah balkon kamarnya
dretttttt
suara ponsel Rajendra berbunyi
"Iya, sudah kau siapkan, besok rencananya" ucap Rajendra kemudian menutup panggilan telepon nya dan tersenyum sinis
__ADS_1