
Fikram mengusap pipinya yang terkena pukulan, kemudian ia melihat wajah wanita yang menamparnya dengan tas
"Apa yang wanita ini lakukan disini, dan apa tujuannya saat ini?" batin Fikram yang mengenali wajah wanita tersebut
"Nona Amitha Aftan, ada urusan apa anda kemari ?" tanya Fikram mendekati wanita yang membuat kerusuhan di kantornya
"Siapa lagi kau?, aku hanya perlu bertemu dengan pimpinan Gobin Company " ujar Amitha
"Kalau anda mau bertemu dengan tuan muda, anda harus membuat list janji terlebih dahulu melalui saya, bukan memaksa membuat keributan di sini" balas Fikram
"Baiklah, list janji hari ini!" ucap Amitha
"Jadwal hari ini tidak bisa nona, anda bisa menemui tuan muda, lusa" ucap Fikram
"Katakan pada tuan mudamu, ini mengenai Narashima company grup" ucap Amitha
"Tentang apapun itu Nona, silahkan kembali Lusa" jawab Fikram
"Akhh, menyebalkan" ucap Amitha yang segera meninggalkan kantor Gobin company
kringgggg
"Tuh kan bener, tuan muda sudah mencari saya lagi, padahal saya belum juga pergi dari kantor ini !" ucap Fikram ketika mengangkat panggilan telponnya
"Fikram, ada kerusuhan apa di lobi ?" tanya Dirandra
"Fans berat anda ingin bertemu secara paksa tuan muda " jawab Fikram
"Katakan sebenarnya Fikram !" ucap Dirandra
"Baik baik tuan muda, Nona Amitha Aftan ingin bertemu dengan anda perihal Narashima Company, saya jadwalkan lusa dia bisa bertemu anda " jawab Fikram
"Tidak perlu, kau tangani sendiri saja !" jawab Dirandra
"Baik tuan muda" ucap Fikram yang kemudian menghela nafas panjang setelah menutup panggilan telepon
Fikram pun melanjutkan perjalanannya menuju sebuah rumah sakit tempat ia melihat Aditya datang sendirian ke sana
__ADS_1
"Jika punya RS keluarga, mengapa dia pergi ke RS lain untuk periksa, atau kah dia mengunjungi seseorang di rawat di sana, harus ku pastikan, semoga bisa menjadi sumber bonus untukku l" ucap Fikram
sesampainya di RS Fikram segera menemui orang yang disuruhnya menyelidiki Aditya, Fikram membuka file tersebut dan mendapatkan bahwa Aditya melakukan test DNA kepada dua orang wanita yang tidak di sebutkan namanya
"Apa ini test DNA nona Andhira dan nona Amitha?" tanya Fikram
" Tidak ada keterangan namanya, tuan " jawab orang tersebut
"Ya sudahlah, saya pergi, Terimakasih infonya" ucap Fikram pamit
"Hasil test DNA ini keduanya keakuratan 98 % dengan tuan Aditya, kenapa dia tampak murung setelah melihatnya, akhhh aku makin pusing menyelidiki secara khusus keluarga ini" ucap Fikram sambil mengendarai mobilnya arah pulang
Hari yang di janjikan pun tiba Amitha datang kembali ke Gobin company, sesuai pengaturan Dirandra, Amitha akan menemui Fikram
"Tidak bisa, saya harus bertemu CEO dari Gobin Company, bukan asisten nya !" teriak Amitha yang tidak terima jika CEO kantor yang ia datangi tidak mau menerima kehadiran nya
"Nona Amitha, bukankah kemarin sudah saya sampaikan untuk menemui tuan muda, anda harus membuat kesepakatan terlebih dahulu dengan saya " ucap Fikram
"Katakan padanya ini tentang Rajendra, dia pasti akan tertarik " ucap Amitha kembali
"Sudah saya sampaikan apa yang nona katakan sebelumnya, dan tuan muda memberikan pesan agar saya yang mewakilinya" jelas Fikram
"Ini adalah kesempatanku membalas Rajendra, jika CEO itu tidak bisa membantuku, maka biarlah asistennya saja yang membantuku, siapapun orangnya yang terpenting adalah Rajendra harus berakhir " batin Amitha
"Nona, jadi membuat kesepakatan atau tidak, karena saya masih ada urusan lain" ucap Fikram yang merasa tidak nyaman yang sedang di lihat oleh Amitha mulai dari ujung kepala ke ujung kaki
"Jadi, ini lihatlah" ucap Amitha yang memberikan beberapa berkas nama, fhoto bahkan, komunitas pengedar Nark***a dan di ketuai oleh Rajendra
"Ini adalah,,,," ujar Fikram yang belum selesai berbicara sambil mengamati berkas yang di serahkan Amitha
"Ini adalah bukti kuat untuk anda menghancurkan lini bisnis hitam Rajendra, dan sebagai balasan hancurkan Rajendra sampai berkeping keping, jangan buat dia mati terlebih dahulu, hancurkan sampai dia memohon untuk mati " ujar Amitha dengan sorot matanya yang penuh kebencian
"Bukankah Rajendra adalah tunangan anda, nona" ucap Fikram
"Bukan urusan kamu, lakukan saja kesepakatan kita" jawab Amitha
"Baiklah setuju" ucap Fikram sambil mengulurkan tangan untuk sepakat
__ADS_1
"setuju" ujar Amitha membalas uluran tangan Fikram
Setelah kesepakatan itu, Amitha pergi meninggalkan gedung Gobin company, Fikram melaporkan kesepakatan yang di jalin dengan Amitha kepada Dirandra
Dirandra hanya menjawab anggukan kepala, ia tidak begitu tertarik dengan apa yang dibawa Amitha, karena tanpa bantuan Amitha pun, Dirandra sanggup menghancurkan Rajendra
Hari pun berganti, masalah di Narashima company semakin menjadi, di tambah terbukanya skandal yang dilakukan Rajendra sebagai pemasok utama Nark****a menjadikan beberapa kolega yang masih bertahan memilih mundur, karena takut akan terkena imbas nya
Lavani terus berusaha untuk membangun kerja sama dengan kolega baru, ia tidak akan menyerah karena Narashima company adalah bisnis yang ia kembangkan dulu bersama Wisnu dan yang ia perjuangkan selama ini bahkan dengan berbagai cara
Lavani berhasil mendapat kolega baru, secercah harapan kini mulai berada dalam genggaman Lavani, meskipun pihak kolega tersebut meminta saham sebanyak 50% dan akan mendukung kegiatan produksi Narashima, Lavani bersedia, karena saat ini hanya dia yang berjuang, sementara Rajendra masih terus bersembunyi dalam pelarian dari kejaran polisi
Tanpa di ketahui oleh Lavani, bahwa kolega yang di atur sepakat dengan nya adalah orang yang disuruh Dirandra, dan cara yang di lakukan Lavani akhirnya ia rasakan juga
yang semula kerjasama dengan saham 50 %, kini berubah menjadi 80 % karena Lavani harus terus menjalankan perputaran bisnis Narashima, properti yang di miliki sudah banyak yang di jual, bahkan harta yang dimilikinya saat ini hanya saham 20 % dan aset rumah yang di tempati olehnya dan itu pemberian mendiang suaminya
Rajendra yang tidak mendapat obat nark***a yang biasa di konsumsi nya, dan mencandunya kini menjadikan dia semakin parah
"Raj, akhirnya kau pulang, mom sudah sangat lelah mengurus perusahaan ini " ujar Lavani yang senang melihat Rajendra pulang
"Mom, berikan aku uang, aku butuh obat itu " ucap Rajendra
"Raj, Mom tidak ada simpanan lagi, semua sudah di jual sesuai permintaan kamu" ucap Lavani
"Mom, aku butuh obat itu dan aku butuh uang untuk membelinya!" ujar Rajendra sambil menendang meja kaca di ruangan itu hingga pecah berantakan
"Raj, mom mohon berhentilah konsumsi obat itu, lihatlah tubuhmu semakin kurus, dan kau tampak lesu" ujar Lavani
"Jangan menasehati, berikan aku uang!" ucap Rajendra dengan marah
"Tidak Raj, jangan beli obat itu lagi, mom mohon, ayo kita mulai hidup yang baru " pinta Lavani kepada anak nya itu
"Berikan aku uang, atau menyingkir lah dari kehidupan ku " ujar Rajendra yang menodongkan pisau ke arah leher Lavani
"Rajendra, aku ini ibumu !" teriak Lavani
Rajendra mendorong tubuh Lavani hingga terjatuh
__ADS_1
"Akhhhh," teriak Lavani yang tersungkur di lantai dan tanpa di sadari berada di bawah kaki seseorang