
"Rajendra, aku ini ibumu !" teriak Lavani
Rajendra mendorong tubuh Lavani hingga terjatuh
"Akhhhh," teriak Lavani yang tersungkur di lantai dan tanpa di sadari berada di bawah kaki seseorang
"Nyonya, sungguh ini merupakan penyambutan luar biasa, ketika saya datang, anda langsung bersujud di kaki saya" ujar orang tersebut
Lavani segera mengangkat kepalanya dan melihat wajah pria yang dia sentuh kaki nya tadi tanpa sengaja
"Tidak mungkin!!!!!" teriak Lavani saat mengenali wajah orang tersebut
"Kenapa nyonya, takut, atau anda bingung, tapi satu hal yang pasti adalah saya datang membawa dewa kematian untukmu" ujar orang tersebut
Lavani segera berlari ke arah Rajendra, namun yang di lihat saat ini Rajendra sedang terbaring memeluk lututnya sendiri dengan tubuhnya yang gemetar tidak beraturan, matanya yang mulai memerah dan ucapannya yang meracau
"Raj, katakan pada mommy, apa yang terjadi kepadamu ?" ucap Lavani sambil mendekati anaknya yang meracau
"Mommy berikan obatku, berikan padaku" ujar Rajendra pelan
__ADS_1
"tidak Raj, " ujar Lavani yang kemudian beralih ke arah tamu yang datang saat ini
"Tolonglah adikmu, bawa dia ke pusat rehabilitasi " ujar Lavani
"Tidak perlu, seperti itu kan dulu dia menyiksa Kamaniya, maka sekarang dia akan merasakan hal yang sama" ujar pria tersebut
"Dirandra, Mommy mohon, tolong adikmu, maafkan kami" ucap Lavani
"Apa kalian lupa bagaimana Arya memohon waktu itu, apa kalian lupa bagaimana Kamaniya merintih kesakitan waktu itu?" ucap Dirandra
"Kamaniya dan Arya adalah orang lain, kenapa kamu membela mereka, sementara Rajendra adalah adik kandung mu, malah kau siksa seperti itu!" marah Lavani
"Ini pasti ada yang ingin menghancurkan Rajendra dan Narashima company, apa kau tega melihat kehancuran perusahaan yang di jaga oleh ayahmu selama ini " ujar Lavani
"itu sudah hancur sejak kalian mengkhianati ku, sejak kalian menjadikan Kamaniya boneka pemuas nafsu dan kebrutalan kalian, sejak kalian menjadikan Arya sebagai pengkhianat yang merusak karierku!" jawab Dirandra
"Momy, BERIKAN OBAT KU" teriak Rajendra
"Selama ini dia mengkonsumsi itu tapi tidak pernah Sekacau ini, entah apa yang terjadi, ayo Raj, momy antar ke pusat rehabilitasi ya " ujar Lavani
__ADS_1
"Ketika yang biasa di ganti dengan hal berbeda dan tubuhnya tidak bisa menerima, alangkah menderitanya saat ini Rajendra anak kesayangan nyonya, akhhh seandainya bisa di temukan siapa yang mengganti nya " ujar Dirandra
"Dirandra, apa maksud mu?" tanya Lavani
"Seorang Pengkhianat, akan pantas untuk di khianati kembali " ucap Dirandra
"Jika aku temukan, maka dia tidak akan selamat !" ujar Lavani
"Hahaha, berhentilah mengancam nyonya, sementara anak anda saja tidak bisa di tolong sendiri" ucap Dirandra kembali
Lavani terdiam mendengar ucapan Diandra, saat ini dia benar jatuh dan Rajendra semakin membuat
"Ayo Fikram, kita tinggalkan ibu dan anak ini, karena tujuan ku ke sini untuk mengambil fhoto mendiang ibu sudah kita dapatkan" ujar Dirandra
Fikram menganggukan kepalanya sambil membawa bingkai fhoto mendiang Devi dan mengikuti tuan mudanya berjalan ke luar
Lavani memapah tubuh Rajendra masuk ke dalam mobilnya, mengikat tubuh Rajendra dengan tali tambang agar dia tidak berontak, di bantu oleh 1 orang pelayan dan 1 orang satpam, meskipun sang satpam dan pelayan ingin ikut mengantar, namun Lavani menolak, karena satpam dan pelayan yang tersisa hanya tinggal itu
"Raj, setelah semua yang kita upayakan, kini kita berada di titik paling nol kembali" ucap Lavani pelan di dalam mobilnya, sementara Rajendra masih berontak dari ikatannya yang belum berhasil tanpa menyadari apa yang diucapkan Lavani
__ADS_1