
" Hahahaha, aku menemukan alat barumu. sekarang, kakek harus memberitau tentang alat itu." kata Gadis itu.
Ternyata, gadis itu adalah cucu dari kakek fray. ia sekaligus, sebagai adik dari fray. kakeknya sangat keheranan dengan cucu perempuanya.
" Hhaa, Jangan lagi. kau sudah merusak puluhan pintu ruangan tempat alat baruku di buat. bagaiamana bisa kau merusak pintu baru buatan kakek?" tanya kakek fray kepada gadis itu.
" Hahaha, ini berkat alat baruku. sebut saja sebagai SUPER P-600." kata gadis itu.
" Hhaa? super p-600?" kata kakek fray.
" Haha, ini berguna untuk meledakan bangunan dan juga besi. ini bisa diandalkan untuk menghancurkan berbagai barang. bahkan, alat buatanku ini bisa menghancurkan kapal laut." kata gadis itu.
" Bagaimana gadis seusianya bisa membuat alat baru dengan sangat mudah? aku sampai membayangkan bagaimana kapal laut di tenggelamkan olehnya." kata kakek fray didalam pikiranya.
" Bukanya kakek sudah bilang, jangan rusak pintu dan barang yang berada di ruangan ini...!!, dan juga, kenapa kau bisa masuk semudah ini...!! bukanya ada puluhan robot yang berjaga di luar...!!" kata kakek fray.
" Owh, maksud kakek robot ini." kata Gadis itu.
" Haa? dia menghancurkan robot itu?" tanya kakek fray.
" Aku tadi terpaksa menghancurkan robot ini. soalnya, mereka sangat menganguku. padahal, aku hanya ingin menemuimu." kata Gadis itu.
" Ya, sudahlah. kamu mau apa ke tempat ini?" tanya kakek fray.
" Tentu saja, aku mau melihat alat baru buatan kakek" kata gadis itu.
" Tidak akan, ini adalah alat yang sangat rahasia. takutnya kamu tidak bisa menjaga rahasia ini." kata kakeknya.
tanpa disadari, Gadis itu sekarang berada di depan mesin waktu.
" Owh, jadi ini alat barumu kek. aku akan mencoba mengaktifkan alat ini. tekan ini, tekan itu dan." kata gadis itu sambil menekan tombol alat itu.
Seketika kakek fray sangat panik melihat cucunya menekan tombol alat itu.
" Hah, jangan sentuh tombol itu... !! itu adalah tombol untuk mengaktifkan alat itu. upss, kenapa aku harus nengatakan bahwa itu adalah tombol untuk mengaktifkan alat itu." kata kakek fray.
" owh, jadi begitu caranya. baiklah aku tekan saja. cklik." kata Gadis itu.
" Ja-jangan...!!"
Tiba-tiba, mesin itu mengeluarkan lubang dimensi. mesin itu membawa gadis itu pergi ke masa lalu, tepat di saat fray sedang berada.
" Ka-kakek, sebenarnya. alat apa ini?" kata gadis itu.
" Owh tidak, jangan lagi. itu adalah mesin waktu, kau akan pergi ke masa lalu. sebaiknya, aku lempar barangmu untuk bisa bertahan di masa lalu. aku akan mencoba membawa kamu ke tempat kakakmu berada." kata kakek fray.
" Kakak? kenapa dia bisa berada di masa lalu?" tanya gadis itu.
" ini bukan saatnya membahas itu, Cepat ambil ini dan bersiap ke masa lalu. dan kenakan parasut ini" kata kakek fray.
__ADS_1
" Parasut? untuk apa?" tanya gadis itu.
" Untuk mendarat dari atas langit...!!" kata kakek fray.
" A-apa...!!." kata gadis itu.
Sseeett...
Gadis itu pergi menuju masa lalu. kini, untuk ke dua kalinya. Kakek fray mengirim cucu perempuanya untuk pergi ke masa lalu. Gadis itu sangat ketakutan dan merasa sedikit merasa bahwa penjelajahan masa lalu itu menyenyangkan.
Sseet...
" Apa ini, apakah ini adalah masa lalu? " tanya gadis itu.
" tunggu, kenapa semuanya bewarna biru? jangan-jangan." kata gadis itu.
Gadis itu menoleh ke bawah.
" Owh tidak, aku sedang berada di langit. tetapi kenapa aku tidak terjatuh?" tanya gadis itu.
Beberapa detik berlalu. gadis itu perlahan terjatuh dengan sangat cepat.
" Jadi sekarang *aku baru terjatuh, tadi cuma efek dari mesin itu...!!" kata gadis itu.
" Sebaiknya, aku mencari tempat yang bagus untuk mendarat." kata gadis itu*.
" Wah, ternyata ada kota disebelah sana. aku akan mendarat di dekat kota itu saja ah." kata gadis itu.
Ssyuuuss...
Gadis itu melihat barang yang ia bawa di tasnya. ia lalu mengambil sebuah alat di tasnya.
"Syuh, syukurlah aku membawa SUPER F-3. *aku akan menggunakan ini untuk terbang. dan juga aku akan menggunakan alat untuk mencari kakak." kata gadis itu.
" coba, aku lihat di dalam tas ini. apakah ada alatnya? eemm.
(gadis itu mencari alat di dalam tasnya.
ah, ini dia. syukurlah ketemu. beruntung aku bawa alat pendeteksi canggih ini. kurang lebih, alat ini cukup berguna untuk mencari kakak." kata gadis itu*.
Gadis itu, memakai SUPER F-3. ia juga memakai alat pelacak buatannya untuk menemukan fray.
" Baiklah, ayo beraksi...!!.
Ssssyuuusss...
gadis itu terbang dengan sangat cepat.
Sementara di lain sisi. fray, hampir masuk ke dalam rumah aira. dia kaget saat alat komunikasi miliknya bergetar.
__ADS_1
" Loh? kenapa alat ini bergetar? mungkin hanya ilusi ku saja. aku masuk dulu." kata fray.
" selamat datang fray." kata ayah aira.
" Terimakasih paman. ngomong-ngomong. kenapa paman mengundangku untuk datang ke rumah ini?" tanya fray.
" Begini fray, aku mengundangmu untuk..." kata ayah aira sambil ingin mengatakan sesuatu.
" untuk apa paman? tanya fray.
" Untuk. MERAYAKAN KEMAJUAN PERUSAHAAN KU. SEMUANYA AYO BERPESTA...!!" Kata ayah aira.
" Wo, wo apa ini? aku mengira jika aku diundang untuk membahas pekerjaan kantor. eh, malah sebaliknya." kata fray didalam pikiranya.
" Nak, berkatmu perusahaan paman bisa menjadi sangat maju. kamu pantas menjadi menantu paman. ayo kita merayakan ini sambil minum." kata ayah aira.
" eeh? sebenarnya aku..." kata fray sambil gugup.
" fray, kamu jangan malu-malu. ini aku bawakan kamu minuman. " kata ayah aira.
" ehh terimakasih paman." kata fray.
" SEMUA KELUARGAKU, AYO KITA MERAYAKAN KEBERHASILAN DALAM MEMBUAT PERUSAHAAN KITA MENJADI SANGAT MAJU...!!" Kata ayah aira sambil berteriak.
" sesunguhnya, ini sangat berlebihan." kata fray.
Aira mendekat fray, ia mengatakan.
" Fray, aku meminta maaf jika kamu tidak menyukai pesta ini. ayahku sangat senang bisa membuat perusahaanny sukses. ini semua berkatmu." kata aira.
" Tidak, kamu tidak perlu meminta maaf. dan ini juga berkat kerja kerasmu juga. sebaiknya, kita harus merayakan ini untuk bisa membuat paman bahagia." kata fray.
" Fray, aku berterimakasih kepadam. kamu sangat peduli dengan kebahagiaan ayahku." kata aira.
" Oh iya, dimana lisa sekarang?" tanya fray.
" Dia sedang menyiapkan makanan untuk kita. aku akan pergi sebentar untuk membantunya." kata aira.
" Oh, baiklah. kamu bantu saja dia." kata fray.
" Fray menantuku, ayo silahkan duduk. aku ingin kita bisa akrab. heheh" kata ayah aira.
" Baiklah paman. tetapi, kamu terlalu banyak minum, apaka paman baik-baik saja?" tanya fray.
" Fray menantuku, aku terbiasa minum sebanyak ini. aku sangat bahagia bisa mempunyai menantu seperti dirimu." kata ayah aira.
" oh, jadi begitu ya. hehe" kata fray.
...(Bersambung...)...
__ADS_1