
saat asaba pergi menuju markas agen skira. ia dihadang oleh prajurit yang memberitau jalan itu. prajurit itu mengatakan.
" Paman, kau seharusnya tidak datang ke tempat itu. sebagai pasukan keamanan, aku memang ceroboh mengatakan itu kepadamu. sekarang, aku tidak akan membiarkan kau pergi ke tempat berbahaya itu." kata prajurit itu.
" Heh? bukanya kau tadi yang menunjukan jalanya. kenapa sekarang malah mencegahku untuk pergi ke tempat itu?" tanya asaba.
" Sebagai pasukan yang melindungi warga kota. aku ingin kau selamat dari tempat itu, sekarang bukan waktunya untuk pergi ke tempat itu. sekarang, kota ini diserang dari semua penjuru kota. jika kau ke tempat itu, maka bisa dipastikan bahwa, kau tidak akan selamat dari serangan pasukan musuh." kata Prajurit itu.
" Tidak, aku akan tetap pergi ke tempat itu. jangan cegah aku pergi ke sana...!!" kata asaba.
" Maaf paman, kami tidak akan membiarkan kau pergi. paman sebaiknya, tetap berada di benteng kota ini. bisa dipastikan, wilayah yang tidak dilindungi benteng, akan menjadi medan perang." kata Prajurit itu.
" Tidak, minggir kau." kata asaba.
" Pasukan, cepat bawa dia menuju tempat berlindung." kata prajurit itu.
" baik." kata semua pasukan itu.
" He, lepaskan aku. kalian tidak bisa membawaku menuju tempat itu." kata asaba.
" Jangan melawan, jika kau nekat pergi ke tempat itu. maka kau bisa saja di serang oleh pasukan musuh." kata prajurit itu.
Tiba-tiba.
BOM... BOOM... BOMM...
sebuah ledakan terjadi di tempat asaba dan prajurit itu. mereka terkena ledakan itu, tetapi. beruntung, asaba berhasil selamat dengan prajurit itu.
" Hok, Hok, Hok. ledakan apa itu?" tanya asaba.
" Aku juga tidak tau, paman sebaiknya. kita lihat apa yang terjadi di medan perang itu." kata Prajurit itu.
Mereka berlari menuju gedung tinggi yang bisa melihat pertempuran di luar benteng. mereka melihat, banyak pasukan kota kewalahan menghadapi serangan musuh.
" Paman, kita sedang dalam masalah. mungkin saja, kota ini akan segera dikuasai oleh pasukan itu. sebaiknya, kita harus mempersiapkan sebuah rencana untuk menghadapi pasukan itu." kata prajurit itu.
__ADS_1
" Tidak, kau tidak bisa mengadapi mereka." kata asaba.
" Apa maksud dari perkataan mu tadi? " tanya prajurit itu.
" Bukan kita yang akan mengalahkan mereka. tetapi, para agen yang akan mengalahkan mereka." kata Asaba.
" Hah? para agen? apa maksud dari perkataan paman tadi? " tanya Prajurit itu.
Tiba-tiba, puluhan pesawat melintas di atas gedung itu.
" hah? apa itu?." kata prajurit itu.
" Dia sudah tiba, ayo kita membantu para agen itu." kata asaba.
" Apa maksudmu? aku sama sekali tidak mengerti perkataanmu?" tanya prajurit itu.
" Cepat ikuti saja." kata asaba.
Mereka berlari menuju medan perang itu. asaba merasa senang bisa melihat agen itu. ia meminta kepada prajurit itu, untuk mengikutinya.
Pasukan musuh, menggunakan senapan api mereka untuk berperang. banyak pasukan kota terluka akibat serangan itu. parit-parit pertahanan, berhasil di hancurkan oleh kendaraan perang musuh.
Para perwira keheranan melihat kendaraan itu. mereka tidak bisa mengancurkan kendaraan itu, hanya dengan tembakan panah. mereka mempunyai sebuah ide. mereka menggunakan batu besar yang sengaja mereka jatuhkan, untuk menghancurkan kendaraan itu.
Puluhan batu di jatuhkan dari atas bukit. pasukan musuh, lari menghindari batu besar itu. kendaraan, harus ditinggalkan demi keselamatan pengendaranya.
Satu pasukan gabungan dari arah bukit berhasil dikalahkan dengan batu besar itu. Perwira pasukan musuh sangat marah dengan kekalahan pasukan gabungan itu.
Perwira itu, memerintahkan untuk menembakan serangan Artileri menuju bukit para pasukan yang menatuhkan batu besar itu. Ratusan artileri disiapkan untuk ditembakan ke bukit itu.
perwira dari pasukan kerajaan. mengetahui akan ada serangan balasan. ia meminta kepada pasukanya, untuk berlindung di bebatuan yang ada pada bukit itu. tetapi, pasukan musuh menembakan semua senjata mereka dengan cepat dari perkiraan.
Banyak pasukan menjadi sasaran tembakan dari pasukan Artileri musuh. Perwira itu, terluka akibat ledakan artileri itu. beruntung, ia dan sebagian besar pasukan lainnya, berhasil berlindung di bebatuan yang tahan dari serangan Artileri itu.
Beberapa menit kemudian, Serangan artileri dihentikan. Pasukan itu, bisa bernafas lega karena mereka berhasil bertahan dari serangan itu.
__ADS_1
Mereka menuju ke kendaraan musuh yang ditinggalakan serta mengambil persenjataan mereka. tetapi, saat mereka hendak mengambil senjata itu.
Mereka di serang oleh ratusan pasukan musuh dari arah lain. dengan senjata seadanya, mereka harus bertempur melawan pasukan itu. Musub juga memiliki sebuah peluncur roket yang dinamakan dengan Rosoc.
Mereka menembakan ratusan roket tepat ke arah pasukan perwira itu. kini, mereka hanya berlindung dari serangan roket itu.
Saat mereka berlindung, salah satu pasukan misterius. berlari menerobos serangan roket itu. ia mengambil senjata yang ditinggalkan dalam mobil perang musuh.
Dengan cepat, ia kembali berlari menuju tempat berlindung pasukanya. Tetapi.
DOOR...!!
Ia tertembak oleh penembak jitu musuh. perwira itu, mengulurkan taganya untuk membantu prajurit itu. ia menarik prajurit itu, dengan perlahan. tetapi.
DOOR...!!
Tembakan ke dua dilepaskan. kini, perwira itu tertembak oleh penembak jitu pasukan musuh. para pasukan yang tersisa. merasa sangat ketakutan dengan penembak itu.
Mereka terlihat panik dan ingin segera menyerah, tetapi. salah satu prajurit, menyemangati mereka untuk terus berjuang dalam medan perang ini.
dengan membawa pedang dan perisai, prajurit itu, meminta kepada seluruh pasukan, untuk bertempur sampai akhir.
Berkat prajurit itu. mereka semakin bersemangat dalam menghadapi medan perang itu. dengan keberanian, para pasukan itu. berlarian untuk menyerang pasukan musuh itu.
Para pemanah, menembakan ratusan panah ke arah peluncur roket itu dan mengalihkan perhatian pasukan peluncur roket. sementara pasukan bersenjata pedang, mereka berlarian untuk medekat ke arah pasukan itu.
Di lain sisi, Pesawat Fray dan semua agen termasuk Akiko, hampir sampai ke tempat medan perang itu. Tetapi, mereka mendapatkan panggilan radio dari seseorang misterius.
" Kepada seluruh agen yang menuju ke medan perang. kami memerintahkan kalian. untuk mendaratkan pesawat kalian dan menyerah sekarang juga. kami dari pasukan Akane, memberikan kesempatan kepada kalian untuk menyerah." bunyi penggilan itu.
Fray menjawab" Kepada pasukan yang dipimpin akane. kami dari organisasi Skira. tidak akan tunduk kepada pemimpin pasuka kalian. kami akan menunjukan kepada kalian, jika organisasi kami. lebih hebat dan bisa mengalahkan kalian dengan cepat." kata fray.
Mereka tetap pergi menuju medan perang itu. tetapi, terlihat sebuah pesawat asing yang mendekati mereka. pesawat itu, terlihat sedang menembakan Roket ke arah pasukan agen skira.
Mereka mengetahui akan terjadi pertempuran. para agen, menyiapkan senjata pesawat mereka dan pertempuran di udara dimulai.
__ADS_1
...(bersambung...)...