
" Ha? apa itu?" tanya pemimpin skuadron elang biru.
Pemimpin itu melaporkan, kontak senjata di wilayah itu.
" Lapor, ini dari skuadron Elang biru. Kami mendapat serangan dari darat. meminta perintah," ucap pemimpin itu.
Di markas, para atasan mereka menjawab, " Baik, dimengerti. kalian bebas menyerang,"ucap atasan mereka, sambil memberi perintah menyerang.
" Dimengerti,
Serangan ke dua, dilancarkan oleh pihak musuh.
"Tembak ... " ucap musuh.
Roket, kembali di tembakan.
Push ...
SEETT ...
Duar ...
salah satu, anggota skuadron tertembak. pilot itu mengatakan, "lapor, elang B-6 tertembak. di ulangi, elang B-6 tertembak dan terjatuh. ganti," ucap pilot itu, sambil mengaktifkan pelontar kursi pesawat.
***Push ...
Push*** ...
Pilot lain, menghubingi kapten skuadron. ia mengatakan," Lapor kapten. sepertinya, pilot dari elang B-6 selamat. diulangi, pilot dari elang B-6 selamat," ucap pilot itu.
Pemimpin skuadron itu menerima laporan itu. ia menjawab," Dimengerti, lancarkan serangan balasan! Ganti," ucap pemimpin pasukan skuadron elang biru.
Pilot lain, menerima perintah itu. mereka mengatakan, " Dimengerti, Elang B-3, Elang B-7, Elang B-9, bersiap di posisi menyerang. ganti, seett," ucap pilot yang memimpin serangan itu.
Tigas pesawat, dari Skuadron itu, melancarkan serangan balasan. salah satu pilot mengatakan," Lapor, terget telah ditemukan, dan terkunci. bersiap untuk meluncurkan roket, dalam hitungan, Tiga ... Dua ... Satu ... Menembak," ucap pilot itu, sambil menekan tombol peluncuran roket.
__ADS_1
PUUSH...
" Kalian, mereka menenembakan serangan balasan. cepat lari ... " ucap pasukan musuh.
...***SETT......
DUUARR*** ...
Ledakan hebat terjadi di tempat itu, target terkena sasaran. Pilot itu memberikan laporan. ia berkata, " Lapor, target terkena tembakan dari roket. ganti, " ucap pilot itu.
Pemimpin skuadron itu menjawab, " Dimengerti, kerja bagus. sekarang, tinggal menggawal nona aira menuju markas. ganti," ucap pemimpin skuadron itu.
Pilot lain keheranan. ia mengatakan," lapor kapten, sepertinya mereka kabur saat kita sedang bertempur. pesawat mereka menghilang tanpa jejak. ganti, Seett, " Ucap pilot yang menyadari Pesawat yang dikendalikan Lisa, menghilang.
Kapten skuadron menjawab," Apa? gawat, semua skuadron. saya perintahkan untuk mencari mereka sekarang! ganti," ucap kapten itu, sambil terkejut.
Para pilot menjawab, " dimengerti, segera melaksanakan perintah. ganti, Seett," ucap pilot itu, dengan meningkatkan kecepatan pesawat, untuk bisa mengejar pesaat lisa.
PUSH...
Aira heran dengan sikap Lisa. sambil keheranan, ia mengatakan," Lisa, apakah akan baik-baik saja, jika kita kabur dari pengawalan? "tanya aira.
Lisa dengan senang menjawab," ah kakak, tidak perlu khawatir, mereka hanya penggangu bagi kita. lagipula, disini adalah Wilayah yang aman," ucap lisa, sambil senang.
Tidak terduga. keluar sebuah roket, dari arah hutan dan menuju pesawat mereka.
***PUSSH ...
SEET*** ...
Aira kaget dengan kemunculan roket itu, ia mengatakan," Lisa, kita dalam bahaya! kau cepat menghindar dari roket itu! " ucap aira, sambil kaget.
Lisa juga kaget, dengan kemunculan roket itu. ia berkata," Benar, bukanya ini wilayah bebas pertempuran? kenapa ada banyak musuh di tempat ini. aaa, kakak, bantu aku,"ucap lisa, sambil panik.
Aira membantu lisa, untuk mengendalikan pesawat itu. ia berkata, " Tenanglah lisa, coba kita tekan tombol untuk melakukan tembakan itu," ucap aira, sambil menekan tombol untuk menembak.
__ADS_1
Duar...
Terjadi ledakan yang besar di atas langit itu. tetapi, ledakan itu, bukan berasal dari pesawat lisa. melainkan, berasal dari roket yang mengarah ke arah mereka.
Lisa kaget, ia mengatakan," Kakak, kenapa kita selamat? apa yang terjadi tadi?" tanya lisa.
Aira juga sangat kaget. ia menjawab," lisa, sepertinya ada yang membantu kita. coba lihat, ada banyak pesawat yang sedang menuju ke arah kita," ucap aira sambil menunjuk.
Lisa menoleh ke arah yang ditunjukan oleh aira. ia sangat kaget, melihat ratusan pesawat dari dua sisi menghampiri mereka. Lisa berkata, " Kakak, kenapa disana juga ada banyak pesawat yang menuju ke arah kita?" tanya Lisa.
Aira menoleh ke arah yang ditunjukan oleh Lisa. ia sangat keheranan melihat pesawat itu, ia menyadari perbedaan pada kedua pesaat dari berbagai sisi. Ia melihat pesawat yang ia tumpangi dan memperhatikan detail pesawatnya.
Setelah mengamati, pesawat dari arah yang ditunjukan oleh lisa adalah pesawat tempur musuh. Aira berkata," Li-lisa, i-itu bukan pesawat dari pihak kita. melainkan dari pihak musuh. sementara pesawat yang aku tunjuk, itu adalah pesawat dari pihak kita!" ucap aira, sambil panik.
Lisa kaget setelah mendengarkan perkataan Aira. dengan ragu ia menjawab," Benarkah? apa kakak bercanda? coba buktikan dengan detail lagi," Ucap lisa, sambil tidak percaya.
Aira kesal karena lisa tidak mempercayainya. dengan kesal ia menjawab, " Kau ini! aku kan kakakmu! mana mungkin kakak bercanda di saat seperti ini! kalau kau mau aku perlihatkan buktinya, maka lihat perbedaan ukuran, jenis dan hal yang lainnya dari masing-masing pesawat itu!" ucap Aira, dengan sedikit kesal.
Lisa keheranan. ia tidak menyangka jika kakaknya kesal karena perkataan itu. ia mengamati kedua pesawat dari berbagai sisi itu dan menemukan," Kakak, perkataanmu itu, sedikit masuk akal. tetapi ... " ucap Lisa, sambil gugup.
Aira menyela perkataan lisa. ia mengatakan," Tapi, apa kau tetap tidak percaya dengan perkatan kakakku. coba tanya saja kepada nagruka, apa aku berbohong, atau tidak," ucap Aira, sambil panik.
Nagaruka menjawab, " Benar, kakakmu tidak bebohong. dia mengatakan dengan jujur. kalau aku boleh tau, aku bisa menembakan Ratusan roket dan membantu menerbangkan pesawat ini, sebagai pilot tambahan. apa nona lisa setuju?" tanya nagaruka.
Lisa kaget. ia mengatakan, " Kedengaranya, itu adalah ide yang bagus. baiklah, bisakah kau membantuku menerbangkan pesawat ini, soalnya aku baru belajar lepas landas dan mengendalikan pesawat ini di udara. kalau untuk mendarat, aku tidak bisa hehehe," ucap lisa, sambil tertawa.
Aira mengatakan," Aku tau lisa, sebenarnya orang yang mengajarimu cara lepas landas pesawat ini, adalah nagaruka kan?" tanya aira.
Lisa sangat kaget. ia menjawab," Hehe, ternyata ketahuan ya. memang benar, nagaruka yang menunjukan cara lepas landas dan juga cara mengendalikan pesawat ini. tadi aku sempat dibantu saat pesawat ini akan lepas landas. waktu itu, kakak tidak memperhatikan ke arah depan, dan malah memperhatikan Ke arah belakang," ucap Lisa, sambil jujur.
Aira mengatakan, " Ya sudahlah, biarkan nagaruka yang membantumu,"ucap aira.
Nagaruka ditempatkan di kursi pilot ke dua. sementara aira, duduk di kursi penumpang. tiba-tiba, mereka mendapatkan pesan suara.
" Set, ini adalah divisi dari gabungan sepuluh skuadron. aku adalah Akiko, apa Kau, adalah bagian dari pesawat dari skuadron elang biru. kalau iya, bersiaplah untuk bertempur habis-habisan melawan musuh! ganti,"ucap akiko, lewat panggilan komunikasi antar pesawat.
__ADS_1
Aira dan lisa sangat kaget dengan pesan suara itu.