Kekasih Impian Direktur Fray

Kekasih Impian Direktur Fray
pembicaraan penting


__ADS_3

"hah? fray? kenapa kau membawa pedang?" tanya ayah aira, dengan terlihat sangat kelelahan.


"I-ini, tadi aku mengira jika ada penyusup masuk ke dalam rumah ini. makanya aku membawa pedang ini," ucap Fray, sambil merasa gugup.


"Oh, jadi begitu ya. mumpung kalian berdua ada disini. apakah boleh jika kita bicara sebentar?" tanya ayah aira, dengan kelelahan.


"Bicara tentang apa paman?" tanya fray, dengan penasaran.


"Benar, ayah ingin bicara tentang apa?" tanya aira, dengan penasaran.


"ada ... pokoknya kita harus bicara mengenai pernikahan kalian," ucap ayah aira. ayah aira terlihat sangat kelelahan selesai bekerja di perusahaanya. tetapi, ia memaksakan dirinya untuk bisa berbicara dengan fray.


Mereka duduk dan membicarakan sesuatu. ayah aira, ingin bertanya kepada fray tentang ayahnya.


"Fray, apa kau sudah meminta orang tuamu untuk datang ke pernikahanmu?" tanya ayah aira, dengan penasaran.


"Eh ... itu, aku tidak memintanya datang. tetapi, kakek sudah mengizinkanku untuk menikah. jadi, tidak masalah," ucap fray, sambil merasa sedikit gugup.


"jadi begitu. bisakah aku bicara kepada kakekmu?" tanya ayah aira, dengan penasaran.


"Tentu saja, aku akan melakukan panggilan telepon lewat alat komunikasiku ini," ucap fray, dengan sedikit gugup.


"ha? alat komunikasi? apa kau mempunyai alat seperti itu?" tanya ayah aira, dengan penasaran.


"heh, tentu saja paman. aku akan akan melakukan panggilan telepon sekarang," ucap fray, sambil melakukan panggilan telepon.


Di dunia kakeknya.


Kring ... kring ... kring ... [suara panggilan telepon]


Kakeknya keheranan karena mendapatkan panggilan telepon pada malam hari.


Kring ... kring ...


"Astaga, siapa yang menelepon tengah malam begini?" tanya kakek fray, dengan keheranan.


Tap ... tap ... tap ...


ia berjalan untuk menjawab panggilan telepon itu. ia menyadari jika fray sedang memangilnya lewat panggilan telepon.


"ha? fray? ada apa dia menelepon tengah malam begini?" tanya kakeknya, dengan penasaran.


"hallo fray? ada apa kau memangilku?" tanya kakeknya, dengan penasaran.


di sisi fray.


"kakek, calon ayah mertuaku ingin bicara kepadamu. apa kau memiliki waktu untuk bicara kepadany?" tanya fray, dengan penasaran.


"Ha? Be-benarkah? baik-baik, kakek akan bicara dengan calon ayah mertuamu," ucap kakeknya, dengan sedikit gugup.

__ADS_1


"paman, ini dia. paman tinggal bicara dengan kakek, lewat alat ini," ucap fray, sambil memberikan alat komunikasi itu kepada ayah aira.


"Baik," ucap ayah aira.


"Aduh, ada apa ini? kenapa ayah ingin bicara dengan kakek fray?" tanya aira, di dalam pikiranya dengan penasaran.


"Hallo, saya adalah ayah aira," ucap ayah aira, dengan sedikit gugup.


"ya, ada apa ya?" tanya kakeknya, dengan gugup.


"begini, apa benar anda adalah kakek fray? saya ingin bicara tentang pernikahan fray dengan aira. apa anda memiliki waktu untuk bicara tentang pernikahan ini?" tanya ayah aira, dengan penasaran.


"Hah? tentu saja, aku juga ingin bicara kepadamu," ucap kakeknya, dengan gugup.


"Baiklah, langsung saja pada intinya ... " ucap ayah aira, sambil bicara kepada kakek fray.


Ayah aira, pergi ke tempat lain untuk berbicara kepada kakek fray. ia berjalan menuju ke ruangan sebelah.


Fray dan aira, gugup dengan semua itu."Fray, kenapa ayah tiba-tiba ingin bicara kepada kakekmu?" tanya aira, dengan penasaran.


"Aku juga tidak tau," ucap fray, dengan sedikit gugup.


"Semoga semuanya baik-baik saja," ucap aira, dengan gugup.


"Semoga saja," ucap fray, dengan sedikit percaya diri.


Tap ... tap ... tap ...


"Kakek fray, aku senang bisa mengenalmu. aku sebenarnya ingin bicara lebih lama lagi. tetapi ada pekerjaan yang harus aku selesaikan terlebih dahulu," ucap ayah aira, dengan perasaan senang.


"heh, baguslah semuanya baik-baik saja," ucap fray, dengan perasaan senang.


"Syuh ... syukurlah semhanya baik-baik saja," ucap aira, dengan lega mengatakan itu.


"Baik, senang juga bisa mengenalmu. kau lebih baik selesaikan pekerjaanmu terlebih dahulu. lain kali kita akan bicara lagi. sampai jumpa," ucap kakek fray, lewat telepon.


"baik, sampai jumpa lagi," ucap aah aira, dengan merasa senang.


Pembicaraan mereka selesai. kini, fray dan aira merasa lega karena mereka bisa melihat ayah aira dan kakek fray akrab dengan mudah.


"Ayah, apa yang tadi kauu bicarakan?" tanya aira, dengan penasaran.


"Tidak penting. ayah hanya ingin mengenal kakek fray. baiklah, kalian berdua harus tidur sekarang. ini sudah larut malam, sebaiknya kalian cepat tidur. besok kalian akan menikah," ucap ayah aira, dengan perasaan senang.


"baik," ucap aira dan fray.


Aira berjalan menuju kamarnya.


Tap ... tap ... tap ...

__ADS_1


fray juga berjalan menuju kamarnya, akan tetapi. tiba-tiba, ayah aira berkata, "Oh ya fray, ini alat komunikasimu. terimakasih karena sudah membiarkanku bicara dengan kakekmu. ternyata dia adalah orang yang baik, aku beruntung bisa menikahkan putriku dengan kau. semoga kalian bahagia," ucap Ayah aira, dengan perasaan senang.


"terimakasih banyak," ucap fray.


Mereka kembali ke kamar mereka masing masing. dengan penasaran. aira berkata,"Fray, apa yang sedang kau bicarakan kepada ayahku tadi?" tanya aira, dengan penasaran.


"Tidak terlalu penting. ayo, ini sudah malam, sebaiknya kita tidur," ucap fray, sambil berlari menuju kamarnya.


Tap ... tap ... tap ...


"Aira, selamat malam," ucap fray, sambil berlari menuju kamarnya.


"baik, selamat malam juga," ucap aira, dengan perasaan senang.


Tap ... tap ... tap ...


Mereka tidur setelah melakukan pembicaraan dengan ayah aira. malam itu, untuk pertama kalinya, fray menginap di rumah aira.


malam berlau dengan sangat cepat. kini, matahari sudah terbit dari arah timur kota. cahaya matahari, menyinari kotanitu dengan kehidupan.


Fray bersiap untuk pergi menuju tempat pernikahanya. ia berjalan untuk menemui aira. tetapi.


"oh kakak, kau ternyata sudah bangun," ucap lisa, sambil merasa senang.


"benar, selamat pagi lisa," ucap fray, sambil tersenyum.


"selamat pagi juga. kau mencari siapa pagi-pagi begini?" tanya lisa, dengan penasaran.


"A-aku sedang mencari aira. apa kau tau dimana dia sedang berada sekarang?" tanya fray, dengan penasaran.


"Kakakku? dia sudah berada di tempat pernikahan dari pagi," ucap lisa, dengan senang.


"ha? be-benarkah?" ucap fray, sambil keheranan.


"itu benar. aku diminta ayah untuk membantumu memilih pakaian yang akan kau gunakan dalam pernikahanmu. ayo, sekarang kau harus berpakaian rapi," ucap lisa, dengan sedikit senang.


"Eh, baik-baik," ucap fray, dengan sedikit gugup.


Setelah selesai berpakaian. fray keluar dari kamarnya.


"wah, pakaian ini sangat bagus. kau memang pandai memilih pakaian lisa," ucap fray, dengan senang.


"hehe, selain kau. aku juga membantu kakak untuk memilih pakaian yang akan ia gunakan. ayo, kita pergi ke tempat pernikahanmu kakak fray," ucap lisa, sambil berlari.


Tap ... tap ... tap ...


"ha! ba-baik," ucap fray.


...(Bersambung ... )...

__ADS_1


__ADS_2