Kelompok Pencinta Alam

Kelompok Pencinta Alam
Rencana Willy


__ADS_3

Masih Flash back oke


Rangga terkejut mendengar pernyataan cinta dari Willy yang semakin berani saja menurutnya. Karena saat ini dia mengutarakan perasaannya di depan umum dan saat banyak orang yang menyaksikannya.


"Parah abis nih cewek. Gua harus gimana ya biar nih cewek berhenti nguber-nguber gua?" batin Rangga.


"Lu kok bisa suka sih ma gua? Gua kagak kenal apa lagi deket ma lu. Giana bisa gua nerima elu coba?" tanya Rangga.


"Tapi aku tau hampir semua tentang kak Rangga. Kak Rangga hanya tinggal sama mama setelah papa kak Rangga gak ada. Kak Rangga suka basket, kak Rangga hobi makan....." kalimat Willa langsung di potong Rangga yang mulai jengah dengan kata-kata Willy yang kesannya seperti seorang penguntit.


"Stop stop stop. Gua bisa simpulin intinya lu udah cari tau setiap detail tentang gua bukan?" tanya Rangga.


"Iya." jawab Willy dengan bangga.


"Berarti lu juga dapet info juga dong kalo gua itu udah lama punya gebetan dan baru aja jadian?" tanya Rangga.


"Jadian?" beo Willy tidak percaya.


"Iya jadian. Gua baru beberapa hari ini jadian sama Risti anak fakultas sastra di kampus ini." jawab Rangga berbohong karena mulai risih dengan gadis di depannya saat ini.


Willy terdiam tidak bisa berkata-kata lagi mendengar pengakuan Rangga tentang dirinya yang telah memiliki kekasih.


"Ya udah ya Willy. Gua harus ketemu sama anak-anak yang lain." ucap Rangga lalu pergi dari sana meninggalkan Willy yang mematung.


"Ini tidak benar. I ini salah. Ada yang salah. Ini tidak benar. Kak Rangga cintanya hanya sama Willy. Ya hanya Willy di hati kak Rangga. Risti si cewek ***** itu harus mati." gumam Willy terus menerus.


"Aaaaaaaa kak Rangga jahaaaaaaat." teriak Willy lagi-lagi mengamuk di dalam kamarnya.


"Ha ha ha ha. Kak Rangga pasti akan jadi milik Willy. Kak Rangga hanya cinta Willy buktinya kak Rangga ingat terus sama Willy. Pasti Risti itu yang udah melet kak Rangga." Racau Willy sambil sesekali ketawa.


"Ah aku akan ke sana untuk menghapus pelet dari Risti." ucap Willy lalu pergi meninggalkan kamar yang sudah kacau berantakan.


Willy mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi menemui seorang yang dia tau dari kenalannya di dunia maya.


Karena kesibukan orang tuanya Willy jadi tidak mendapat perhatian dan pengawasan. Orang tuanya hanya memberi uang dan barang apa saja yang diinginkan anaknya itu.


Willi yang minder dalam bergaul di dunia nyata akhirnya menjadi sosok yang berbeda di dunia maya.


Dia memiliki pergaulan luas dan menjadi sosok yang supel dalam bergaul di sana. Willy banyak kenalan dunia maya dari segala kalangan.

__ADS_1


"Hm kayaknya ini tempatnya." gumam Willy saat tiba di sebuah rumah sederhana yang sesuai dengan alamat yang di kirim oleh kenalannya.


Willy berjalan masuk ke halaman dan membiarkan mobilnya terparkir di tepi jalan.


"Permisi?" ucap Willy.


"Masuklah." seru sebuah suara dari dalam rumah dan Willy melangkah masuk ke dalam rumah itu.


Di dalam sana sudah ada seorang pria berpakaian serba hitam sedang duduk dan di depannya sudah ada wadah berisi air beruap serta bunga-bunga berbagai jenis di nampannya ada banyak keris juga benda-benda aneh lainnya juga ada.


"Duduk." peritah orang itu dan Willy segera duduk di depannya.


"Kau mau pemuda itu diapakan?" tanya dukun itu.


"Gini mbah...."


"Panggil mbah Goib aja." ucap mbah Goib.


"Gini mbah Goib saya mau kak Rangga hanya jadi milik saya saja tidak untuk siapapun termasuk keluarganya." ucap Willy.


"Gimana kalo kamu cari seseorang yang mau saya rubah menjadi sosok Rangga menggantikan dia di sana dan kamu bisa memiliki sosok Rangga yang asli." tawar mbah Goib.


"Kamu harus siapkan semua syarat ya dulu." ucap mbah Goib.


"Apa saja itu mbah?" tanya Willy.


"Darah ayam cemani hitam, air dari 7 sumur, kembang tujuh rupa, darah seorang gadis yang masih perawan dan harus anak bungsu." ucap mbah Goib.


"Darah gadisnya seberapa banyak mbah?" tanya Willy.


"Kalau bisa bawa kemari buat jadi tumbal eyang Sugih biar ritualnya lebih lancar dan hasilnya lebih memuaskan." ucap mbah Goib.


"Syarat yang lain kalau bisa mbah yang siapin saja." pinta Willy.


"Bisa asal biayanya sesuai." ucap mbah Goib.


"Puk." Willy meletakkan sebuah amplop berisi uang.


"Segitu cukup?" tanya Willy.

__ADS_1


"Wah kebih dari cukup." jawab mbah Goib senang.


"Kapan upacaranya akan di lakukan? Aku akan membawa gadis yang di butuhkan." tanya Willy.


"Besok malam adalah jum'at kliwon. Waktu yang paling baik dan tepat untuk upacara penumbalan." ucap mbah Goib.


"Baik saya akan membawa pemuda yang akan di ubah menjadi pengganti Rangga dan tumbalnya besok." putus Willy lalu pergi dari sana tanpa pamit sedikitpun.


"Sebaiknya aku cari si Antoni saja untuk menggantikan sosok Rangga. Dia pasti mau soalnya hidup Rangga jauh lebih baik dari hidupnya yang hanya tinggal dengan ayah tukang mabuk." gumam Willy saat dia di dalam mobil.


Willy mengambil benda pipih miliknya di dasboard mobil dan menghubungi Antoni.


"Ya hallo?" sapa suara dari seberang sana.


"Gua Silly imut (nama dunia maya dari Willy) gua ada job buat lu." ucap Willy to the point.


"Kerjaan apa? Duitnya gede gak?" tanya Antoni.


"Lu hanya akan hidup sebagai orang lain yang hidup di keluarga kaya dengan tampang menawan. Soal duit lu gak perlu takut gua kasih lu RP. 50 juta." jawab Willy.


"Gua harus oplas gitu?" tanya Antoni.


"Gak lu bakal ikutin ritual goib dan akan menjadi sosok lain dan lu bisa bebas dari bokap lu itu." jawab Willy.


"Dari mana lu bisa tau tentang hidup gua?" tanya Antoni heran.


"Mencari tahu tentang seekor semut kayak lu itu hal mudah buat gua." jawab Willy.


"Baik gua setuju." putus Antoni.


"Gua bakal share alamat lu harus pergi ke sana besok malam." ucap Willy.


"Siap bos." saut Antoni.


Willy lalu mematikan sambungan telfon tanpa mengucapkan apa-apa lagi.


"Aku harus atur cara biar aku bisa bawa anak bungsu bi Darsi itu besok malem." ucap Willy sambil berfikir.


"Ah aku tau caranya. Eyta sorry kamu harus jadi korban. Siapa suruh kamu memenuhi syarat jadi tumbal ritual biar aku bisa bersatu dengan kak Rangga cinta sejati aku." ucap Willy dengan senyum bahagia selalu terbit di bibirnya karena memikirkan dirinya yang selangkah lagi bisa memiliki Rangga sang pujaan hatinya.

__ADS_1


__ADS_2