
Risti menatap lekat wajah gadis yang masih asik mengintip di depan pagar itu dan teringat sesuatu.
"Oh iya gua juga perna ketemu sama tuh cewek waktu kita mau berangkat ke supermaket belanja untuk bekal ke gunung pelangi.
Pantesan waktu itu pas ada tuh cewek si Rangga ngerangkul gua. Ternyata dia bohongin tuh cewek kalo gua itu cewek dia.
Ada-ada aja deh. Kalo gak suka ya jujur aja napa? kenapa harus pake adek sepupu sendiri di akuin pacar coba." gerutu Risti.
"Dia itu terobsesi banget ma Rangga tau. Hampir semua tentang Rangga dia tau dan orang kayak gitu gak akan gampang nyerah kalo gak dibikin patah hati." ucap Liona.
"Tapi, kalo ketahuan Rangga bohong supaya dia mundur juga kadang bahaya. Orang kayak gitu bisa nekat ngelakuin hal-hal tidak terduga." ucap Risti.
"Ya udah terlanjur juga Ris gak bisa dirubah lagi. Udah gua mau nyari Ryan ma Ila dulu. Takutnya tuh cewek udah keburu pergi lagi." ucap Liona lalu pergi mencari 2 orang temannya itu.
Di sisi lain
Willy adalah gadis lugu dari keluarga kaya. Karena jarang bergaul dan berpenampilan cupu, tidak ada seorangpun yang memperdulikan dia.
Jangankan untuk mengajak dia berteman dan mengobrol santai, menegur saja tidak ada yang mau. Willy ibarat angin bagi teman-teman se fakultasnya.
Di saat orang-orang mengabaikan dirinya, sosok Rangga yang terkenal baik, tampan, kaya dan pintar itu justru menyapa dirinya.
Flash back on
Rangga baru akan ke kantin untuk menyusul teman-temannya yang sudah lebih dulu ke sana meninggalkan dia yang harus berganti pakaian dulu sehabis tanding basket.
"Bruk... srak srak." Rangga tidak sengaja menabrak seorang gadis yang sedang melamun membuat gadis itu terjatuh dan buku-buku yang di bawa gadis itu berjatuhan.
"Oh sorry sorry gua gak sengaja." ucap Rangga lalu mengulurkan tangannya berniat membantu gadis itu bangun.
Gadis yang cupu dan biasa diabaikan itu tertegun karena baru kali ini ada seorang yang menyapanya dan berniat membantunya.
"Haloo lu gak kenapa-kenapakan?" tanya Rangga saat tidak mendapat respon dari gadis di depannya itu.
"I iya ka kak a aku gak papa kok." jawab gadis itu tergagap sangking gugupnya.
__ADS_1
Ragu-ragu gadis cupu bernama Willy itu menyambut uluran tangan Rangga sehingga Rangga dapat membantunya bangun.
"Sorry ya tadi gua buru-buru nama lu siapa by the way?" tanya Rangga sambil sibuk membereskan buku-buku Willy yang berserakan.
"Willy." jawab Willy pelan karena merasa namanya ditanya hanya sekedar basa basi dan akan di lupakan nantinya.
"Ini buku-buku kamu (sambil menyerahkan buku-buku pada Willy) sorry sekali lagi. Gua harus buru-buru nyusul yang lain sebelum semua sewot kelamaan nunggu. Bye Willy see you next time." ucap Rangga tersenyum pada Willy lalu berlari pergi meninggalkan Willy yang mematung.
"Deg deg deg." jantung Willy berdebar kencang mendengar Rangga menyebut namanya terlebih saat melihat Rangga tersenyum padanya.
Setelah cukup lama Willy termenung dia tersenyum begitu bahagia.
"Dia mengingat namaku... Dia tersenyum padaku... Ah apakah dia tertarik padaku?" kalimat itu berulang kali Willy ucapkan sambil tersenyum bahagia.
Sejak saat itu Willy terus saja berada di sekitar Rangga dan mencari tau setiap detail tentang Rangga.
Tidak jarang dia akan berpura-pura datang dari arah yang berlawanan dan tidak sengaja berpapasan dengan Rangga hanya untuk mendengar Rangga menyapanya dan menyebutkan namanya.
"Aku yakin jika kak Rangga tertarik sama aku. Dia hanya belum mau mengakuinya. Ah besok aku akan mengutarakan perasaanku padanya." ucap Willy sambil duduk menatap wajahnya di cermin dalam kamarnya.
Ke esokan harinya Willy bertemu dengan Rangga di perpus kampus dan seperti biasa, Rangga yang notabenenya ramah pada siapa saja itu menyapa Willy ramah.
"Hai Willy." hanya itu sapaan Rangga setiap bertemu Willy namun sudah mampu membuat hati Willy berbunga dan bahkan detak jantungnya menjadi berdegub sangat kencang.
"Kak Rangga ada waktu?" tanya Willy.
"Ada apa ya?" tanya Rangga.
"Willy mau nanya sesuatu sama kak Rangga." ucap Willy.
"Lima belas menit dari sekarang aku ada kelas. Jadi kalau mau bicara silahkan saja." ucap Rangga.
"Willy se sebe nernya su sudah su suka kak Rangga. Kak Rangga mau kan jadi pac car Willy?" tanya Willy membuat Rangga terbelalak.
"Eh sorry ya Willy, gua gak bisa nerima elu jadi pacar gua." jawab Rangga to the point tanpa ragu.
__ADS_1
"I iya gak apa apa kak Rangga." ucap Willy.
"Gua harus pergi sekarang, sebentar lagi kelas aku mulai. Bye Willy." ucap Rangga lalu pergi dari sana.
"Bye kak Rangga." jawab Willy pelan setelah itu dia langsubg pulang dari kampus dan mengamuk di dalam kamarnya.
Tidak ada satu orang pun di dalam rumah yang akan menegur ataupun bertanya soal alasan Willy mengamuk.
Pelayan di dalam rumahnya hanya akan membereskan kamar saat Willy sudah tenang.
"Tidaaaaak...." teriak Willy kesal.
"Prank bruk..." semua yang di atas meja riasnya dia jatuhkan ke lantai dari botol gelas buku-buku dan semua yang ada di atas meja itu.
"Kak Rangga suka sama aku ha ha ha ha." ucap Willy.
"Mengapa kak Rangga tidak mau mengakui perasaannya sama aku?" tanyanya lalu melihat dirinya di dalam cermin.
"Oh aku tahu sekarang. Pasti kak Rangga malu karena aku terlihat cupu. Iya aku akan merubah penampilanku." putus Willy sambil tersenyum bahagia.
Setelah itu Willy tidak pernah masuk kampus selama beberapa bulan. Dia bertekat merubah penampilannya juga gayanya.
Setelah dua bulan lebih menghilang, Willy kembali masuk kampus dengan tampilan yang lebih modis membuat beberapa mata menatap kagum pada dirinya.
Willy melihat Rangga di depan kampus dan menghampiri Rangga dengan percaya diri.
"Kak Rangga....!" panggil Willy.
"Ya? Maaf tapi, apa kita saling kenal?" tanya Rangga yang tidak mengenali Willy dengan tampilan barunya.
"A aku Wil ly kak Rangga." jawab Willy.
"Oh my. Kau berbeda sekali sekarang. Long time no see you and you change. Jadi wajar aku tidak mengenalimu." ucap Rangga.
"Kak Rangga sekarang aku sudah berubah jadi lebih cantik dan lebih modis. Sekarang kak Rangga tidak perlu malu lagi kalau bersama dengan Willy. Kak Rangga udah bisakan nerima Willy jadi pacar kakak?" tanya Willy to the point pada maksudnya menghampiri Rangga.
__ADS_1