Kelompok Pencinta Alam

Kelompok Pencinta Alam
Raja iblis


__ADS_3

Antoni hanya diam menyaksikan dengan bingung mereka semua mengikat setiap tangan dan juga kaki Eyta.


"Kau... " ucap Mbah goib sambil menunjuk Antoni.


"Buka seluruh pakaian yang kamu pakai lalu berbaring dalam air rendaman kembang tujuh rupa dan darah ayam cemani itu." lanjut Mbah goib sambil menunjuk sebuah bak dengan ukuran yang cukup besar untuk Antoni berendam.


"Lu nunggu apa lagi? Buruan ikuti perintah Mbah goib." bisik Willy sambil menyentak lengan Antoni.


Antoni akhirnya pasrah mengikuti perintah Mbah goib dan Willy. Antoni masuk ke dalam bak air yang berbau anyir dari darah ayam itu dan duduk berendam di dalamnya.


"Mana foto dari pria yang kamu mau untuk digantikan posisinya sama pemuda ini." tanya Mbah goib dan Willy segera memberikan foto Rangga pada Mbah goib.


"Mari kita mulai segala ritual. Kamu duduk saja di sudut sana tanpa berkata apapun. Jangan mengeluarkan suara apapun yang dapat mengganggu ritual berlangsung atau semua akan gagal." ucap Mbah goib dan Willy segera mematikan HP agar tidak tiba-tiba berbunyi di saat ritual berlangsung.


Mbah goib mengangguk ke arah salah satu dari orang di sebelahnya dan pemuda itu segera beranjak dari tempat dia duduk. Pemuda itu mengambil dua buah mangkuk dan sebuah pisau lalu membawa benda itu lalu dia letakkan di sebelah Eyta yang hanya dapat mengeluarkan air mata tanpa dapat bersuara karena mulutnya masih ditutup lakban.


Mbah goib memberi kode pada semua anggotanya dan mereka segera menyalakan semua lilin yang ada di setiap sudut tempat Eyta dibaringkan. Tidak lupa pula lilin yang berada pada sebuah meja altar yang diatasnya terdapat sebuah patung berbentuk setengah binatang dan setengah manusia.


"Wahai raja iblis penguasa kegelapan datanglah temui hamba." ucap Mbah goib memanggil sesembahan nya lalu mulai merapal kan mantra-mantra yang tidak jelas.


Mbah goib lalu mengambil pisau dan mangkuk lalu kembali merapal kan mantra. Diiris nya pergelangan tangan Eyta dan membiarkan darah segar Eyta mengalir turun ke dalam mangkuk hingga memenuhi mangkuk tersebut.


Mbah goib masih terus saja merapal kan mantra-mantra yang tidak jelas lalu menumpahkan seluruh darah dalam mangkuk itu pada patung di atas altar pemujaan.


"Ssssttt ssssttt" seketika darah pada patung itu perlahan seolah terserap oleh patung itu.

__ADS_1


Kepulan asap tebal berwarna hitam pekat keluar dari kepala patung itu dan perlahan terbang ke arah Eyta. Para pengikut membuka lakban pada mulut Eyta dan saat Eyta akan berteriak, asap tebal itu memasuki mulutnya.


"Aaaaaa Aaaaa aaaaa." suara teriakan pilu Eyta memenuhi ruangan itu hingga memekakkan telinga yang mendengarnya.


Seluruh tubuh Eyta berubah warna menjadi hitam pekat dan perlahan mengering menyerupai mumi yang sudah ratusan tahun mengering.


Mbah goib dan para pengikutnya bersujud di depan kepulan asap tebal yang keluar dari tubuh mengering Eyta.


"Darah perawan dengan hati murni. Sungguh sesuatu yang sangat istimewa." Puji kepulan asap yang tiba-tiba berubah wujud menjadi sosok yang menyerupai patung di atas meja altar.


"Dari mana kau mendapatkan darah seperti ini goib?" tanya sosok yang semakin nampak mengerikan setelah dia berbentuk sempurna menyerupai bentuk patung itu.


"Ampun yang mulia raja iblis, darah itu adalah persembahan dari gadis yang duduk di pojok sana." jawab Mbah goib dengan menunjuk ke arah Willy duduk saat ini.


"Dia menginginkan seorang pemuda menjadi miliknya dan pemuda yang berendam dalam bak ramuan itu menjadi sosok yang menggantikan posisi pemuda itu di dalam lingkungan keluarganya. Sehingga dia dapat memiliki pemuda itu seutuhnya." jawab Mbah goib.


"Oh hanya itu? Baiklah akan aku kabulkan." ucap raja iblis lalu kembali berubah pada bentuk kabut tebal kemudian terbang ke arah Antoni yang masih setia berendam dalam bak mandi penuh air dengan bau anyir yang tajam.


Asap tebal itu menyelimuti seluruh tubuh Antoni hingga tidak terlihat.


"Akh... Ahhhh aaaa." pekik Antoni lalu berteriak kesakitan.


Tidak lama setelah itu kabut tebal tersebut kembali pada patung dan sosok Antoni sudah berubah wujud menjadi sosok Rangga membuat Willy menganga.


"Wah sungguh ajaib." puji Willy.

__ADS_1


Setelah itu mereka berdua pergi dari tempat Mbah goib dan mulai merencanakan untuk melakukan tindakan selanjutnya yaitu menculik Rangga.


"Bagaimana cara kita untuk menculik Rangga?" tanya Antoni.


"Aku sudah memiliki rencana untuk itu. Lu tidak perlu tahu bagaimana cara gua menculik Rangga. Lu cukup bersiap untuk menggantikan posisi Rangga dan ingat untuk belajar sedikit lebih sopan biar lu gak dicurigai." jawab Willy sambil memberikan peringatan pada Antoni.


Willy berhasil menculik Rangga dan menggantikan posisi Rangga dengan Antoni. Tapi, Antoni tidak dapat berperilaku layaknya Rangga dan terus saja meminta uang pada Willy membuat Willy memikirkan rencana untuk menyingkirkan dirinya.


"Aku harus menyingkirkan Antoni itu. Dia akan membongkar rahasia dengan sifat sombongnya itu. Aku juga dapat membuat yang lain berfikir kalau kak Rangga sudah mati dengan menyingkirkan Antoni." ucap Willy sambil tersenyum.


"Kamu dengar itu kak Rangga sayang? Kak Rangga akan menjadi milik Willy seutuhnya karena semua orang akan menganggap kalau kak Rangga sudah mati." ucap Willy pada Rangga yang berbaring terlentang di atas ranjang besar dengan tangan dan kaki terikat pada setiap sudut ranjang tersebut serta mulutnya ditutup oleh lakban.


Willy mengecup kening Rangga lalu tersenyum melihat Rangga menatapnya tajam yang justru dia anggap bahwa Rangga sedang menatap penuh cinta ke arahnya.


"Tunggu hingga ruangan kedap suara itu selesai dibangun. Kak Rangga tidak perlu lagi di tutup mulutnya. Sabar ya kak Rangga sayang." ucap Willy lalu berbaring di sebelah Rangga.


"Ah aku lupa untuk menghubungi seseorang." ucap Willy lalu bangkit kembali dari tidurnya.


Willy menelepon seseorang dan berbicara tentang rencana melenyapkan beberapa orang dan semuanya itu adalah sahabat Rangga dan terutama sosok pengganti Rangga.


"Oh menjadikan mereka tumbal ya? Baiklah terserah padamu saja. Kita sama-sama untung kalau seperti itu. Aku akan membuat mereka tertarik untuk melakukan perjalanan ke gunung Pelangi dan itu akan melewati pintu gerbang menuju gunung kunti. setelah itu semua aku serahkan kepadamu dan sesembahan mu itu. "ucap Willy lalu mematikan telfon.


Willy kembali berbaring di sebelah Rangga sambil memeluk tubuh Rangga yang menatap jijik padanya.


" Astaga, nih cewek saraf beneran. Gua bener nyesel kenal ma ini cewek. Ya Allah lindungi Teman-teman hamba." batin Rangga.

__ADS_1


__ADS_2