Kenyataan Cinta

Kenyataan Cinta
Episode 14


__ADS_3

Nino putar balik mobil yang dikendarai , Fina langsung mengikuti mereka .


" Aduhh... gawat ...diaa mau bawa Renata kemana...!? Ampunn ...hari ini sepertinya tidak terlepas dari si Kulkul...!? mana Renata tidak sadarkan diri...!?"


Setelah sampai dijalan yang menyebabkan Mobil mamanya sedikit Problem dan tiba-tiba Mama Rey memasuki Pintu belakang mobil .


" Rey.....!? Ini... !?" ( Mama Rey melihat Renata)


" Maa...!? diaa... tadi...!?"


Fina datang dan mengatakan jika mereka membawa Lari Renata kemana.


Mama Rey sangat marah kepada Rey .


" Rey.. Apa yang telah kamu lakukan pada Gadis ini...!? cepat katakan...!"


" Maa..!? ini Si Nino...!? bukan aku...!?"


" Aahh Bos...!? Aku ...Nyonyaa... Bos cuma ingin menyelamatkan dia ...!"


" Dia kenapa...!?" ( Mama Rey bingung)


" Maa..Dia Pingsan..!?"


" Bawa dia Kerumah...!?"


" Apa...!? tapi ma...!?"


" Tanggung Jawab kalian berdua ..!? Ayo , cepat Jalan mobilnya ..!?"


Fina terkejut begitu mendengar Mama Rey akan membawa Renata ke Rumahnya .


" Nino ... kamu naik motor sama Gadis ini...!?"


" Ii..ii..iyaa Nyonya...!?" ( Nino Gelagapan)


Mama Rey memandang Rey dengan Penuh Makna yang tidak-tidak seolah - olah ini Perbuatan Rey.


Sesampai dirumah Mereka membawa Renata ke Ruang kamar Tamu dan segera menelpon Dokter Pribadi keluarga Hendra.


Batin Fina (" Uwahhh Rumahnya seperti Istana .. Gue pikir hanya ada di Cerita saja....!? ohh gue lupa kalo sekarang sedang berhadapan dengan Bos Pediamart..!? ")



" Apa yang kamu pikirkan...!?" ( Tanya Nino pada Fina)


" Enggak...!? gue khawatir dengan Sahabat gue aja..!?"


Dokter menjelaskan jika Renata mengalami Ketraumaan yang berat , Dia akan Pingsan jika mengingat Kejadian yang membuatnya Trauma.


Fina merasa aneh mengapa Renata punya Trauma yang sangat Serius sedangkan Renata tidak pernah bercerita.


Rey hanya melihat Renata yang terbaring di tempat tidur .


Rey sangat mengerti akibat Renata Trauma untuk itu Mama Rey Curiga dan menyalahkan Rey karena ini semua salahnya.


Mama Rey sepertinya juga sudah salah paham karena Jaket yang tersangkut dengan Sweater Renata masih tidak bisa dilepas .


Mama Rey melihat Mata Rey dengan melotot dan meminta Rey untuk segera menikahi Renata agar tidak membawa dampak buruk kepada Reputasi Renata.


" Apa maaa...!? menikahi...diaa...!? astaga mama... tapi...!? ini berlebihan ..!! Rey tidak kenal dia maa ..!? dan dia hanya Pegawai Perusahaan ..!?"


" Dia seperti itu karena kamu...!?"


" Maa...mama sudah salah paham...!? ini tidak hubungannya dengan Rey ..!?"


" Pokoknya mama ga mau tau... secepatnya kalian harus menikah... lagian. dia juga begitu Cantik....!?"


" Maa.. Renata masih belum bangun... malah mama bilang aku harus bertanggung jawab untuk menikahinya..!?"


" Sepertinya Kamu kenal dekat .. mengapa sepertinya kamu memanggil nama dia terlihat akrab...!?"


" Yaa .. mama ..!?"


Fina tidak tau lagi harus berbicara apa , Mama Rey menyuruhnya untuk segera menelpon Kedua Orang Tua atas apa yang telah terjadi .


Karena Hanya kesalahpahaman kini Rey dan Renata harus menikah .


Papa Rey menyetujui Permintaan Mama Rey tinggal menunggu Keluarga dari Renata .


" Ommgg ...Renata benar-benar akan menjadi Tuan Putri...!? Diaaa..beruntung sekali...!? mengapa bukan aku yang Pingsan tadi...!?"


Renata sudah mulai Sadar dari Pingsannya dan melihat sekitar Ruangan .


" Dimana ini... mengapaa.. sepertinya gue di Surga yaa ...!?"


Orang Tua Renata datang dan tidak menyangka harus terjadi kepada Putrinya.


setelah Renata Keluar dari Kamar tiba-tiba menjadi Heran , Apa yang sedang terjadi mengapa Orang Tuanya menangis .


Renata dibawa ke Ruang Keluarga Rey dan Rey ingin berbicara tetapi Mamanya menyuruh dia untuk Diam.


Renata duduk mengikuti Orang Tuanya karena masih belum pulih.


Orang Tua Rey menikahkan mereka secara kekeluargaan tidak ada yang tau tentang Pernikahan ini kecuali yang hadir di tempat pada saat itu.


Renata sangat terkejut mengapa dia dinikahkan dengan Rey .


Mamanya menyuruh Renata diam terlebih dahulu.


Rey dan Renata saling memandang penuh dengan Kebencian.

__ADS_1


Akhirnya mereka Sah menjadi Suami Istri .


Para keluarga Senang karena dapat menyelesaikan Masalah ini dengan cepat agar Reputasi Renata sebagai Wanita Yang baik tidak rusak .


" Mamaa...Papa... semuanya...ini sebenarnya apa yang telah terjadi... mengapa aku dinikahkan dengan Kulkul...!?"


" Ehh Ren ..!? stttt.. !?"( Fina memperingatkan Renata)


" Kulkul...!? Siapa itu...!!" ( Tanya Papa Rey)


" Maksut Saya Pak Rey CEO PEDIAMART ..!?"


" Kalian saling kenal..!?"


" Kami memang Kenal...tapi kami tidak ada hubungan.....!? mengapa kalian malah menikahkan aku dengannya.. ohh jangan-jagan ini Adalah Rencana Rey..!?" ( Renata menuduh Rey)


" Apa lo bilang...Rencana Gue..!? jangan asal Bicara lo... kalo saja Nino Tidak berhenti menolong lo maka Gue akan aman....tidak jadi tersangka...!? lagian siapa yang menyukai Lo...!? Gadis Gila ..!?"


" Dasar Cowok Tengil , sombong ..!? "


" Aduhh..aduhh Renata sudah sayang ..!? Dia Suamimu ..!?"


" Suami apa'an maa..!?"


" Tunggu-tunggu jadi semua ini hanya Salah paham...!?" ( Mama Rey bertanya )


" Mama... dari tadi Rey ingin menjelaskan tapi Mama membuatku tidak bisa berbicara..!? sekarang lihatlah... !?"


" Rey , mungkin ini Takdir kamu .??"


" Takdir apa pa ..!?


" Kalian sudah terlajur menikah...jika Kalian berpisah maka semakin memperburuk Reputasi .. kalian mau mendapat sebutan Janda atau Duda...!? bukankah tidak enak di dengar ..!?"


" Mama...!? Bukankah jika kita berpisah lebih baik...!? kan hanya salah paham...!?"( sambung Renata )


" Jangan Percaya diri dulu ..!? lo pikir hanya Lo ..!?"


" Tidak bisa ...Pernikahan ini bukan main-main...!?".( Celetuk Mama Renata)


" Benar...!?" ( Mama Rey menyetujui)


" Tidak benar ...!?" ( Renata dan Rey Kompak)


" Rey... karena sudah terlajur...sebaiknya Pernikahan ini dilanjutkan.. !?"


" Maa...Rey belum siap untuk menikah...!?"


" Apa Lo kira ...Gue juga Siap..!?"


Mereka saling menyalahkan akhirnya Mama Papa Renata berpamitan untuk membawa Renata karena keadaan masih Panas.


Fina hanya terdiam Kaku melihat Kejadian langka seperti ini .


Keluarga Renata meminta untuk Merahasiakan Apa yang telah terjadi terutama Fina yang suka keceplosan.


Renata masuk ke dalam Kamarnya dan menangis karena hari Pernikahan yang tak terduga bisa bersamaan dengan Hari jadian Antara Renata dan Kevin.


" Hikss...hikss....Gue harus bagaimana... Sekarang status Rey adalah Suami .. sedangkan Kevin ...Pacar...!? aduhh...kenapa juga harus seperti ini... pasti gara-gara jaket ini....gue jadi Sial.. Tuh Si Fina...kenapa ga bantu jelasin yang sedang terjadi... biasanya Bawel kenapa jadi diam seperti Patung.. aahh Kejadian hari ini membuat jiwa jadi Gila..!?"


Hari sudah pagi namun Karena semalaman begadang Renata masih belum bangun .


Mama Renata mencoba membangunkan Putrinya.


" Rennn....!? Rena..!? nak...Bangun...!? ayoo..hari ini ga kerja yaa..!?"


" Maa... aku tidak mau bangun...jika Statusku masih menjadi Istri dia...!? "


" Rena ...!? Sebaiknya kamu selesaikan masalah ini baik-baik...!?"


" Tapi maa... Rena ga mau jadi Istri diaa...!? pokoknya ga mau...!!"


Mama Rey yang berusaha mencari tau alamat Keluarga Renata akhirnya menemukan mereka .


*Toktok....*


" Ehh Nyonya Hendra...!? mari silahkan masuk..!?"


" Terima Kasih Pak ..!?"


Mama Rey tidak pernah memandang Arti sebuah Perbedaan Kasta jadi walaupun Renata Berkasta miskin namun tidak masalah untuknya.


Mama Rey justru sangat senang pergi ke rumah Renata yang sederhana penuh dengan Kehangatan.


Sejak melihat Renata pertama kali , Mama Rey sudah Srek dan Suka terhadap Renata.


Tujuan Mama Rey adalah untuk mengharapkan menantunya agar tinggal dirumah bersamanya.


Namun Mama Renata mengatakan dengan sangat sopan jika Masih membutuhkan waktu untuk Putrinya.


Mama Rey mengerti karena ini juga terjadi karena kesalahpahaman .


Renata berangkat Kerja dengan Wajah tidak semangat.


Dia mengatakan kepada Fina jangan sampai berkata apapun tentang dia dan Rey yang telah berstatus Suami Istri.


" Ren...!? Kenapa lo ga ikut aja ke Istana itu.. coba aja ...gue yang jadi lo.. pasti bakalan langsung mau...!!"


" Fin Lo diem ..!? Kenapa tadi malam lo gak bawel seperti biasanya ...Pemikiran lo ya.. aduhh...gue bukan cewek materealistik...!? Fin... gue sama Kevin uda pacaran ...!? gue uda nerima dia...!?"


" OMEGATTT....!?Lo... LO Gila...bisa-bisanya dalam sehari itu lo dapat 2 orang tampan , kaya , Pintar dan Menurut gue terbaik...!! Lo seharusnya memilih...!?"

__ADS_1


" Ini semua gara-gara lo... napa lo ga jelasin sama mama Rey ...kalo gue itu .sama Rey ga ada apa-apa...!!".


" Yaa..Mama Rey ga bisa diam...!? Rey aja yang galak takut sama mamanya... Apalagi Gue yang bukan anaknya...!?"


" Perasaan Mama Rey ..baik...!? Care gitu...!? "


" Yaa Baguslah...!?


" Bagus darimana sih...!? Gue ini pacar orang woyy...!?"


" Yaa.. Lo Juga Istri Orang Woyy... Pacar dan Suami... yaa Mending Putus daripada jadi Janda...hihhhh...!?"


" Lo apa sih....!? Coba aja gue waktu itu sehat .. tidak dalam keadaan Pingsan..pasti gak mau...!?"


" Kalo lo sehat mana mungkin bisa terjadi seperti itu...!? aahh Lo mah..!?"


Tiba-tiba Kevin Datang dan menyapa keduanya .


Kebetulan Rey juga datang .


" Ehmm...Kalian baru datang...!? yuk masuk..??" ( ajak Kevin )


" Iya..!? "


Kevin memberikan Senyuman kepada Renata membuat Rey semakin Risih melihatnya.


Tentu saja Renata membalas senyuman itu dengan sangat Manis.


Batin Rey (" Dasar Sok manis ... dia pikir aku bakalan cemburu setelah melihatnya..!!? tidak akan...!?")


Rey Masuk ke dalam Ruangannya dengan hati yang gelisah membuatnya tidak Fokus dalam Pekerjaannya.


Dia masih belum percaya kejadian tadi malam bisa-bisanya dipaksa untuk menikahi Renata.


Jam Istirahat Kerja tiba , Kevin menjemput sang Pujaan hati untuk segera melakukan Makan Siang Bersama.


" Uda selesai kan..!? aku traktir kamu hari ini...!?"


" Boleh...!?"


" Terus gue ...gimana...!?"


" Panggil aja si Dimas...!!"


" Kalian.. ga punya perasaan sihh...!? tega..!? yaa uda deh daripada mengganggu pasangan yang lagi ehmm..ehmm...!? dah duluan...!?"


Kevin dan Renata terlihat sangat bahagia namun pada saat melihat kedua Insan yang sedang di mabuk Cinta itu membuat Mata Rey seperti ingin pergi dari hadapan mereka namun sekali lagi Rey membuktikan jika dia sama sekali tidak menyukai Renata .


Setiap Hari melihat Kevin dan Renata yang makin lama makin Mesra bahkan keduanya menunjukkan Hubungan mereka .


Batin Rey (" Heran yaa.. Apa dia lupa jika masih berstatus Istri gue..!? gila nih Cewek...!?")


Rey hanya bisa melihat mereka , namun sepertinya Rey merasakan terbakar api cemburu.


Sudah 2 minggu lamanya masih belum ada Keputusan dari Pihak Renata tentang Permohonan Yang diajukan oleh Mama Rey.


Kedua Orang Tua Rey pergi ke rumah Keluarga Renata memohon untuk memberikan Izin untuk Renata agar bisa tinggal di Kediaman Hendra.


Karena Orang Tua Rey sangat baik bahkan Sopan tidak seperti Rey yang sombong Renata menghargai Permohonan mereka namun tidak untuk disetujui melainkan untuk mengambil jalan untuk berpisah dengan Rey.


Mama Rey berlutut dihadapan Renata agar tidak mengambil jalan yang tergesa - gesa , Mama Renata membantu Mama Rey segera berdiri.


" Nyonya... Jangan seperti itu...!?"


" Aku memohon Kepada Renata sekeluarga ..Jangan mengambil Keputusan secara tergesa - gesa...!?"


" Tapi kami tidak saling Cinta ,.Nyonya..!?"


" Cinta bisa tumbuh dengan sendirinya...!? tolong kasih waktu Setahun jika benar-benar sudah tidak ada kecocokan kalian boleh Berpisah..!?"


Mama Renata langsung menyetujuinya karena merasa tidak enak sendiri dengan Mama Rey yang telah berlutut .


Akhirnya Renata akan dibawa ke Kediaman Hendra.


" Rena... ingat..!? jangan pernah membuat Nyonya Hendra marah...!? jangan pernah merepotkan Dia ya..!?"


" Iyaa. Mama...!? Hikss....Hikss.....!? "


Renata telah meninggalkan Rumah Keluarga .


Mama Rey meminta agar Renata menerimanya sebagai Mama Mertua.


" Renata sayang...mulai hari ini...kamu harus panggil Saya dengan sebutan Mama yaa...!!"


Renata hanya mengangguk - anggukan Kepala saja.


Mereka telah sampai , Mama Rey menunjukkan kamar yang khusus untuk mereka .


Kebetulan Rey juga ada di Ruang Tamu .


" Mama...!? ini....!? Mengapa mama membawa dia kemari ..!?"


" Maaf Bapak Rey yang terhormat... ini bukan Kemauan Saya...!?"


" Ehh.. Rena... tidak boleh memanggil Rey dengan sebutan Pak...!? dia kan Suami mu..!?"


" Aahh...Terserah mama...!? yang penting dia tidak boleh tidur dikamar Rey...!?"


" Rey...!? Dengarkan Mama... Mama sudah siapkan Kamar untuk kalian berdua...!? jika kalian tidak menuruti Permintaan Mama


lebih baik mama mati bunuh diri saja...!? "

__ADS_1


" Hahhh....Eehh Nyonya... aa maksutnya..mama jangan melakukan hal seperti itu ..!?"


" Baik...Baik...!? Rey akan menuruti Kemauan mama...!? Gadis Gila ... Bawa Barang-barangmu ke Kamar Khusus yang telah disiapakan oleh Mama...!?"


__ADS_2