
Nino dan Fina masuk ke dalam rumah yang saat ini di tempati oleh Rey dan Renata.
" Renata mana bos ". tanya Fina.
" Mungkin di lantai atas ngurusin Raifan tadi main kotor kotoran di belakang rumah ". Jawab Rey.
" Oh jadi Raifan mau jadi bintang iklan rinson ya hehehe ". Ucap Fina.
" Fina kamu bisa langsung ke lantai atas saja gue sama laki lo mau berangkat ngantor ". Kata Rey.
" Ingat jangan ceroboh , kandunganmu lemah dan jangan sampai kelelahan ". Nino membuat peringatan.
" Iya - iya ,bawell lo ". Kata Fina.
" Hmm gak boleh kelelahan , terus gimana tuh di ranjang aksinya fin ". Ucap Rey.
" Itu mah Privasi bos mana boleh di sebarluaskan ". Sahut Fina.
" Ya sudahlah , Nino ayo kita berangkat ". Ajak Rey.
Fina menyusul Renata ke lantai atas untuk bersilaturahmi karena sudah beberapa bulan tidak berkunjung karena keadaan kandungannya yang lemah.
" Renata .. ren lo dimana ?". Teriak Fina memanggil nama Renata.
__ADS_1
" Yak ampun fin , lo kebiasaan deh teriak - teriak mulu . Mana raifan udah bobok ehh gara - gara lo nih bangun lagi ". Omel Renata.
" Jadi bener nih kata Bos , wkwkwkk napa lo sekarang jadi sensian gini sih ". Kata Fina.
" Yaa terus mau lo gimana , lagian ngapain juga dia ngomongin gue awas aja entar kalo pulang ". Kata Renata.
" Aduhh lo jangan buat masalah dong Ren , kan gue yang salah entar gara - gara nyampein ke lo ahhh gak setia kawan banget lo ". Kata Fina.
" Bodo amat ".
" Renata !! Lo gak kasian ya sama gue , selama ini kan gue yang selalu ada buat lo ". Kata Fina.
" Dihh yang ada gue yang selalu ada buat lo hmm jangan di bolak balik kelesss ". Ucap Renata.
" Haii Raifan udah bangun yaa , uchh tambah ganteng nih ponakan tante ". Puji Fina sambil mentoel - toel pipi Raifan yang seperti bakpow.
" Apa ante wina , sayang nama ante itu Fina ..F-I-N-A ". Ucap Fina seraya mengajari Raifan untuk mengeja namanya.
" Wina ". Kata Raifan.
" Hahahaha , ya sudahlah ante Wina terima ajah nama baru lo tuh dari Raifan ". Ujar Renata.
*Pak*
__ADS_1
Fina menggepak lengan Renata dengan spontan karena merasa tidak terima di panggil Wina.
" Oh iya Fin , lo uda makan belum ". tanya Renata.
" Sudah sih tapi kayaknya laper lagi tuh . Aah jangan - jangan lo mau neraktir gue ya ". Kata Fina.
" Neraktir apa sih , ehh fin kandungan lo itu lemah jadi tidak boleh kemana - mana bahkan makan makanan yang sehat dan gue rasa makanan luar gak rekomendasi buat ibu hamil ". Kata Renata.
" Nah lo kan hamil juga , apa iya kalo lagi pengen makanan di luar lo bakalan gak turutin kemauan itu calon debay ". Ucap Fina.
" Ehmm ya beda lagi sih , kan kandungan gue gak lemah kek lo ".
" Iiihh lo nyebelin banget sih ren , mana ada perbedaan seperti itu . Jangan ngadi - ngadi lo ya ren ". Kata Fina.
" Apa yang gue katakan sama lo tuh bener kok , kebetulan temen dokter gue yang bilang". Ungkap Renata .
" Cie cie temen dokter apa mantan nihh ehhmmm jangan - jangan masih ada rasa nih wuhhh gimana entar kalo Bos Rey tau yaa " .
* Tuing*
Renata mendorong kening Fina karena telah berpikiran yang tidak - tidak terhadapnya.
" Sembarangan lo ya kalo ngomong , mana ada . Lagian Rey aja udah cukup ".
__ADS_1
" Cukup apa itu ?". Imbuhnya lagi .
" Lama - lama gue jitak pala lo ya fin ".