
Keluarga Renata sangat Bahagia karena telah kembali ke Rumah yang telah lama di rindukan.
Mama Renata langsung Pergi ke Dapur yang ternyata masih tetap sama.
Fina harus memilih kamar untuknya dan yang dia pilih adalah bekas kamar Gladys
" Heii... ini Foto Gadis ganjen itu ..!? bener nihh... hahhh apakah ...!?"
Tiba - tiba Refand datang ke kamar itu.
" Fina ..!?"
" Ahh... Kak..Kak Refand ...!? kenapa ada disini...!?"
" Ini Kamarku ...!? seperti nya telah berubah ..!? apa kamu mau menempatinya ..!?"
" Enggak kak ..!? ini kamar Kak Refand ...aahh aku keluar dulu ya kak. ..!?"
" Fin... di Sebelah kamar Renata ada kamar kosong ... mungkin kamu bisa pergi menempatinya...!?"
" Baa...baaiikkk kak....!?"
Batin Fina (" Astaga kenapa jadi Salting gini yaa.. aduhh itu Kak Refand kalo dari deket manis Poll... Duda manis ..!? bolehh dong yaa..!?")
Renata terkejut saat kamarnya telah berubah .
" Ya ampun.. ini kenapa semua jadi begini...!? ihh... keterlaluan ...!? padahal aku cuma meninggalkannya 5 tahun ..!?"
" Ehmm...!? Kenapa ..!?"
" Rey ..!? "
" Kamu lupa jika sekarang Kamar ini bukan milikmu lagi... Kamu adalah Nyonya Raikana. !? kamarmu lebih mewah daripada ini ...!?"
" Stop .. diam lo ..!? bagaimanapun juga ini kamar kesayangan gue ..!? tidak bisa di lupakan ..!? lagian Lo ngapain kesini. .??"
" Nyusul Istri lah ..!?"
" Gue mau tidur disini. ..sementara tidak akan pulang ..!?"
" Baiklah.. terserah Lo ..!?"
" Lahh.. kenapa Lo masih disini... cepet keluar ...!?"
" Gue Capek ..!?"
" Hah...!? Lo ..!! Jangan bilang lo mau nginep disini juga. .!?"
" Emang Salah ..!? "
" Yaa.. Enggak ..!? Tapi jangan ganggu gue lah semalam aja ..!?"
" Enggak ..!!"
" Rey ...Lo ..!!"
" Daripada di amuk Mama ...lebih baik di amuk Lo ...!? "
" Dasar yaa ...!?"
Renata terlihat Kesal karena Rey mengikutinya.
Ponsel Renata berdering ternyata Satriya memanggilnya.
Rey bertanya kepada Renata namun tidak ada jawaban , Rey merampas Ponsel Renata sehingga Membuatnya semakin Kesal dan mengambil Ponsel dari Rey namun malah jatuh mengenai Tubuh Kekar Rey yang Indah .
Keduanya saling bertatapan satu sama lain .Mereka sebenarnya saling mencintai namun tidak mengutarakannya.
Karena Renata sangat dekat Dan Rey langsung mencium Renata untuk yang kedua kalinya .
Renata seperti terhipnotis akan Perlakuan Rey saat ini , Membuat Renata benar - benar lupa jika dirinya seolah akan memberikan Semuanya kepada Rey .
Tiada terduga Rey perlahan mengambil Kesempatan untuk melakukan Kesempatan yang membuatnya sudah tidak bisa menahan Hasrat .
Renata agak sedikit takut namun Rey selalu menciumnya sehingga Tak bisa untuknya menolak .
Renata belum mahir akan Ciuman namun ini adalah kali ke dua Rey menciumnya dan membuat Renata terlihat lebih Mahir sehingga membuat Rey merasa Kepanasan .
Pintu Kamar agak sedikit Terbuka belum terkunci namun Rey menyadarinya dan Segera mengunci .
Renata menatap Rey yang akan memulai sesuatu .
Renata melihat Roti Sobek Rey Secara langsung membuatnya Terpesona .
Rey menghampiri Renata dan mendekat bahkan semakin mendekat membuat Renata terlihat canggung .
Rey memulainya kembali , Seperti nya hari ini Rey akan membuat Renata Menjadi miliknya bahkan seutuhnnya.
Renata masih belum berkata apa - apa hanya terdiam seperti patung dan mengikuti Perkataan Rey.
Renata terlihat berbaring di atas Ranjang disusul Rey yang memandanginya .
Hari ini Renata benar - benar telah Terhipnotis akan Ketampanan Rey seakan menarik Renata untuk melakukan hal yang membuatnya Kehilangan Mahkota satu-satunya.
Rey juga merasakan kelembutan Kulit Renata sehingga membuatnya merasa tergerak dengan sendirinya .
Rey dan Renata tidak bisa menahan Hasrat lama - lama karena Mereka telah lama bercumbu mesrah.
Rey terlihat kesusahan untuk menembus goa Indah namun tetap berusaha untuk masuk ke dalam dan semakin masuk kedalam semakin cepat menempuhnya.
Keduanya sudah tidak merasakan canggung bahkan mereka terlihat sangat Romantis untuk melakukan sebuah Kerja Sama .
Rey sangat bersemangat ketika Mendengar Suara Lembut yang keluar dari bibir Renata sepertinya tidak ada Paksaan diantara keduanya .
Renata benar - benar tidak menyangka jika dirinya dan Rey telah melakukan hubungan secara intim bahkan sangat Intim .
Renata merasakan sesuatu yang telah terjadi kepadanya , mungkin terlihat sakit namun tidak berkepanjangan .
Rey membelai Wajah Renata dan mengucapkan Terima Kasih karena Telah menjadi miliknya serta mengecup Keningnya.
Rey memeluknya entah mengapa Renata menjadi Luluh dan menerima pelukan Rey .
secara tidak sadar mereka terbawa Perasaan
Selepas berhubungan Intim mereka terlihat ketiduran bahkan tidak merasakan suara .
Hingga Pagi pun tiba dan di bangunkan oleh Mama Renata.
" Haahh...!? sudah pagi ...!? Iyaaa maa ..!!? ini lagi bersiap - siap ..!? Rey ...bangun ...!? Rey...!?"
" Sudah jam berapa ...!?"
Renata dan Rey masih satu selimut dalam keadaan tidak memakai pakaian satupun .
" Rey ,. Kita ..!?"
" Uda cepat mandilah sana.. apa kita akan mandi bersama ...!?"
" Gilaa ,kenapa ini sakit ..!?"
" Gue pelan ..?? "
Renata melihat Pakaiannya yang berserakan tak karuan dilantai kamar beserta pakaian Rey membuatnya merasa Malu .
" Kita akan berjalan ke Kamar mandi bersama ambil handuk ..!? gue malu ...!?"
" Malu ..!? Gue uda tau jelas semuanya.!"?
" Rey... Lo diam ...!?"
Wajah Renata memerah seakan tidak bisa menahan Malu lagi .
Selepas Mandi Renata merasakan jika miliknya merasakan perih dan sepertiya Lecet sehingga berjalan mengangkang.
Rey menertawainya .
" Lo ..!? Gak Lucu ..!?"
" Sayang ...!! Kamu gausa Kerja ...diam dirumah ..!?"
" Sayang ..!? Sejak kapan ..!?"
" Saat ini .!? "
" Sebelum mengatakan Sayang ... mengakulah tentang Perasaanmu ..!?"
" Perasaan apa ..!? Aku mau berangkat ...!? Buru - buru ada meeting ..!?"
Renata ingin ke Kantor tapi dengan keadaannya yang terlihat aneh ketika berjalan mungkin sangat memalukan .
Renata sengaja tidak keluar dari Kamarnya karena tidak ingin orang tau tentang yang telah terjadi .
Di kantor , Mayaa mencari Rey dan bertemu dengan Gladys .
mereka saling berpasangan seolah ingin mengetahui tujuan .
Nino mengatakan jika Maya ada di Ruang Bawah sedang menunggunya tentu saja Rey tidak ingin menemuinya karena tidak ingin terjadi Rumor hingga terdengar ke telinga Renata.
Rey keluar Kantor memakai Pintu Doraemon alias Rahasia untuk menghindari Maya.
Rey berencana untuk pergi ke Apotek untuk membeli Salep .
__ADS_1
Ketika sampai di Apotek semua Pelayan menatapnya karena Aura ketampanan Rey memamcar serta memesona .
Rey tidak malu mengatakan jika dirinya ingin membeli Salep untuk mengobati Kelecetan Bagian dalam Wanita .
Sontak Semua pelayan yang mendengar begitu terkejut dan menanyakan untuk Siapa tentu dengan tegasnya mengatakan untuk Sang Istri .
Ketika akan balik dari pintu Apotek terlihat Seseorang yang begitu Familiar untuk Rey dan ternyata dia adalah Satriya .
Rey hanya melewatinya tidak berbicara apapun .
Rey segera pergi menemui Renata untuk memberikan Salep yang dia beli.
" Ren...!? pakai lah ini ...!?"
" Apa ini ..!?"
" Untuk bagian dalammu yang mungkin Lecet ..!?"
" Tau darimana kalo ini bisa menyembuhkan ..!?"
" Situs Internet banyak ..!? mau dibantu ..!?"
" Aahh ...!? enggak ...!? "
" Tidak perlu canggung ..!? Aku suami mu ..!?"
" Ohh begitu ...!? pasti Lo nyuruh Nino yaa beli ini ...!?"
" Menurut Lo ..!!"
" Yaa Si Nino ...!? mana mungkin ini yang beli Lo ...!?"
Renata merasa Penasaran dengan Salep yang telah dibawakan oleh Rey , Apakah yang membeli langsung adalah Rey .
Kebetulan Satriya menghubungi Renata jika dia bertemu dengan Suami Palsu nya .
Renata tidak menyangka ternyata Rey benar - benar pergi ke Apotek langsung tanpa menyuruh Nino untuk membelinya .
Batin Renata (" Sebenernya Rey ini So sweet .. apa gimana sih... Dia rela beli ini buat gue ..!? apa iyaa enggak mikir Harga dirinya ...Tapi mungkinkah Rey mempunyai Perasaan untukku ..!? jika iaa. ..sungguh perasaan yang sama ...!? tapi jangan gegabah ..!? Gue akan mengaku kalo dia mengakui nyaa. ..!? tunggu sajalah ...!?")
Rey menunggu Renata di Bawah untuk segera Pulang ke rumah .
setelah sampai di depan Rumahnya Rey melihat Mobil Maya betapa Marahnya Rey kepada Satpam .
" Sudahlah... Lo takut ketauan kan..!? tenang aja .. aku akan lewat samping ...!? "
" Sama sekali tidak ada hubungannya dengan Lo ..!!"
Maya bisa masuk ke Rumah Rey karena bantuan dari Dimas yang merupakan Sepupu Rey .
Rey masuk untuk menemui mereka , Rey seakan memperingatkan Dimas secara tidak langsung membuat nya merasakan ketidaknyamanan .
" Rey ...!? Tadi aku ke kantormu... tapi tidak ada ...!?"
" Tadi aku meeting ...!? "
" 4 jam aku menunggu ...untung ada Kak Dimas ...!?"
" Ada Apa mencari ku May ...!?"
" Rey ,. besok aku ingin kamu pergi ke Rumahku... Apa kamu lupa besok hari apa ..!?"
" Hari apa ..;?"
" Rey ...!? besok itu Ulang Tahunku ...!? masa uda Lupa sih... kamu tega yaa..!?"
" Aku cuma ngeprenk aja kok ..!? kamu uda makan..!?"
" Belum..!?"
" Kak Dimas Tolong antar Maya ke Restoran yang paling Mahal ...nanti Aku yang bayar ...Maya aku masih banyak urusan ...mungkin kamu duluan aja yaa...!?"
" Apa kamu mau nyusulin aku ...!?"
" Iyaa..!! "
Maya merasa Senang karena Rey begitu Care padahal secara tidak sadar Rey menyuruhnya pergi dari Rumahnya .
Rey pergi Ke kamar melihat Renata namun tidak melihat Keberadaan Renata di Kamar .
Dia pergi mencarinya , Renata sengaja bersembunyi agar Rey merasakan Khawatir kepadanya .
Ternyata dugaan Renata benar , Rey begitu Panik ketika tidak melihat Renata .
Renata tertawa melihat Kepanikan Rey yang terlihat menggemaskan .
Rey marah karena Renata telah mempermainkan nya.
" Renata ... ini ga Lucu ..!?'
" Lo , Istirahat ...!?"
" Ehmm..Gimana Tuh Cemceman Lo ..uda pergi belum..!?"
" Jangan Sembarangan ...!?"
" Rey ...Lo ngaku aja deh ...kalo Lo tuh Cinta sama Gue ..!? Iyaa kan...!?"
" Lo kira ,. Lo mau bilang kalo gue harus ngaku kalo Gue Cinta Maya ..!? taunya tak terduga yaa..!?"
Rey Pergi dari Hadapan Renata untuk menghindari Hal - hal yang membuatnya Membuka Perasaan sesungguhnya terhadap Renata.
Rey sengaja menyimpan Perasaannya karena tidak ingin Renata mengetahuinya sekarang karena bukan saat yang tepat masih banyak yang perlu di selesaikan apalagi Masih ada Gladys dan Maya .
Rey tidak ingin membawa Renata ke hadapan Gladys maupun Maya karena dia tau Sifat Maya yang penekat dan Gladys yang baik namun bisa saja bersifat seperti Papanya.
Rey tentu saja sangat mencintai Renata bahkan Renata juga mencintai Rey.
Rey masih memikirkan bagaimana cara menghadapi Maya yang Penekat , dia juga tidak ingin membuat Renata cemburu buta hingga menjauhi dirinya.
Sedangkan Masalah Gladys masih belum menyerah untuk mendapatkan Cinta Rey.
Fina menghawatirkan Renata yang tidak masuk Kerja , dia merasa apakah telah terjadi sesuatu kepadanya .
Renata baru mengingat jika Spray kamarnya masih belum di ganti .
" astagaa...Sprey ...!? masih ada Bekas Noda darah ...!? duhh gimana nih...!? "
Renata mencari Keberadaan Rey dan mengatakan jika Sprey kamarnya masih tertinggal Noda Bekas Darah.
Rey mengatakan jika dia sudah mengaturnya dengan menyuruh Pembantu baru untuk mencucinya.
Renata merasa Lega. ,namun dia melihat Rey yang sepertinya sedang Memikirkan Sesuatu .
" Rey ...!? Lo kenapa ...!? Apakah Lo sedih karena tidak bisa pergi dengan Maya...!? Rey ...Napa Lo diem ...!"?
" Renata...!? Mending Istirahat yang cukup jangan Banyak Gerak .. atau Lo uda sembuh yaa..!! "
" Lumayan.. Salep Lo cukup mujarab..!?"
" Lo masih ingin disini ...!?"
" Rey ..!? Temeni gue lah di kamar ..!? "
" Temeni Lo ..!?"
" Iyaa.. Badan gue pegel nih... Yaa daripada Lo galau ga karuan... Capek hati ...capek Pikiran...yaa mending mijitin gue gitu ..!?"
" Lo nyuruh gue mijitin Lo ...!?"
" Iyaa.. Kenapa ...!?"
" Gue capek . ..!?"
" Kalo gitu Lo gak akan gue layani lagi ...!?"
Renata mengancam Rey untuk memijat Kakinya .
" Sudah pintar mengancam...!?"
" yang bener dong ..!? kalo ga bener mijitin gue ..jangan harap gue mau diajakin Lagi ...!?"
" Lo pikir gue tukang Pijat ..!? Ohh..Lo sekarang sudah mulai Pinter Ngancem yaa.. bagus...!? tapi lo harus Janji..
harus mau kalo gue ngajakin lagi ...!?"
" Iyaa.. Tergantung ...!? tapi Rey .. Gue masih belum Siap Hamil ...!?"
" Gue uda tau ..!? Lo ga akan hamil .. gue uda tau Caranya ...!?"
" Kalo Lo mau Go Publik hubungan Kita... yaa ga apa lah punya anak..!?"
Rey hanya terdiam sambil memijat Kaki Renata .
Renata telah tertidur sangat Pulas , Rey menatap Wajah Renata yang manis . sepertinya Renata sangat mengharapkan Rey untuk mengatakan langsung jika Dia mencintai Renata.
Ponsel Renata berdering dan Rey melihatnya ternyata Panggilan dari Satriya .
" Renata ... kamu besok datang kah ke Acara Reuni ...!? "
" Kenapa ..!?"
__ADS_1
" Ohh...ini Suara Suami Palsunya ...!? dimana Renata ..!?"
" Tidur .. mungkin capek ...!? secara kita sudah suami Istri yaa pastinya sah sah aja jika melakukan hubungan Intim...!?"
" Jangan menyentuhnya ...dia seharusnya bukan untukmu...dan dia tidak pernah menyukaimu...!?"
" Masa ..!? Kamu percaya ..?? Kasihan sekali ..!!"
" Rey... apa maksut kamu ..!?"
" Yaa ...kasihan ..!? Kamu mengharapkan Cinta Renata yang jelas - jelas dia adalah Istri orang ..!!"
" Ga Peduli ..!? dalam dekat ini ..akan aku perlihatkan ..!! Uangmu tidak akan mampu untuk Ini. ..!!"
" Silahkan ..!?"
Rey mematikan Ponsel nya.
Batin Rey (" Apa yang sebenarnya terjadi diantara mereka .. apakah Renata benar - benar menyukai Satriya ...!? tidak ..!? Satriya...Satriya... cukup berani mengancam ..!?")
Ketika Renata terbangun dari tidurnya Tiba- tiba melihat Ponselnya yang ada Berita Jika Besok adalah Acara Reuni SMA .
" Hah..!? besok...!? Kenapa dadakan ...!? Pergi gaa yaa ...!? Sebenarnya pengen kumpul teman - teman. .!?"
Renata menelpon Fina untuk mengajaknya pergi ke acara Reuni Besok.
Rey mendengar Percakapan mereka membuatnya merasakan Kekecewaan karena tidak berusaha untuk mengajaknya .
Rey baru ingat Jika Besok dia juga harus pergi ke Acara Mayaa .
Batin Rey (" Astaga ...besok ...!? kenapa harus bersamaan ..!? Renata jauh lebih penting... tapi...aahh Dia tidak mengajakku...!? ")
Rey terlihat kesal hingga membanting Bantal ke Lantai , Renata melihatnya .
" Kenapa ...!? Ada masalah ..!?"
Rey masih sangat kesal dan memberanikan diri untuk menarik Renata ke Pelukannya .
" Rey .. Ada apa ..!?"
" Apakah Gue penting buat Lo ...!?"
" Apa ..!?"
" Jawab aja ..!?"
" Yaa..lepaskan dulu ini pelukan...!?"
" Baik... Jawab ...!?"
" Biasa aja ..!? kenapa ...!?"
" Tidak ada jawaban biasa saja.. Jawab Penting / Tidak saja...!!"
" Kalo tidak mau menjawab...!?"
" Beararti Gue berada di tengah - tengah..!? Jika seandainya Gue kencan dengan Maya apa lo akan cemburu ...!?"
" Apa....Kencan...!? Lo ...!??"
" Cemburu apa tidak ...!?"
" Gue...!?? Iyaa.........!? Enggak ...!? "
" Jawaban apa itu ..!? Bukankah Lo Lulusan terbaik ...!? kenapa membuat Jawaban saja sangat Repot ...!?"
" Rey...cukup ..!? harusnya tanya pada diri Lo sendiri...gue seperti ini karena Sikap Lo ..!?"
" Sikap ...!? "
Renata memilih Untuk diam karena tidak ingin terus - terusan berdebat .
Renata pergi ke Dapur untuk memasak sesuatu .
Pelayan Rey tidak menyangka jika Renata pintar memasak .
Makanan telah di hidangkan di meja makan.
Mama dan Papa Rey tengah bersiap - siap untuk makan Malam disusul Rey .
" Wahh.. makanan Favorit nih ...!!? hmm... rasanya lezat ... !?"
" Iyaa maa ...!? rasanya beda dengan yang kita makan ...lebih kerasa bumbu nya ...!? Rey ,. cobain ...!?"
" Enak ..!? Bibi mulai Update menu baru ...!?"
" Renata mana ..!? panggil dong ..!?"
Tak laama kemudian Renata datang untuk menyusul ke meja makan.
" Ehh Sayang ..!? Makan sini... masakan bibi hari ini Spesial ..!? coba rasakan ...!?"
" Iyaa Maa ...terima kasih ...!?"
" Renata mana bisa memasak seperti ini maa ..!? coba aja Ilmu masak mamanya nurun ..!? kan enak ...!?"
" Rey ...jangan begitu lah ...!?"
Tiba - tiba Pembantu datang untuk menambahkan Masakan ke meja makan
Mama Rey mengucapkan terima kasih karena masakan hari ini sangat Nikmat.
Pembantu itu berkata jika masakan hari ini adalah Buatan Langsung Renata dan Betapa terkejutnya Rey bahkan sampai tersedak saat Pembantu menyebut Nama Renata .
Mama dan Papa Rey tersenyum sedangkan Rey terlihat sangat Malu karena telah meremehkan Renata .
" Paa ...!! Maaffin mama yaa ...karena tidak bisa masak seperti ini ...!?"
" Gak apa - apa ma ...!? Papa menerima Mama apa adanya ...!?"
Rey merasa kedua Orang Tuanya telah menyindir dirinya .
Renata tersenyum melihat Kedua tingkah Mertuanya .
Rey bersantai menikmati Angin malam bahkan melihat Sempurnanya bentuk sang Rembulan.
Renata menyusulnya sambil mengejlokin Rey karena telah meremehkan dirinya .
Rey ingin meminta Maaf namun masih terlihat sungkan dan Renata berpura - pura melakukan telepon kepada Satriya guna untuk membuat Rey cemburu .
Benar saja Rey menoleh kebelakang untuk melihat Renata yang sedang melakukan Komunikasi Telepon .
Saat Rey melototinya Renata langsung pura - pura pergi ke Ranjang menghindari Rey sambil menahan Tawa .
Batin Renata (" Kalo Cinta ...ya Cinta ...!? Ditutup tutupin segala ..!!? Cemburu kan ...lucu juga ngerjain si Rey ...!? ")
Rey menghampiri Renata dan mengatakan jika Besok dia akan mengantarkan Renata untuk Pergi ke Reunian .
" Tidak ada angin... tidak ada Hujan.. yaa ...!?"
Rey tidur duluan karena tidak ingin berdebat dengan Renata .
Rey lupa jika dia juga sedang di undang Maya ke Acara Ulang Tahunnya .
Renata berhasil membuat Rey hanya menghawatirkan dirinya saja.
Pagi Hari nya Renata bersiap - bersiap namun dia tak melihat Rey di kamarnya .
Tiba - tiba di luar Rey mengatakan jika Masih lama kiranya untuk berdandan .
Renata hanya santai untuk menghadapinya .
Mereka bersiap - bersiap untuk pergi.
Renata terkejut saat Rey memberikan sebuah bunga Mawar untuknya di dalam mobil .
Renata hanya diam sambil melirik Rey yang sedang menyetir mobil .
Batin Renata (" Dia ini ...!? apa maksutnya ..!! tiba - tiba ngasih Bunga ini... tinggal ngaku Cinta apa susahnya sih...!?")
Rey mengatakan jika telah sampai di tempat Tujuan yaitu tempat Renata sekolah SMK .
Sepertinya Satriya sedang menunggu seseorang yang kemungkinan adalah Renata .
" Renata ..!? kenapa ada dia ..!? "
" yaa ini Reuni akbar ..!! Ya dia sekolah disini juga ..!? kenapa ..!?"
" Keluarlah dulu ...nanti aku susul ..!?"
" Apa ..!?"
" Cepatlah ..!?"
Renata merasa terjadi ke anehan kepada Rey .
Ketika Renata turun dari mobil tiba- tiba sosok Kawan lama yang ceria datang menghampirinya .
" Renaa ...!? ya ampun makin cantikqqq aja deh ...!?"
" Dinda ..!? bagaimana kabarmu ..lama tak jumpa ... eh Nonik mana kok tumben. .!?"
__ADS_1
" Sejak dia menikah ,. dia jadi emak-emak rempong ... uda punya anak ...!?"
" Benarkah ...!? kita masuk aja yuk ..!?"