
Permainan Selanjutnya yaitu Arung Jeram di sungai yang sudah dipersiapkan.
Rey tidak ikut karena tidak mau basah-basahan.
Mereka sudah siap untuk terjun , Arus sungai sangat deras membuat Para Pegawai tidak sabar untuk bermain.
Renata , Fina , Rey , Dimas dan Gladys satu Perahu .
Permainan dimulai , semua pegawai sudah mulai Bermain .
Seseorang mengatakan jika air akan segera datang memohon untuk menghentikan Permainan .
Rey mendengar berita itu langsung Panik dengan Renata.
Rey berlari mencari keberadaan mereka .
Air datang sangat deras , Mereka yang mengikuti Permainan tidak menghiraukan air hanya bisa bersenang-senang.
" Fin... mengapa airnya jadi dangkal yaa..!? terus kok ..!? ya ampun. ...Guess...air datang...!?"
" Bagaimana ini... kita berada di tengah-tengah ...kalian berpegangan erat ...!?"
Air deras itu datang menghantam mereka , Pertama Fina yang lepas dari Perahu dibantu oleh Dimas untuk berpegangan disusul Renata dan Gladys yang sudah tidak bisa bertahan .
Akibat kuatnya aliran yang sangat deras membuat Perahu tidak bisa di kondisi kan dan terbalik.
Dimas memegang tangan Fina , sedangkan Kevin memegang Tangan Gladys dan Renata.
" Hahhh....Renata... Vin...lo jangan lepaskan tangan Renata ...!?"( Pinta Dimas)
Kaki Gladys tersangkut oleh batu , Kevin mencoba untuk menolongnya tak sadar jika dia telah melepas tangan Renata dan Akhirnya Renata terbawa Arus deras.
" Hah....Renata...!!"
" Aaaaaa... !?"
" Renata...!? Vin...Lo...Lo gila...!? "
Kevin menjadi Khawatir dan ingin menyelamatkan Renata namun Gladys juga berteriak karena kakinya tersangkut Batu.
" Kevin.. tolong aku cepat ..!? Tarik aku ..??"
" Renata ..!? Hiksss..hikss...!? gue mau nyelamatin Lo ..!?"
" Fina.. Lo gila .. mau kemana ..!.
" Lepaskan ..!? gue mau nyari Renata ..!? lepaskan ..!?"
" Fina.. ini bahaya ..!? "
" Dasar Pacar tidak berguna ..!? kalo ada apa- apa dengan Renata .. liat saja ..!?"
Sedangkan Renata berteriak meminta Tolong .
Rey berlari mencari Keberadaan Renata.
"Tolong....Tolong....Tolong....!? "
Rey melihat Tangan dan ternyata itu Tangan Renata yang sedang terbawa Arus .
Rey sudah tidak bisa tinggal diam , Dia melompat dari ketinggian menuju Sungai .
Dia berusaha menarik Tangan Renata .
Dan meminta Renata untuk memegang Erat tangannya.
Rey dengan cepat menarik Tubuh Renata ke pelukannya dan mencari Tempat untuk bertahan dari Derasnya air.
Renata sudah tidak tahan karena meminum banyak air membuatnya Pingsan.
Rey semakin memeluk dengan sekuat tenaganya.
Sementara Fina tidak berhenti memarahi Kevin yang tak berguna sebagai Kekasih Renata.
Dimas terkejut mendengar Perkataan Fina .
Dimas Menghajar Kevin hingga babak belur .
" Lo , uda jadian sama Renata... Lo bukannya nolongin Renata malah nolongin Cewek baru ini...dimana Otak Lo...!? Renata ....!? " ( Dimas marah)
" Gue juga tidak sadar Dim..!?"
Fina menangis Histeris tiada hentinya.
Rey berhasil membawa Renata ke tempat yang aman .
Melihat Denyut nadi Renata masih hidup membuat Rey merasa tenang.
" Renata...!? Renata dengerin gue...lo harus bangun...!? Ren....!? "
Rey menepuk dada Renata namun masih tidak bisa membuatnya sadar.
Tidak ada cara lain selain memberi Nafas buatan kepada Renata.
Rey melakukannya berkali-kali hingga Renata batuk dan mengeluarkan air yang banyak terminum oleh nya.
" Aahh....Renata ...akhirnya...!? " ( langsung memeluk)
Rey memeluk Erat Renata yang baru saja terselamatkan .
" Rey...!? Mengapa lo ada disini...!?"
" Jangan Khawatir. ..!? Lo uda aman..!! Gue akan membawamu ke Tenda...!?"
Sejak saat itulah Renata menyadari Jika Rey sangat peduli terhadap keselamatannya .
Renata menaruh hati pada Rey yang telah menyelamatkannya dari Tenggelam.
Fina masih tidak berhenti Histeris , seseorang Petugas memberi Informasi jika 2 orang menjadi Korban dan lainnya selamat.
Dimas menanyakan Apakah Yang jadi Korban Perempuan .
Mereka menjawab Perempuan semua.
saat itu juga Kevin merasa bersalah dan menangis atas Kepergian Renata.
Rey membawa Renata ke dalam Tendanya.
" Diluar masih Sepi , aku akan mengambil Bajumu..!? "
Rey mengambilkan Baju Renata di Tendanya dan memberikan pada Renata.
" Segera ganti baju agar tubuhmu lebih hangat..!? pakai Selimut itu ...!"?
Renata mengganti Bajunya dan tidak menyangka Jika Rey harus mengorbankan Dirinya hanya demi menyelamatkan Renata.
Rey menanyakan apakah dia sudah selesai mengganti bajunya.
" Gue uda selesai...!? kalo lo mau masuk ...masuk aja...!"
" Gimana keadaan Lo...!?"( memeriksa Bagian Luka)
" Apa Lo yang uda ..!?"
" Dengar baik-baik... Walaupun lo ga menganggap gue sebagai suami Lo... gue ga peduli...!? Gue nyelametin lo hanya takut stres karena harus mendapat Omelan Mama...!?"
" Lo bohong...!?"
" Apa yang lo ketahui...!?"
" Rey..!? Lo peduli sama gue kan...!?"
Renata memeluk Rey dan mengucapkan terima kasih karena sudah peduli .
Dengan Senang hati Rey membalas Pelukan Renata .
" Sekarang ..Lo istirahat ...!? Gue mau liat perkembangan Semua orang yang ikut Permainan...!?"
" Hati-hati ya...!?".
Jantung Rey seperti berlari-lari saat Renata memberikan Perhatian.
Semua kembali ke Tenda , Rey melihat Kevin yang lebam dan Mata Fina yang sembab akibat Tidak berhenti menangis .
Gladys langsung memeluk Rey karena merasa ketakutan membuat Kevin menyesal karena telah menyelamatkan Gladys.
Ternyata tidak ada korban yang meninggal hanya saja 2 orang yang dikatakan korban hanya Pingsan lalu sadar kembali.
Fina menanyakan Dimana Keberadaan Renata .
Renata menghampiri Fina .
" Renata... ini... ini bener lo kan....!? Renata gue pikir lo...!?"
" Gue kenapa...!? gue gak kenapa-napa ...!? lihat nih...!? iihh mata lo napa...!? "
" Syukurlah ...Ternyata kamu selamat ...!? Renata , jika ada apa-apa denganmu bagaimana cara menjelaskannya pada Refan...!"?.
" Kak Dimas ,.aku ga apa-apa kok...!? aku punya banyak nyawa...!?"
Kevin ingin menghampiri Renata namun Renata menghindarinya .
Semua akan kembali ke Rumah dan bersiap-siap.
Gladys ingin pulang bareng Dengan Rey namun Rey mengatakan jika Didalam harusnya ada pengecekan jadi ikuti aturan .
Melihat bis sudah meninggalkan Tempat Outbond , Rey mendekati Renata .
" Apa Lo tidak mau pulang...!?"
" Gue masih tidak menyangka...Kevin ..!?"
" Sudahlah ...bukankah masih ada gue yang jelas-jelas Suami sah Lo...!?"
" Tapi diantara kita tidak ada Perasaan Cinta..!?"
" Apa Lo pura-pura bego...!? Gue telah...!? ahh sudah lah..!? Ayo kita pulang...!?"
Mereka pulang ke Rumah dan disambut dengan penuh kehangatan .
Rey menyuruh Renata untuk segera membersihkan diri .
" Kenapa masih termenung...!? apa mau gue temeni mandi...!?"
" Rey...!! Lo...!? "
Ketika Ga akur mereka akan melontarkan kata-kata Lo gue , Tapi ketika lagi Akur pasti Mengatakan Aku-Kamu.
Renata telah selesai mandi dan segera membaringkan Tubuhnya ke Kasur .
Tanpa disadari Renata menindih Rey yang berada dibawah Selimut.
" Aaah...!? Rey... napa lo ada disitu ..!? apa jangan - jangan lo mau..!?"
" Kalo iya napa...!? gue kedinginan butuh yang hangat-hangat ...!? lagian Lo istri gue bukan Pacar...!?"
" Diam...!? Minggir...!? gue mau berbaring capek...!?"
Rey mengganggu Renata dengan memeluknya .
" Rey...Lo apa - apa an sih...!? lo mulai berani ...ihh...!? Lo jorok...!? Lepasin gak...!?"
" Ga mau...!? gue ga mau kehilangan Lo sekali lagi...!? gue capek mau tidur ... kelonin gue...!?"
" iihhh dia ini ...kesurupan setan apa sih...!? Rey...minggir..!? duhh Susah banget sihh...!?"
Renata tidak bisa melepas Tangan Rey yang melingkar sangat erat di perutnya.
Mama Rey mengetuk Pintu mereka namun sepertinya tidak dikunci dan Terpaksa masuk memanggil mereka untuk Makan Malam.
Betapa senangnya Mama Rey ketika melihat Rey tidur dengan Posisi memeluk Renata dan Sepertinya Renata Nyaman berada dipelukan Rey.
" Uhhh sungguh Romantis...agaknya mereka mulai..!? semoga kalian selamanya begini...!?"
__ADS_1
Rey terbangun lebih dulu dari Renata karena merasa Kelaparan .
" Ini sudah jam 12 ...!? mama tidak membangunkan ...!? Renata...bangun..!?"
" Duhh...Rey... gue ngantukk...!?"
" Bangun Ren... Lo belum makan...!? daripada Lo sakit...!? bangun ... atau gue cium Lo sekarang...!?"
" Ya ampun Rey... Lo ...!? yaa...yaa Oke...!? jangan coba - coba ya...!?"
" Gue ga akan coba - coba..!? langsung ajaa lebih Nikmat...!?"
" Kenapa sekarang Lo jadi Gesrekk gini sih...!?"
" Bercanda...!? Ayoo ...kita makan...!?"
Mereka pergi ke Ruang Makan .
Selesai makan Rey pergi ke Balkon Kamar .
" Rey...Gue mau tidur dulu...!? "
" Tidur harus Pamitan ..!? apa lo sengaja ngajak gue tidur ..!?"
" Lo yaa ..!?"
Lo ngapain di balkon...!? Uda tidur... entar kenak angin malam...??"
" Ren... Lo tidur duluan aja...!? gue lagi Napsu nihh... ngelihat lo kayak gitu...!? Lo cepet tidur sana...!?"
" Hah...!? Rey...Lo...!? Lo jangan nakut- nakutin Gue dong...!? "
Rey teringat janji kepada Papa Renata jika akan membantu untuk merebut Perusahaannya kembali .
Dia harus mencari tau Tentang Galang.
Karena semalaman Rey begadang , Paginya masih belum Bangun.
Renata sudah bersiap-siap pergi ke Kantor.
" Rey...Lo bangun....!? Rey....!?bangun...ihhh nih akibatnya Lo begadang...!?"
" Jam berapa ini sayang ...!?"
" Jam 7 ..!? ihh lama - lama Lo makin meresahkan yaa ..!?"
" Lo mau berangkat ya...!? Oke ...hati-hati ingat jangan dekat- dekat dengan Kevin...!?"
Renata jadi ingat Saat Kevin melepas tangannya dan lebih memilih Menyelamatkan Gladys daripada dirinya yang sudah jelas - jelas Pacarnya.
Hari ini Renata ingin mengatakan langsung kepada Kevin jika diantara mereka sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi.
Renata berpapasan dengan Gladys yang juga ada Kevin .
" Kevin ..!? ada yang akan saya bicarakan kepada anda...!? bisakah kita keluar sebentar...!?". ( Renata mengajak Kevin)
Kevin ingin meminta maaf pada Renata namun Renata sudah tidak butuh maaf terus-terusan darinya.
" Mulai detik ini... Kita PUTUS...!? Jadi kita jalani hidup masing- masing... dan kamu boleh mengejar si Gladys itu... aku tau dia lebih Cantikk dariku...!? tapi , Kualitas dia jauh lebih Rendah jika dibandingkan denganku...!?"
Renata mengatakan seperti itu karena merasa Dirinya lebih bermartabat tinggi dibanding Gladys yang hanya pamer Kecantikan sana-sini berusaha memikat hati Rey namun kenyataannya Rey tidak menyukai Gladys .
Meski merasakan sakit hati karena Kevin telah menyakiti sekaligus terang-terangan menghianati Renata.
Fina menguatkan Renata agar tidak terlalu memikirkan Pria seperti Kevin.
" Kenapa si Kulkul belum nongol ya..!? Sttsttt...stt...!? Lo pasti tau...!?"
" Semalam dia begadang ...!? tau deh dia ke kantor atau enggak. ..bukan urusan Gue..!?"
" Ehmm..Ren...Gue Curiga ...pas Arung Jeram kemarin gimana caranya lo bisa selamat...padahal...!?"
" Ahhh... uda jangan banyak tanya...!?"
" Gue jadi Curiga nih...!? soalnya Si Kulkul ga ikut Permainan di sungai tapi yang gue liat ..Dia habis basah Kuyup gitu yaa walaupun ga basah- basah amat...!? Lo mau jujur apa masih mau nyembunyiin ini dari gue..!?"
" Lo ...ya..!? Kepo aja...!? dah sana kerja ...!?"
" Liat nih gue kemarin abis histeris nangis - nangis karena Lo...tau - tau lo nongol gitu aja..!? Apa lo ga kasian ama gue Ren...!?"
" Yeee... Siapa suruh lo nangis..!? orang gue gak kenapa- kenapa..!?"
" Lo tega Ren...!? Ayolah...Ren....!?"
Rey datang dan semua buru- buru untuk segera Fokus pada Pekerjaan.
Nino sudah membawa Hasil dan melihat Latar belakang tentang Galang ternyata Galang adalah Papa Gladys .
Sepertinya hal ini mempermudah Rey untuk merebut kembali Hak Papa Mertuanya.
Galang tidak hanya mengambil alih Perusahaannya tetapi mengambil alih Rumah Milik Keluarga Renata .
Rupanya Papa Renata telah dijebak oleh beberapa Pegawai dekatnya.
Galang juga telah bekerja sama dengan Bank yang menyita Rumah keluarga Renata.
Rey akan menyelidiki hingga ke akar-akarnya hingga menemukan sebuah bukti untuk Kekuasaan mendapatkan kembali Hak Keluarga Renata .
Rey menyusun Sebuah Rencana dengan meminta Pendapat pada Gladys tentang Pembukaan Kerja sama dengan Intansi lain .
" Wah...Rey...itu ide yang sangat bagus...!? Aku setuju...!"
" Instansi yang akan bekerja sama dengan Perusahaan PEDIAMART akan mendapatkan jasa dan Upah 35 % dari hasil Kerja sama jadi sangat beruntung kepada Instansi yang akan bergabung...!"
Gladys mulai terbawa omongan Rey yang pasti Informasi ini akan Disampaikan kepada Papanya .
Rey sangat tenang karena dia tidak perlu repot-repot harus mencari Galang untuk melakukan Kerja sama.
Rey menyuruh Nino untuk menyiapkan segala sesuatu yang akan melibatkan semua Perusahaan.
Rey melihat Renata masih tetap Fokus pada pekerjaan .
" Ehm....Ini Jam Istirahat...!? Silahkan Istirahat... !?? jangan gunakan waktu Kerja untuk istirahat ...Taati aturan ..kalo tidak bisa silahkan Pergi dari Kantor ini...!?"
" Lo...!? Aaahh Bos Rey..maaf ...!? baik saya akan pergi ke kantin...!?"
Renata hampir keceplosan karena Rey membuatnya Kesal.
Rey juga pergi ke Kantin , Dia melihat Gladys ditemani oleh Kevin .
Melihat Renata yang duduk sendirian dan segera bergabung dengannya.
" Bos Rey....!? kenapa ..!?? duduk disini ..?? "
Gladys melihat Rey mendekati Renata memilih untuk ikut bergabung .
" Rey... boleh gabung kan...!?"
" Maaf Bos ,. Aku mau ke Toilet ...!?"
Rey tidak menjawab Perkataan Renata hanya diam saja.
Rey berpikir mungkin Renata tidak suka keberadaan Gladys.
Selesai Makan , Rey ijin Balik untuk kembali ke Ruangan namun Gladys juga mengikutinya .
Rey memberi Tugas kepada Gladys untuk segera diselesaikan sementara Dia pergi mencari Renata .
Ternyata Renata sudah fokus di ruangannya.
Fina melihat Rey sedang memperhatikan Renata.
Rey sengaja memberikan Tugas lebih untuk Renata agar tidak terburu pulang .
Fina berpamitan untuk pulang dulu karena Ayahnya sedang sakit.
Nino memanggil Renata untuk pergi ke Ruang CEO namun dia menolak karena Pekerjaannya belum selesai.
Rey sendiri yang turun untuk menghampiri Renata .
" Jangan terlalu serius ...!? ikut gue ..!?"
" Maaf Bos , Pekerjaan saya belum selesai...!?"
Rey mematikan Komputer Renata dan mengajak Bicara.
" Gue tau ,. saat ini lo sedang terluka..!? tidak ada gunanya lo mikirin Dia yang gak tulus ,.masih ada yang lebih dari dia...!?"
" Yang lo maksut siapa ...Kevin...!? Denger yaa Gue sama sekali tidak peduli... dan buat apa mikirin dia...!? Gue cuma ....!?".
" Cuma apa..!?"
" Gue sangat Risih Gladys itu kerja disini...!? Jika berlama - lama dia ada disini... Mending gue berhenti...!? enek...ngeliatnya sok Baik ..Sok Bijak...namun kenyataannya seperti Ular ..!? Gue tau lo menyukainya... !? tapi lo jaga Perasaan gue juga ..!?"
" Jaga Perasaan ...!?"
Renata pergi dari Ruangan itu karena Rey benar-benar telah membuatnya Kesal.
Didepan Kantor dia sedang menunggu Taksi Online untuk segera Pulang .
Batin Renata (" Kenapa semua orang lebih menyukai Si Gladys ... bahkan Kevin...aahh Gue gak tau lagi harus apa...!? Sekarang Si Gladys deket-deket Rey tidak punya Rasa malu yaa diaa ....padahal Rey itu ...!? Hahh...Gue mikirin Rey ...!? Apa itu tandanya gue... Gue cemburu Ngeliat Rey dan Gladys...!? ")
Sampai dirumah Rey menyapa Renata dan menanyakan Apakah Perasaan nya masih terluka akibat Putus dengan Kevin.
" Bukan Urusan Lo ,. mau gue Putus kek...Lanjut ..!? Kenapa tanya- tanya..!? ohh...iyaa..Jadi lo hanya ingin menertawaakan gue karena Si Gladys itu berhasil menyabet Kevin sialan dan Lo..!? "
" Kenapa bawa- bawa Gue..!? gak ada hubungan...!?"
" halah... buktinya ketika dia ganjen...lo diem aja...!?"
" Lo Cemburu...!?"
" Enggak...!?"
" Yakin...!? kalo dia lebih dekat lagi... apa mungkin semakin terbakar...!?"
Renata pergi ke Kamar karena sudah lelah ditambah Rey yang semakin membuatnya Marah karena tidak mengerti Renata.
Rey sengaja menunggu Renata selesai mandi .
" Uda selesai ...!?"
" Kenapa sih lo ngurusin gue mulu...!? enggak ada kerjaan lagi...!? lo seneng saat gue seperti ini... ??"
Rey mendekati Renata dan menutup Mulutnya.
" Ren...!? Lo selalu bilang diantara kita akan segera selesai...!? Lo yakin akan berpisah dari Gue...!? "
" Kenapa..!?"
" Rena..!? Apa lo tidak memiliki Perasaan terhadap gue..!? "
" Sama sekali enggak...!? uda jangan deket - deket ..!?"
Rey semakin mendekati Renata bahkan menatap matanya membuat Pipinya memerah .
" Kenapa Pipi Lo memerah...!?"
" Aaa...!? Merah...!? ee...enggak...!? Rey ...Lo mau apa...!!"
Rey membuat Renata terjatuh ke Sofa yang super duper empuk.
Rey mendekatkan dirinya ke Wajah Renata sambil mengatakan Jika dia tidak mau kehilangan Renata .
Renata hanya diam menatap balik seolah ingin merespon Rey namun takutnya hanya mempermainkannya .
Rey mendekatkan bibirnya ke bibir Renata dan Renata menepisnya namun Rey tidak menyerah .
Rey mengecup bibir Renata dengan perlahan , Tangan Rey membelai Rambut Renata sehingga membuat Renata tidak bisa menolak Kecupan itu entah mengapa Mereka malah menjadi-jadi bahkan menjadi brutal.
__ADS_1
Suara Pintu terbunyi dari Luar.
* Toktoktok*
Keduanya Merasa Terkejut .
" Mas Rey....Mbak Renata ...!? Ayo makan Malam dulu...!? sudah ditunggu Nyonya dan Tuan...!?"
Karena keduanya merasa terkejut jadi menghentikan Aksi Pertama yang membuat mereka lupa diri.
Rey dan Renata pun mulai sadar jika keduanya telah melakukan yang tidak pernah dilakukan .
Rey pergi keluar karena merasa tidak enak terhadap Renata karena sudah membuatnya memaksa .
Sedang kan Renata masih tidak menyangka jika Seorang Rey mencium bahkan Renata sudah menolak namun masih memaksanya.
Sejak saat itulah Renata tidak bisa tidur karena memikirkan Apa yang telah terjadi diantara mereka.
Rey meminta Maaf karena tidak bisa mengendalikan lagi , Rey tidak membahas lagi tentang Perkataannya yang tidak ingin kehilangan Renata .
Besok adalah hari Libur kerja . Renata tidak pergi kemana- mana dia hanya teringat kepada Orang Tuanya.
Rey masih tertidur dan Renata berusaha membangunkannya .
" Rey...!? Rey....!? bangun.... mentang - mentang Libur kerja lo ga bangun...!!?"
" Hari ini Free...!? Gue ga mau bangun...!?"
" Rey ...cepat bangun...!?"
Karena Rey merasa Risih dengan Renata yang berkali- kali mencoba membangunkannya tiba- tiba Rey menariknya ke dalam Selimut .
" Rey...Lepaskan...!? ihh kenapa lo ...!?"
" Lo berisik..!? Kalo begini lo ga akan berisik...mau berisik silahkan...!? nanti mama kesini lihat kita berdua seperti ini...!?"
Renata memilih untuk diam karena Rey membuatnya terdiam.
Rey mulai membuat Renata Ketakutan dengan kenakalan Tangan nya yang mulai kemana- mana .
" Rey...Tangan lo mau apa...!? jangan macem-macem ya..!?"
" Apa lo yakin gue gak akan melakukan sesuatu pada Lo... gue gak tahan ngelihat lo yang seksi seperti ini...!? "
" Lo...!? "
" Jangan bergerak ...!? membuat Gerakan seperti itu membuatku semakin Panas ...!? "
Renata merasa ketakutan sangat terlihat dari Matanya yang tak bisa dibohongi seperti ingin menghindari namun Rey malah mengikat tubuhnya dengan Kedua tangannya bahkan Kaki Renata juga di ikat oleh Kaki Rey.
Renata merasakan sesuatu yang mengganjal entah dia tidak mengerti benda apa yang sepertinya mengeras perlahan-lahan.
Nafasnya mulai terengah-engah membuat Rey merasa tidak tega membuatnya didalam ketakutan dan melepaskannya.
" Renata...!? tenang ...tadi aku cuma bercanda tapi Sahabatku ini tidak bisa diajak kompromi malah bangun se enaknya saja...!? Tenanglah...aku tidak akan memaksamu untuk hal seperti itu.. !? "
" Sahabat...!? ahhh...Gue mau keluar...!? disini panas...!? cari angin....??"
Renata merasa akhir-akhir ini Rey tidak seperti Rey sebelumnya .
Namun Entah mengapa Renata merasakan sesuatu yang aneh terjadi pada dirinya , dia seakan lebih tenang saat bersama Rey bahkan ketika Rey menciumnya Renata membalas itu .
" Apa gue...!? aahh gue gak mau percaya sama Laki-laki... mereka semua modus..!? apalagi Rey...!?"
Renata memandang Pohon-pohon Rindang di halaman belakang Rumah sambil melamun entah apa yang sedang dilamunkannya.
Rey diam-diam menyusul dan memperhatikan nya .
Rey ingin mengagetkan Renata namun malah kepleset karena Lantai Licin .
Renata menahan Tawa karena kejadian Rey jatuh sangat Lucu.
" Lo...!? Seneng banget liat gue kesusahaan gini ..bantuin dong...!? "
" Lagian lo sih...ngapain kesini..!?"
" Yaa kata lo di kamar panas..!? makanya kesini..!?
" Alasan kan Lo...!?"
" Ehmm..lo sedang melamun... apakah ada masalah...!?"
" Gak ada...!? cuma pengen makan masakan Mama aja...!!"
" Ikut gue ...!?"
" Mau kemana...!? "
" Kerumah Mama Papa Lo ..!?"
" Beneran ...!?"
Renata sangat senang karena Rey mengajaknya untuk pergi ke rumah Mertuanya.
" Ehhhh...Berhenti...!?"
" Kenapa...!?"
" Ganti baju... terlalu Sexy...!?"
" Rey.. ini Baju biasa aja...!"
" Gue ga rela Lo dilirik cowok lain...dengan memakai pikiran kotor..!?"
" Emang Lo ga punya pikiran kotor...!?"
" Gue , Suami Lo ...!? "
Ketika akan menghampiri Renata , Rey kepleset untuk yang kedua kalinya.
Renata sudah tak bisa menahan Tawanya .
" Berhenti tertawa ..!? Lo ganti baju...!?"
Suara Hp Renata bunyi .
Chat dari Fina (" Ren.., besok gue absen kerja ya ..soalnya lagi nemenin ayah di rumah sakit..!? tolong buatkan Surat Dispen ..")
" Ayahnya Fina sakit... gak bisa biarin Fina sedih nih...!? harus pergi ...!!"
" Eehh....Ehh...!? Mau kemana...!?"
" Rey. ..gue ga jadi ke Rumah Mama Papa..!? Itu Fina...!? aahh Ayah Fina ada dirumah sakit...!?"
" ganti baju dulu... banyak dokter genit ...!?"
" Apa sih lo Rey...kalo cemburu ya cemburu aja...!?"
" Ganti Baju ...atau gue yang akan menggantikan baju buat lo... ayo...!?"
" Ehh...ehh... baik...baik...!? Tunggu luar...!? "
Mereka segera pergi ke Rumah sakit untuk menjenguk Ayah Fina .
" Rey....aku ga mau naik mobil ini...!?"
" Punya masalah apa dengan mobil ini...!!"
" 5 tahun yang lalu ,. dia uda bikin gue basah kuyup di jalanan...!?"
" Ohh...!?"
" Tapi, gue mau naik mobil ini...!?"
" Gue ga mau...!? kalo lo maksa gue kempisin lagi...!?"
" Ohh...iyaa..iyaa...!? jadi itu Lo ..!? gue ingat pas di cafe ...!? "
" Gue mau naik Taksi Online aja...!? lo kelamaan...!?"
Rey menarik Tangan Renata dan menempelkan Tubuhnya di tembok garasi .
" Bukankah kita sudah impas...!? Lo naik... atau gue ....!?"
" Lo mau apa...!? "
Rey membuka Pintu mobilnya dan memaksa Renata untuk masuk ke dalamnya .
Didalam mobil mereka tidak saling bicara .
Fina sudah memberi tahu jika Ayahnya berada di Rs.Abdi .
" Fina....!? "
" Renata...!? hiks....hiks...!?"
" Ini... Kok Ruang ICU ...!? Ayahmu sakit apa Fin...!?"
" Tiba-tiba Penyakit jantung ayah kumat...!? gue ga tau lagi harus apa...!? Ren .. gue uda ga kuat rasanya ..!? "
" Fin... ada masalah ...!?"
" Enggak...!?"( berbohong )
" Fin... lo bohong...!? jangan menyimpannya...!?"
" Ibu... ibu...gue Minta cerai.. ternyata dia selingkuh...!?"
" Hahh...!? Ya ampun Fin...!? lo yang sabar yaa...!?".
Fina memeluk Renata sambil menangis sesegukan.
Rey datang untuk melihat Ayah Fina yang sedang di rawat.
Fina berhenti menangis ketika melihat Rey di depannya.
" Kenapa berhenti menangis ...!?"
" Ren...!? kenapa...!?"
" Ohhh... Dia...!? dia sekarang jadi Sopir gue..!?"
" Renata ...!?" ( Fina mulai tersenyum)
" Iihh kok lo senyum sih...!? Fin... gue seneng lo bisa tersenyum begini... ohh iyaa CEO kita ini sekarang jadi Sopir gue hmmm gratis...!?"
" Eeehmm..... Bos Rey ...!? Terima Kasih ...!?"
" Untuk ...!?"
" Bos Rey uda Peduli ...!? ternyata bos baik ..!?"
" Jadi selama ini , Gue jahat .!?"
Renata menemani Fina di rumah sakit untuk menjaga Ayahnya.
Tanpa disuruh Rey membawakan Makanan untuk mereka .
Fina curiga jika Rey sudah bisa menerima Renata sebagai Istrinya .
" Makanlah..!? Gue keluar sebentar...!? Ren...kalo butuh apa- apa telp aja...!?"
" Iyaa...!?"
Rey pergi untuk tidak mengganggu mereka menikmati makanan yang telah disediakan olehnya.
" Rena..!? itu CEO kita kan... yang dingin...yang cueekk... bisa se perhatian ini...!? owh manisnya...!?"
" Sebenernya dia itu baik sih...!? cuma menjengkelkan...!?"
__ADS_1
" Ehmm...seperti bau- bau cowok bucin nih...eh...maksutnya Suami Bucin...!?"
" Emang akhir - akhir ini dia beda ..!? Fina...Pliss...!? makan aja dulu jangan bahas Dia...!?"