
Hari mulai menjelang Sore , Renata terbangun dari tidurnya .
secara tak sadar ternyata dia sedang tertidur di pelukan Rey .
Renata hanya terdiam tanpa gerakan hingga menunggu Rey terbangun.
Sebenarnya Rey sudah bangun namun berpura- pura tidur untuk mengerjai Renata.
Renata sudah mulai badmood dan pergi ke Kamar mandi .
Sedangkan Rey masih terbaring di tempat tidur sambil memainkan Ponselnya.
Setelah melihat Renata habis mandi Rey pun menghampirinya.
" Lo cantik kalo habis mandi gitu..tanpa poles make Up ...!?"
" Gausa Ngrayu ...!?"
" Oke ..!? hari ini Lo mau kemana..!!"
" Di rumah ajalah ..!? "
" Temeni aku ke Cafe..!?"
" Enggak ..!!! lagi males keluar...!?"
" Ya udah... lagian masih banyak temen cewek gue kok...!?"
Rey sengaja membuat Renata cemburu , Renata memikirkan perkataan Rey yang akan pergi ke Cafe bersama teman - teman ceweknya.
Batin Renata (" Dia,.ini ..!? ga peka...!? tapi gue ga boleh terlihat cemburu ..!? enggak...Gue gak akan mempermalukan diri sendiri...!? ehhh dia punya temen cewek.. aneh ga sihh... dia itu kan tipikal orang cuek gitu...pasti bohong... emmm... gimana kalo sekarang gue yang akan kerjai lo balik Rey...!!")
Rey sudah bersiap - siap untuk pergi namun ketika melihat Renata yang keluar dari Rumah sendirian tanpa mengajaknya membuat Rey menggagalkan Rencana malah mengikuti Renata .
Renata pergi ke Restauran Baru milik Orang tuanya .
Restauran itu sudah memiliki beberapa pelayan dan sungguh tak disangka Renata bertemu dengan Keluarga Satriya yang sedang menikmati makanan di Restoran Orang Tua Renata.
" Renata...!?"
Renata terkejut ketika Namanya terpanggil Oleh seseorang , Ketika membalikkan badan ternyata Satriya .
" Satriya...!? kenapa ada disini..!?"
" Kamu ,. mau makan disini juga ya...!? kebetulan Ini adalah Restauran Favorit baru Keluargaku ...masakan nya enak ..!? yuk duduk disana ..aku traktir...!?"
" Ehh ..Sat...!!"
" Satriya ...dia siapa...!? Pacar kamu yaa...!? sini ajak makan bersama kita...!!"
Satriya mengajak Renata untuk duduk bersama Keluarganya .
" Satriya... aku kesini untuk mengunjungi Mamaku...!?"
" Mengunjungi...!?"
" Iya...!? Ini Restauran Mamaku...!?"
" Benarkah...!? wahh hebat .....!! Satriya ternyata ini adalah Restauran milik Pacarmu yaa...!!"
" Ehh Maa...!! dia ...!?"
Ketika Satriya akan menjelaskan , Mama Renata memanggil Renata.
" Renata...!? "
" Aa Sat...!? aku ...mau ke mama dulu yaa.. semuanya ...Renata minta maaf karena tidak bisa gabung...!?"
Renata pergi menemui Mamanya , Setelah Keluarga Satriya pulang namun Satriya masih belum pulang melainkan sedang menunggu Renata .
Rey berada di Parkiran Restauran sedang melakukan Komunikasi tentang Perusahaan Beakos yang akan segera hancur.
Ketika dia keluar dari Mobilnya tiba - tiba dipeluk oleh seseorang Wanita Cantik .
" Rey...!? "
Rey Memanggilnya " Mayya " dia adalah Cinta Monyet Rey yang selalu ditunggu - tunggu oleh Rey selama ini .
Rey pun menerima Pelukan itu dengan senang hati karena memang sudah lama tidak bertemu dengan Mayya karena harus pindah ke luar pulau mengikuti Ayahnya.
Renata melihat dengan sangat Jelas dibalik Kaca Pembatas ketika Rey dan Mayya berpelukan membuat hatinya bagai di tusuk - tusuk pisau berkali - kali.
Satriya kembali memanggilnya , Kali ini Renata akan berbuat seperti apa yang telah Rey Lakukan untuk menyakiti hatinya.
" Satriya... kenapa kamu masih disini...!!"
" Iyaa..!? Aku menunggu kamu...!? ohh iya Renata.. Apakah kamu tidak ingin pergi melihat Fina di rumah sakit...!?"
" Tadinya sih mau lihat tapi ...!?"
" Gimana kalo kita barengan aja...!?"
" Boleh ..!?"
Renata tiba - tiba menggandeng Tangan Satriya , membuat Tingkah Satriya menjadi Salting dan begitu bersemangat karena sosok yang di cintainya telah kembali seperti dulu .
" Maaf sat ,.. aku...!!"
" Jangan sungkan...!!"
Rey juga melihat mereka sedang bergandengan tangan dan masuk ke dalam mobil dengan wajah gembira .
Rey langsung mengikuti Mobil yang ditumpangi Renata dan meninggal kan Maya sendirian.
" Lohh...Lohh...Rey...Rey...mau kemana...!?"
Rey mengebut dan memberhentikan mobil Satriya.
" Keluar...!!!"
" Siapa ..!? apakah kita telah menyinggungnya..!?"
" Cepat Keluar ..!? Renata ..!?"
" Kamu kenal ..!? kenapa dia menyebut nama kamu..!?
" Iya.. dia CEO di kantorku...sebaiknya jangan keluar .. mundur ...lanjutkan jalan...dia agak Gila...!?"
" Benarkah...!?"
Satriya mengikuti Perintah Renata akhirnya semakin membuat Rey emosi meledak - ledak .
" Renata...!? berani - beraninya dia berselingkuh di depanku secara terang - terangan ...!? Ingat Renata ... Kamu hanya milikku...!? "
Rey mengamuk karena tidak berhasil membawa Renata .
Langit mulai bergemuruh menandakan akan segera hujan , Rey masih berada di Jalan memikirkan Renata yang pergi bersama Seseorang Pria .
Rey sangat mencintai Renata namun belum mengungkapkan secara terang - terangan.
Dirumah Sakit Renata melihat Perhatian Satriya yang begitu tulus, Renata juga menyadari jika Selama ini Satriya masih mengharapkannya namun kenyataannya Hati Renata telah mencintai Rey .
Ketika Mereka menuju Ruangan Ayah Fina di rawat tiba - tiba Di kejutkan dengan Berita yang membuat Sahabat Renata terpukul .
__ADS_1
Ayah Fina dinyatakan meninggal Dunia oleh seorang Suster .
Fina Menangis Histeris dan Renata segera berlari untuk menenangkannya.
" Fin...Fina...!? Tenanglah ..!!"
" Renn.. Ayah...Ayah uda pergi... pergi meninggalkan gue...!? Ren... gue uda ga punya Siapa - siapa lagi...!?"
" Lo lupa ..kalo Lo punya Gue ..!? Fina... gue tau Lo terpukul akan Hal ini.. Gue mohon untuk tenang dulu... !!"
" Hikss...hikss..!? Ayah...Ayahh.... jangan tinggalin Fina... Fina uda ga punya Siapa - siapa lagi... gimana cara fina untuk bisa menjalani kehidupan yang baik tanpa Ayah...!?"
Renata ikut menangis , Fina pingsan akibat sangat terpukul dengan kematian Ayahnya.
Satriya Memeluk Renata karena khawatir dengan Fina , Satriya mencoba menenangkan Renata agar tidak menangis lagi .
Entah mengapa Renata nyaman saat Berada di pelukan Satriya tiba - tiba dia teringat jika sudah menikah .
" Egghh...maaf Sat...!? Aku ..!? Fina.. Lo bangun... jangan seperti ini...!? Fin... Lo masih punya Gue... hiks...hiks....!!"
Rey pulang ke rumah dengan Keadaan Pucat karena membiarkan dirinya kehujanan terus menerus yang mengakibatkan tubuhnya Lemah .
Rey demam dan tidak mau makan malah menyiksa dirinya .
Rey menunggu Renata pulang namun sungguh disayangkan jika Renata tidak akan pulang untuk hari ini karena Keadaan Fina yang masih belum tersadarkan diri.
Rey terbayang akan Renata saat bersama Satriya .
Renata masih mengurusi segala Persiapan Untuk pemakaman Ayah Fina bersama Satriya .
Renata menginap di Rumah Fina , dan yang sedang terjadi saat itu adalah Seorang Rentenir memaksa Fina untuk angkat kaki dari Rumahnya karena Rumah itu sudah dijual oleh Ibunya .
Fina merasa sangat menderita seakan akan penderitaannya tiada henti .
Renata membawa Fina ke Rumah Mama Papanya .
Renata menyuruh Satriya untuk segera pulang karena sudah malam.
Tiba- tiba Renata teringat dengan Rey , Renata masih marah kepadanya akan tetapi di dalam hatinya masih menghawatirkan dan segera menelpon Nino.
" Hallo , Nino...!!"
" Kamu nelpon aku untuk menanyakan kabar bos... kenapa ga telpon langsung saja...!?"
" Nino... !!! aku cuma...!?"
" Udalah... Kamu sekarang ada dimana ...Bos Sepertinya lagi kurang enak badan...dia demam... ga mau makan pula...!!"
" Aa....aku menemani Fina... Ayahnya Meninggal ...jadi aku menemaninya...!?"
" Apa kamu tidak khawatir dengan Bos... kalo dia seperti Ayah Fina...gimana...!?"
" Nino....!!! Jaga bicaramu....!??"
Renata mematikan Telponnya dan mulai memikirkan perkataan Nino yang membuatnya Sangat Khawatir dengan keadaan Rey.
Renata meminta bantuan Mamanya agar menenangkan Fina karena dia akan pergi melihat Keadaan Rey yang lagi demam.
Renata segera Pulang untuk melihat Keadaan Rey , Begitu sampai di Kamar dia melihat Sekujur tubuh Rey yang tak bergerak bahkan wajahnya Pucat .
Renata hanya berada di dalam Kehaluan menganggap Rey sudah pergi meninggalkannya .
Renata menangis dan memeluk Rey dengan erat .
" Rey...Maafkan Gue ...!? Rey jangan tinggalkan Gue .. !? Rey.....!? Bangun....!!"
" Renata.....!? Lo apa sih...!? datang datang nangis - nangis ...!?"
" aahhh... Gue... gue...kira Lo ...!?"
" Gue uda mati ... gitu .. enak lo yaa bisa berduaan terus dengan Kapten Basket Bakti itu ..!!"
" iihh.. Apa sih...!? Lo yang keterlaluan ...se enaknya Berpelukan dengan Seorang Wanita di depan Restoran Orang tua gue lagi .. Untung mereka tidak lihat ...!!"
" Iya Terus ..!? enak dipeluk cewek lengket banget ..!?"
" Enggak ...!? biasa aja...!?"
" Terus kenapa tadi lo mengahalangi Jalan..!?"
" Yaa.. takut Lo di apa - apain...!"?
" Ga mungkin...!? gue uda kenal dia banget. ..lain sama lo...!?"
" Sudah lah ..gue mau istirahat...!?"
" Badan Lo Panas banget... tapi anehnya Lo masih bisa Action yaa...!? Kerenn...!?
" Gue Panas karena tadi main Kompor...puas lo...!?"
" Ohh Main Kompor...!? emang Kompornya di apain..!? Lo makan apinya ...!?".
" Terserah...!?"
" Atau Lo Panas gini karena abis Kebakaran hati ya.. aduhh...duh.... kasian...!? Ehh ...kenapa ada makanan disini...!?"
" Lo ..!? itu Nino ... tadi membawanya...!? Lain sama Lo ..!? gak ada Perhatiannya sama sekali ..!?"
" Wah Nino sangat perhatian ...!?"
" Ngapain Lo pulang...!?'
" Yaa.. takutnya lo ...!? aahh gue mau mandi...!!"
Selepas Mandi , Renata menyuruh Rey untuk duduk .
" Sekarang ... Ayo buka mulutnya...!!"
" Kasaar lo..!!"
" Mangap gak...!? Pinter...!? "
" Pelan - pelan ..!?"
Renata menyuapi Rey hingga memberi obat demam Kepadanya .
Renata juga memasang kan Selimut kepada Rey .
Rey menarik Tangan Renata dan memeluknya.
" Rey... Badan Lo panas banget ... lo abis ujan - ujanan yaa...!?"
" Diam ,. gue mau tidur..!"?
" Rey.. gue ga bisa nafas nih.. hawa lo panas banget ..!?"
" Biarin ...ada Lo yang jadi Penurun demam...!"?
" iihh... Lepas.. gue mau ke dapur..!?"
Renata mengambil Air Hangat untuk mengompres Rey .
" Renata... !? "
" Uda diam... aku tuh peduli sama Lo...!?"
" Peduli apa Cinta...!?"
" Lo aja yang berharap ... padahal Lo yang Cinta...!! kenapa lo diem..!? gue bener kan...!!"
__ADS_1
" Lo ga ikhlas nih...!?"
" Apa... !? Lo demam masih banyak Bicara ...ngeselin lagi...!?"
Rey membuka seluruh Bajunya dan meminta Seluruh Badannya di Kompres.
" Ini...!? Rey....Lo....!?"
" Sebenernya demam ini dimulai dari sini...!?"( menunjuk Jantung /Hati)
" Ya iyalah ... Jelas ...!? Namanya juga Cemburu..hahhaa...!?"
" Lo tertawa ...!?"
" Aahh... Lo diam ..!?"
Reaksi obat membuat Rey mulai mengantuk dan tertidur sedangkan Renata masih menggonta - ganti Kompres di badan Rey.
Renata menatap Rey ketika dalam keadaan Tertidur , ingin rasanya dia mencium keningnya.
Karena sudah lelah dia juga tertidur di samping Rey .
Rey bangun lebih awal dan melihat Renata yang sangat lelap dalam tidurnya membuat Rey ingin selalu di dekatnya.
Batin Rey (" Renata ,. Entah Cinta ini berawal sejak Kapan ..!? Sepertinya Cinta ini sudah lama namun gue Terlalu Egois ..!? Renata sampai kapanpun ...Lo akan menjadi milik Gue ..!?")
Renata membuka mata Indahnya dan melihat ke arah mata Rey .
" Ehmmm...!? uda dari tadi bangunnya...!!"
" Iya..!? "
" Terus ,. sengaja menatapku seperti itu ..!?"
" iya..!?"
" Rey.. Lo jujur aja kalo ...!?"
" Gue mau mandi..!?"
" iihhh.... dia ..!? selalu saja pergi begitu padahal belum selesai berbicara ..!?"
Renata bersiap - siap untuk segera pergi menemui Fina di rumah Orang Tuanya .
dan Rey juga diam - diam akan bertemu dengan Orang Tua Renata untuk menyerahkan Kepemilikan Hak Perusahaan dan Rumahnya kembali.
Rey telah menang dalam Menjatuhkan Galang kini dia mendekam di Penjara karena melakukan Insiden penipuan itu semua adalah Berkat Perusahaan yang mengusut tuntas tentang Galang , Rey hanya membuat Skenario untuk mereka dan Perusahaan yang telah membantunya akan mendapat Proyek dari Perusahaan PEDIAMART .
Gladys mencoba untuk menghubungi Rey namun Rey tidak menggubrisnya karena Ponsel Pribadi dan Ponsel Kerjanya tidak di kendalikan secara bersamaan .
Gladys menelpon Nino , Tangan Kanan Rey.
Nino menjawab Pertanyaan Gladys tentang Penggunaan Ponsel Pribadi dan Ponsel Kerja.
Saat itu Gladys benar - benar gelisah karena Perusahaan Papanya Hancur dan kini akan menjadi Gelandangan .
Rey memarkirkan Mobilnya di Halaman Rumah Orang Tua Renata dan betapa terkejutnya saat melihat sebuah Mobil yang juga terparkir .
Rey masuk ke dalam rumah dan Melihat Wajah Satriya dengan Jelas.
mereka saling pandang lalu membuang Wajah .
Fina masih terpukul dan tak mau bicara , Renata menemani Fina di sampingnya.
Rey tidak mengerti mengapa Satriya bisa ada di Rumah Orang Tua Renata.
Begitupun dengan Satriya , Papa Renata menyapa keduanya.
" Nak , Rey....!? dan teman Renata yaa...!?"
Renata mendengar Papanya menyebut nama Rey.
" Pa,. ada yang ingin saya bicarakan namun sepertinya ini tidak tepat...!? jadi lebih baik Ngobrol yang lain saja... oh iyaa.. Papa bilang dia teman Renata...!?" ( Rey ingin memberi kabar)
" Kamu panggil Papa kepada Papa Renata...!?"
" Iyaa nak Satriya.. jadi Nak Rey adalah menantu Saya... !?"
" Mmee ...mmenantu... Maksut om ...!? diaa.. diaa Su...Suami Renata...!?"
" Iyaa... jadi jangan sesekali mencoba membawa kabur Istri orang ..!?"
Satriya sangat Shock berat ketika mendengar Papa Renata mengatakan Jika Rey adalah Suami Renata .
Karena sudah kecewa kini Satriya meminta maaf atas kelancangannya .
Renata dan Fina keluar dari kamar melihat mereka.
" Fina...!? ada apa denganmu....!!"
" Ayahnya meninggal ...!! Lo ngapain kesini...!!"
" Ada perlu sama Papa..!?"
" Ya uda... , Sat.. anterin aku dan Fina yuk ..!?"
" Baik...!!?"
Sepertinya Satriya sangat gembira ketika Renata berkata kasar kepada Rey.
Dia ingin mencari tau ada apa sebenarnya diantara mereka mengapa bisa menjadi Suami Istri .
Rey memberikan Berkas kepemilikan Kekayaan Mertuanya sehingga membuat mereka tercenggang karena merasa tidak percaya.
Rey menjelaskan segalanya dan dipersilahkan untuk segera kembali ke Tempat yang seharusnya di tempati .
Selama 5 tahun lamanya Keluarga Renata sangat menderita Kemiskinan.
Sebelum Satriya menanyakan tentang dia dan Rey , Renata malah menjelaskan lebih dahulu jika Pernikahannya terjadi karena ke salah pahaman saja namun Renata masih belum pernah di sentuh oleh Rey.
Satriya malah meledek Renata , membuat Fina agak sedikit tersenyum .
Setelah mengantar Fina dan Renata ,.Satriya berpamitan untuk pulang .
Papa dan Mama Renata mengatakan jika besok mereka akan kembali ke Rumah Lamanya membuat Renata tak berkedip dan melongo .
" Mama sama Papa .. berkhayal... aku memang belum bisa membelikan Rumah mewah tapi secepatnya kok...!?"
" Renata.. kamu lihat ini..!? "
" Apa ini ma...!? Hah berkas... Rumah kita dan Perusahaan Papa akan kembali... jadi ...!?"
" Ini semua berkat Kerja Keras Suamimu...!?"
" Apa ma , jadi semua ini ..?? Rey yang ...!?"
" Iyaa.. Papa pernah bercerita tentang Latar belakang kita .. dan hari ini dia menepati Janjinya..!? padahal Papa tidak berharap ...!?"
" Selamat Ya Renata...!?"
" Fin... Lo akan tinggal di rumah lama gue.??"
" Tapi Ren.. tidak ingin selalu merepotkan...!?"
" Ehh..Fina sayang... Mulai detik ini juga Tante akan mengangkat Fina sebagai Anak ..!?"
" Terima Kasih Tante... Fina terharu...!? "
" Ma.. Dia akan jadi Adik atau Kakak Renata...!"?
__ADS_1
" Yaa tidak ada Perbedaan..!? Paa.. Apa Refan belum pulang ...kita harus beres - beres dan Pergi ke Rumah Lama....ahh sudah tidak sabar melihat Dapur lengkapku...!?"
Pada Akhirnya Keluarga Renata kembali ke Rumah yang lama mereka tinggalkan.