Kenyataan Cinta

Kenyataan Cinta
Episode 25


__ADS_3

Fina sudah siap untuk menuju ke Singgasana bersama Nino.


Pasangan Pengantin ini begitu sempurna hingga Renata berharap Sahabatnya akan Bahagia.


" Kenapa , Apa lo mau seperti Fina..!?".


" Enggak...!?".


" Bilang aja iya...?? apa susahnya...!?".


" Rey...!? gue sama sekali ga pengen ... lagian gue uda nikah sama Lo... dan Lo gila... masa gue disuruh nikah lagi....!?".


" Bukan begitu maksutnya Ren... Lo sih salah tangkap aja...!? hahh... gak kelar - kelar kalo salah ngomong di depan lo ..!?".


" Ya uda diam aja ..!??"


" Akhirnya Si Nino nikah juga...!?".


Selesai Acara Renata ingin berpamitan kepada Kedua mempelai karena sudah larut.


" Ren...terima kasih..?? Tanpa Lo ... gue ...??".


Fina menangis memeluk renata dengan eratnya.


" Fin... uda nangisnya... ayo kita masuk...!?".


" Nino....nino...!? gue tau lo mau Unboxing tapi ga saat begini ...!? pasti Istri lo capek..!? kasih jeda dikit... !?".


" Hehe Iyaa..iya..bos...!?".


" Fina... sekarang Lo uda jadi Istri...!? uda sana istirahat...!?".


Fina dan Nino segera masuk ke dalam kamar.


Tiba-tiba Rey mengatakan sesuatu yg membuat Renata begitu mengejutkan.


" Gue masih capek Rey ...!?".


" katanya mau jadi Istri yg baik...!? melayani Suami dengan baik...!?".


" Lah lo tadi bilang ke Nino... kasih Jeda karena Fina Capek...!? gue juga capek Rey...!? lo minta Jatah disaat begini ...padahal tadi malam uda..!?".


" Pengennya Tiap hari..!? uda lo siap-siap aja karena gue mau nyerang ...!?".


Renata pasrah dengan apa yg dikatakan Rey karena memang sudah menjadi Tugasnya.


Renata membersihkan diri untuk persiapan , Hpnya berdering.


" Siapa lagi yg telpon ..!? " begitu melihat dilayar Hpnya ternyata Fina yg sedang menelpon.


*Percakapan*


" Hallo Ren...!? lo sibuk ga...!"


" Enggak... Fin kenapa jadi nelpon gue sih... harusnya lo mandi sana siap-siap...!?".


" Ya ini gue lagi di kamar mandi... Ren kok gue jadi Dredeg gini yaa... Kalo punya Nino besar gimana ...bisa jebol...!?".


" Uda terima aja...!? bisa-bisanya lo bicara kek gitu...!?? nih gue juga mau bersiap-siap..!? Rey ga mau kalah sama Nino..!? ".


" Habis itu ... gue telpon lo lagi yaa...!?".


" Hahh...!?".


Fina menutup Telponnya tiba-tiba karena Nino mengetuk pintu kamar mandi memanggil Fina.


Rey masih sibuk menyelesaikan Pekerjaannya di Ruang Kerja.


sedangkan Renata sudah mulai mengantuk menunggu Rey begitu lama.


30 menit kemudian.


Rey memeluk Renata dari belakang untuk membangunkannya .


" Mengapa tidak menungguku..!?".


" Ahh... Rey uda ngantuk nih... ga bisa buka mata lagi...!?".


" Ya uda sekarang tidurlah...!?".


Rey merasa kasihan karena Renata terlihat begitu lelah.


Hp Renata berdering berulang kali namun Renata tidak mendengar karena sudah begitu lelah.


Rey membuka Hp Renata dan melihat ternyata Fina yg menghubungi berkali-kali.


Fina juga mengirimkan Pesan dan Rey tiba-tiba Penasaran sebenarnya apa yg telah terjadi.


*Isi Pesan Fina.*


" Ren... gue uda tau Rasanya berhungan intim seperti apa ..!? kenapa gue ga dari dulu aja nikah... nyesel banget.. eh Ren... Ternyata benar kata gue ..itu... punya Nino gede , xixxi..tapi sepertinya sudah menjadi Ukuran deh karena gue mampu .. ! ini uda ronde ke 3 kita main... hebat kan kita...!?".


Rey membaca pesan dari Fina membuat dirinya panas dingin.


Rey mengirim Chat kepada Nino.


* Isi chat*


"Hebat juga lo No.. masalah Ranjang ternyata lebih jago dari gue... kasih tau Rahasia nya sampe Main dengan Ronde berkali-kali..!?".


Nino membuka Hpnya dan melihat Pesan dari Bosnya.


" Hah...kenapa Bos bisa ...!? beginilah kalo nikah sama Cewek yg ga bisa jaga Rahasia.. Tapi dia tetaplah Istriku...??" dalam batin Nino.


pagi telah tiba , Renata segera pergi untuk membersihkan diri.


Setelah selesai mandi Renata melihat Rey yg sepertinya menunggu dirinya.


" Kenapa melihatku seperti itu..!?".


Tanpa basa - basi Rey menghampiri Renata dan mencium lehernya dan menikmati aroma Tubuh yg ada pada Renata.


Renata merasakan sensasi yg begitu nikmat membuat seluruh tubuhnya bergetar.


Rey menyandarkan Tubuh Renata ke Tembok pagi ini keduanya begitu Panas.


Saat Rey bersiap tiba-tiba Hpnya berdering namun Rey tidak menghiraukannya.


Hpnya terus saja berdering berkali-kali membuat Risih keduanya.


" Siapa yg berani menggangguku di pagi sekali..!?".


Rey membuka Hpnya dan terkejut ternyata telah terjadi sesuatu di Perusahaan.


Dimas menjual aset Perusahaan tanpa sepengetahuan Rey.

__ADS_1


Rey sangat marah karena Dimas begitu berani melakukan Perbuatan yg bukan Haknya.


Rey Pergi meninggalkan Renata tanpa memberi tau dengan apa yg telah terjadi.


Rey sama sekali tidak khawatir meskipun Perusahaannya diambil alih namun Rey hanya memberi Peringatan terhadap Dimas .


Dimas tidak takut dengan apapun yg dilakukan Rey .


Perbuatan Dimas karena Gladys telah mempengaruhinya.


" Dim... Lo akan nyesel...!? kenapa lo jadi bego gini sih...!? mau bagaimanapun juga itu Perusahaan tidak bisa jatuh pada siapapun...!?". Batin Rey.


Ternyata Surat-surat aset yg dijual kepada Perusahaan lain palsu.


Dimas dituntut karena telah melakukan Penipuan.


Dimas dan Gladys tidak bisa menjauh dari Tuntutan dan mereka akan menerima hukuman .


Akhirnya Dimas mendekam di penjara sedangkan Gladys kabur entah kemana larinya polisi masih mencari keberadaannya.


Rey pergi mengunjungi Dimas.


"Kak Dimas... Kak Dimas... yg tidak pernah berterima kasih...!? ngapain lo nekat...!? lo pikir gue bodoh...!? Sekarang barulah merasakan tempat yg sesungguhnya...!? rasakan semua itu..!? .


" Rey... ini pasti semua karena Lo...!? kenapa lo ambil semua kebahagiaan gue...!?".


" Apa yg gue ambil dari Lo... selama ini lo yg numpang bahagia kepada Keluarga gue...!?".


" Renata...!?".


Rey sangat terkejut mendengar dimas mengatakan Jika Rey Telah merebut Renata darinya.


" Bagus... Sempurna...!? bagaimana rasanya hasil dari merenggut kebahagiaan ..!? Bodoh... lo memang bodoh ...!? seharusnya lo hidup dengan baik ...!?".


" Rey... Gue emang bodoh..!? tapi gue gak akan nyesel ..!?".


" Terserah...!? jaga diri lo ... mungkin lo uda ga punya kebebasan seperti sebelumnya...!?".


Bagaimanapun Dimas tetap Sepupu Rey dan masih mengampuninya.


Rey memulai kembali memimpin Perusahaannya .


Renata telah berhenti bekerja karena Rey memohon kepadanya.


Pekerjaan Rey begitu menumpuk hingga tidak bisa memberi kabar kepada Renata sehingga membuat Renata pergi untuk melihatnya.


Fina pun telah berhenti bekerja karena Nino tidak menginjinkannya untuk bekerja karena Pekerjaan Rumah Tangga sangat melelahkan.


Renata mengajak Fina untuk pergi ke Kantor .


Semua orang menyapanya dengan sangat ramah .


namun ada Karyawan baru yg tidak mengetahui status Renata di Perusahaan yg dipimpin Rey.


Dia adalah Dilara sang Sekretaris yg baru direkrut oleh Nino untuk Rey.


" Maaf Nona... anda tidak boleh masuk...!?".


" Heii... Lo....!?". Fina menunjuk Dilara.


" Udah.. emm... Tuan Rey ada didalam...!? bolehkan saya menemuinya...!?".


" Maaf Nona ,. tidak ada yg boleh masuk kecuali ada janji itupun harus ada pemberitahuan dari Resepsionis..!?".


" Saya Dilara sekretaris Tuan Rey...!?".


" Centil sekali , jangan-jangan dia pengganti ...!?".


" Fina ,.lo kalo ngomong ceplas Ceplos... hahh... Ehmmm Pokoknya Saya harus masuk..!? tidak ada pengecualian...!?".


" Minggir...!?".


Dilara berusaha menghadang mereka namun membuat Renata emosi dan menampar Dilara.


*Plakkkkkk*


" Uhh.. Mantap Lo Ren....!? Sahabat gue memang keren...!?".


Dilara membalas Tamparan itu namun tangannya dihempaskan oleh Renata.


" Fina.. gedor aja pintunya...!? mau rusak..mau hancur gak peduli...!?".


" Seppp Ladybos...!?".


Nino mendengar Suara berisik diluar membuat Rey begitu marah.


" Dilaa.....!??".


Nino melongo pada saat melihat Fina yg ternyata membuat onar.


Nino sangat terkejut melihat Dilara yg habis dihajar Renata.


" Cepat masuklah... Laporkan kepada Pimpinanmu....!? Nino , Antar Fina jalan-jalan..!?".


Renata menyuruh Dilara masuk untuk melapor ke Rey.


Dilara menangis seakan-akan menambah-nambahkan bumbu Penderitaan yg sedang melandanya.


" Dilara... apa yg telah terjadi... siapa yg telah menyakitimu seperti ini...!? tidak bermoral...!?".


" Tuan....hikss..hikss.. ada Wanita Gila yg menyerang ..entah apa salahku.. dia begitu kejamnya ...!?".


Begitu Renata masuk dan telah mendengar Perkataan Dilara.


*Prokprokprok..!! . Renata bertepuk tangan.


" Renata...!?".


" Diam...!? Bagus sekali ... rupanya ada rubah yg pandai berakting disini...!?".


" Dilara keluarlah...!?".


" Tidak perlu keluar ... biar aku saja yg keluar..!?".


" Sayang...!? ada apa denganmu...!?".


Dilara terkejut melihat Pimpinannya memanggil nama Renata dengan sebutan Sayang.


" Apa...!? wanita itu...!? siapa dia... apakah Istrinya...!? ahh mana mungkin ... Tuan tidak terlihat sudah menikah... apa pacarnya.m hanya pacar saja sudah berlagak...!?". Batin Dilara.


Rey menyuruh Dilara untuk keluar karena ingin menyelesaikan Masalah.


" Tenangkanlah dirimu...!? ".


" Apa.. jangan sentuh gue...!? Lo kira dengan begini bisa aman...!? siapa yg merekrut wanita kurang ajar seperti dia.... lalu mengapa dia tidak tau siapa gue ...!? atau jangan-jangan sengaja...!?".

__ADS_1


" Dia memang baru... sudahlah jangan dibawa emosi...!? Lupakan...!?".


" Lo bilang Lupakan Rey... bagus... yaa.. cukup sempurna pembelaannya...!? gue mau pulang...jangan kejar lagi... !?".


"Renata kenapa lo masih saja tidak berubah ..!?".


" Karena kalo gue berubah... mungkin suami gue bukan Lo lagi...!?".


Perkataan Renata sungguh menyakitkan hati Rey sehingga Dirinya mulai emosi juga dan tidak mengejar Renata.


Setelah Renata keluar dari Ruangan Rey bertemu lagi dengan Dilara secara tidak langsung Dilara menertawai Renata.


Renata menatap Dilara dengan Tajam bahkan sudah tersimpan rasa kebencian didalamya.


Renata pergi begitu saja tidak mencari Fina .


Fina dan Nino mencari Renata ke ruangan Rey namun tidak ada .


Fina menyuruh Nino untuk menanyakan keberadaan Renata.


" Bos... Ladybos ada dimana...!? mengapa tidak melihatnya...!?".


" Pergi..!?".


" Pergi...!? e... pergi kemana ya kira-kira bos...!?".


" Nino ,. jika masih ingin bekerja denganku... suruh diam istrimu...!?".


" Ada apa ini...!? mengapa malah menyalahkan Suamiku... bahkan terlihat memojokanku... apa semua ini karena Sekretaris itu...!? pintar sekali dia...!?".


" Cukup... Keluar....!? "


" Tuan Rey.. Ku katakan padamu... jaga sikap anda terhadap Renata... jangan pernah menyesal karena tidak mengejarnya....!?".


" KELUARRRRRR....!? "


" Fin... ayo cepat..!? "


" Satu lagi.... Renata itu lagi Hamil loh..!? yakin tidak ingin mengejarnya...!? baiklah suamiku aku akan keluar tanpa diantar...!?".


Rey begitu kaget mendengar pernyataan dari Fina.


" Renata hamil....!?".


" Bos.. Sebelumnya Fina tidak bercerita... mungkin ini masih hangat...!? sekarang kejarlah...cari Ladybos....!?".


Rey segera keluar mencari Renata dan ketika keluar dari Ruangannya Dilara mengatakan jika Renata tidak cocok untuk Rey.


" Nino...!?".


Lo nemu dia dimana...!? pecat dia...!?".


" Baik bos...!?".


" Kenapa saya dipecat...!? "


" Sadarlah... Kamu siapa ..!? masih baru mentang-mentang cantik sudah mau menggantikan Posisi Ladybos...!? kemasi barang-barangmu...!? untung saja kamu tidak menyukaiku....!?".


" Ladybos...!? jadi Wanita itu Istri Tuan Rey..!? ".


Rey masih mencari Keberadaan Renata namun ternyata dia tidak pulang ke rumah begitupun sebaliknya dia tidak pulang ke rumah Orang Tuanya.


Rey tidak tau lagi harus mencari Renata dimana lagi .


Tiba-tiba Hp Rey berbunyi mengabarkan jika Renata telah masuk Rumah Sakit.


Mendengarkan Nama Renata disebut Rey langsung terasa lemas bahkan tak sanggup untuk menyetir lagi.


Rey harus segera cepat pergi ke Rumah Sakit untuk melihat keadaan Renata.


Renata hanya mengalami Kelelahan dan harus beristirahat total .


" Rena,.. !? ".


Orang Tua Renata menangis melihat keadaan Renata yg lemah terbaring di rumah sakit beruntung kandungannya tidak terjadi apa-apa.


Rey datang untuk melihat keadaan Renata .


" Maa.. Bagaimana keadaannya...!?".


" Renata hanya kelelahan saja nak...!? kau temuilah Dia...!?".


Rey masih sedikit Ragu karena takut Renata masih marah kepadanya.


" Bagaimana sekarang keadaanmu..!? ".


" Hanya Lelah..!? ".


" Mengapa tidak bilang jika kamu hamil...!?". Rey berbicara sopan.


" Tadinya mau ngomong.. hanya saja karena wanita itu...!?".


" Nino yg merekrutnya dia masih baru namun sudah dipecat...!".


" Baguslah...!?".


" Renata jangan main-main lagi ,.. kamu sedang hamil ...aku tidak mau ada sesuatu denganmu...!? dan calon anak kita...!?".


" Iya..!?".


Rupanya Renata tidak marah kepada Rey .


Setiap hari Rey selalu memanjakan Renata .


Nino mendengar Kabar kehamilan Renata sepertinya sudah menginginkan anak dari Fina.


9 bulan berlalu kini waktunya Renata bersiap untuk bersalin ke Rumah Sakit.


Renata berusaha untuk melahirkan Normal untuk itu Rey mendampinginya.


" Duhh..Rey ...sakit pinggangku...!?". sambil pegang tangan Rey


" Iya..Aku tau sayang... sabar yaa...!?".


" duhh... kebelet Pup...!? uda mules banget..!?".


" Bu Bidan gimana ini ...!? Istriku ingin ke kamar mandi...!?".


" Tidak perlu Tuan... Nona Renata sudah pembukaan 9 dan kemungkinan 10 menit lagi akan proses ...!?".


" Uda ga kuat lagi...!? duhhh Rey.... kok tambah sakit gini yaa...!? dduhhhh ....Rey....!?".


Renata mulai merasakan Sakit luar biasa sepertinya Renata akan segera melahirkan Bidan yg menanganinya sudah mempersiapkan segalanya.


" Nona... tidak boleh berteriak ya.. Nona pinter banget liat itu kepala bayi sudah muncul... ayo nona ambil nafas lalu keluarkan...iyaa ...ambil nafas lagi....!? keluarkan lagi ... ..!?".

__ADS_1


__ADS_2