
Renata sudah merasakan lebih sakit lagi hingga Tangan Rey mulai digigit oleh Renata.
Rey menahan rasa sakit karena gigitan Renata begitu kuat dan menyakitkan.
" Iyaa.. Nona...sedikit lagi... pinter...!? iyaa...ambil nafas...!? lalu keluarkan.... ayo mulai mengejan ...!?? Bagus Nona...!?".
Suara Bayi mulai terdengar membuat Rey begitu bahagia hingga meneteskan air mata.
" Anakku sudah lahir ...anakku sudah lahir...!?". Rey penuh dengan kegirangan.
" Selamat Tuan dan Nona .. Anak anda seorang Putra ..!? sehat ...Begitu tampan..!?".
Keluarga sudah tak sabar untuk melihat Rey Junior .
Nino menangis melihat Rey menggendong bayinya.
" Nino kenapa lo nangis...!?". Tanya Rey.
" Boss... Pasti sangat bahagia yaa...!?".
" Jangan tanya lagi...!? pasti bahagialah...!? semoga lo cepat menyusul...!?".
Fina merasa gagal menjadi seorang Istri untuk Nino karena belum juga hamil.
Renata menganjurkan untuk Fina dan Nino agar keduanya pergi ke dokter Spog .
Fina sangat setuju dan langsung mengajak Nino untuk pergi ke Dokter Spog.
Hasil sudah keluar ternyata Sel Telur Fina susah untuk dibuahi oleh Sel ****** Nino.
namun masih ada harapan untuk hamil bukan berarti Fina Mandul.
__ADS_1
Mereka menjalani Program Kehamilan yg di anjurkan oleh Dokter.
Rey dan Renata memberi Nama Putranya
" Raifandra Putra Raikana " .
Sudah lengkap Kebahagiaan Rey dan Renata kini Cinta yg bertumbuh membuatnya selalu bertahan walau banyak Rintangan.
Rey yg sudah lama menyukai Renata namun tak bisa mengatakan karena Egonya begitu besar.
5 tahun berlalu.
Rey dan Renata sudah menjadi keluarga seutuhnya saling mencintai dan tidak ada hal yang perlu di sembunyikan lagi.
Putra pertamanya sudah menginjak usia 5 tahun , bahkan Kiara tengah hamil anak ke dua.
" Raifan ". Panggil renata pada buah hatinya.
" Dimana Raifan , dia belum makan ". Kata Renata.
" Tadi dia main sama bibi di taman belakang mungkin saja masih disana , kamu semakin lama semakin cerewet saja ". Kata Rey yang mengomentari Renata.
" Loh kenapa jadi berkomentar seperti itu , aku seperti ini karena menyayangi Raifan ." Balas Renata.
Kemudian pembantu mereka datang dengan membawa Raifan dengan keadaan tubuh yang di penuhi kotoran.
" Raifan !! astaga sayang mengapa seperti ini". Ucap Renata yang mendekat ke arah Raifan.
" Biasalah anak - anak jika seperti itu . Raifan berani kotor itu baik ." Kata Rey.
" Kamu pikir Raifan duta iklan Rinso ". Ketusnya.
__ADS_1
" Nyonya , Tuan sebaiknya saya bawa Tuan muda untuk di bersihkan dulu ". Kata pembantu.
Renata dan Rey belakangan ini sering kali selalu berdebat .
Renata menjadi sensitif kemungkinan karena hormon kehamilannya sedangkan Rey tidak bisa mengendalikan egonya .
Nino datang bersama Fina untuk berkunjung ke rumah Rey dan Renata , kebetulan saat ini Fina tengah mengandung anak ke 2 namun anak yang pertama di nyatakan meninggal sebelum di lahirkan.
*Toktoktok*.
Tidak ada yang membuka pintu rumah membuat Nino dan Fina merasa heran.
" Kemana mereka ? mengapa masih tidak membuka pintunya ". ucap Fina.
" Sabar , mungkin mereka sedang sibuk di dalam ". Kata Nino yang mencoba untuk menenangkan Fina.
*Toktoktok*
Sekali lagi fina mengetuk pintu rumah Rey dan Renata.
*Cklek*
" Oh , Nino masuklah ." Kata Rey yang kebetulan akan segera berangkat ke Kantor .
" Iya bos , Apakah berangkat sekarang ?". Ujar Nino.
" Masuklah dulu sebelum Renata menyemprotku , belakangan ini selalu saja marah - marah tidak jelas ". Keluh Rey pada Nino.
" Mungkin itu karena hormon bos dan efek kehamilannya ". Sahut Fina.
" Lalu mengapa kamu tidak seperti Renata ".
__ADS_1
" Terkadang bos , Fina sangat menyebalkan ". Sahut Nino.