
setelah berpikir panjang akhirnya Selvi menemukan apa yang akan di lakukannya untuk menenangkan hati bos dinginnya itu siapa lagi kalau bukan Johan.
" ah akhirnya , kopi buatan gue siap, semoga tu bos suka ya " Selvi berkata sendiri dengan nada pelan.
sebelum memasuki ruang kerja Johan, Selvi mengetuk pintu terlebih dahulu
" tok, tok, tok"
" masuk " sahut seseorang di dalam ruangan itu
" tuan ini saya buatkan kopi untuk anda supaya tidak mengantuk"
" hmm"
" kalau begitu saya permisi tuan" kata Selvi dengan menampilkan senyum palsunya
" hmm"
setelah menutup pintu ruangan itu Selvi mengomel atas kelakuan Johan yang irit bicara itu
" apa - apaan tu bos, irit benar ucapannya"
sedangkan di sisi lain Johan nampaknya mengembangkan senyuman atas kelakuan Selvi
" gadis aneh, pasti dia mengomeliku di luar sana" kata Johan dengan nada lirih sambil menggeleng - gelangkan kepalanya (bukan berarti pusing ya guys, pahamkan👍 paham ajah deh ah , kita lanjut ceritanya guys🤭)
Malam berganti pagi, sinar mentari menunjukkan cahaya ilahi, ayam jantan pun berkokok demi membangunkan penduduk bumi
Johan: thor ini di apaatemen mana ada ayam jantan berkokok
author : suka - suka thor dong😝
Johan : terserah author cantik deh
author : nah gitu dong babang Johan yang gantengnya ngak ketulungan
( ok abaikan percakapan author dengan Johan ya guys , kita lanjut ke ceritanya)
Selvi yang sudah rapi dengan seragam kantornya lagi menyiapkan sarapan untuk dirinya dan juga Johan . Mereka sarapan pagi bersama - sama tanpa ada suara yang hanya bunyi lengkengin sendok yang terdengar.
...****************...
Di perusahaan Anderson Company tepatnya di ruang CEO
" permisi tuan, ini berkas yang harus di tanda tangani"
" hmm"
" bagaimana rasanya memiliki istri tuan"
" biasa saja "
" benarkah?" tanya Melvi menggoda dengan menaik turunkan alisnya
" iya, sekarang kau keluar dari ruanganku"
" hu, seperti itu saja kau sudah mengusirku" Melvin berkata lirih
" kau mengumpatku ya "
" ah tidak tuan, kalau begitu saya permisi tuan"
" hmm"
__ADS_1
Melvin berlalu meninggalkan ruangan itu, sedangkan seseorang di dalam ruangan itu ya siapa lagi kalau bukan Johan . Johan memencet sambungan telvon di atas mejanya yang terhubung langsung oleh telvon di meja sekretarisnya itu, setelah sambungan terhubung Johan berkata.
" ke ruangan ku sekarang, tiit" Johan memutus sebelah pihak sambungan itu tanpa menunggu jawaban dari pihak yang di hubunginya.
beberapa menit kemudian, bunyi ketukan pintu terdengar
"tok ,tok ,tok"
" masuk"
" ceklek" bunyi pintu
" ada apa tuan memanggil saya ya"
" buatkan saya kopi"
" tapi..."
" kamu mau saya pecat"
" kalau begitu saya permisi tuan" jawab Selvi menampilkan senyuman palsunya.
di luar ruangan CEO, Selvi menyumpahi sarapah bos sintingnya.
" apa - apaan tu bos, bikin kesal ajah deh aa" kata Selvi sebelum pergi membuatkan kopi untuk bos sintingnya itu
sedangkan di dalam ruangan Johan berkata
" ada apa dengan diriku ya, kenapa aku suka sekali menjahili sekretaris itu, " guman Johan dalam hatinya sambil senyum sendiri
lima menit kemudian Selvi datang membawah nampan yang berisi kopi untuk Johan.
" ini kopinya tuan"
" hmm"
" kalau begitu saya permisi tuan"
" ya tuan, ada apa? "
" temani saya minum"
" baik tuan"
Johan meminum kopi buatan Selvi dengan nikmat tanpa mempersilakan Selvi duduk.
( wah ini kurang Johan namanya, minta di tabok kepalanya dengan gas tiga kilo ya ngak guys, orang di suruh nunggu, ngak di persilakan duduk, kan penat betis inces Selvi, ok lanjut ke ceritanya ya guys)
sedangkan Selvi yang merasakan letih di bagian betisnya bergerak tidak nyaman
" ada apa? " tanya Johan
" saya lelah berdiri tuan"
" ya duduk"
" tapi tuan tidak mempersilakan saya duduk"
" harusnya kasih tahu saya dari tadi"
" nanti saya di bilang tidak sopan"
" alah alasan"
__ADS_1
" apa sih mau nih bos" Selvi berguman di dalam hatinya setelah mendudukkan bokongnya pada sofa yang ada di dalam ruangan itu
" kamu nyumpatin saya ya"
" ah tidak tuan"
waktu pun berlalu, dari fajar menjadi siang, siang menjadi sore, semua karyawan di perusahaan Anderson Company telah bersiap - siap untuk pulang, begitu pula bos dan sekretarisnya. Saat menaiki lift khusus presdir, Johan berkata
" kamu pulang barang saya ajah"
" ah tidak usah tuan"
" tidak ada penolakan"
" iiiii apaain sih bos , main maksa ajah deh aa" guman Selvi dalam hati kesal akan sikap bosnya
" kenapa?"
" ah tidak tuan"
" ayok masuk"
Selvi pun memasuki lift tersebut setengah berlari, tiba - tiba hak sepatu Selvi terlepas, karena tubuh Selvi tidak kuat menyeimbangi berat badannya akhirnya badannya menimpa badan Johan, sehingga mengakibatkan merela bersitatap alias saling pandang dan membuat jantung mereka sama - sama berdisko.
" dag ,dig , dug" bunyi jantung Johan
" ada apa dengan jantung ku? " guman Johan dalam hatinya, begitu pula dengan Selvi
" kenapa dia cantik sekali" kata Johan dalam hatinya lagi
sedangkan di belakang mereka ,seseorang menyaksikan kejadian itu mendehem guna menghancurkan drama itu ya siapa lagi kalau bukan asisten Melvin
" ehem, sudah saling pandangnya nantu jatuh cinta" kata Melvin menggoda dua sejoli itu dengan menaik turunkan sebelah alisnya
sedangkan yang di goda kelimpungan, mereka sama - sama menyeimbangi berat badan mereka sehingga bisa berdiri dengan normal kembali
" kamu tidak apa - apa ?" tanya Johan pada Selvi
" ah tidak apa - apa tuan, cuman sepatuku rusak" jawab Selvi dengan pipi merah merona kepergok oleh asisten Melvin saling pandang dengan bos mereka
" ah iya, nanti kita beli yang baru"
" wah, wah ada angin apa tuan bisa baik begini" kata Melvin
" ah kau ini kenapa" kata Johan yang pipinya sama - sama berona seperti Selvi
" ah tidak ada tuan, aku cuman mencium bau - bau orang lagi kasmaran tuan"
" kau inji, ayo pencet tombol liftnya biar kita sampai kelobi" jawab Johan yang malas berdebat
" baik tuan"
mereka pun sampai di lobi, lalu menuju tempat pakiran , guna mengambil mobil yang akan mereka tumpangi untuk pulang.
# bersambung
jangan lupa sedekahnya ya para reader
👇
Kasih like,coment, hadiah, dukungan, dan votenya ya para pembaca ter the bast. Biar Author semangat untuk nulisnya ceritanya
Terima kasih🙏🙏
__ADS_1
Jangan lupa follow ig Author @selvi_julianengsih