
hari yang di nanti - nanti pun tiba, ya hari di mana Johan mencoba melamar Selvi sekaligus menegosiasi dengan orang tua Selvi agar Selvi tetap menjadi istrinya, ya mereka lagi di bandara soekarno hatta yang datang menggunakan jet pribadi milik keluarga Anderson
" mas saya takut" kata Selvi pada Johan.
" tenang kita hadapi bersama - sama dan saya minta maaf melibatkan kamu dalam masalah ini"
" iya mas, kan sudah mas ucapkan dari kemarin - marin"
" tapi saya sangat bersalah sama kamu"
" sudah - sudah tidak usah di bahas lagi mas"
" eh, ngoming- ngomong, kok kamu lancar benar manggil saya mas sih, apa kamu udah lama kepikat sama duda tampan ini ya"goda Johan pada Selvi dengan menaik turunkan sebelah alisnya.
" iiii apaan sih, jangan kepedeaan deh" jawab Selvi kesal dengan pipi yang sudah merona akibat malu dengan ucapan Johan.
cup ~
Selvi yang mendapatkan ciuman mendadak itu syok
" satu kecupan semangat" Johan mengedipkan sebelah matanya pada Selvi.
" ii, bikin kesal ajah" Cemberut Selvi dengan mengayunkan bibirnya ke depan seperti mulut bebek.
Johan yang gemas atas tingkah Selvi pun mencium kembali bibir manis yang menggoda itu, ya bibir mungil Selvi sangat menggoda bagi Johan.
cup ~
" kok di cium kembali sih" protes Selvi
" itu hukuman untukmu karena bertingkah menggemaskan di depanku, jadi bibir mu jangan seperti itu lagi kalau tidak ingin di cium, paham"
" paham"
mereka sudah di sambut oleh orang suruhan Johan dan langsung menuju tempat kediaman keluarga Selvi.
di rumah kediaman keluarga Selvi
" tok, tok, assalamu' alaikum pa, ma" kata Selvi memanggil keduan orang tuanya.
tidak lama kemudian pintu pun terbuka
" cleak " bunyi suara pintu
sehingga menampilkan sosok mama Ayu di balik pintu
__ADS_1
" ya ampun sayang, akhirnya kamu pulang juga ya, kemana ajah kenapa gak datang pas nikah Gista adikmu?, eh tapi kok pulang gak kasih tau mama sama papa, biar kita pulangnya barengan" tanya Ayu pada sang anak tanpa jeda.
" ah mama, intinya aku bikin surprise "
" ya udah yok masuk " kata mama Ayu tanpa mempedulikan orang yang datang bersama anaknya
" ah iya ma, yuk Johan" kata Selvi pada Johan.
" iya " jawab Johan
sedangkan Ayu agak sedikit terkejut dengan sosok Johan karena tadi dia tidak memperhatikan Johan.
" eh kamu pulang bawah teman ya , ya dulu masuk nak" kata mama Ayu mepersilakan Johan masuk.
" ya tan" jawab Johan dan mencoba menyalami Ayu.
setelah bersalaman, merekapun memasuki rumah minimalis yang nampak sederhana itu tapi sangat rapi, di dalam mereka di sambut oleh papa Rafi dan secara kebetulan ada Fakhri dan keluarganya.
" ah ternyata putri papayang pulang" kata papa Rafi pada Selvi dan memberikan pelukan kerinduan yang di sambut baik oleh Selvi.
selanjutnya arah pandang papa Rafi jatuh pada sosok Johan yang tidak jauh dari tempat berdiri Selvi, Johan mencoba menyami papa Rafi seperti yang ia lakukan pada mama Ayu.
" Johan om" kata Johan memperkenalkan namanya.
mereka menduduki kursi yang ada di ruang tamu rumah itu, sedangkan mama Ayu membuatkan minuman untuk tamunya itu, setelah beberapa menit mama Ayu kembali dengan membawah nampan berisi minuman serta cemilan.
" silakan di minum nak " kata mama Ayu pada Johan.
" ya tan"
Johan meminum meminum minuman yang di buat oleh mama Ayu untuknya, setelah meminum minuman itu Johan mencoba bicara dengan keluarga Selvi.
" maaf tan, om kedatangan saya mendadak kesini"
" ya iya tidak apa - apa kok nak"
" sebelumnya perkenalkan saya Johan Sean Anderson putra tunggal dari pasangan Clara Putri Arderson dan Edric Michael Arderson, ya saya CEO di perusahaan Anderson Company tempat Selvi bekerja, kedatangan saya kemari ingin meminta restu hubungan kami pada om dan tante"
" ah maksud kamu minta restu menikah gitu"
" ya om, saya mau tanggung jawab om"
" kamu memperkosa anak saya ya" bentak papa Rafi.
" ah tidak om, saya cumam membuat dia mencintai saya kok, ya kan Vi" jawab Johan memberi kode untuk menyiyakan perkataannya.
__ADS_1
" ah iya pa, betul kata Johan, aku sangat mencintainya, sampai pisah pun tak sanggup" kata Selvi yang di buat dramatis agar keluarganya percaya.
" loh Johan, kok ada di mari, bukannya kamu pindah ke kalimantan ya?" Fakhri yang tiba- tiba datang dengan Habib sang putra di gendongannya di ikuti sang istri Auren di sampingnya sambil membelai kepala Habib.
" Fakhri , Auren, kalian ngapain di sini?" tanya Johan pada pasangan suami istri itu.
" harusnya kita yang nanya, kamu ngapain di rumah orang tua ku?"
" jadi om dan tante ini,,,," perkataan Johan di potong Fakhri.
" ya mereka orang tuaku, eh Selvi kamu ngapain dekat- dengat duduknya dengan duda satu ini?" tanya Fakhri pada sang adik.
"sudah- sudah, kamu nak Johan kalau serius kamu dengan Selvi putriku kamu harus bahwa orang tuamu kehadapan kami" kata papa Rafi tegas.
" baik om, secepatnya"
" apa- apaan ini pa?, tungguh jangan bilang kamu nikah dengan duda satu ini Selvi?"
"iy, iya kak" jawab Selvi gagap.
" emang gak ada laki- laki lain selain dia sih?"
" mas udah dong kamu gak boleh gitu" Auren yang tadinya diam, akhirnya buka suara.
" tapi dia itu gak cocok dengan adikku"
" apa karena aku lumpuh sehingga kamu bilang aku gak cocok dengan adikmu, atau karena statusku yang duda" jawab Johan dengan nada emosi.
" sudah, Fakhri harusnya kamu senang dong, akhirnya adikmu mau nikah juga, mama tu udah capek menjodohkan dia tapi gak mau, sekarang dia mau nikah, kita harusnya mendukung, dan untuk nak Johan kami minta maaf salah kata ya, jangan di masukkan kedalam hati, oh ya bagaiamana kita makan siang, mama udah masak enak lo hari ini" Ayu manangani pertikaian yang terjadi.
" ah iya ayok nak Johan" ajak Rafi pada Johan.
Mereka makan siang bersama sebelum Selvi dan Johan kembali ke kalimantan, setelah menyampaikan maksud dan tujuannya Johan menghubungi kedua orang tuanya untuk pergi ke Jakarta dengan alasan urusan genting, orang tua Johan yang tahu apa yang terjadi pada anaknya pun berangkat ke Jakarta, sesampainya mereka di sana , daddy Edric maupun mommy Clara pura - pura cemas akan hal yang terjadi pada anaknya demi mengikuti permainan yang di buat oleh anaknya sendiri.
# bersambung
jangan lupa sedekahnya ya para reader
👇
Kasih like,coment, hadiah, dukungan, dan votenya ya para pembaca ter the bast. Biar Author semangat untuk nulisnya ceritanya
Terima kasih🙏🙏
Jangan lupa follow ig Author @selvi_julianengsih
__ADS_1