
Di lain sisi mobil yang di tumpangi Johan dan Selvi melaju menuju apartemen milik Johan yang di huni oleh Selvi dan Johan selama hampir satu bulan ini. Di dalam apartemen tersebut Selvi agak sungkan pada Johan atas kejadian di kantor tadi sehingga menjadikan suasana canggung, Johan yang tidak menyukai suasana ini mencoba mencari topik pembicaraan, di saat itu nada dering handphone Sean berbunyi pertanda ada yang memanggil
" kkkrrrriiiiinnnggg"
" aku mau angkat telpon dulu ya"
" iya tuan"
Johan mengambil handphonenya yang berada di dalam kantong celananya yang mana nama pemanggil tertera di dalamnya adalah sang mommy tercinta
" mommy calling"๐ฒ
" hallo mom"
"halo son, bagaimana apakah sudah ada cucunya mommy son" kata sang mommy Clara di seberang sana
" kami saja baru nikah mom, tidak mungkin secepat itu Selvi hamil mom"
"kenapa tidak honeymoon biar cepat jadi, apa jangan - jangan kamu pria impoten son"
" aku bukan pria impoten mom"
"kalau kamu bukan impoten tunjukan keperkasaan kamu dengan memberi mommy cucu, titik"
" baik mom"
" tuuuutt" sambungan pun terputus
setelah sambungan terputus Johan mengeram frustasi atas permintaan sang mommy ya apa lagi kalau bukan cucu, Selvi yang melihat keadaan Johan seperti itu pun bertanya.
" ada apa tuan"
" mommy " kata Johan menampilkan mata sayunya
" ya ada apa dengan mommy mu tuan"
" dia pengen aku memberi dia cucu"
"haaah" jawab Selvi terkejut atas perkataan Johan barusan.
" bagaimana ini tuan, kita tidak mungkin memberikan mereka cucu, pa lagi kita menikah pura - pura"
" itu dia"
Sedangkan di sisi lain mommy Clara yang lagi bersama daddy Edric
" mom, kamu jangan terlampau memaksa kehendak terhadap anak kita"
" tapi dad, semua anak teman mommy sudah menikah dan punya cucu kan mommy juga pengen"
" iya tapi kan tidak seperti ini, lihat sekarang daddy yakin pasti Johan akan menipu kita kembali sama seperti pernikahannya"
...****************...
# flashback on #
sebelum pernikahan pura - pura Johan dan Selvi berlangsung, mommy Clara dan daddy Edric mengunjungi kediaman keluarga Selvi guna menjodohkan anak mereka. Di rumah minimalis tapi sangat nyaman ini lah keluarga Selvi tinggal.
__ADS_1
" permisi apakah ini kediaman rumah bapak Rafi?" tanya daddy Edric pada orang yang berada di dalam rumah
" iya pak, ada apa ya pak" jawab Papa Rafi.
" begini pak saya dan istri mau silaturahmi sama keluarga bapak"
" ah dengan senang hati pak, mari masuk pak, buk"
daddy Edric dan mommy Clara pun memasuki kediaman keluarga Papa Rafi.
" begini lah tempat tinggal kami pak"
" ah ini sangat bagus kok pak, udara di sini sejuk ya"
" ah iya pak, di namanya di pedesaan ya seperti ini lah pak, kalau begitu saya panggil anak dan istri saya biar bisa berkenalan dengan bapak dan ibu"
" ah iya pak, silakan"
beberapa menit kemudian muncullah sosok mama Ayu ya ibu dari Selvi sedang membawah nampan berisi air minum untuk tamu mereka serta keluarga dari Fakhri sendiri kakaknya Selvi.
" ah silakan di minum pak buk" kata mama Ayu pada tamunya itu
" ah iya buk" jawab mommy Clara
Dari situ lah terjalin hubungan baik antara dua keluarga tersebut, sehingga mereka sepakat menjodohkan anak - anak mereka. Apalagi ternyata yang membantu hubungan sang putra Fakhri dengan istrinya dari gangguan para penggoda.
# flashback off#
...****************...
(lanjut pada percakapan mommy Clara dan daddy Edric yang terpotong tadi ya guys)
" iya mom, tapi jangan paksa lagi dia biar lah takdir berjalan semestinya mom, daddy takut dia tertekan"
" ah iya baik lah dad"
" nah gitu dong" kata daddy Edric mengedipkan sebelah matanya pada mommy Clara
" ah daddy nakal deh ah"
" kita main di kamar yuk" ajak sang daddy pada istrinya
( huh, dasar udah tua masih ajah mesum , kan kasihan author yang jomblo ini๐ญ ngenes bangat nasib, eh kok jadi curhat sih, ok lanjut cerita lagi ya guys)
seminggu berlalu sejak pembahasan cucu itu, Di sebuah bar tekenal di kota itu, Johan dan Melvin membahas topik tentang keinginan kanjeng mommy untuk memiliki cucu dari Johan, Johan dan Melvin sama - sama sibuk mencari cara mengatasi masalah tersebut. ya saat ini Johan dan Melvin sedang berada di bar guna menenangkan pikirannya yang sudah runyam
" bagaimana, apakah kamu sudah punya solusi atas masalah ini Melvin"
" bagaimana kalau tuan mengadopsi anak saja"
" kamu gila apa, nanti kalau di test DNA sama mommy ku gimana, bisa barabe urusannya"
" trus gimana lagi, atau ngak tuan hamilin ajah Selvi"
" jangan ngaco kamu dia itu istri pura - pura ku"
" tapi kan sah secara agama tuan, walaupun secara hukum surat - suratnya kita manipulasi sih"
__ADS_1
" darimana datangnya sah"
" tuan penggulu yang nikahin tuan kemaren itu sungguhan, cuman surat - suratnya ajah yang ngak, karena kita ngancam beliau"
" iya juga ya" Johan nampak berpikir, dan mengatakan
" tapi bagaimana dengan Selvi, dia pasti tidak mau"
" nah justru dari itu, tuan harus buat dia jatuh cinta"
" kamu gila, aku tidak mau terikat dalam pernikahan"
" lah terus gimana lagi tuan"
" pokoknya aku tidak mau tau , kamu cari caranya"
" hu dasar si bos bikin repot ajah, gue kasih ajah perangsang mereka berdua kali ya dan sah sah ajah mereka melakukan hubungan suami istri, tapi si bos kan lumpuh bagaimana cara mereka melakukannya ya, bodoh amat lah, yang penting gue harus kasih mereka obat itu, ntar kelanjutannya lihat besok deh" guman Melvin dalam hati.
di dalam rungan VIP itu Johan meminum minuman itu yang lumayan banyak guna menengkan pikirannya dan mengakibatkan dia jadi teler, karena waktu sudah menunjukkan pukul dua dini hari Melvin pun membawah Johan ke apartemen Johan yang di huni oleh Selvi dan Sean. di dalam lift Melvin mengurutu kesal pada Johan.
" dasar bos ngak ada akhlak, udah badan berat bangat lagi untung ajah lumpuh, cuma angkatnya gak lama amat, tapi awas ajah nanti gue kerjain loe" guman Melvin dalam hati.
lift pun berhenti menandakan telah sampai pada tempat tujuan, Melvin keluar dengan Johan berada di pundaknya menuju ruang unit apartemen yang di huni Johan, setelah memencet bel tidak lama kemudian pintu pun terbuka dan muncullah sosok Selvi yang wajah bangun tidur menahan kantuknya.
" ah asisten Melvin, ada apa?" kata Selvi
" saya mau antar tuan pulang"
" oh letakkan tuan di kamarnya tuan"
" iya"
Melvin membawah Johan ke kamarnya yang dalam keadaan mabuk itu, setelah meletakkan Johan di atas tempat tidur Melvin melihat segelas air dan dia memberi air itu obat perangsang.
" selamat bersenang - senang tuan, semoga kerja keras tuan membuahkan hasil" batin Melvin berkata sambil menyeringai, dia memeberikan minuman itu pada Johan.
Author : Johan yang tengah mabuk di beri minum ya mau ajah , huh dasar sahabat laknak kamu Melvin
Melvin : mau gimana lagi thor, habisnya aku pusing nyari cara atas masalah si bos , yang terpikir kan itu ajah
Author : tapi yang tersakitikan Selvi nantinya
Melvin : maka dari itu thor harus buat Selvinya bahagia
Author : ah kamu mah, tak tabok palamu sama gas tiga kilo baru tahu rasa, menjawab ajah๐
Melvin: maaf author ko yang cantik ๐
# bersambung
jangan lupa sedekahnya ya para reader
๐
Kasih like,coment, hadiah, dukungan, dan votenya ya para pembaca ter the bast. Biar Author semangat untuk nulisnya ceritanya
Terima kasih๐๐
__ADS_1
Jangan lupa follow ig Author @selvi_julianengsih