KEPINCUT CINTA DUDA TAMPAN

KEPINCUT CINTA DUDA TAMPAN
Takut Kalah Saing


__ADS_3

"tok tok" Hendra mengetuk pintu kamar Gista.


"ta makanannya udah siap nih, makan bareng yu"


"ceklek" pintu di buka Gista, dia berlalu pergi kedapur tanpa bicara kepada Hendra, Henndra bingung kenapa Gista tiba- tiba jadi dingin lagi.


mereka makan tanpa ada pembicaraan, Gista menghabiskan makananya duluan dan hendak pergi meninggalkan Hendra


"ta tunggu, kamu kenapa ngediemin aku kita kan gak ada masalah sebelumnya" ujar Hendra.


"gue gak apa- apa, dan lo jangan so baik sama gue ngerti!!" ucap Gista meninggalkan Hendra,


hati Hendra sakit mendengar penuturan istrinya itu ia berfikir apakah harus ia mundur?, Hendra sakit hati, kebaikannya tidak pernah dihargai oleh istrinya.


Pagi tiba, saat Gista bangun dan bersiap ia tidak menemukan Hendra, darapan yang biasanya Hendra buat juga tidak ada, Gista pun mengecek motornya Hendra dan ya motornya tidak ada menandakan bahwa Hendra sudah berangkat kepeternakan, Gista bersiap dan segera pergi juga, saat sampai Gista melihat ada Hendra sedang berbincang dengan temannya Bayu, saat Gista melewati mereka Hendra tidak peduli, ia bahkan tidak menyapa, Gista bingung apakah ia harus senang karena Hendra menjaga jarak dengannya atau harus sedih karna ia didiamkan oleh suaminya, fikiran itu terus berkecambuk difikiran Gista sampai ia masuk keruangannya tidak ingin memikirkan itu lagi, Gista segera mengambil berkas dan mengerjakannya.


Hendra pov


pagi sekali aku meninggalkan rumah bukan tanpa alasan, aku pergi secepat itu untuk menghindari Gista, ya setelah kufikir mungkin aku turuti saja keinginannya, dia ingin aku berhenti peduli denganya, akan kulakukan walaupun sangat sakit.


tadi saat aku berbincang dengan temanku Bayu, kulihat Gista baru sampai dipeternakan dia terus saja melihatku aku khawatir dia akan marah karna melihatku sepagi ini jadi kubuang muka dan acuh padanya jujur saja aku sangat tidak nyaman bersikap seperti ini tapi Gista menginginkannya jadi akan kukabulkan, saat Gista melewatiku dia tidak menghiraukanku jadi aku merasa lega kukira dia akan menanyaiku karna aku tidak bilang akan berangkat sepagi ini ya sudahlah ekpektasiku sangat tinggi dan aku memilih untuk memulai pekerjaan ku memberi makan hewan ternak.


Hendra pov end


waktu makan siangpun tiba Gista tidak punya teman kecuali meta, ya dia gadis desa ini yang bekerja sebagai asisten Gista, mereka tidak terlalu dekat namun siang ini meta mengajak Gista makan siang diwarung langganannya.


"mba Gista mau makan siang bareng ndak,?"


"mmm boleh deh kita makan dimana?"


"kita kewarung mbok minah aja mba disitu makananya enak semua, murah lagi" tawar meta sambil tersenyum.


"yaudah yu saya ikut mereka pun pergi lewat gerbang belakang pasalnya warung mbok minah dekat jika lewat situ" saat Gista asik jalan sambil ngobrol sama meta, ia melihat suaminya tengah makan dengan wanita dibawah pohon rindang saat itu Gista melihat rantang bawaan dari wanita itu, ia yakin bahwa wanita itu segaja mengantarkan makanan untuk suaminya, Gista terdiam mematung ia tidak suka melihat suaminya makan makanan orang lain, apalagi mereka tertawa bersama.


"mbak Gista ayoo kenapa diam" ajak meta yang baru sadar karna Gista berhenti mendadak.


"o oh iya ayo met" ucap Gista pada Meta


"awas aja kamu hendra" batin Gista berkata.

__ADS_1


sore menjelang Gista sudah bersiap akan pulang, namun lagi fikirannya tertuju kepada Hendra apakah sebaiknya ia pulang bareng atau pulang sendiri, Gista memutuskan untuk mengintip Hendra dikandang ayam ia melihat Hendra tengah sibuk membersihkan tempat itu ya tandanya hendra belum akan pulang terpaksa Gista pulang duluan.


saat dirumah Gista kembali terbayang saat Hendra makan dan tertawa bersama wanita lain, Gista sangat kesal, tidak ingin kalah saing, ya Gista fikir ia akan membereskan rumah dan masak untuk makan malam nanti.


segera Gista mandi dan memakai pakaian yang lumayan sexy entah apa yang merasukinya yang pasti Gista tidak ingin suaminya menyukai wanita lain.


selesai dengan membereskan rumah jam menunjukan pukul 17.54 namun hendra belum pulang juga, Gista fikir mungkin hendra sedang lembur karna ini akhir bulan jadi banyak ternak yang akan diimpor ke berbagai kota Gista memutuskan untuk lanjut memasak karna bahan seadanya, Gista hanya membuat sayur dan telor balado, setelah cukup lama didapur akhirnya hidangan ala chef Gista jadi ia merasa bangga pasalnya jarang sekali ia masak terdegar suara motor mendekati rumah Gista yakin itu hendra, segera ia pergi untuk melihatnya.


"ceklek" hendra terkejut baru saja ia akan mengetuk pintu tapi Gista sudah membuka duluan, dan ya melihat pakaian Gista yang cukup minim mata Hendra tak bisa berkedip la mematung,


"lo udah pulang, yu masuk" ujar Gista sambil menarik tangan Hendra.


"oh iya gue udah masak, lo mau langsung makan atau mandi dulu?" Hendra tertegun matanya hampir copot saking terkejutnya, apakah benar yang didepannya adalah istri kasarnya.


"eh woy lo ko ngelamun si "


"eh i iya sa saya mau ganti baju dulu baru makan" jawab Hendra kikuk


"oke gue siapin ya" ucap Gista, Hendra berlalu begitu saja ia masih tidak percaya Gista melakukan itu semua.


akhirnya Gista dan Hendra makan dengan tenang,


" e enak ko,kenapa kamu nanya gitu emang penting?"


" gue pengen tauu aja" makan malam berlanjut, pukul 01.23 saat semua orang terlelap hujan deras mengguyur desa Gista merasa badanya sangat dingin perlahan ia buka matanya


"aaaaaaaaaa" Gista teriak sangat kencang, Hendra yang mendengarnya segera bangun


"tok tok tok, ta kenapa ada apa ko teriak si?" Hendra panik.


"ceklek" Gista membuka pintu, lagi- lagi Hendra terkejut tubuh Gista basah kuyup area dadanya sangat licin dan mengkilap Hendra menelan ludahnya susah payah matanya tak berkedip melihat pemandangan yang indah dihadapannya,


"lo liat tuh kasurnya basah gentengnya bocor, gue jadi ikutan basah deh " rengek Gista


"eemm cukup parah, sebaiknya kamu tidur dikamar saya" ujar Hendra tiba Gista melotot


"maksudnya kamu tidur dikamar saya dan saya akan tidur diruang tamu pakai karpet''jelas Hendra sambil menunjukan posisi dimana la tidur.


akhirnya Gista menurut ia segera ganti baju dan tidur dikamar Hendra aroma khas lelaki langsung masuk keindra penciuman Gista,sangat nyaman rasanya Gista pun segera berbaring

__ADS_1


"aaahh nyaman banget" rrrrrrrr ada binatang terbarng dari balik lemari pinah ke tembok sebelah Gista


" aaaaa hendraaaaa" teriak Gista sambil lari keluar kamar.


"ada apalagi si ta, berisik banget" baru saja Hendra akan terlelap tapi lagi- lagi Gista berteriak.


"gila ya kamar lo tuh jorok banget masa ada kecoa terus geli banget tau gak" marah Gista


''mana si biar gue liat" ujar Hendra sambil membawa sapu


" plak plak "


"ini maksudnya" Hendra menunjukan kecoa yang sudah mati ke muka Gista


"Hendra buang sana jorok banget lo'' Gista kesal dengan sikap Hendra.


"gue takut tidur dikamar lo nanti ada kecoa lagi, gue yakin kecoanya ga satu aja"


"gak akan ada lagi kok, ya uda sana tidur lagi udah malem banget ni, besok kan kerja"


"lo enteng banget ngomong, pokoknya lo temenin gue tidur, gue ijinin lo tidur sama gue, tapi jangan macem buruan" ujar Gista meninggalkan Hendra, Hendra tersenyum bahagia pasalnya ini adalah moment yang la impikan haruskan ia berterimaksih pada kecoa, oh tuhan sangat baik padanya hari ini.


"inget ya ini batasnya lo gak boleh lewat kebarea gue" jelas Gista sambil membereskan guling untuk pembatas,


" iya ta yaudah yuk tidur".


Gista dan Hendra pun tertidur pulas, guling yang tadinya jadi pembatas telah hilang entah kemana menyisakan Gista yang tertidur sambil memeluk Hendra, begitupun Hendra yang nyaman sekali dengan posisi seperti itu, mereka tidak menyadari.


# bersambung


jangan lupa sedekahnya ya para reader


👇


Kasih like,coment, hadiah, dukungan, dan votenya ya para pembaca ter the bast. Biar Author semangat untuk nulisnya ceritanya


Terima kasih🙏🙏


Jangan lupa follow ig Author @selvi_julianengsih

__ADS_1


__ADS_2