
sebelum mobil melaju ke sebuah salon terkenal di kota itu, mereka berdua menuju restoran untuk mengisi perut mereka yang sudah minta jatah makan siang.
di restoran yang terkenal di kota itu tepatnya di ruangan VIP Melvin dan Selvi makan siang bersama.
" apakah kita tidak kembali ke kantor tuan?" tanya Selvi
" tidak nona Selvi" jawab Melvin
" bagaimana dengan kerjaan di kantor, dan siapa yang menghandlenya tuan" tanya Selvi lagi
" bawahan saya nona, nona tenang saja"
Mereka pun makan siang dengan nikmatnya, setelah mengisi perut Melvin dan Selvi melanjutkan perjalanannya ke salon terkenal di kota itu
" selamat datang di salon kami tuan, ada yang bisa kami bantu tuan?"
" tolong dandangi dia secantik mungkin" kata Melvin pada pegawai salon itu
" baik tuan" jawab pegawai salon itu
akhirnya Selvi di dandangi menjadi cantik jelita, sedangkan Melvin menunggu di ruang tunggu, tiga puluh menit kemudian Selvi telah selesai di dandani.
" bagaimana penampilan saya tuan"
sedangkan yang di tanya Melvin tidak menjawab pertanyaan Selvi karena terpesona dengan penampilan Selvi.
" tuan" panggil Selvi yang membuyurkan lamuan Melvin yang terpesona itu.
" ya" jawab Melvin
" bagamana penampilan saya" tanya Selvi kembali
" sangat cantik"
" terima kasih"
tanpa terasa malam pun datang menyapa dua insan itu. Melvin melajukan mobilnya menuju restoran yang sudah di pesan oleh keluarga Anderson untuk makan malam, sesampainya di restoran itu mereka sudah di nanti oleh tuan muda dari keluarga Anderson ya siapa lagi kalau bukan Johan.
" lama bangat" kata Johan pada Selvi dan Melvin saat baru sampai
" maafkan kami tuan" jawab Melvin
" hmmm" jawab Johan dengan mengangkat tangannya pertanda mengusir Melvin meninggal mereka berdua
" ingat kamu harus bersandiwara di depan orang tua saya pura - pura mencintai saya" kata Johan pada Selvi
" baik tuan"
" panggil saya dengan sebutan sayang"
" baik"
mereka pun berlalu menuju ruangan VIP direstoran itu.
" malam mom, dad" sapa Johan pada orang tuanya
"malam son, ini?"
__ADS_1
" oh kenalkan ini pacar aku mom, dad"
" hallo cantik, siapa namamu?" sapa mommy Clara
" hallo tante , nama saya Selvi" jawab Selvi setelah mencium punggung tangan mommy Clara dan daddy Edric
" silakan duduk cantik" kata mommy Clara lagi pada Selvi
" terima kasih tante"
mereka semua duduk di meja makan restoran itu, lima menit kemudian makanan yang mereka pesan di hidangkan oleh pelayan restoran itu, mereka semua makan tanpa ada suara, hanya terdengar suara lengkengin sendok, selesai makan malam mereka bercerita satu sama lain.
" kalau boleh tante tau berapa lama kalian pacaran" kata mommy Clara pada putranya dan cewek yang dibawah oleh anaknya.
( ceritanya mommy Clara lagi introgasi anak dan wanita yang di bawahnya)
" dua bulan mom, ya dua bulan, benar kan sayang" jawab Johan cepat sambil menampilkan senyum palsunya pada Selvi supaya mengiyakan perkataannya.
" iya tante, kita udah dua bulan menjalin hubungan" jawab Selvi membenarkan perkataan Johan.
" oh begitu, emangnya kalian dimana kenalnya"
" kita kenal di kantor mom" jawabnya
" di kantor?" mommy Clara menampilkan raut wajah bingung , dengan mengangkat sebelah alisnya
" ya di kantor mom, Selvi ini bekerja di perusahaan kita sebagai sekretaris ku mom"
" wah berarti kalian sering bertemu dong"
" iya mom, tan" jawab Selvi dan Johan serentak. Mereka terus berbincang- bincang sampai akhirnya Dady Edric bertanya pada Johan dan Selvi.
" secepatnya dad " jawab Johan.
setelah makan, perbincangan itu selesai Johan mengantarkan Selvi ke kontrakannya yang di temani sopir pribadi Johan, di tengah perjalanan menuju kontrakan Selvi, Selvi protes atas perkataan Johan kepada orang tuanya menyangkut pernikahan.
" ngapain sih ngomong sama orang tua tuan, kalau kita nikah secepatnya, saya ngak mau ya nikah sama tuan" kata Selvi menampilkan raut wajah cemberut dengan mulut maju ke depan seperti mulut bebek.
" hey siapa juga yang mau nikah sama kamu, jangan kegeeran kamu ya " jawab Johan dengan raut wajah kesal.
" trus ngapain bapak bilang sama orang tua bapak kita akan nikah"
" itu nikah pura - pura , bukan nikah beneran kamu tenang saja"
" kalau saya tidak mau gimana pak?"
" kamu saya pecat dan saya masukkan ke dalam daftar hitam biar tidak bisa melamar pekerjaan di manapun"
" wah parah banget nih si bos" kata Selvi di dalam hatinya
" kenapa kamu diam" tanya Johan melihat Selvi terdiam atas perkataan yang di sampaikannya
" tidak kok pak, oh ya pak, mohon jangan pecat dan jangan masukkan saya ke dalam daftar hitam pak"
" makanya kamu harus nuruti perkataan saya"
" baik pak"
__ADS_1
" dasar si bos pemaksa" kata Selvi di dalam hati
akhirnya mobil Johan sampaikan ke kontrakan Selvi
" makasih udah ngabtarin saya tuan" kata Selvi pada Johan saat membuka pintu mobil
" hmm" jawab Johan.
mobil Johan pun berlalu meninggalkan kontrakan Selvi , sedangkan Selvi yang baru saja masuk ke dalam kontrakan itu langsung di intograsi oleh adiknya siapa lagi kalau bukan Gista.
" kok lo bisa pulang malam sih dan kenapa bisa pulangnya bareng pak Johan kak" tanya Gista.
" gue sama pak Johan tu ada misi yang harus di selesaikan" jawab Selvi
" tapi kok ngak harus malam gini kali, apa lagi dandanan lo cantik banget kayak orang pergi kencan ajah deh"
" yee lo ah, jangan bilang lo iri sama gue kakak lo yang cantik ini"
" siapa juga yang iri sih, gue tu cuman kepo ajah kali kak"
" iye, iye, tapi gue belum bisa bilang sekarang"
" ok deh"
Mereka memasuki kamar, untuk mengistirahatkan tubuh mereka biar fix masuk kantor pagi harinya.
...****************...
Pagi hari di mansion keluarga Anderson, saat ini keluarga itu lagi sarapan pagi bersama.
" oh ya dad , mom untuk masalah pernikahan ku , aku yang mengurusnya semuanya mom , dad"
" lah mommy kan juga pengen mengurus pernikahan mu son" jawab sang mommy Clara agak keberatan atas perkataan anak satu- satunya.
" mom, dan aku tidak mau merepotkan kalian, lagi pula aku mau mandiri mulai dari pernikahan sampai memiliki anak nantinya" jawab Johan.
" gaya mu pengen punya anak, tu kamu nikah sama mita di manfaatkan, udah mommy bilang tapi kamu ngeyel" protes mommy Clara lagi
" sudah mom, biarkan saja anak kita mengurus semuanya , biar dia belajar" jawab daddy Edric memotong ucapan mommy Clara
" makasih mom, dad, kalau begitu aku pergi dulu"
" ya son"
Johan meninggalkan mansion keluarganya itu menuju perusahaan keluarganya yang di supiri.
...****************...
di lain tempat ada hendra yang sedang mempersiapkan mas kawin untuk Gista, tidak banyak namun dia memakai uang sendiri, walapun pak David bilang bahwa dia yang akan menanggung semuanya. Hendra bersikeras ingin membeli mas kawinya sendiri.
# bersambung
jangan lupa sedekahnya ya para reader
👇
Kasih like,coment, hadiah, dukungan, dan votenya ya para pembaca ter the bast. Biar Author semangat untuk nulisnya ceritanya
__ADS_1
Terima kasih🙏🙏
Jangan lupa follow ig Author @selvi_julianengsih