
Di perusahaan Anderson
" bagaimana Vin" kata Johan pada asistennya itu
" semuanya beres tuan, penggulu dan surat - surat pernikahan bohongan ini sudah saya urus tuan" jawab Melvin
( jadi ceritanya Johan dan Selvi nikah bohongan ya guys, semua surat - surat pernikahannya di manipulasi ya guys, wah sungguh terlalu kerjaan Johan ya guys, ok kita balik lagi ke ceritanya)
" bagus"
" ya tuan, kalau begitu saya permisi"
Melvin berlalu meninggalkan ruangan itu, tidak lama kemudian Selvi masuk ke dalam ruangan itu.
" permisi tuan"
" hmm"
" ini berkas - berkas yang harus di tanda tangani tuan"
" letakkan di situ" kata Johan menunjuk meja tempat meletakkan seluruh berkas - berkas yang butuh tanda tangannya melalui lirikan mata.
Selvi meletakkan berkas tersebut ke meja yang di tunjuk oleh Johan dan setelas selesai dia berpamitan menuju ruangannya.
" kalau begitu, saya permisi tuan"
" tunggu"
" ya tuan" kata Selvi membalikkan tubuhnya menghadap pada Johan.
" untuk pernikahan bohongan kita semuanya sudah saya urus, mulai dari penghulu, surat - suratnya sudah di manipulasi"
" baik tuan, terima kasih tuan"
" hmm"
" kalau begitu saya permisi tuan"
" hmm"
...****************...
Malam hari di mansion Anderson Johan beserta daddy dan mommy berkumpul di ruang keluarga.
"mom , dad besok adalah acara lamaranku dengan Selvi, seminggu kemudian kami akan melangsungkan pernikahan secara sederhana" kata Johan kepada kedua orang tuanya.
" what apa - apaan ini masa iya pewaris tunggul perusahaan Anderson Company acara pernikahannya di langsungkan sederhana sih, mommy ngak setuju" protes mommy Clara
" mom, kami berdua telah sepakat seperti itu mom, yang penting sah mom"
" tapi son apa kata teman - teman mommy nantinya"
" mom pilih anaknya atau teman - teman mommy itu"
" kok kamu ngomong kayak gitu sih son, mommy kan mau melakukan yang terbaik buat kamu" kata mommy Clara dengan nada sedih
" mom aku dan Selvi bahagia seperti itu"
" ok deh"
" jangan sedih dong mom, ini cuman nikah ajah kok mom, resepsinya belum lagi dong mom"
" lah kenapa?"
" karena kami sibuk memajukan bisnis mom, kan mom tau kalau Selvi sekretaris ku"
__ADS_1
" oh gitu"
malam berganti siang, kini acara lamaran yang sudah di langsungkan oleh kedua orang tua pura - pura untuk Selvi. Dan acara yang di nantikan pun tiba, di mana status Selvi menjadi istri pura - pura atau bisa di bilang istri kontrak.
( wah gaul banget zaman sekarang ya guys ngak kerjaan di kontrak , istri juga di kontrak ya guys, ok lanjut)
" son kamu masih tinggal di mansion ini bersama mommy kan " tanya mommy Clara pada putranya saat di ruang keluarga yang terdapat daddy Edric, Johan dan tambahan anggota barunya yaitu Selvi.
" no mom , kami akan tinggal di apartemen ku mom untuk sementara waktu" jawab Johan.
" loh kok gitu , kalau mommy rindu gimana?"
" mom bisa mendatangiku"
" ya udah, baik lah"
Di kamar nan megah milik Johan , Selvi dan Johan menyiapkan keperluan yang akan mereka bahwa menuju apartemen Johan. Setelah semuanya siap mereka berpamitan kepada kedu orang tua Johan.
...****************...
Di apartemen milik Johan
sesampainya di apertemen milik Johan, Johan menunjukkan letak kamar yang akan di huni oleh Selvi.
" ini kamar kamu, dan itu kamar saya dan jangan masuk ke dalam kamar saya tanpa se izin saya, paham"
" paham tuan"
" oh satu lagi, ingat panggil saya dengan sebutan sayang di depan orang tua saya"
"gimana kalau saya panggil mas, rasanya agak aneh panggil sayang tuan"
" terserah, intinya jangan panggil tuan saat di depan orang tua saya"
" sip tuan" tanpa menjawab ucapan Selvi, Johan pun meninggalkannya menuju kamarnya.
Selvi pun mengistirahatkan tubuh lelahnya, sebelum tidur Selvi menyempatkan diri memberi kabar pada adiknya Gista.
...****************...
pagi menyapa penghuni bumi, Selvi dan Johan telah bersiap - siap untuk berangkat ke kantor, sebelum berangkat mereka sarapan pagi terlebih dahulu yang di buat oleh Selvi, saat pintu kamar Johan terbuka.
( Selvi yang biasanya bangun pagi di bangunin sang adik kini sudah bisa bangun sendiri , wah perubahan sungguh luar biasa kan para reader๐๐คญ)
" pagi tuan"
" hmmm"
" sarapan dulu tuan"
" ya"
" lumayan juga masakan nih bocah" batin Johan memuji masakan yang di masak oleh Selvi.
mereka pun sarapan bersama - sama akan tetapi mereka tidak berangkat bersama, karena Johan maupun Selvi tidak mau menimbulkan gosip murahan.
...****************...
di perusahaan Anderson Company tepatnya jam makan siang, Selvi dan Dinda yang lagi di kantin perusahaan lagi bercerita apa yang mereka alami.
" Vi kemana aja lo sih, udah berapa lo kayaknya gak masuk d, gue tanya adik lo katanya ada tugas penting?" tanya Dinda yang masih kepo.
# flashback on #
sebelum pernikahan pura - pura Sean dan Selvi terjadi, Selvi mengambil sedikit bajunya di kontrakan yang di huni bersama adiknya Gista.
__ADS_1
" eh kakak, mau kemana kak?" tanya Gista pada kakaknya itu
" gue ada tugas tambahan sama sih bos, maaf gue harus ninggalin lo dalam beberapa waktu ya"
" tapi pas akad nikah ku sama si Hendra itu kakak datang ya, awas kalau gak"
" aman tu, lo tenang ajah deh ah"
" ya deh, hati - hati ya"
" iya makasih"
mereka berpelukan sebelum Selvi meningggalkan kontrakan tersebut.
# flashback off #
lanjut yang percakapan Selvi dan Wulan tadi๐
" ngak kemana - mana cuman gue ada tugas rahasia sama si bos"
" yea lo main rahasia - rasian sama gue lagi, gue kan sahabat lo"
" iya - iya gue tau, tapi nanti gue kasih tahu ya"
" ya deh, tapi janji ya"
" iya"
mereka menikmati makan siangnya dengan nikmat. Siang telah berganti sore dan sore telah berganti malam.
...****************...
di apartemen milik Johan ya di isi oleh dua dijoli siapa lagi kalau bukan Johan dan Selvi, mereka lagi menikmati makan malam dengan tentram dan damai, selesai makan
" untuk pembantu dan tukang bersih - bersih saya tidak memperkerjakan mereka, karena apa ..... karena saya tidak mau pernikahan ini terbongkar, paham "
" paham tuan"
" bilang ajah malas abisin duit , dasar bos pelit, pantesin kaya" kata hati Selvi padahal bapak dan masnya juga pelit masih tak ingat kah Selvi nih๐ช
( wah sepertinya perubahan yang luar biasa Johan sekarang ya reader, saat bersama Selvi , Johan bicara panjang lebar dan Selvi singkat, padat, jelas, sepertinya roh mereka tertukar deh aa๐๐, lanjut ceritanya)
selesai mereka makan malam, Selvi bersantai dengan menonton televisi, sedangkan Johan berada di ruang kerjanya, ketika Johan mau mengambil berkas - berkas kantor yang di tarok di kamarnya dia melihat Selvi dan berkata.
" wah seperti nyonya saja kamu, enak - enakin nyantai , saya malah repot urusan kantor"
" maaf tuan, ada yang bisa saya bantu"
" banyak"
" apa itu tuan"
" pikir sendiri" sungut Johan kesal pada Selvi, lalu meninggalkan Selvi sendiri yang tercengang atas perkataan yang di lontarkan Sean
" apa sih mau tuan aneh itu ya, pastasan gak sembuh tu kaki dari lumpuhnya, eh bukannya tugas kantor udah gue selesaikan sebelum deadlinenya lagi" Selvi berkata lirih, sambil pikir apa yang harus di kerjakan supaya bos anehnya tidak marah padanya.
( hello Selvi author kasih tau ya, setidaknya kamu buatin kopi kek untuk suamimu itu, ya walaupun suami pura - pura setidaknya di perhatikan, sepertinya Johan itu kurang perhatian, dia kan udah menduda, dasar kamu tak peka Selvi, aduh puying pala author jadinya)
# bersambung
jangan lupa sedekahnya ya para reader
๐
Kasih like,coment, hadiah, dukungan, dan votenya ya para pembaca ter the bast. Biar Author semangat untuk nulisnya ceritanya
__ADS_1
Terima kasih๐๐
Jangan lupa follow ig Author @selvi_julianengsih