KEPINCUT CINTA DUDA TAMPAN

KEPINCUT CINTA DUDA TAMPAN
Gista yang Galau


__ADS_3

karena keinginan papanya Gista jadi pusing memikirkannya yang dia lakukan hanya bengong dan sesekali memainkan hp, la memang sedang menghindari hp sekarang, takut jika nantinya banyak teman yang bertanya, Gista belum siap memberitahukan nya sebenarnya Gista sedang ingin makan sop iga, ingin menyuruh hendra buat beli tapi dia belum pulang,bahkan sekarang sudah lewat jam makan siang, akhirnya Gista tidur.


pukul 15.23 hendra pulang seperti biasa la mandi dan membereskan rumah, ia yakin Gista tidak menyentuh kegiatan rumah satupun seperti sekarang hendra sedang mencuci piring huft apa bedanya la punya istri dan tidak jika begini, tapi hendra tidak mengeluh la maklumi sikap Gista.


"hooaamm" Gista keluar kamar


"kamu baru bangun ta, mandi sana udah sore, air juga udah aku siapin, abis itu makan aku mau belanja lauk nya dulu" ucap hendra ramah, Gista tertegun dengan sikap manis hendra.


" eemm aku lagi pengen makan sop iga" ucap Gista ragu,


" tapi gak ada yang jual iga jam segini, emm ada si tapi kita belanja kepasar aja gimana"


"oh oke tunggu aku mandi dulu ya" Gista berlari semangat, sedangkan hendra kaget dengan perkataan Gista yang bicara lembut aku kamu dari Gista.


ahh bahagianya hendra sampai tidak bisa menyembunyikan senyumannya.


kini hendra sudah siap dengan pakaian kaos putih polos dan celana jeans sangat sederhana,namun percayalah kalian ia sangat tampan dan polos,


"akhirnya aku jalan juga sama Gista" ucap hendra sambil mengelap motornya,


"ekhem ayo kita berangkat" Gista keluar dengan memakai dress bunga selutut sangat manis sampai hendra tak berkedip memandangnya,


"woy lo kenapa si liatinya kaya gitu,ayo buruan keburu malem" ucap Gista menyadarkan Hendra dari lamuannya.


"oh iya ayo, aku kunci pintu dulu".

__ADS_1


mereka pun berangkat Gista kagum ternyata kampung hendra indah juga sangat asri melewati jalan setapak, membelah sawah dan pada akhirnya tembus kejalan raya, jalanannya sangat asri banyak pohon di pinggiran, ada perkebunan juga, ah sangat sejuk sampai Gista terus tersenyum lega melihat lihat jalanan. Hendra mengintip dari kaca spion dan tersenyum, baru kali ini ia lihat Gista begitu tulus tersenyum dan hendra ikut senyum, sadar diperhatikan Gista memukul punggung hendra


" ngapain lo senyum liatin gue" ketusnya


"abisnya kamu nambah cantik kalau senyum kaya gitu, aku jadi makin suka" ucap hendra santai, Gista gugup pipinya sudah merah menahan malu dan tak sadar ia tersenyum.


"Nah nyampe kamu tunggu disini aja ya kalau ga, ketukang es campur aja biar aku masuk pasar


"gak mau ah gue gak tau tempat ini takut tau kalau nanti ada yang nyulik gimana? gue ikut aja masuk"


"yakin tapi didalem panas pengap bau juga, kamu gak apa- apa?"


"eemm gak apa- apa deh dari pada diculik"


"ada aja istri cantiku ini" hendra gemas dan mencubit pipi Gista lagi Gista tertegun pipinya memanas jantungnya berdetak kencang.


"iya iya, sana buruan" saat Gista asik memilih sayuran


"Gista" ucap seseorang sambil mencolek Gista.


"santi!! lo ko disini bukanya lo nikah dan keluar kota ya" kaget Gista saat tau teman lamanya yang menegur.


"ya gue emang keluar kota, gue sama suami lagi liburan divila deket sini, ini gue lagi belanja buat makan malem lo sendiri ngapain disini?"


"neng, uang aa ada di tas belanja kamu, sini aa mau bayar dagingnya"ucap hendra tiba- tiba datang, segera Gista memberikan dompet hendra, dan hendra kembali ketukang daging.

__ADS_1


"ta,, itu suami lo apa gimana ko..."


"emm iya san dia suami gue, tapi lo jangan bilang siapa- siapa ya, gue maluuu" ucap Gista memohon.


"ko gitu si, kenapa karna dia orang biasa? ta dia suami lo jangan bilang lo bersikap gak baik, aduuh Gista dosa lo gimanapun juga dia laki lo toh kalau diliat liat ganteng banget loh, manis dan sayang banget ke lo'' santi sangat geram saat tau Gista berprilaku tidak baik pada suaminya sebagai teman santi ingin kehidupan Gista baik.


"eemm udah deh pokonya lo jangan bilang siapa? ya please"


"oke kalau lu maunya gitu, tapi saran gue terima dia ta dia orang baik kayanya tulus banget sama lo harta bukan segalanya ta percaya sama gue, toh dia kayanya walapun gak kaya, tapi gak pernah bikin lo susah fikirin lagi ta, udah ya, takut suami gue nunggu lama, semangat ta" lalu santi pergi meninggalkan Gista yang masih memikirkan perkataan santi temannya.


"neng ayo pulang nih aa udah dapet dagingnya" hendra menunjukan kantong kresek yang berisi iga sapi


"udah berapa kali gue bilang jangan panggil gitu, gue mau ngerti gak" Gista emosi dan meninggalkan Hendra.


sesampainya dirumah Gista tidak bicara pada hendra, ia langsung kekamar dan mengunci pintu, hendra bingung sebenarnya ia buat kesalahan apa perasaan sebelumnya mereka baik saja.


didalam kamar Gista berbaring sambil terus memikirkan perkataan ayahnya dan temannya santi, apa harus ia menerima hendra la sangat bingung, fikirannya kacau.


# bersambung


jangan lupa sedekahnya ya para reader


👇


Kasih like,coment, hadiah, dukungan, dan votenya ya para pembaca ter the bast. Biar Author semangat untuk nulisnya ceritanya

__ADS_1


Terima kasih🙏🙏


Jangan lupa follow ig Author @selvi_julianengsih


__ADS_2