
seminggu berlalu,sekarang adalah hari dimana pernikahan Gista dan hendra digelar, tidak ada tamu dari luar hanya ada keluarga Gista seperti orang tua Selvi sang kakak, kakak sepupunya Fakhri beserta istrinya, tidak ketinggalan oma Maria dan rombongannya, sedangkan dari pihak lelaki hanya membawa bayu dan beberapa tetangganya.
hendra sangat tampan berbalut jas hitam sederhana namun sangat elegant,
"bisa dimulai akadnya?"tanya penghulu.
"bisa pak ucap David.
"tolong panggilkan mempelai wanitanya !" sambung penghulu.
datanglah wanita dengan berbalut kebaya putih dengan setuhan warna gold, sangat cantik dan anggun di dampingi mama dan maminya, semua mata yang ada diruangan itu seakan memuji kecantikan Gista, tak terkecuali hendra matanya tidak berkedip jantungnya tiba- tiba bedegup kencang, dia sangat terpukau Gista pun diarahkan duduk disamping hendra,mukanya datar seakan dia tidak menginginkan pernikahan iniya itu memang benar !!
"baiklah apa sudah bisa dimulai ? "penghulu.
"ANANDA HENDRA GUNAWAN BIN GUNAWAN SAYA NIKAHKAN DAN KAWINKAN ENGKAU DENGAN GISTA WULAN DARI BINTI DAVID RICARDO DENGAN MASKAWIN CINCIN 10GR DIBAYAR TUNAI!
"SAYA TERIMA NIKAH DAN KAWINNYA GISTA WULAN DARI BINTI DAVID RICARDO DENGAN MASKAWIN 10GR CINCIN DIBAYAR TUNAI" ucap hendra lantang
"bagaimana saksi sah?...."saaaaahhh"
semua orang diruangan pun tersenyum.kecuali ya Gista. sendiri.
Gista Pov
Bagaimana ini aku sudah sah jadi istrinya,aku gak mau punya suami kaya dia penghasilan rendah, tinggal dikampung, bagaimana jika teman ku tau bisa dicaci maki aku mampus dah, lagian kenapa dia malah seneng si dinikahin paksa kaya gini,bikin kesel aja deh awas ya aku gamau layanin dia.aku bakalan buat dia gak betah, ya tuhan kenapa ini terjadi sama aku sii.
Gista Pov end
Begitulah kira- kira fikiran Gista,dia sangat tidak mau menerima hendra karna status sosialnya yang rendah,dia malu perempuan karir sukses seperti dia mendapat lelaki miskin kaya hendra sungguh memalukan.Lain lagi dengan hendra yang terlihat sangat senang senyumnya mengembang saat ia dinyatakan sah dengan Gista, bagaimana tidak ini adalah impiannya!. ya hendra memang mengagumi Gista sejak lama, saat dia masih kuliah Gista sering main kepeternakan dia sangat cantik fikir hendra saat itu. tapi sejak Gista mulai kerja ia jarang berkunjung hampir tidak pernah. hendra sering kali merasa rindu tapi dia tidak berani menyatakan perasaanya hendra cukup sadar diri jadi saat pak David meminta hendra menikahi Gista ia sangat terkejut dan menolak, tapi bosnya itu terus memaksanya dengan alasan agar David bisa tenang menyerahkan putrinya pada orang yang bertanggung jawab.
Acara pernikahan pun selesai tidak lama karna hanya acara makan dengan tamu yang datang.
"ya ampun gak betah banget pake kaya ginian " ucap Gista, saat baru masuk kamar sambil melepas aksesorisnya,tak lama kemudian hendra pun ikut masuk kamar,suasananya sangat canggung Gista dengan muka juteknya sedangkan hendra dengan wajah ramahnya.
"et et et et mau kemana?"tanya Gista
"mau mandi de" jawab hendra sopan
__ADS_1
"jangan panggil saya dek, karena saya bukan adek kamu,dan saya yang mau mandi duluan jadi kamu harus nunggu!" ucap Gista sambil masuk kamar mandi hendra hanya tersenyum dia tau Gista belum menerimanya tapi dia akan berusaha.
****************
Malam tiba
"tok tok tok nak hendra, Gista ayo makan malam dulu ucap Asih di depan pintu.
"ceklek"
"oh iya buk saya akan menyusul" kata hendra sopan.
makan malam berjalan dengan sunyi hanya suara piring dan sendok yang beradu,
"Nah Gista besok kamu udah mulai pindah kerumah hendra jadi istri yang baik ya nurut kata suami" Ucap David pada putrinya
"apaaaa, ko jadi gitu si Pah, Gista gak mau Gista pengan tinggal disini aja sama kakak sambil kerja, toh kan daerahnya sama cuman beda rumah ajah !"bantah Gista.
"kamu ini sudah menikah jadi ikut suami layanin dia, jadi istri yang baik" ucap David tegas.
"GISTA" marah David.
" Gista mama, gak sudah kamu kayak gini ya, menghina orang sembarangan, setau mama, mami Asih tidak ada mendidik kamu menjadi anak yang suka mencaci orang" melihat sikap putrinya akhirnya Viola buka suara.
"bukan gitu ma masa Gista di.... " belum selesai bicara seluruh anggota keluarga Gista, mulai dari papanya David, mami Asih, mama Viola, papi Faiq, serta adik- adiknya sudah meninggalkan Gista.
"INI SEMUA KARNA LO YA" ucap Gista kasar sambil masuk kamar,
" Ya ampun salahku apalagi si" ucap hendra membuat nafas kasar.
"ceklek" Hendra membuka pintu kamar, nampak istrinya sudah berbaring ditempat tidur,hendra berjalan hati karena takut istrinya bangun saat hendra duduk diranjang.
" eh mau ngapain ? kamu tidur disofa sana,saya gak mau tidur satu ranjang sama kamu"ucap Gista tiba- tiba.
"tapi kan kita udah nikah bel, sudah sah kalau mas tidur sama kamu!"
"enak aja saya gak sudi tidur satu ranjang sama kamu, kalau kamu gak mau tidur disofa, tidur dilantai sekalian" nada bicara Gista kesal.
__ADS_1
akhirnya hendra mengalah dan memilih tidur disofa,dia memang sudah terbiasa namun sakit rasanya saat istrinya sendiri tidak sudi tidur satu ranjang denganya.
...****************...
Di sisi lain orang tua Selvi sibuk mencari anak gadisnya sejak pagi sampai malam acara pernikahan Gista sang adik selesai di selenggarakan tapi Selvi tak menampakkan batang hidungnya.
" pa dimana sih anak gadis mu itu sih"
" coba deh mama telpon!"
" udah va tapi gak di angkat"
Ayu tetap menghubingi putrinya sampai akhirnya di angkat sang anak.
" halo ma"
" lagi di kantor"
" enak kamu ya, sepupu sendiri nikahan tapi kamu tak datang"
" kata Gista pernikahannya sederhana jadi gak gundang banyak orang"
" ya setidaknya kamu hargai dong om David"
Setelah perdebatan panjang lebar, akhirnya Ayu dan Rafi mengistirahatkan dirinya.
# bersambung
jangan lupa sedekahnya ya para reader
👇
Kasih like,coment, hadiah, dukungan, dan votenya ya para pembaca ter the bast. Biar Author semangat untuk nulisnya ceritanya
Terima kasih🙏🙏
Jangan lupa follow ig Author @selvi_julianengsih
__ADS_1