
waktu pun berlalu mulai dari siang ke sore, sore ke malam dan malam ke pagi. Di perusahaan Anderson Company semua karyawan sibuk mengurusi pekerjaannya masing - masing, sama halnya dengan bos dan asistennya itu lagi pembahas pembahasan yang amat - amat sangat penting ya apa lagi kejadiaan naas menimpa bos , ya walaupun rasanya sangat nikmat
" Melvin, kamu harus mengurus pernikahan ku secara hukum secepatnya dan juga siapkan semua keperluaan kita akan di bawah berangkat ke Jakarta untuk menemui orang tua Selvi , karena saya akan melamar Selvi pada orang tuannya langsung"
" baik tuan" jawab Melvin dalam hati Melvin berkata " gila efek belah durian gini amat dari yang dulu malas bicara panjang lebar, lah sekarang panjang amat kayak tali jemuran, hihihi" Melvin mencekik kegelian atas ucapannya sendiri.
" ada apa dengan dirimu senyum sendiri, sehat?" tanya Johan.
" ah tidak apa - apa tuan, ya tentu saya sehat tuan, tuan ada - ada saja" kata Melvin nyengir menampilkan deretan giginya.
" saya kira kamu gila tadi" kata Johan masih menampilkan tampang dinginnya ya benar sikap yang satu ini belum berubah.
" mana ada saya gila tuan"
" ya udah keluar"
Melvin pun meninggalkan ruangan itu, tidak lama kemudian Selvi datang ke ruangan itu dengan memberi tahu bahwa meeting bersama direktur peruhaan itu akan di mulai limat menit lagi, mereka berdua memasuki ruang meeting dan di sambut oleh sang asisten, tiga puluh menit kemudian meeting yang di adakan itu pun selesai.
" oh ya, tugas yang saya beri tadi sudah selesai"
" semuanya beres tuan"
" bagus"
" ya tuan"
mereka kembali ke ruangan masing - masing guna menyelesaikan pekerjaan mereka, sebelum Selvi duduk kembali di kursi kerjanya suara Johan menghentikannya
" besok kita temui orang tua mu"
" apakah tidak terlalu cepat tuan"
" lebih cepat , lebih baik"
" baik tuan" jawab Selvi, dalam hatinya bersorak gembira akan sikap tangggung jawab yang di tunjukkan Johan, ya Selvi sangat senang akan sikap Johan yang tidak pecundang itu.
...****************...
Di lain tempat, Hendra sibuk membantu Mami Gista dan mamanya Selvi menyiram tanaman.
" mba Yu, kapan si Selvi nikah, soalnya si Gista udah nikah nih, masa dia di langkahi adiknya"
"kamu tenang saja, semua aman terkendali"
"ok deh mbah Yu, eh ini si Gista kemana ya, masa suaminya yang rajin bantu maminya, lah dia pasti nij anak masih molor" Asih bergegas ke kamar Gista guna membangunkannya, sedangkan orang yang di bicarakan baru bangun tidur.
"hoaaam ,kemana perginya pria kampung itu" fikir Gista saat bangun tidur.
"Gista cepat bangun dan bersiap hari ini kamu bakalan pindah kerumah suamimu" ucap Asih dibalik pintu.
__ADS_1
"oh yaampun aku bahkan lupa hari ini akan pindah,ya Tuhan bantu aku" ucap Gista.
Sebelum Gista dan Hendra pindah mereka sarapan bersama,
"papa harap kau menjadi istri yang baik Gista, layani suamimu seperti mami melayani papa" mata David sudah berkaca kaca, bagaimana tidak putri semata wayangnya akan menyambut hidup baru meninggalkannya,
"pa udah Gista bilang biarin Gista tinggal disini dan Hendra di rumahnya, toh juga dekat kok ! "
"hei kalau kaya gitu kapan kalian akan memberkanku cucu yang banyak, ya gak mi" raut muka David berubah menjadi senyum.
" benar banget pa, mami udah gak sabar ngendong cucu"
"oh astaga bahkan aku tidak berfikir sampai kesitu" batin Gista.
Selesai sarapan pagi, orang tua Selvi berangkat ke Jakarta karena ada urusan mendadak yang nanti akan di susul oleh orang tua Gista. Setelah mengantar om dan tantenya Gista dan Hendra berpamitan juga untuk pulang ke rumah Hendra.
"pak kami pamit, saya janji akan menjaga Gista dengan baik"
"selalu bahagia untuk kalian ya nak. Tapi barang Gista lumayan banyak papa rasa kalian pakai mobil papa saja" saran David pada sang menantu.
"Baiklah a....."
"tidak usaah repot pa" potong hendra
",aku sudah menyewa mobil,sebentar lagi juga nyampe"
"hah apaan ini kenapa angkot masuk rumah orang sembarangan" Gista sedikit tidak mengerti.
"Neng,ini angkot yang bakalan anter kita kekampung, supirnya ini temen aa" ucap Hendra tersenyum ramah.
"jangan sebut gue kaya gitu, paaa Gista
gak mau naik angkot,ini ga setara sama level Gista" rengek Gista pada David.
"Gista kamu gak boleh ngomong gitu sama suami,lagian papa rasa gak ada salahnya naik angkot,eemm nak Hendra pak supir tolong angkut barang anak saya ke angkot ya".
Gista pun akhirnya mau naik angkot walapun dipaksa ayahnya.
disinilah mereka berada Hendra dan Gista duduk bersebrangan didalam angkot,raut muka Gista terus saja ditekuk bahkan saat ditanya Hendra, ia hanya melemparkan tatapan sinis, tapi bagi Hendra itu menggemaskan.Ingin sekali rasanya ia mencium pipi istrinya yang merah.
sampailah mereka dirumah Hendra yang sederhana.
Berada diujung jalan kampung rumah minimalis yang rindang siapapun akan sejuk jika melihatnya, tetapi tidak dengan Gista, sejak turun diangkot Gista hanya memandang rumah Hendra remeh.
"makasi ya pak muh udah mau saya carter angkotnya" ucap Hendra sambil menurunkan barang- barangnya.
"iya sama sama mas Hendra, ngomong- ngomong istrinya geulis euy hebat maneh th"ucap sopir sambil mengacungkan dua jempol, Henndra tersenyum memandangi Gista yang tengah memainkan ponsel, iya memang betapa beruntungnya ia mendapat Gista yang sangat cantik.
"udah liatin sayanya.cepetan bawa barangnya masuk saya cape mau istirahat"ucap Gista meninggalkan Hendra masuk.
__ADS_1
"nah ini kamar kita,aa udah beresin ya"
"what kita, saya gak mau tidur sama kamu ya,lagian rumah ini kan ada 2 kamar, kita pisahdan jangan mengubah panggilan kita saya tetep sebut nama kamu" sinis Gista sambil membanting pintu kamar meninggalkan Hendra yang mematung.
"oke sabar Hendra istrimu kan emang belum menerima kamu, jadi semangat buat dia luluh''ucap Hendra menyemangati diri sendiri.
sore menjelang Hendra sibuk menyiapkan bahan untuk makan malam mereka nanti.
Gista keluar kamar hendak mandi keadaanya sungguh kacau kemeja putih sepaha yang kusut,dan muka bantal yang tetap cantik.
Hendra melongo melihat istrinya keluar kamar sungguh dia sangat sexy dimata Hendra.
" dimana kamar mandinya,saya mau mandi"
"ah oh itu ada dibelakang sebelah kanan dapur"ucap Hendra gelagapan,
Hendra menahan kuat hasratnya,bagaimana jika nanti ia kelepasan dan memperkosa istrinya,melihatnya seperti tadi saja rasanya juniornya mengeras.
"Hendraaaaa"teriak Gista dari kamar mandi. Hendra kaget dan segera berlari menemui istrinya,
"ada apa neng eh maksudnya Gista".
"kamu gak liat ini gimana cara dapet airnya
"oh ya tinggal ditimba dong kamu masukin ember ini, dan tarik sebelah sini, terus kamu pindahin ke bak ini.gampang kan" Hendra mengajari Gista cara menimba air.
"saya gak bisa, lagian nanti gimana kalau ada hantu keluar dari sumur itu kan ngeri" Gista panik membayangkanya.
"disini gak ada hantu, lagian sumurnya gak dalem banget ko yaudah kalau kamu gak bisa nimba,biar aku aja yang nimba kamu mandi duduk disitu,gak usah buka baju"
"lagian saya gak mungkin telanjang didepan kamu, udah cepet nimba". perlahan air terkumpul dan Gista mulai mandi.
saat Hendra tak sengaja melihat kearah bella.oh betapa indah ini, Gista memakai kemeja putih yang otomatis jika terkena air akan transfaran,bra dan ****** ***** hitam sangat kontras dengan kulit Gista, Hendra meneguk air liurnya susah payah, mencoba mengalihkan pandangan.buru- buru Hendra mengisi bak air tersebut dan meninggalkan Gista.
" ta bak nya sudah terisi,mas eh aku mau ngurusin bahan buat dimasak nanti" Hendra setengah berlari.
oh **** bagaimana ini sesuatu dibalik celana Jendra terus mengembung, Hendra bingung gelisah. Gista selesai mandi dan langsung masuk ke kamarnya, buru- buru Hendra kekamar mandi menuntaskan hasratnya.
# bersambung
jangan lupa sedekahnya ya para reader
👇
Kasih like,coment, hadiah, dukungan, dan votenya ya para pembaca ter the bast. Biar Author semangat untuk nulisnya ceritanya
Terima kasih🙏🙏
Jangan lupa follow ig Author @selvi_julianengsih
__ADS_1