
Melvin memberikan minuman yang di beri obat perangsang pada Johan dan Johan yang dalam keadaan mabuk meminum minuman itu, setelah selesai mengasih minuman itu pada Johan , Melvin pun meninggalkan kamar itu dan berpamitan pada Selvi
" nona Selvi saya pamit dulu ya"
" ah iya tuan, silakan" jawab Selvi dan mengantarkan Melvin menuju pintu keluar unit apartemen itu
setelah mengantar Melvin, Selvi pun menuju kamarnya karena dia masih mengantuk, tiba - tiba terdengan bunyi teriakan Johan dari kamarnya
" panas " kata Johan dengan suara yang keras
" ada apa tuan" kata Selvi setelah sampai di kamar itu, dia mencoba mendekati Johan sambil meletakkan tangannya di kening Johan.
( aduh Selvi kok tolol banget sih, Johan tu kan lagi mabuk, bukan demam, gemas author padamu pengen banget author cubit ginjalmu ya Selvi, ok balik ke cerita)
" deg" bunyi suara jantung Johan, Johan yang merasakan ada getaran aneh apalabila tubuhnya di sentuh oleh Selvi kini menyadari bahwa dia dalam pengaruh obat.
" pergi " teriak Johan pada Selvi
" tapi tuan"
" pergi"
" tidak, tuan sepertinya dalam keadaan yang tidak baik - baik saja gimana kita ke dokter tuan"
" pergi"
perdebatan demi perdebatan pun terjadi, Johan yang tidak kuat lagi menahan reaksi obat itu pun menyerang bibir mungil yang berwarna merah jambu alami milik Selvi sedangkan Selvi yang tidak siap akan hal itu pun melototkan matanya akibat syok dari penyerangan itu, beberapa detik akhirnya Selvi tersadar dan mencoba memukul dada bidang Johan supaya tertepas dari perbuatan itu akan tetapi Johan lebih dahulu menarik tengkuk Selvi supaya memperdalam ciuman itu, lidah Johan dengan lincahnya mengabsen seluruh rongga mulut Selvi, ciuman pun berpindah ke leher jenjang nan putih milik Selvi.
" tuan lepaskan saya" kata Selvi memberontak dengan matanya kini di banjiri air mata
" tolong aku" kata Johan dengan mata sayu meminta pertolongan dengan memeluk Selvi supaya tidak pergi.
" tapi...."
Johan menyambar bibir manis itu lagi, ciuman semakin panas , begitu juga suasana di dalam kamar itu, Johan yang tidak tahan dengan gelora nafsunya merobek baju Selvi dengan kasar, yang hanya melinggalkan B* dan C* Selvi saja, mata yang di penuhi kabut gairah itu pun cepat - cepat mananggal B* Selvi sehingga memperlihatkan dua buah semangga yang begitu nikmat untuk di makan dengan lahap Johan mengulum tangkai semangga itu.
...****************...
Author : wah lahap benar Johan ngulumnya
Johan: namanya juga kembali buka puasa thor, selaijln rasanya nikmat betul, hehehe😁
Author : gimana ngak nikmat ,orang tubuh Selvi bak gitar spanyol gitu, montok depan, montok belakang
Johan : kan aku sukanya yang kayak gitu thor, biar empuk,hehehe😁
Author : huh dasar
Johan : jangan ngambek dong author cantik
...****************...
__ADS_1
( abaikan percakan author dengan Johan tadi ya guys, kila lanjut ceritanya)
Johan begitu menikmati kegitannya , mulut mengulum salah satu buah semangga itu, tangan kiri meremas buah semangga itu dan tangan kanan memberika kenikmatan pada bagian bawah Selvi setelah dia melepas menutup yang berbentuk segitiga sama kaki itu (sedangkan Selvi jangan di tanya lagi guys, dia tu nangis, mungkin bentar lagi nangis darah guys)
tanpa menunggu lama lagi Johan membuka membuka seluruh bajunya sehingga menjadi polos,
dan meraka pun melakukan ritual itu.
( kalian bayangin ajah ya , soalnya author belum pernah)
matahari manampilkan sinarnya, sinar mentari senyusup di sela - sela jendela yang ada di kamar apartemen itu, dua instan yang baru saja tadi malam melakukan ritual mereka masih terlelap akibat pertarungan yang dahsyat yaitu delapan ronde dengan pemenang tentunya Johan, mereka tertidur dengan keadaan polos dan saling berpelukan di bawah selimut.
tepat pukul 9 pagi Johan terbangun, beruntung hari minggu jadi tidak ada kerjaan yang menanti. tubuh polosnya yang di bawah selimut itu dia gerakkan guna mengalirkan darah agar tidak kaku dengan membuka matanya secara berlahan - lahan.
" aduh kenapa ku " kata Johan menyandarkan matanya ke segala arah dan berhenti pada sosok wanita yang tertidur di sebelahnya.
Johan mencoba melihat wanita itu dan terkejut
" Selvi" lirih Johan pelan
" apa yang terjadi" guman Johan mengingat - ingat kepingan ingatannya dan akhirnya
" astaga aku telah merusaknya" kata Johan frustasi
tidak beberapa lama kemudian Selvi menggerakkan tubuhnya dan berusaha menyumpulkan nyawanya dengan berlahan - lahan membuka matanya, Johan yang melihat Selvi bangun pura - pura tidur lagi. Setelah mendapati seluruh kesadarannya, Selvi bangun dan mencoba memungut bajunya yang berserakan di lantai.
" aduh, hancur sudah " kata Selvi merasakan perih di bagian sensitifnya dengan air mata yang masih berderai di mata sembab, sedangkan Johan yang mendengar itu pun terbangun dan mencoba menolong Selvi.
Selvi yang melihat tubuh polos Johan , memalingkan wajahnya akibat malu.
" kenapa?" tanya Johan
" mas tolong tutupi tubuhnya "
" ah bukankah kamu sudah melihatnya bahkan menikmatinya" goda Johan dengan menaik turunkan sebelah alisnya, bukannya malu Selvi murka.
" gak usah mas sok menggoda, tampang mas itu menyebalkan dan tolong tutupi badannya malu, kita bukan suami istri yang sah" perkataan pedas Selvi menyadarkan Johan atas kesalahannya.
" maaf"
" maaf tak mengembalikan keadaan"
" mas, dari pada lama menduda, mendingan nikahin aku secara sah" ucap Selvi, karena setelah di pikir- pikir dia harus minta tanggung jawab sama Johan, selain itu dia bisa menjadikan suami sahnya agar mamanya tidak lagi menjodohkannya.
" hah" Johan yang syok atas perkataan Selvi yang mulai berani memanggil mas di tambah pertakaannya barusan.
"ha, hu,he, kamu tau gak perbuatanmu itu sangat merugikan aku, siapa yang mau nikah sama aku kalau aku udah kayak gini" Selvi kembali menangis. Johan yabg mendengar tangisan Selvi kembali sadar kembali.
" sudah jangan menangis lagi, aku akan bertanggung jawab, sekarang kita mandi ya" ajak Johan pada Selvi, tanpa menunggu jawaban dari Selvi , Sean mengendong tubuh mungil itu
" maasss" pekik Selvi saat sadar kalau kondisi dirinya dan johan tanpa busana.
__ADS_1
" pegangan yang erat" kata Johan, Selvi pun mengalungkan tangannya pada leher Johan dengan wajah di sembunyikan di dada bidang Johan.
mereka memasuki kamar mandi bersama dan ikuti mandi bersama, usai mandi Selvi melihat kasur yang terdapat noda merah pertanda saksi terengkutnya keperawaannya oleh Johan.
" ada apa?" tanya Johan.
" ah tidak tuan" jawab Selvi
" kamu menyesal ya" tanya Johan lagi
Selvi tidak menjawab pertanyaan Johan itu
" mungkin ini takdir mempersatukan kita, dan kamu tenang saja aku akan bertanggung jawab, "
" iya mas" jawab Selvi mencoba manampilkan senyuman walaupun di dalam hati sakit teramat sakit.
usai drama itu mereka berganti pakaian dan mengisi perut yang sudah keroncongan minta di kasih jatah makan, dengan lahap Selvi memakan sarapan paginya
" makan yang banyak " kata Johan tersenyum mesum
" emangnya saya makan banyak, mas mau apa"
" biar buah semangkamu makin besar"
" iiiii mas mesum"
" apa salahnya kan kamu istriku"
" iya istri kontrak" kata Selvi dengan nada sedih
" tenang aku akan bertanggung jawab dengan menjadikan dirimu istri sah secara agama dan hukum"
" tapi kita tidak saling mencintai mas"
" maka dari itu kita sama - sama menumbuhkan cinta itu"
" baik mas" Selvi tersenyum manis pada Johan.
mereka menghabiskan makan pagi plus makan siang dengan hati yang gembira
# bersambung
jangan lupa sedekahnya ya para reader
👇
Kasih like,coment, hadiah, dukungan, dan votenya ya para pembaca ter the bast. Biar Author semangat untuk nulisnya ceritanya
Terima kasih🙏🙏
Jangan lupa follow ig Author @selvi_julianengsih
__ADS_1