KEPINCUT CINTA DUDA TAMPAN

KEPINCUT CINTA DUDA TAMPAN
Pembahasan Cucu


__ADS_3

satu minggu berlalu sejak di langsungkannya pernikahan sah Selvi dan Johan yang kebetulan hari ini hari minggu. Selvi selalu di dapati muntah - muntah di pagi hari, setiap di ajak ke rumah sakit , selalu beralasan mungkin mag kambuh, soalnya Selvi emang agak tidak terlalu berselera makan, Johan yang seminggu ini melihat keadaan Selvi seperti itu pun menghubungi dokter keluarganya guna memeriksa keadaan Selvi. setelah di periksa dokter mengatakan bahwa Selvi hamil mendengar kabar itu mommy Clara hebo dia meminta Johan membawah Selvi ke rumah sakit untuk mencek berapa hari kandungan Selvi, sempainya di rumah sakit, Selvi langsung di periksa tanpa menunggu antrian ya karena rumah sakit itu milik keluarga Anderson


" bagaimana dengan kandungan menantu saya dok" tanya mommy Clara yang tak sabaran menunggu hasilnya


" kondisi ibu dan janin baik dan di sarankan ibu harus tetap banyak makan biar janinnya mendapatkan banyak nutrisi" kata sang dokter


" berapa hari usia kandungan menantu saya dok?" tanya mommy Clara lagi, pada sang dokter yang memeriksa Selvi.


" usia kandungannya dua minggu buk" jawab dokter dengan senyum ramahnya


" wah tokcer benar kamu ya Johan, hahaha" kata mommy Clara menepuk bahu sang putra.


Johan dan Selvi yang mendengar ucapan mommy Clara malu tersendiri karena ucapan abruks mommy clara juga di dengar oleh dokter maupun merawat di sana. Setelah pemeriksaan selesai mereka langsung untuk mengabarkan berita bahagia ini pada keluarga bahwa Selvi sedang hamil. Sesampainya di mansion keluarga Anderson.


" Johan, mommy harap kamu harus rutin terapi agar kakimu bisa sembuh, karena kalau kamu tidak bisa juga berjalan yang susah juga kamu, apalagi kamu sudah jadi ayah, jadi tugas kamu makin berat, jadi mommy harap kamu cepat sembuh ya" nasehat mommy Clara pada putranya Johan.


" iya mom, aku akan berjuang mom, doain ya mom" jawab Johan.


...****************...


Pagi ini adalah hari minggu, dimana Gista libur kerja, tetapi tidak dengan hendra ia biasanya ke peternakan untuk memberi makan hewan ternak.


" tok tok, Gista bangun ini udah siang sarapannya ada dimeja dapur ya, aa mau kepeternakan dulu jangan lupa dimakan"


"heeemm'' tanggapan Gista malas, ia rasanya ingin tidur sepanjang hari, namun entah mengapa ia merasa lembab diarea sensitif nya, buru- buru Gista cek tanggal, dan yah ia pasti datang bulan, padahal hari ini ia mau bermalasan didalam kamar, tapi sekarang ia harus mandi, Gista pun mandi, saat Gista mau pake pembalut ia baru ingat bahwa ia tidak punya pemalut semenjak pindah kesini, Gista bingung terdengar suara motor hendra berhenti dirumah ya hendra lupa membawa bedog nya (kalau didaerah aku bisa disebut golok juga)


saat hendra melewati kamar Gista


" eh tunggu tunggu!"


"ada apa Gis, kamu perlu sesuatu?"

__ADS_1


"iya nih,tolong beliin pembalut kesupermarket ya, beli pembalut yang Daun pandannya"


"hah disini gak ada supermarket Gis, kalaupun ada jauh harus keluar desa ini, beli diwarung aja ya?"


"terserah deh yang penting ada, buruan sana!"


segera Hendra jalan kewarung yang lumayan deket dari rumah


''Bu beli pembalut yang daun pandan!" semua orang yang ada disana melotot ke arah Hendra,


"eehh ini buat istri saya" jawab Hendra kikuk semua orang hanya ber oh ria saja,


" mas hendra belinya berapa?"tanya penjaga warung,


''serenceng aja lah bu biar kepake lama" setelah itu Hendra pulang dan segera memberikan pembalut pada Gista


"Gis nih pembalutnya" Gista hanya menonjolkan wajahnya dibalik pintu


"mana sini buruan lama amat si lo"


kini Gista sedang menikmati sarapanya, Hendra sudah berangkat untuk memberi makan hewan ternak.dan akan kembali nanti siang.


Gista pov.


"enak juga masakan sikatro,seenggaknya aku gakelaparan lah disini, heemm bt juga, ah telfon papa, mami, mama atau papi,hm telpon papa aja deh kangen,"


tuutt tuut


" hallo"


"papa Gista kangen papa"

__ADS_1


" papa juga kangen gimana betah nak?"


"kalau jujur si Gista pengen di Jakarta atau gak di kontrakan kak Selvi"


"huss gaboleh gitu suami kamu kan disana, dan juga kamu kan tau kalau kak Selvi juga nikah, eemm kakakmu Selvi udah hamil loh, lah terus kapan kasih papa cucu yang banyak,?"


" yang benar pa, kok kak Selvi gak kasih tau dia hamil sih sama aku"


" iya barusan papa taunya, mertuanya yang kasih tau, jadi kamu kapan nih?"


"ih papa apaan si Gista kan masih muda,tar aja lah gak usah buru- buru punya anak"


"apa yang kamu tunggu Gis, papa udah tua pengen gendong cucu, ayolah jangan lama kamu gak kasian sama papa"


" tapi kan Devano juga belum nikah, kenapa papa gak minta cucu sama dia"


"dia masih muda dari dirimu Gis, kan kamu tau kalau dia adikmu apalagi sifatnya belum dewasa, jadi yang harus memberikan papa cucu ya kamu, sebelum adikmu menikah, masa kamu kalah dengan kak Selvi" jelas David panjang lebar pada putri satu- satunya.


"eemm papa, Gista harus nyuci dulu, nanti Gista telpon lagi ya tuutt" panggilan di matikan sepihak oleh Gista.


"aku bingung harus jawab papa kaya gimana, aku gak mau punya anak sama si katro itu, gimana mau ngasih cucu buat papa, huft tapi aku kasian papa jarang meminta sesuatu padaku sekalinya minta aku gak tau harus kabulin kaya gimana aarrgghhh pusing banget deh"


Gista pov end


# bersambung


jangan lupa sedekahnya ya para reader


👇


Kasih like,coment, hadiah, dukungan, dan votenya ya para pembaca ter the bast. Biar Author semangat untuk nulisnya ceritanya

__ADS_1


Terima kasih🙏🙏


Jangan lupa follow ig Author @selvi_julianengsih


__ADS_2