
Di sisi lain sepasang suami istri yang lagi tidur- tiduran lagi membahas masalah yang agak serius.
" siapa ya yang memberi ku obat perangsang" tanya Johan pada sang istri.
" ya mana aku tau mas, kenapa kamu tidak menyuruh asisiten mu menyelidikinya atau kamu sendiri yang menyelidikinya mas?" saran Selvi pada sang suami.
" sudah aku suruh si Melvin menyelidikinya, tapi dia belum juga menemukannya"
" masa sih? apakah kinerja asisten mu menurun mas?" Selvi agak curiga, karena setau dia asisten Johan ini orang yang sangat handal dalam berbagai bidang, sedangkan Johan mencoba mengingat - ingat apakah ada keganjalan yang tejadi malam itu beruntung dia tidak ingat di kasih air minum oleh Melvin, jika Johan dapat mengingatnya bisa di pastikan Johan akan marah besar pada Melvin.
...****************...
tetesan air hujan yang masih belum berhenti membuat pasangan yang sedang tidur dengan berpelukan (tidak sengaja) enggan untuk bangun siapa lagi kalau bukan Gista dengan Hendra, begitu pula pasangan Selvi dengan Johan. Jam menunjukan pukul 05.20 pagi hendra menggeliat merasakan otot nya keram, ia membuka mata perlahan dan melihat sosok istrinya menenggelamkan wajah didada hendra dengan lengan sebagai bantalnya, hendra senyum memandangi wajah istrinya yang cantik dan damai saat tertidur cukup lama hendra memandanginya tak terasa bibirnya akan menyentuh bibir Gista.
"enghhh" Gista menggeliat hendra segera menutup matanya pura- pura masih tertidur.
Gista membuka mata dan tubuhnya tersentak
"astaga apa yang gue lakuin kenapa malah meluk dia si, duh dia belum bangun kan? malu gue kalau dia tau gue tidur sambil peluk dia" ucap Gista sambil mastikan hendra yang pura- pura tertidur segera Gista bangkit menuju kamarnya. Saat Gista sudah keluar hendra menahan rasa ingin ketawanya, pasalnya Gista fikir ia tidak tahu apa yang terjadi saat mereka tidur, Gista sudah siap rapih dan tentunya cantik, hendra pun keluar kamar sambil mengeringkan rambutnya.
"eemm ta ko aku ngerasa semalem badanku anget banget ya?"tanya hendra pura- pura tak tahu.
"emm gue gak tau lah, mungkin lu peluk guling!" jawab Gista gelagapan
"eemm iya juga ya eh tapi aku ngerasa ada yang endus- endus dadaku sampe putingku juga ikut tergesek" ungkap hendra asal, ia melihat raut wajah Gista yang gugup dan memerah.
"ya gue gak tau ada semut kali tuh gigit lu atau kecoa kali jangan tanya gue lagi," Gista salting, segera ia membuka pintu depan dilihatnya hujan masih deras walaupun hanya gerimis tapi sangat lebat, yah gimana nih masih gerimis,
"ya udah ta kita berangkat bareng aja, payungnya cuma ada satu nih" Hendra menunjukan payung yang ia bawa didapur.
"yaudah ayo cepetan"
"emm ta tapi sebaiknya kamu pake sandal jepit aja deh, kalau kamu pake sepatu hak tinggi gitu nanti nacep dijalan"
"iya juga jalanan disini kan masih tanah,bheuuh yaudah nih bawain sepatu gw" Gista menyerahkan sepatu hak tingginya pada hendra, akhirnya mereka berangkat bersama memakai payung yang sama, apalagi Hendra merangkul pinggang Gista pasalnya agar Gista tidak basah itu si hanya modus Hendra aja.
__ADS_1
saat dijalanan tak jarang orang menggoda pasangan ini, "with mas Hendra, hujan gini harusnya libur aja mas mending kelonan sama istri cantiknya aja" teriak ibu disebuah warung.
" yah kalau gak kerja gimana nafkahin calon anak" teriak Hendra tak kalah heboh Gista melotot kearah hendra, ia kesal dengan perkataan hendra, tapi hendra hanya tersenyum.
"oalaaah udah mau ada anak tah mas''ucap salah satu ibu
"emm doain aja ya ibu, semoga istri saya cepat isi, saya duluan ya" hendra puas sekali melihat wajah Gista yang memerah. Tak lama mereka sampai, Hendra mengantar Gista sampai kedepan ruanganya.
" nih ta sepatu kamu" meyerahkan pada Gista,
" emm jangan kecapean ya kasian dedek bayi kita" ucap Hendra mengelus perut Gista dan segera berlari.
"pergi lo sana dasar bajingan siapa juga yang mau punya anak sama lo" teriak Gista kepada hendra yang sudah berlalu, Gista pun segera masuk keruangan dan merapihkan penampilannya, sambil sesekali ia tersenyum mengingat perkataan Hendra,
oh yaampun haruskah ia mulai menerima Hendra dan berumah tangga selayaknya pasangan suami istri pada umumnya? tidak diragukan Hendra memang bisa membuat Gista nyaman, ia sabar, pengertian, selalu ada untuk Gista, ya walau pun ia miskin tapi toh buktinya selama Gista tinggal bersama Hendra ia tidak pernah merasa kelaparan Fikiran itu terus berkecambuk dibenak Gista.
...****************...
di perusahaan Anderson company, Johan yang lagi di ruangannya bertanya kepada Melvin.
" Melvin saya tanya lagi sama kamu, apakah kamu sudah menyelidiki secara detail kenapa saya minum obat perangsang"
" tapi ya padahal saya kemaren cuman mabok ajah pas sampai apartemen walaupun saya bicara ngelantur, dan saya juga ingat kamu kasih saya minum, apa jangan - jangan dalam minuman itu ada obat perangsang" kata Sean lagi
" ah mana mungkin tuan"
"apa yang tidak mungkin, pasti kamu kan"
" mana berani saya kasih tuan obat perangsang"
" kenapa tidak, bisa jadi kamu pusing akibat tugas yang saya beri, makanya kamu melakukan hal konyol itu"
" itu bukan tipe saya tuan"
" jujur saja"
__ADS_1
" apa yang mau jujur tuan, saya sudah jawab jujur kok"
perdebatan demi perdebatan terjadi di ruangan itu, tanpa terasa waktu yang mereka habiskan terbuang sia - sia, sehingga datanglah sosok Selvi.
" kenapa tuan ribut - ribut dan tidak menyelesaikan pekerjaan masing - masing" kata Selvi setelah masuk ke dalam ruangan itu ( ya Selvi masuk saja ke dalam ruang itu karena tidak ada sahutan dari dalam ruangan)
" kamu kok main masuk saja"
" saya sudah ketuk tuan, tapi tidak ada sahutan, jadi sama masuk ,soalnya saya menyampaikan hal yang sangat penting"
" apa itu"
" kerja sama dengan perusahaan Xxx akan di setujui jika tuan mau menemui CEO di perusahaan itu ya dia Pak Xxx"
" di mana?"
" di restoran Xxx "
" kapan"
"sekarang tuan pukul Xxx"
" yok kita kesana, ok Melvin kamu handle pekerjaan di kantor, saya dan Selvi akan menemui pak Xx" kata Johan pada Melvin
" baik tuan" jawab Melvin
Johan dan Selvi pun pergi menemui pak Xxx di restoran guna mendapatkan kerja sama dan dapat melebarkan sayap perusahannya ya apalagi kalau bukan perusahaan Anderson Company, sedangkan Melvin yang berada di perusahaan Anderson Comapany lebih tepatnya menyelesaikan pekerjaan di sana bersyukur karena tidak terbongkar perbuatannya yang nekat memberi bos dinginnya obat perangsang sehingga mengakibatkan Selvi hamil anak Johan.
# bersambung
jangan lupa sedekahnya ya para reader
👇
Kasih like,coment, hadiah, dukungan, dan votenya ya para pembaca ter the bast. Biar Author semangat untuk nulisnya ceritanya
__ADS_1
Terima kasih🙏🙏
Jangan lupa follow ig Author @selvi_julianengsih