Kesabaran Hati

Kesabaran Hati
hari-hari yang menyenangkan


__ADS_3

setelah peserta malam itu, kini hari-hari yang di jalani Ibram begitu bahagia.


bagaimana tidak dia menunggu kehadiran anak pertamanya yang tak peduli itu laki-laki atau perempuan.


bahkan saat Lessa mengajar pun, dia tak di izinkan untuk mengunakan sepatu hak tinggi.


Ibram benar-benar menjaganya, seperti pagi ini, Lessa ada piket jam pagi.


Ibram juga sudah siap untuk datang lebih pagi menemani istrinya di sekolah.


mereka datang pukul setengah tujuh pagi kurang karna itu sudah peraturan sekolah.


"mau di belikan sesuatu dulu," tanya ibram yang membukakan pintu untuk istrinya itu.


"tidak perlu pak Ibrahim, saya sudah bawa camilan dan semua vitamin, dan susu juga ada," kata Lessa.


"kamu tau Bu Khadijah, anda sekarang terlihat sangat sehat,aku suka melihatnya, baiklah mari saya antar ke ruang guru," kata Ibram yang membuat Lessa malu.


ya dia sudah naik berat badan sebanyak sepuluh kilo padahal kandungannya baru berjalan lima bulan.


tapi dokter mengatakan jika bayi mereka sehat dan belum bisa mengidentifikasi bahwa itu bayi laki-laki atau perempuan karena bayi keduanya selalu menyembunyikan diri saat USG.


tak butuh waktu lama pukul setengah tujuh, beberapa murid dan guru mulai berdatangan.


Ibram sudah ada di kantornya dan kemudian turun karena ini hati Senin dan akan di adakan upacara rutin.


dia tidak sebagai pembina upacara kali ini dan di gantikan oleh pak Hendro.


semua murid mengikuti upacara dengan sangat tenang dan tak ada yang celometan.


setelah upacara selesai semua murid di minta untuk kembali.ur.urlad untuk mendapatkan jadwal ujian yang akan di jalani Minggu ini.


pasalnya sebentar lagi adalah ujian kenaikan kelas, dan kelas sebelas E sudah mempersiapkannya juga.


karena ini adalah penilaian untuk para wali kelas dalam kesuksesan mendidik para murid di kelas yang di pegang.


bahkan setiap malam Lessa sering membuat les melalui panggilan video.


dan itu sangat membantu, dan juga semua murid ingin membuktikan jika kelas mereka bukan jelas berandalan.


Lessa berjalan menuju ke kelas yang menjadi tanggung jawabnya dan mulai memberikan jadwal untuk ujian pada sekertaris kelas.

__ADS_1


"bagikan, dan ingat siapapun yang butuh bimbingan silahkan datang ke rumah ibu, dan ibu akan bantu kalian belajar, mengerti," kata Lessa.


"siap Bu," jawab semua murid


mereka benar-benar sangat semangat, karena baru kali ini ada guru yang begitu peduli pada kelas itu.


Lessa bahkan sudah menyerahkan semua soal yang di buatnya pada guru pelaksana.


Ibram yang sempat membaca soal sati istrinya itu sempat merasa mustahil, pasalnya pertanyaan itu sangat detail dan kemungkinan akan banyak murid yang gagal jika dalam pembelajaran tak benar-benar fokus memperhatikan.


tak butuh waktu lama, setelah pembagian soal mereka semua di izinkan pulang, besok libur karena sekolah bersiap untuk ujian tang di adakan lusa.


Lessa memutuskan untuk pulang ke rumah orang tuanya, sedang Ibram masih di sekolah untuk mempersiapkan semuanya.


jadi Lessa di jemput oleh Jefry, "silahkan tuan putri,"


Ibram masih fokus di kantor miliknya, dan masih mengerjakan beberapa laporan.


tapi sebuah pesan kembali membuat dirinya merasa aneh, karena itu adalah satria.


"assalamualaikum... ada apa bung, tumben kamu menghubungiku jam segini?" tanya ibram dari sebrang telpon.


Ibrahim memastikan nama yang ada di layar ponselnya, "kenapa kamu menelpon ku dengan ponsel satria, sudah ku katakan jangan hubungi aku lagi, aku sudah bahagia dengan istriku," kata Ibram.


"tidak!! kamu bohong, karena kebahagiaan mu adalah aku, aku jamin kamu pasti berbohong karena kamu hanya boleh bahagia dengan ku," kata Shakira yang begitu sangat mengenaskan di depan satria dan Elia.


"maaf... tapi dengan apa yang terjadi, aku sudah membunuh cintaku untuk mu, dan sekarang seluruh cinta dan hidup ku milik istriku," kata Ibram yang langsung mematikan panggilan itu.


"tidak!! dia bohong!!" teriak Shakira yang langsung pingsan


Elia dan Satria bingung karena kondisi Shakira terus menurun dan itu membuat mereka khawatir.


Shakira benar-benar membutuhkan ihram saat ini, tapi mereka tak mungkin membuat Ibram ke tempat itu dengan begitu mudah.


terlebih Ibram sendiri sekarang sudah bahagia dengan hidup barunya bersama istrinya.


"apa tidak ada hal lain yang bisa di lakukan Elia, aku mohon... aku tak bisa lagi melihatnya seperti ini,"


"aku tak bisa melakukan apapun lagi satria, dia sudah seperti orang gila, jadi sementara waktu kita hanya bisa memberinya obat penenang saja," kata Elia.


Shakira sudah sangat kurus, satria juga tak bisa berbuat apapun, semua sudah hancur.

__ADS_1


sedang di tempat lain, orang tua dari Shakira juga hanya bisa menunggu Shakira kembali.


bagaimana tidak, mereka bukan tak mencarinya, tapi semua usaha seperti gagal tak tersisa.


karena sangat sulit mencari keberadaan gadis itu, dan Garra juga harus fokus pada Dewa agar pemuda itu segera sembuh.


Lessa sedang duduk di kebun belakang rumah bersama dua adiknya yang tengah sibuk memanen nangka berukuran besar itu.


"ya Iki, tak makan nangka malah kena getahnya,yang makan enak sendiri ya mbak," kata Jefry.


"iya enak orang tinggal makan," jawab Lessa yang menikmati buah sarikaya.


"mbak mah udah hamil segitu mau nambah berapa kilo lagi nanti mas Ibram kabur kan repot karena mbak gemuk," kata Jerry.


"tenang saja, selama ini aku gak bisa gemuk, dan jika gemuk juga mudah untuk kurus lagi kok," jawab Lessa.


"tetep dong gak mau kalah, dasar mbak ini," kata Jefry yang tertawa mendengar jawaban kakaknya.


tapi apa yang di katakan oleh Lessa itu benar, gadis itu memang tak pernah gemuk dari kecil.


dan mereka baru melihat Lessa gemuk saat ini, saat gadis itu hamil besar.


karena Wanita itu tak membatasi apapun yang ingin di makan jadi semua masuk.


itulah yang membuat wanita itu sukses membesar, tapi semua keluarga bukannya protes malah senang karena bayi yang di kandung Lessa sangat sehat tanpa kurang apapun.


bubda Mei dan ayah Javis baru pulang dari tempat kerja karena ada panen besar di desa


mereka datang membawa beberapa ikan segar yang tadi sempat di ambil di kolam milik keluarga.


"wih... siang ini makan ikan di pepes bunda," usul Jefry.


"setuju tapi punya Lessa di pisah ya, takut baby-nya kepedesan karena kedua om-nya doyan pedes," kata Lessa tertawa.


"pasti, tapi pepes nya mau di kukus apa di bakar?" tanya bunda Mei.


"di masak keduanya bunda, biar makin mantep," kata Jerry.


"kalau begitu Jerry yang bakar nantinya, dan ayah ingat sebentar lagi ada yang datang mengantar uang, dan Jefry bantu bunda masak," kata bunda Mei membagi tugas.


"siap!!" jawab semua orang

__ADS_1


__ADS_2