
Ibram mengendong bayi mungilnya, meski bayi itu harus lahir secara prematur.
beruntung karena Lessa begitu menjaga kesehatan dirinya dan putra mereka, jadilah putranya bisa lahir dengan sehat.
"dokter bagaimana kondisi istri saya," tanya ibram penasaran.
"maafkan saya pak, karena pendarahan, dan tekanan darah yang tiba-tiba tinggi, mengakibatkan istri anda mengalami penurunan kesadaran dan sekarang kondisinya koma," kata dokter.
berita itu membuat Ibram lemas, bahkan tubuhnya limbung tak bertenaga.
"tidak... Lessa..." tangis Ibram pecah.
dan beruntung jika kondisi dari ayah Japar tak mengalami masalah, karena mendapatkan penanganan yang tepat.
Ibram pun keluar dengan masih tersedu-sedu, "ada apa Ibram? kenapa kamu menangis, bukankah Lessa baik-baik saja?" tanya ayah Javis dan bunda Mei yang sangat khawatir.
"ma... Lessa... dia koma ma... dia marah padaku ya ma... dia benci aku ya ma..." tangis Ibram yang harus menangis dan bersimpuh di kaki ibunya.
mama Dian pun lemah mendengar keadaan menantunya, "tidak boleh, dokter tolong lakukan apapun untuk putriku, dan minggir kamu Ibram!! sudah ku katakan untuk menjaganya!!" marah mama Dian.
ayah Javis memeluk membantunya itu, dia tak mengira akan melihat menantunya dalam kondisi seperti ini.
__ADS_1
"tenang le," kata ayah Javis.
"tidak ayah, aku harus membuat wanita sialan itu sadar, jika sekarang aku sangat membencinya, karena dia berani mengusik istriku dan ayah ku," kata Ibram yang begitu marah besar.
dia bahkan langsung bangkit dan berjalan melewati semua orang, Jerry dan Jefry ikut kakak iparnya itu.
mereka tak butuh waktu lama untuk menemukan Shakira, pasalnya wanita itu tak bersembunyi.
jadi mereka hanya butuh datang ke rumah keluarga Yusvandani begitu saja.
mobil Jeep milik Ibram sampai dan ketiga pria itu turun dengan wajah marah.
Garra dan ayah Malik pun keluar dari rumah,mereka kaget melihat Ibram yang datang dengan marah.
"ada apa Ibram, kenapa kamu datang dengan marah-marah seperti ini, terlebih lagi kamu tak usah berteriak karena ini bukan hutan," kata Garra yang menghadang pria itu
"kamu tak usah sok bingung begitu, asal kamu tau mas, adik kesayangan mu itu sudah membuatku marah karena dia berani membuat istriku terluka separah ini, dia Kona setelah dokter berhasil melakukan operasi sesar," marah Ibram.
"bukankah itu bagus, itu seharusnya memang terjadi,karena dengan berani dia merebut pria milik ku," kata Shakira yang keluar dari rumah dengan tubuh yang cukup kurus.
bahkan itu mengejutkan Jefry dan Jerry, bahkan Ibram tak percaya dengan apa yang dia lihat sekarang.
__ADS_1
"kamu bilang pantas, apa kamu istri mas Ibram hingga kamu bisa mengakui dia itu pria milik mu," marah Jerry
"ya, semua orang tau jika aku dan Ibram saling mencintai, benar kan Ibram," kata Shakira mengenggam tangan Ibram.
"bulshit, aku bahkan sekarang jijik dan tak ingin melihat mu, seandainya aku bisa, aku akan membunuh mu sekarang, tapi jika aku ingat bagaimana orang tua mu begitu menyayangi mu, aku tak bisa melakukannya," kata Ibram menghempaskan tangan Shakira agar lepas dari lengannya.
"itu... itu buktinya jika kamu tak bisa menyakitiku, benarkan, meski aku membunuh Lessa," kata Shakira dengan senyum yang mengembang.
plak...
sebuah tamparan keras di berikan Ibram yang mengejutkan Shakira, "berani kamu menyebut dan memikirkan untuk melukai istri ku, maka aku akan membunuh mu," marah Ibram.
"kamu tak bisa melakukan itu padaku, aku rusak karena dirimu," marah Shakira.
"Kamu gila, bagaimana aku membuat mu rusak, kamu yang mabuk sendiri dan memaksa Satria untuk melakukan hubungan badan dengan mu, dan saat kamu hamil kamu berkali-kali ingin membunuh janin mu bukan, sekarang kamu menyalahkan aku dan istriku, sakit jiwa kamu, dan tak ku kira jika keluarga mu tidak mengobatinya malah membiarkan mu berkeliaran, dan sekarang terima kasih aku akan ingat semuanya, karena keluarga ini aku hampir kehilangan ayah ku, istriku bahkan bayi ku, jadi mulai sekarang aku tak ingin akan melupakan semua kenangan lalu, dan tak akan mengenal keluarga ini lagi," kata Ibram marah.
"tapi nak," kata bunda Hujan yang langsung di hentikan oleh Ibram.
"sekali saja aku melihat wanita ini berkeliaran di sekitar istriku dan keluarga ku,aku akan membunuhnya tanpa memandang kalian lagi, mengerti," kata Ibram yang membuat keluarga Yusvandani terdiam.
ayah Malik terduduk dan kepalanya sangat pusing, karena dia tak menyangka jika cara didiknya kini menjadi bumerang, atau mungkin ini semua karna untuknya.
__ADS_1