Kesabaran Hati

Kesabaran Hati
pertemuan yang menyebalkan


__ADS_3

Lessa duduk santai di teras saat sore hari, pasalnya suaminya batu saja selesai menelpon dirinya.


"ada apa mbak, kok diem sedih begitu, ayolah jangan memasang wajah begitu, kamu terlihat jelek dan takutnya anak mu nanti ikut cemberut loh," kata Jefry yang baru pulang.


"lagi pingin makan es krim, tapi malas keluar," kata Lessa.


"baiklah mbak ku, ini aku belikan es krim mini,maklum yang gede abis, Jerry bawa es krim mbak ke belakang," panggil Jefry.


"siap, aku boleh minta satu gak mbak?" tanya Jerry.


"boleh dong," jawab Lessa


mereka tak lama mereka pun berkumpul di teras dan tertawa bersama.


tak lama ada sebuah mobil menghentikan mobil itu di depan rumah keluarga Priyambudi.


tapi saat Jerry akan bangun dan mendekati mobil itu, tapi mobil itu bergegas pergi meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


Lessa sempat melihat siapa yang ada di mobil itu, "sudah Jerry tenang oke, duduklah aku ingin makan es krim bersama kalian,"


"oke mbak," jawab pemuda itu.


ayah Javis dan bunda Mei datang setelah menyelesaikan semua kepentingan mereka.


"aduh... kalian makan es krim, ayah tak di bagi?" tanya ayah Javis.


"tentu ayah juga boleh tapi hanya satu, ingat ayah harus jaga kesehatan, tentu ayah tak ingin kan tak bisa mengendong cucu pertama ayah saat dia lahir,"


"baik nyonya, aku mengikuti semua keinginan mu," kata ayah Javis tertawa


Malik sedang menelpon beberapa orang untuk membantu menjaga Shakira agar wanita itu tak melakukan hal bodoh.


Hujan tak bisa melakukan apapun sekarang, Shakira bahkan tak ingin bicara padanya.


entah apa yang terjadi pada wanita itu, karena Shakira itu sangat sulit di tebak.

__ADS_1


"Garra biarkan ayah yang jaga Shakira, kamu bisa pergi jika memang ada yang perlu di lakukan," kata ayah Malik.


"iya ayah, tapi aku sudah menyelesaikan semuanya saat di Jakarta, tolong ayah berikan aku kepercayaan untukku kali ini, jangan simpan dan tanggung semua sendiri," kata Garra yang merasa kasihan melihat Malik.


"terima kasih nak," jawab ayah Malik yang merasa terharu mendengar jawaban Garra.


ayah Malik memegang bahu Gatra, "setelah aku mendengar ucapan hebat dan sebuah senyuman dari seorang putri, kini aku bisa bangga jika salah satu putra ku bisa menjadi kebanggaan ayahnya,"


"apa maksud ayah?" bingung Garra mendengar jawaban dari ayahnya.


"putri dari musuh ku, dia bahkan tak menganggap ku musuhnya, dia tersenyum dan bilang, jika ayah sedih ayah bisa menghubungiku, karena ayah juga pria hebat bukan, ingat selalu ingat jika putri ayah bukan satu tapi dua, jadi jangan sedih,"


"seandainya ayah tau, aku juga mengangumi dirinya, tapi aku marah dan ingin sekali menghabisi dia saat tau dia akan menikah dengan Ibram, tapi aku sadar jika itu keputusan buruk, dan aku akan mempermalukan keluarga ini," kata Garra jujur dengan apa yang dia rasakan.


"kalau begitu aku minta satu hal padaku, tolong jaga dia, jangan biarkan adik mu melukainya, mau bagaimana pun dia sudah sangat baik," kata ayah Malik.


"aku janji padamu ayah, dan aku tak akan mengecewakan ayah," kata Garra.

__ADS_1


ayah Malik pun memegang janji putranya itu, Garra tak ingin keluarganya kembali di permalukan setelah kejadian Dewa.


jadi dia akan mematikan keluarganya harus kembali berjaya, dan tak akan ada lagi orang yang menghina kekuatan mereka lagi.


__ADS_2