Kesabaran Hati

Kesabaran Hati
tujuh bulanan


__ADS_3

ayah Javis dan bunda Mei sudah menyelesaikan semua pembelian tanah perkebunan dan juga sebuah villa untuk di hadiahkan kepada putri dan calon cucu mereka.


"baiklah pak Dedi, terima kasih dan senang berbisnis dengan anda," kata ayah Javis dengan senang hati.


"terima kasih sudah percaya pada kami," kata pak Dedi.


"baiklah pak, saya akan mengirimkan orang kepercayaan ku ke sini, kalau begitu saya pamit pulang, karena pekerjaan kami masih banyak," kata ayah Javis.


"baik tuan, terima kasih,"


kedua orang itu pun pergi dari perkebunan itu, tapi saat mereka akan pergi, tiba-tiba seseorang menabrak mobilnya dengan sangat keras.


"Allahuakbar ayah!!" kaget bunda Mei.


ayah Javis langsung turun dan melihat siapa orang yang menabrak mobilnya.


ternyata itu adalah Shakira, ayah Javis pun kaget pasalnya perut Shakira sangat besar.


"bunda ini Shakira!" teriak ayah Javis.


"apa, kita bawa ke rumah sakit ayah, takutnya dia kenapa-kenapa," kata ayah Javis.


mereka pun membawa Shakira pergi ke rumah sakit terdekat, sedang di rumah Elia sadar dari pingsannya.


dia kaget tak menemukan Shakira, dia ingat jika tadi gadis itu memukul kepalanya dengan sebuah vas bunga.


"ini gawat..." gumam Elia.


dia langsung panik mencari ponselnya untuk menghubungi Satria.


tapi dia tak menemukan ponselnya itu, sedang ayah Javis dan bunda Mei sudah sampai di rumah sakit dan segera membawa Shakira ke ruang UGD.


"ayah tolong hubungi mas Malik, bagaimana pun dia adalah ayah dari Shakira,"


"baiklah, kamu jaga disini karena aku yakin jika akan ada orang yang mencari Shakira, karena gadis itu sepertinya di sembunyikan." kata ayah Javis.


"tentu ayah, kamu tentu tau siapa istrimu ini," kata Bunda Mei.

__ADS_1


ayah Javis segera menghubungi Malik untuk memberitahu tentang keberadaan dari Shakira.


sedang di depan UGD, bunda Mei di buat kaget oleh ucapan dokter, "permisi ibu, mana keluarga pasien yang hamil dan baru masuk UGD, karena kondisi pasien, pasien harus melakukan operasi sesar karena kondisi ibu dan janinnya kritis," kata dokter


"tolong lakukan apapun untuk menyelamatkan putri saya dokter!" kata bunda Mei.


dokter pun segera melakukan operasi setelah dapat persetujuan dari bunda Mei, setelah dua jam akhirnya kondisi dari Shakira pun bisa tertolong.


tapi bayinya harus masuk ruang inkubator karena bayi itu sangat lemah terlebih selama hamil gizi dari ibu sepertinya tidak tercukupi.


Shakira pun sadar setelah operasi, dan melihat ada bunda Mei di sampingnya.


"aku dimana, dan kenapa anda ada di sampingku," gumamnya.


"tenang Shakira, maaf kami tak bisa menolong bayimu," kata bunda Mei yang memberitahu berita itu.


"itu bagus, karena aku tak menginginkan bayi itu ada, jadi lebih baik dia mati," kata Shakira dengan dingin.


tak lama rombongan dari keluarga Malik datang, mereka pun tak menyangka jika Shakira harus melalui ini semua.


"kalian disini," kaget Shakira.


"bunda mau tau siapa yang membuatku seperti ini, tentu saja putri mereka yang merebut pria ku, jadi ini bukan salah ku tapi putri mereka," kata Shakira menunjuk ayah Javis dan bunda Mei.


"kamu keterlaluan Shakira, jika bukan karena mereka kamu bisa mati, dan seharusnya kamu mati saja jika terus tak bisa menjaga ucapan mu!" marah Malik mendengar perkataan putrinya.


"maafkan dia mas," kata Malik yang merasa sedih.


"kami memaklumi semua mas Malik, tapi tak seharusnya anda membentak Shakira yang batu sadar, kalau begitu kami pamit dulu,karena lusa ada acara di rumah, kami permisi," kata ayah Javis dan mama Mei.


hujan tak mengira jika ucapan putrinya semakin berani dan begitu kasar.


sedang Malik tak menyangka terlalu memanjakan anak akan bisa membuat mereka seperti ini.


Satria yang sudah babak belur pun juga sudah kembali dengan bayi miliknya dan akan membesarkan anak itu.


dan yang pasti merahasiakan tentang bayi itu yang masih hidup,karena bisa saja Shakira marah dan membunuh bayi itu.

__ADS_1


"terima kasih ayah bunda, aku akan selalu mengingat jasa kalian," kata Satria.


"sekarang pergi dan buat bayi mu sehat, setelah itu lebih baik menetap di desa, karena orang tua mu membutuhkan dirimu," pesan ayah Javis.


"iya ayah," jawab Satria.


keduanya pun langsung menuju ke bandara, dan ternyata di bandara ayah Javis dan bunda Mei bertemu seseorang.


"kamu awasi Satria, dan pastikan tak ada yang bermasalah, dan ingat aku tak ingin keluarga putriku dalam bahaya," kata ayah Javis.


"tapi bagaimana caranya?" bingung sosok itu.


"itu tak akan mungkin terjadi, karena wanita cacat tak mungkin bisa merebut kebahagian putriku," kata bunda Mei yang langsung membuat kedua orang itu kaget.


di rumah sakit, keluarga Malik sangat syok setelah mendengar apa yang di katakan oleh dokter tentang kondisi Shakira.


tapi mereka memutuskan untuk merahasiakan apa yang terjadi, dan ajan membuat Shakira kembali sehat.


di rumah Ibram, semua keluarga sudah berkumpul kecuali kedua mertuanya yang masih berada di luar kota.


"jangan sedih gitu dong sayang, Jan malam ini ayah dan bunda janji akan pulang," bujuk Ibram pada istrinya.


"tapi mas, mereka janji tak akan melewatkan acara kita, tapi tak ada telpon atau apapun itu dari bunda dan ayah," kata Lessa sedih.


"tenang sayang, mungkin mereka memang sedang sibuk, jago jangan sekhawatir ini ya," bujuk Ibram.


akhirnya Lessa tertidur karena kelelahan, dan ibram memilih duduk di teras rumahnya.


terlihat banyak orang yang masih menyiapkan untuk acara besok di awasi oleh ayah Japar.


"apa istrimu sudah istirahat?"


"sudah ayah, aku tak mengerti dia begitu sulit di tebak, bahkan bisa tiba-tiba menangis atau tiba-tiba tertawa senang begitu?" bingung Ibram.


"namanya juga hormon orang hamil, setidaknya istrimu tidak mengalami apa yang bunda mu alami," kata ayah Japar membayangkan masa lalu.


"maksudnya ayah?"

__ADS_1


"kamu tau benar cerita kisah cinta kami, yang sama-sama gagal dan memiliki mu adalah kebahagiaan terbesar, bahkan bunda mu pendarahan hebat saat melahirkan mu, tapi dia tetap berjuang untuk kita, lihatlah keluarga kita sekarang, jadi jaga istri ku jangan pernah melepaskan tangannya, karena yang sebenarnya adalah istri kita adalah orang yang selalu tersenyum dan merasa senang saat melihat kita sukses, meski mereka sering diam-diam menangis sendirian, jadi kamu harus lebih peka, jangan sampai menyesal dan memberi ruang pada orang ketiga di pernikahan mu ya le," kata ayah japar yang memang sudah mengalami hari-hari berat.


bahkan menyaksikan bagaimana dulu pernikahan istrinya yang gagal karena orang ketiga dan mulut pedas semua orang yang menghardiknya.


__ADS_2