Kesabaran Hati

Kesabaran Hati
serangan jantung


__ADS_3

Ibram sedang di dalam perjalanan pulang dari seminar yang membuatnya jauh dari istrinya selama seminggu ini.


"ya Tuhan aku bisa gila dengan semua seminar ini, sudah aku akan mengirim guru lain," gumamnya yang kesal.


sedang di rumah sakit, kepanikan sedang terjadi, pasalnya seorang wanita mengalami pendarahan hebat.


dan seorang pria separuh baya mengalami serangan jantung dan membuatnya harus masuk ruang ICU.


"maaf... wali pasien, karena ibu dan bayinya sedang kritis, jadi kami harus melakukan operasi untuk menyelamatkan keduanya," kata suster itu.


"lakukan semua demi putriku suster," kata ayah Javis yang terlihat begitu syok.


"dan saya butuh beberapa kantong darah untuk transfusi darah," kata suster lain.


"kami bisa mendonorkan darah kami," kata Jerry dan Jefry bersamaan.


mereka mengikuti suster, mereka tentu tak ingin kehilangan kakak perempuannya yang begitu di cintai.


Ibram memberhentikan mobilnya di sebuah lampu merah dan melihat ponselnya.

__ADS_1


dia kaget mendapatkan pesan yang begitu banyak, dia langsung menancap gas mobilnya menuju ke rumah sakit.


sesampainya di rumah sakit kota, dia melihat semua keluarganya ada di depan ruang UGD.


"bagaimana keadaan istri ku dan ayah?" tanya ibram.


mama Dian langsung bangkit dan berjalan ke arah putranya itu, sebuah tamparan mendarat di pipi Ibram dengan sangat keras


plak...


"sabar mbak... tolong sabar.." kata bunda Mei menahan besannya itu.


"sabar, bagaimana bisa aku sabar, wanita itu datang dengan sombongnya hingga membuat suamiku dan menantuku masuk ke rumah sakit, dan mereka sedang di ambang kematian, dan cucu ku yang masih di dalam perut juga dalam bahaya..." tangis mama Dian.


"kamu tanya, kalau begitu tanya pada kekasih lama mu itu, apa yang dia katakan hingga membuat istri dan ayah ku seperti ini, coba jelaskan bagaimana dengan semua hal ini!!" teriak mama Dian yang frustasi.


Ibram pun bingung, apa yang di maksud oleh mamanya, dia mengambil ponsel foto itu.


dia kaget itu adalah foto lama, foto yang iseng mereka ambil seperti pengantin agama yang di anut oleh Shakira.

__ADS_1


"ini hanya iseng ma, aku hanya mengantarkan dia untuk kegiatan agama, aku bahkan tak mungkin menganut agama yang sama, dan lagi aku tak mungkin menikahinya, ini tidak seperti itu ..."


"kalau begitu apa ini?" tanya mama Mei.


Ibram pun makin tak habis pikir, bagaimana bisa Shakira melakukan hal seperti ini, "ini bukan aku, aku tak mungkin melakukan dosa seperti ini ma,"


"kalau begitu buktikan, dan karena teror itu putri ku dalam ruang operasi sekarang," kata Javis.


mendengar itu Ibram menoleh dan tak percaya dengan apa yang dia dengar.


"wanita sialan ini, dia benar-benar sudah gila, aku sudah meningkatkan penjagaan, tapi dia masih bisa mendekat maka jangan salahkan aku untuk berbuat nekat," kata Ibram yang sudah tak bisa diam lagi.


pria itu langsung pergi dan akan mencari di Shakira, "bawa kami juga mas, setidaknya kami bisa menjadi saksi apa yang terjadi di sana," kata Jerry yang menyelesaikan donor darah.


"tunggu dulu, lebih baik sekarang tunggu istrimu dan bayimu, jika tidak mama akan lebih marah padamu," kata mama Dian.


sedang Ibram meremas foto editan itu, meski terlalu sempurna, bagaimana pun ada celah meski itu sedikit.


sedang di tempat lain, seorang wanita tertawa senang karena satu serangan dua nyamuk akan mati.

__ADS_1


jika dia rusak maka Lessa harus rusak dan kehilangan semuanya seperti dirinya juga.


jadi itu batu impas, dan setelah itu Ibram akan kembali padanya itu pasti karena dari segi manapun dia lebih cantik dan seksi dari pada Lessa.


__ADS_2