
Ibram pun bangkit dan ingin segera ke rumah sakit karena dia merasa sangat buruk, dia meminta tolong pada kedua mertuanya untuk menjaga putranya itu.
"kamu yakin, biar Jerry saja yang ke rumah sakit, karena hari ini adalah acara putra mu le," kata bunda Mei.
"tidak bunda, aku tak bisa meninggalkan Lessa, dia masih belum sadar setelah semua yang di alami," kata Ibram dengan memohon.
"tenang Ibram, kamu ini kenapa nak, kenapa begitu sedih seperti ini," kata ayah Javis yang berusaha membuat menantunya itu tenang.
"maafkan aku ayah, tapi aku tak bisa menahan diri, dia menyembunyikan semua sendiri, aku bahkan tak tau jika kondisinya sangat buruk, jika tidak aku tak akan memaksanya hamil," kata Ibram yang kini malah tak ingin melihat putranya.
"Ibram sadar nak, ya Allah... kenapa kamu bilang begitu, kamu tau bagaimana istrimu, dia bisa sedih jika tau kamu seperti ini, kamu ini laki-laki jadi harus kuat, kamu juga seorang ayah nak!" bentak ayah Javis yang tak menyangka mendengar semua dari Ibram.
"tapi aku tak ingin kehilangan Lessa, bahkan aku baru saja merasakan hidup bahagia dengannya, kenapa tuhan sejahat ini padaku," tangis Ibram yang tengah sangat rapuh
ayah Japar menampar pipi Ibram, bagaimana pun perkataan dari Ibram itu tak baik.
"kenapa kamu mengatakan hal omong kosong seperti ini ibram, aku tak menyangka dari mu yang selama ini ku anggap begitu rasional," kata ayah Japar.
__ADS_1
"tenang ayah, ingat tekanan darah mu bisa naik," kata mama Dian yang menahan suaminya itu.
tiba-tiba Jefry berlari dari luar rumah, "ayah, bunda, kondisi kakak tiba-tiba memburuk," teriaknya.
semua orang menoleh, mendengar itu Ibram langsung lari meninggalkan rumah.
dia bahkan mengunakan motor sport miliknya dan memacunya dengan sangat kencang.
dia hanya ingin cepat sampai di rumah sakit, karena dia tak ingin kehilangan istrinya.
bahkan ayah Malik tak mengerti lagi kenapa putrinya itu bisa sampai seperti ini.
dan di saat seperti itulah sosok Satria datang mencoba untuk membuat Shakira mengerti.
bahkan pria itu terus mengunjunginya, dan memutuskan untuk berusaha membuat Shakira normal kembali.
terlebih dia ingin membuat wanita itu sadar jika dia sangat mencintai dirinya terlebih ada anak di antara mereka yang tentu butuh kedua orang tuannya.
__ADS_1
Ibram lari ke kamar rawat istrinya, "bagaimana kondisinya Jerry!!" teriak Ibram saat masuk ke kamar rawat itu.
"sayang tenanglah, aku baik-baik saja," jawab Lessa.
Ibram pun langsung lari dan memeluk istrinya yang sedang tersenyum, "kamu sadar sayang, benar ini," kata Ibram tak percaya.
Lessa mengangguk, dan Ibram langsung memeluk Lessa lagi, Jerry tak mengira jika akan melihat sosok yang biasanya begitu tegar dan berwibawa.
kini menangis begitu pilu di depan Lessa, "mas kamu sekarang seorang ayah, tolong jangan seperti ini karena ini bisa membuat ku ilfil loh,"
"itu tak mungkin terjadi," jawab Ibram yang mencium kening Lessa.
"tenang kakak ipar, kondisi Mbak Lessa sudah lebih baik, dan dia juga sudah di perbolehkan pulang sekarang, jadi kalian bisa melakukan acara baby Hamzah bersama bukan,"
"tapi sepertinya aku belum bisa berjalan karena kondisiku yang selama ini vegetatif," kata Lessa sedih.
"untuk apa bingung, selama suamimu ini bisa berjalan, aku akan jadi kaki mu sayang," kata Ibram yang siap mengendong istrinya itu
__ADS_1