Kesabaran Hati

Kesabaran Hati
semua berakhir


__ADS_3

Garra ingin meringkus adiknya itu di bantu oleh Dewa, tapi mereka kesulitan karena ternyata Shakira tak segan-segan melukai mereka.


bahkan Garra sudah terluka karena pisau lipat yang di bawa wanita itu, untungnya Ibram datang bersama petugas polisi dan petugas rumah sakit jiwa.


"Shakira berhenti!!" bentak Ibram


"sayang kamu datang, lihatlah aku datang dan tolong bilang pada kedua kakak ku yang bodoh ini untuk menyingkir, mereka berdua menyebalkan," kata Shakira.


"apa yang kamu lakukan, mereka itu kakak kandung mu,"


"tidak peduli, aku hanya ingin bersama mu, jika tidak di dunia ini, maka aku akan membawa mu ke akhirat bersama ku, bagaimana Ibram, kamu tentu tau aku sangat mencintai dirimu," kata Shakira yang tiba-tiba menangis.


"tapi aku sudah punya keluarga, kamu juga punya baby Aisyah yang cantik dan Satria yang selalu mencintaimu,"


"tidak!! perduli setan dengan mereka!! dia itu anak Satria bodoh itu, dia melecehkan ku saat aku mabuk, karena kesedihanku karena kamu menikah dengan ****** itu, kamu tau keluarga Priyambudi itu semuanya sampah," kata Shakira.


"hentikan Shakira, kamu keterlaluan!!" marah Garra


"tidak, kenapa harus aku yang berkorban, kalian dulu selalu memenuhi keinginan ku, tapi lihatlah sekarang, aku di buang di rumah sakit jiwa, aku itu tidak gila!!" teriak Shakira memukuli kepalanya sendiri.

__ADS_1


saat lengah seperti itu, Ibram lari dan melepas pisau lipat itu dan meringkus Shakira.


dan perempuan itu berhasil di lumpuhkan, "Shakira..." kata Dewa yang akhirnya jatuh.


ternyata ada luka tusukan di pinggang pria itu dan dia tak merasakannya.


Shakira benar-benar sangat membahayakan, dan Ibram sudah mendonorkan darah miliknya.


karena bagaimanapun Dewa tentu berhak mendapatkan kesempatan kedua.


"mas Garra, maaf atas apa yang terjadi, aku tak menyangka jika kondisi Shakira bisa seburuk ini," lirih Ibram tak percaya dengan apa yang akan dia lihat.


"Allahuakbar... apa yang telah satria lakukan," gumamnya.


"sudahlah nasi sudah jadi bubur, kami akan sebisa mungkin berjuang menyembuhkan Shakira, seperti halnya dewa, terima kasih sudah memberikan kesempatan kedua ya Ibram,"


"iya mas," jawab Ibram


sedang di rumah, Lessa masih merasa khawatir karena ibram belum ada kabar, terlebih dia tau benar bagaimana sosok Shakira saat ini.

__ADS_1


"apa perlu aku jemput mbak, biar mbak tenang," kata Jerry.


"tak usah, kamu itu malah membuatku semakin tak tenang jika kamu ke sana, karena kamu itu suka lepas kendali kalau sudah marah," kesal Lessa menjewer kuping Adiknya itu.


"aduh-aduh maaf deh, aku bukannya tidak bisa mengendalikan amarah ku, tapi aku kan merasa di injak harga diriku saat di sebut banci," kata Jerry


"ya wes sak karep mu cung," saut Jefry yang datang membawakan jamu untuk Lessa.


tak lama motor Ibram datang, dan Lessa langsung bangkit dan berlari memeluk suaminya itu.


mendapatkan pelukan hangat dari istrinya membuat Ibram kaget dan senang.


"sayang kamu sudah bisa lari?"


"Alhamdulillah mas, aku tadi reflek saat melihat mu pulang," kata Lessa.


"Alhamdulillah ya Allah..." kata Ibram memeluk istrinya itu.


Ibram dan Lessa sangat senang karena keluarga kecilnya kini sudah berkumpul dan bersama-sama.

__ADS_1


__ADS_2