
tanpa di duga, Ibram melakukan apa yang dia ucapkan,bahkan dari rumah sakit dua mengendong istrinya itu.
sedang di rumah acara akan segera di mulai tapi tinggal menunggu kedatangan dari kedua orang tua dari bayi mereka.
saat tamu undangan sua sudah datang, akhirnya mobil yang di kemudikan oleh Ibram datang
mobil itu adalah mobil milik ayah Javis yang di bawa Jerry, tapi adik iparnya itu harus membawa motor miliknya.
semua orang kaget melihat ihram datang dengan mengendong Lessa, tapi semua orang sangat bahagia.
meski tadi sudah dapat informasi jika Lessa sudah sadar dari Jefry tapi melihat itu berbeda dengan mendengar.
akhirnya mereka semua pun larut dalam kebahagiaan, bahkan Lessa masih gemetar saat mengendong putranya yang begitu tampan.
"lihatlah dia bunda, kenapa wajahnya membawa semua wajah ayahnya," kata Lessa menangis sedih.
"iya sayang, itu tandanya dia akan sehebat ayahnya," kata Ibram yang mendapat jeweran dari mama Dian.
akhirnya pengajian pemberian nama pun berjalan lancar, sedang Jerry belum datang sampai acara selesai.
Jerry malah sekarang masuk kantor polisi, "ya Tuhan, pak kalian ini salah tangkap, ya gimana sih masak yang mau di begal kok malah di tangkap," marah Jerry.
__ADS_1
"karena anda membunuh para perampok itu," kata seorang polisi.
"aduh kok makin gila sih, orang pulang dari rumah sakit mau di begal, aku membela diri, dan dia mati karena pertarungan dan mati terbentur buk kali itu kan bukan salahku," kata Jerry terus meracuni.
beruntung ayah Javis dan ayah Japar datang karena telpon pemuda itu.
keduanya pun berhasil membebaskan pemuda itu, dan para polisi yang menangkap Jerry sudah di pastikan akan di lakukan penindakan karena salah tangkap.
"kamu ini gimana sih, kenapa malah bablas saat membela diri," tegur ayah Javis.
"ya bukan salahku jika dia mati konyol, ya kali cuma di tonjok mati, dia itu tadi mati karena terpleset dan kepalanya terbentur yah,"
"baiklah-baiklah sudah sekarang ayo pulang, karena ada beberapa tamu lagi," kata ayah Japar.
sedang Jefry tertawa melihat tingkah kembarannya itu yang aneh-aneh saja.
💜💜💜💜
keesokan harinya, Ibram membantu Lessa berjemur dan belajar jalan kaki, sedang baby mereka di urus oleh bunda Mei.
karena untuk sementara mereka tetap tinggal di rumah keluarga Lessa untuk sementara karena dia belum bisa memastikan keselamatan keluarganya.
__ADS_1
terlebih Shakira masih mengerikan karena wanita itu bukan wanita sembarangan, dia bisa melawan banyak pria.
dan meloloskan diri dari rumah sakit itu kemungkinan sangat mudah, "apa sudah lelah sayang?"
"tidak mas, ini menyenangkan karena aku merasa menjadi seorang anak lagi," kata Lessa tertawa
"maaf, kamu bisa seperti ini karena melihat foto sialan itu," kata Ibram.
"sebenarnya mas bukan karena foto itu, melainkan memang sudah waktunya jadi tak usah sedih gitu," jawab Lessa
dua pemuda itu keluar dari dalam rumah, "mbak, mas, kami mau berangkat ke kampus, mau titip sesuatu atau tidak?" tawar Jefry.
"aku mau titip kue lumpur khas yang ada di jalan gua Dur ya, beli yang banyak karena mbak ingin dek," jawab Lessa
"siap, kalau mas Ibram,"
"boleh belikan pentol bakar saja kalau masih ada, aku sedang ingin memakannya dengan sambal lever sepuluh ya," pesan Ibram.
"iya mas, uangnya..." kata Jefry mengulurkan tangannya.
"dasar kalian ini, ini untuk beli pesanan, dan yang satu juta ini bagi dua," kata Ibram yang memang tak pernah bisa pada kedua iparnya itu.
__ADS_1
"terima kasih mas," jawab Keduanya.