Kesabaran Hati

Kesabaran Hati
tanggungjawab


__ADS_3

Satria mengacak rambutnya, bagaimana tidak dia, dia kebingungan sendiri karena Shakira yang terus memanggil nama Ibram.


dia tak mungkin menghancurkan pernikahan sepupunya terlebih orang tua Lessa adalah guru yang mengajari dirinya banyak hal.


"tolong lah Shakira, jangan seperti ini aku ingin bertanggung jawab atas dirimu, tapi kenapa kamu terus menolak diriku," mohon Satria frustasi


"karena kamu bukan Ibram, aku hanya ingin Ibram yang menjadi suamiku, dan jika kamu mau bertanggung jawab, kamu harus membuat Ibram kembali padaku dan membuang wanita itu," kata Shakira.


"itu mustahil," bantah Satria.


"kalau begitu aku akan membunuh bayi... bayi ini..."


Shakira sudah di beri obat, jika tidak usaha wanita itu bisa membahayakan bayi dan dirinya sendiri.


pasalnya rahim Shakira tak sekuat yang di prediksi, sekali saja dia keguguran maka rahim wanita itu bisa di angkat karena terlalu lemah.


Elia pun menepuk bahu Satria yang terlihat begitu sedih, pasalnya pria itu tak menyangka akan menghancurkan hidup seorang wanita seperti ini.


dia tak menyangka jika Shakira semarah ini dan punya keinginan yang sangat buruk.


"kuatkan dirimu Satria, jika kamu lemah Shakira akan benar-benar merusak rumah tangga saudaramu,jadi lebih baik beritahu saudara mu jika tidak ini akan sangat gawat," kata Elia.


"ya kamu benar Elia, aku akan menelpon sepupu ku, dan memintanya untuk berhati-hati, terlebih istrinya juga sedang hamil," kata Satria.


"ingat Satria, apapun yang terjadi tolong jangan membuat keluarga itu, jika aku bisa aku akan membantumu dengan mencuci otak Shakira," kata Elia.


〰️〰️〰️🍀🍀🍀


sedang di sekolah, Lessa dan Ibram yang sekarang sedang mengadakan ujian semester untuk kenaikan kelas.


semua terlihat sangat serius, karena Yudha ingin naik kelas dengan nilai yang bagus.


pasalnya sudah sangat lama dia memendam bakatnya yang sebenarnya sangat luar biasa.


tapi setelah melihat Lessa yang tak menyerah dengan kelas mereka, sekarang mereka pun ingin membanggakan untuk guru kesayangan mereka itu.


Ibram melihat istrinya yang lelah, tapi terlihat begitu bahagia menjalani tugasnya sebagai pengajar.


bahkan setiap hari akan ada murid yang datang ke rumah mereka untuk belajar dan mendapatkan pelajaran gratis agar bisa melewati ujian dengan mudah.


Lessa menghela nafas, pasalnya rasanya dia sangat lelah tapi hari ini belum selesai.

__ADS_1


pasalnya dia masih membereskan kertas ujian, dan membawanya ke ruang guru.


"bisa di bantu Bu Khadijah?" tanya Rana.


"terima kasih, kamu mau apa kok tumben main bantu ibu?" tanya Lessa yang sadar sesuatu.


pasalnya setelah acara kemah, gadis itu terlihat selalu mendekat ke Lessa.


dia menebak jika Rara dan Riri ini menyukai kedua adiknya, pasalnya Jerry juga bercerita jika ada dua gadis yang sangat pintar memasak.


dan lagi keduanya juga anak kembar seperti mereka, jadi mereka mudah dekat. tapi Jefry yang selalu cuek terhadap gadis pun terlihat bicara saat memasak.


"tidak ada Bu,hanya aku ingin dekat dengan bu Khadijah," jawab Rara malu-malu.


"baiklah, oh ya jika Minggu libur kalian bisa datang di pameran dari universitas UNDAR di stadion loh, disana akan ada banyak stand yang menjajakan aneka Wira usaha, dan dua adikku jaga stand juga," kata Lessa.


"tidak begitu Bu," jawab Rara.


Lessa pun gemas sendiri dan langsung mengajak gadis itu pergi ke ruang guru


sesampainya di ruang guru Lessa bergabung dan memberikan kertas hasil jawaban para murid pada guru pemegang mata pelajaran yang di uji-kan.


"alah Bu namanya juga murid remaja ya gitu, setidaknya kita tak terlalu pusing dengan pertanyaan mereka saat ujian," kata Lessa tertawa.


para guru akhirnya pulang pukul dua siang, Lessa sudah membawa tas ransel miliknya.


"ini kenapa sih para guru tasnya gak ada yang kecil, kamu itu sedang hamil dek," kata Ibram membawakan tas ransel istrinya.


"mau bagaimana lagi mas, itu isinya ada laptop dan beberapa buku semua kelas, belum lagi jawaban dari soal yang di uji-kan dari jelas satu," kata Lessa.


"sudah lain kali taruh di sekolah, dan jika seperti ini kamu bisa terluka, atau mau di berikan asisten pribadi?" tanya ibram.


"sudah jangan merepek tak jelas," kata Lessa tertawa.


mereka pun sudah menuju ke rumah, ternyata Jefry dan Jerry juga datang untuk membantu kedua kakaknya itu menilai hasil ujian.


terlihat mereka sangat membantu, terlebih Lessa yang tak bisa duduk lama karena kondisinya.


Ibram selesai dengan semua hasil ujian ketiga jelas itu, meski hampir seribu lembar soal yang harus di periksa.


saat dia sedang minum, dia melihat ada notifikasi masuk sebuah email dari satria.

__ADS_1


dia pun mengirimkan foto dan sebuah cerita yang cukup panjang, Ibram sudah tak peduli.


dia pun membalas jika Satria harus tanggung jawab, dan tak membiarkan Shakira menyentuh Lessa.


karena bagi Ibram sekarang, istrinya adalah hidupnya. jadi dia tak ingin ada yang melukai Lessa.


akhirnya semua hasil akhir ujian sudah di dapatkan. dan ternyata ada beberapa orang yang harus remidi.


Ibram juga meminta bantuan dari anak buahnya yang selama ini bersembunyi untuk meningkatkan pengamanan untuk istrinya.


karena dia tau jika Shakira kembali bantu, orang pertama yang terancam adalah Lessa.


Javis sedang berada di puncak Bogor bersama bunda Mei, ya mereka berdua sedang melihat beberapa perkebunan teh.


selain itu mereka ingin menikmati honeymoon lagi karena dulu belum sempat melakukan honeymoon karena sudah memiliki Lessa.


tapi saat mereka liburan, mereka malah di buat kaget melihat sosok satria yang keluar dari area perkebunan yang cukup jauh dari ibu kota.


"pak itu perkebunan milik keluarga siaia?" tanya Javis penasaran.


"itu milik keluarga Mulyono yang terkenal sebagai dokter tradisional disini," kata pemilik perkebunan yang ingin menjual miliknya.


"tapi pemuda itu?"


"oh itu, itu teman dari putri pak Mulyono tuan, dia sudah sekitar lima enam bulan ini terus datang, dan aku dengar di vila itu ada seorang wanita teman putri pak Mulyono yang sedang hamil, tapi karena kondisinya buruk, jadi mereka merawatnya dengan sangat intensif," jawab pria itu.


"owh begitu ya, tapi apa hubungannya dengan satria ya yah, bukankah dia tak mengatakan punya kekasih, dan yang aku tau dari Mbak Sari jika yang kerja dengan Satria hanya dia gadis itu ada Shakira putri mas Malik dan Elia sahabatnya saat kuliah," kata bunda Mei.


"kamu tak dengar jika Shakira hilang, aku rasa jangan-jangan itu Shakira," kata Javis.


"hentikanlah, jangan berpikiran buruk begitu, bagaimana pun gadis itu adalah putri seseorang, jangan lah berburuk sangka begitu, aku yakin mbak Hujan dan mas Malik pasti memiliki pendidikan yang baik untuk putra putrinya," kata Mei.


"aku sih gak yakin setelah apa yang di lakukan oleh Dewa, kadang aku juga heran, bagaimana seorang Malik Yusvandani mengajari ketiga anaknya, padahal dia itu terkenal di kalangan para preman dulu," kata Javis yang sebenarnya mengejek pria itu.


mendengar itu, bunda Mei menjewer telinga suaminya, "menurut ayah siapa yang bisa menjaga putra putri seperti ini, jika kelakuan bapaknya yang membuat mereka berulah, ingat Lessa yang memukul teman laki-lakinya saat berusia sepuluh tahun, jadi jangan salahkan semua orang, jika bapaknya yang ngajarin sesuatu yang buruk," kesal Mei.


"aduh bunda maaf... itu malu sama pak Dedi," panik Javis yang benar-benar tak berkutik sekarang di tangan istrinya.


sedang pak Dedi hanya tersenyum saja melihat kelakuan dia pasangan itu yang begitu harmonis.


dia juga dengar jika dia keluarga preman terkuat di kota Surabaya berbesan.

__ADS_1


__ADS_2