
Tahun 2020
Mengapa jadi seperti ini? Aku ingin membantu. Aku ingin sekali membantu
Rumahku satu-satunya harus runtuh karena puluhan tahun tidak diperbaiki. Aku tidak bisa berbuat apa-apa selain rasa penyesalan, dan ber andai-andai. seandainya aku bisa memiliki pekerjaan yang bagus, seandainya aku bisa lebih rajin, seandainya ini-seandainya itu.
Namaku Chaca Lestia. Aku baru saja berumur 18 tahun, lulus SMA dengan nilai pas-pas'an. bekerja di perusahaan dengan gaji yang kecil. tidak mempunyai kemampuan untuk bekerja ditempat yang bagus. Ayahku hanya seorang buruh bangunan, ibuku seorang ibu rumah tangga, aku mempunyai seorang kakak laki-laki yang sudah menikah dan mempunyai anak.
Karena banjir dua hari berturut-turut, rumahku yang sudah reot, akhirnya runtuh terbawa air. Untung pada saat itu, kami sekeluarga sedang mengungsi di rumah saudara yang tidak terkena banjir, jadi kami sekeluarga tidak apa-apa.
Ayah : "Cha. Kamu mendingan jangan kerumah dulu. Tinggal saja dirumah bibi. Ayah mau lihat kondisi rumah sebentar"
__ADS_1
Aku : " aku ikut yah. siapa tau bisa bantu beres-beres"
Ibu : "Kamu? bantu beres2? gak mungkin malah ngeliatin doang si iya"
Aku : " gak kok bu. aku beneran mau bantu" ( memelas )
Ayah : " ayah juga kesana cuma mau lihat2, siapa tau masih ada barang yang masih bisa dipakai. Kamu sendiri kan tidak suka dengan lumpur dan hal-hal yang kotor, sudah disini saja"
Aku memang orang yang pemalas. Untuk bersih-bersih kamar sendiri saja ibu yang mengerjakan, alasannya ini-itu. sekarang kamarku sudah tidak ada lagi. Runtuh. Sekarang aku baru menyesal, jika saja dulu aku bisa belajar dengan rajin saat sekolah, mungkin aku bisa lulus dengan nilai yang baik dan bisa bekerja di tempat yang bagus. Kalau saja aku dulu rajin berolahraga, mungkin tinggi badanku bisa bertambah. Tapi sekarang, sudah nilaiku jelek, tidak punya bakat apa-apa, postur tubuhku juga tidak ideal, Berat 60kg, tinggi 150, mana ada perusahaan yang mau punya pegawai sepertiku, yah ada sih, perusahan tempat aku kerja sekarang. hehh ( menghela nafas )
Malam hari
__ADS_1
Setelah makan malam bersama dirumah bibi. Aku mengambil handphoneku, lalu menonton film yang baru-baru ini sedang populer. film China. film ini diangkat dari novel dan ceritanya pun sudah dibuat komik. Aku biasa berandai-andai kan? jadi seandainya aku yang membuat novel tersebut dan dibuat komik serta film, berapa uang yang aku dapat? mungkin saja aku bisa membangun sebuah rumah yang layak untuk orang tuaku. Ahhh ( menepuk kepala ) itu tidak mungkin sadar Cha sadar.
Setelah menonton episode yang terakhir, aku memutuskan untuk tidur. Dan aku tidak pernah mengira semua yang aku andai-andaikan selama ini bisa saja aku lakukan dan terwujud.
Kriing kriing kriing (suara alarm)
'Ahh. Suara alarm menyebalkan. Kenapa pagi sekali sudah berbunyi. seharusnya semalam sebelum tidur aku me- nonaktifkannya'
Dengan mata sayu dan terpaksa aku bangun dari tidurku, pelan-pelan memperhatikan sekeliling. aku kaget saat melihat semua yang ada disekitarku terasa sangat familiar. Tempat tidur Tom&Jerry, kaca besar yang tergantung, lemari plastik kecil, meja belajar buatan.
ini kamarku
__ADS_1
Dalam hati aku bertanya-tanya. Kenapa aku bisa berada didalam kamarku? bukankah rumahku sudah runtuh? tapi kenapa sekarang disini seperti tidak terjadi apa-apa. Ini kamarku. Sungguh kamarku.