
Perpustakaan
Dua orang ini mengapa membuatku kesal hari ini, Qq mungkin pernah membuatku kesal sebelumnya. 'Tapi ini ilham. . . Kalian bisa tidak jangan menggangguku belajar, aku ingin fokus'. Qq, saat aku menjawab pertanyaan ilham dia juga menjawab. Ilham, kalau aku meminjamkan buku pada Qq dia bilang dia juga pinjam untuk referensi, begitulah sepanjang kita diperpus. 'Kepalaku oh kepalaku'
Aku :" Kalau kalian seperti ini terus. lebih baik Chaca tidak belajar dengan kalian" menyentak
QQ : . . .
Ilham : . . .
Aku :" Chaca ini lagi mau fokus belajar. Ilham sama Qq bisa gak sih jangan mengacau"
Qq :" sorry"
Ilham :" Maaf"
Aku : menghela nafas " Ilham, bagaimana dengan perkembangan makalahnya?" berusaha tenang
Ilham :" sedikit lagi selesai. Mungkin minggu depan sudah bisa diserahkan ke pak guru" fokus lagi ke laptop
QQ :" Kalo loe perlu bantuan, bisa tanya gue?"
Aku : lebih tenang dan tersenyum
Esok hari
Aku dan keempat sahabatku sedang berada dikantin seperti biasa. Agak sedikit canggung sih sama Nur, karena waktu itu Qq nanyain 'dimana aku' ke mereka. Walaupun bukan hanya Nur yang ada disana tapi Nur merasa sedih. Sebaiknya aku harus bagaimana?
__ADS_1
Wati :" Cha, akhir-akhir ini kamu sering belajar diperpus sehabis pulang sekolah?"
Nar :" iya Cha. Tapi bukan hanya kamu yang ada disana, gebetan Nur si Qq juga ada disana. Lalu ada satu lagi si tampan Ilham?"
Wati :" pasti ada apa-apa ya Cha?"
Aku : melirik nur sekilas " ada apa, apa? aku cuman ngebantu Ilham buat ngerjain tugas?"
Wati :" lalu kenapa ada si Qq juga?" penasaran
Nur : . . .
Novi : melahap makanan
Aku : berpikir keras ' apa yang harus aku katakan. Kalau si Qq belajar bareng diperpus karena kemauannya sendiri. Nur mungkin merasa aneh atau berpikir yang bukan-bukan' " oohh. dia disana juga bantuin Ilham" senyum getir
Nar& Wati : oohhh (ber oh ria )
Nar :" oh ya Cha. Apa akhir-akhir ini kak Ahmad ada menghubungi kamu?" mengelap mulut
Aku :" tidak"
Nar :" dia akhir-akhir ini sering nanyain kamu, pas kamu gak bareng kita waktu pulang karena sering belajar diperpus. kira-kira ada apa ya?"
Aku :" gak tau"
Wati :" mungkin aja kak Ahmad suka sama kamu Cha" suara keras
__ADS_1
Aku : terbatuk " apa yang kamu katakan, itu omong kosong"
Nar :" tapi mungkin aja iya Cha. Bener gak kalian?" bertanya dan melirik mereka semua
Nur&Novi : mengangguk
Aku :" sudahlah. itu tidak mungkin, dan Chaca gak mau bahas" sedikit bernada tegas
Seminggu kemudian
Perpus
Ilham :" Cha. sedikit lagi makalah Ilham sudah hampir selesai, makasih udah mau bantu. Kamu mau apa, untuk tanda terima kasih"
Aku :" WAH. bagus kalau begitu. Gak perlu kasih apa-apa"
QQ :" Gue juga bantu Ham. kenapa loe cuma nanya Chaca" sinis
Ilham :" kalian berdua mau hadiah apa untuk tanda terima kasih?"
Aku :" gak usah Ilham. Si Qq biarin aja, dia suka omong kosong"
QQ : diam menahan kata-kata
Aku : Oh iya, kayaknya Chaca gak bakal sering datang ke perpus lagi deh, soalnya Chaca juga mau belajar bareng teman-teman Chaca"
QQ&Ilham : . . .
__ADS_1
Aku :" Kalau begitu, Chaca pulang dulu yah. Oh ya selamat berjuang di ulangan kali ini" senyum yang paling ramah
QQ&Ilham : tersipu