Kesempatan Kedua (Second Chance)

Kesempatan Kedua (Second Chance)
Episode 3


__ADS_3

Sebulan kemudian


Setelah aku memilih Ekstrakurikuler basket, dan latihat seminggu dua kali diiringi olahraga yang rutin, Tinggi badanku yang awalnya 150 cm menjadi 155cm, diumurku saat ini berat badanku tidak terlalu berat, sekitar 50 kg, aku harus menguranginya dengan berdaiet.


Sekolah ini melihat nilat raport saat menseleksi calon siswa-siswinya. walaupun nilai ujianku jelek pas SMP, tapi nilai raportku lumayan bagus. Jurusan ditentukan setelah Enam bulan lagi, Aku harus berjuang supaya bisa masuk jurusan yang aku inginkan. Dulu karena tinggi badanku tidak cukup, tidak bisa masuk jurusan farmasi, dan terpaksa mengambil jurusan Tataboga, sekarang aku harus masuk jurusan farmasi.


Kantin


Wati : " Cha? kenapa sih Kamu gak mau ikut eskul PMR? seru loh. kalau sekarang mau ikutan gak terlambat kok"


Aku : (minum air)


Nur : " benertuh, seru loh Cha. ayo ikutan ajah!" bersemangat


Novi : " jangan maksa! kalau Chaca gak mau ya udah, lagian kita juga masih bisa kumpul dikantin"


Aku : "maaf ya teman-teman. Tiba-tiba aja aku berubah pikiran" menyesal

__ADS_1


Nar : " YO. jangan merasa bersalah gitu dong Cha. Kita berempat (Nar,Wati,Nur, dan Novi) emang masuk eskul PMR dan kamu sendiri masuk eskul basket, tapi kita masih bisa kumpul bareng"


Aku : (tersenyum)


Kita berlima adalah teman sejak SMP. Aku dan Nar satu kelas sedangkan Wati, Nur, dan Novi berada dikelas yang berbeda. Tapi kita selalu meluangkan waktu untuk kumpul bareng.


Pulang sekolah


Hari ini Hari selasa. Jadwal latihan Basket. Aku sudah berganti baju dari seragam sekolah ke baju latihan, kaus biru laut, celana olahraga selutut warna hijau, rambut sepunggung yang diikat, dan sepatu sekolah. Begitulah penampilanku saat ini.


Sebelum masuk lapangan dan menunggu anggota lain ganti baju, aku duduk dipinggiran lapangan dengan pandangan kosong. betapa luasnya lapangan ini, begitu juga dengan dunia ini, haha kata-kata yang sok bijak sekali dan sering digunakan dalam novel atau komik. Novel? Komik? benar juga, bagaimana kalau aku mulai menghasilkan karya seperti Novel atau komik siapa tau ada editor atau penerbit yang tertarik dan mau menjalin kerja sama, aku bisa menghasilkan uang dengan itu.


Kak Dana : " Cha kamu sudah ada disini? rajin sekali"


Aku : " oh . . . iya kak"


Kak Dana : " yang lain belum pada dateng?"

__ADS_1


Aku : " belum kak"


Kak Dana : " oh iya Cha, kenalin ini Kak Ahmad wakil ketua PMR" memperkenalkan


Aku : " saya tau kak"


Kak Dana : " wah sudah saling kenal ya"


Kak Ahmad : " kita satu sekolah dulu"


Kak Dana : ( ber oh ria )


Latihan akhirnya selesai. Cape sekali. Aku tidak ganti baju dan langsung pulang kerumah.


Malam Hari


Setelah mengerjakan semua PR ( tiga mata pelajaran yang ada PR aku kerjakan dengan mudah karena sudah aku ketahui sebelumnya). Merebahkan badan diatas kasur kesayanganku, tiba-tiba teringat tentang membuat Novel atau Komik. Tapi mulai dari mana? Hp tidak punya ( android) ada yang jadul, kalau tulis tangan mau sampai kapan, mau habis pulpen berapa pak (berlebihan ). Apa aku kumpulkan uang dari uang jajanku untuk membeli Hp android? iya sepertinya ide yang bagus.

__ADS_1


Aku terlahir dikeluarga kalangan menengah kebawah, jika menginginkan sesuatu, tidak bisa langsung beli, harus menabung dulu baru bisa membeli apa yang kita inginkan. Biasanya jika aku menginginkan sesuatu, aku akan menghemat uang jajan atau puasa jajan selama beberapa hari. Tapi ini untuk membeli Hp android, aku harus puasa jajan selama berapa bulan baru cukup uangnya (lemas)


__ADS_2