Kesempatan Kedua (Second Chance)

Kesempatan Kedua (Second Chance)
Episode 12


__ADS_3

'Kita tidak harus melupakan Dia, tapi kita harus coba mengikhlaskan Dia untuk orang lain'


Setelah menyanyikan lagu 'Mengikhlaskan dia' selanjutnya lagu 'selamat ulang tahun' dari salah satu band terkenal. Lega? ya. Akhirnya selesai juga. Setelah kami, masih ada pertunjukan dari eskul-eskul lainnya.


Di belakang panggung


Isal : " HUH. akhirnya selesai juga"


Aku : " bener. akhirnya . . . tapi ngomong-ngomong tadi permainan gitar Chaca bagus gak?"


Isal&Landi : " Baguuuss" menekankan kata 'bagus'


Isal : " bener gak Q?" senyum jahil


QQ : . . . .


Aku : " ah. syukur deh. oh ya Chaca beli minuman dingin dulu ya? haus! kalian mau nitip sekalian?"


Landi : " gak deh Cha, kita masih ada air mineral" menunjukan air mineral yang ada ditangan


Aku : " oh. ok" berjalan menuju kantin


Setelah beberapa langkah dari mereka, aku tidak mendengar pembicaraan mereka lagi.


'PEMBICARAAN ISAL, LANDI, DAN QQ'


Isal : " eh Q, menurut loh temennya Chaca yang namanya Nur itu gimana?" penasaran


QQ : " gak gimana-gimana" wajah datar


Isal : " dia cantik loh. kayak nya juga dia suka sama loe Q"


QQ : " terus?"

__ADS_1


Isal : " ya. terus masa loe biasa aja"


QQ : . . . .


Landi : " tapi. bukannya Qq suka sama Chaca ya?" to the point


QQ : melirik ke arah Landi penuh penekanan


Isal : PLAK memukul kepala Landi " loe jadi orang kenapa jujur banget sih"


Landi mengusap kepalanya yang sedikit sakit


Isal : " eh tapi bener juga Q. emang loe beneran suka ya sama Chaca?"


QQ : . . . .


Landi : " iya Q, jawab dong! kita kan sahabat"


QQ : "BERISIK. kalau kalian udah tau ngapain nanya" *bangkit berdiri meninggalkan Landi dan Isal


Kantin


Aku : 'kantin agak sepi. sepertinya hampir semua murid ada dilapangan. oh ya, sambil santai aku cek novelku dulu deh (mengeluarkan handphone dari kantung jaket) WAH. ternyata pembacanya udah 7 ribu-an, sedikit lagi sepuluh ribu pembaca dan 20 chapter lagi novelku akan selesai'


Ngomong-ngomong judul novelku adalah 'Good friend' novel terkenal di tahun 2019, sudah dibuat komik bahkan Filmnya juga. semoga sesuai harapan ada editor yang melirik novelku, syukur-syukur dari China.


Setelah membeli minuman dingin dan beberapa camilan, aku duduk kembali dikursi samping kantin yang agak jauh dari pedagang miexp, ya. aku kapok deh kalo harus pingsan lagi, mungkin lain kali aku makan miexp nya.


NIH!


aku menengadahkan kepala. ternyata dia lagi


Aku : " kak Ahmad"

__ADS_1


Kak Ahmad : " iya. emang kamu pikir siapa?" meletakkan es jeruk diatas meja.


Aku : " kenapa kak Ahmad ada disini?"


Kak Ahmad : " kenapa? keberatan?" senyum


Aku : " bukan begitu. 'memang benar aku keberatan' memangnya kak Ahmad gak lihat pertunjukan dilapangan?"


Kak Ahmad : " sudah"


Aku : " kapan? pertunjukannya masih berlangsung"


Kak Ahmad : " tadi waktu kamu tampil"


Sebelum aku bertanya hal yang lain, ada siswa laki-laki yang datang menghampiri kami.


Siswa 1 : menyodorkan sebuah es crim coklat


Aku : terpaku " i - ini buat Chaca" sedikit tergagap


Siswa 1 : " iyah. tapi bukan dari gue"


Aku : " lalu dari siapa?"


Siswa itu meletakkan es crim diatas meja, lalu pergi begitu saja tanpa memberi tau siapa yang menyuruhnya.


Aku dan kak Ahmad saling pandang 'heran'. belum sempat aku menyelesaikan keterkejutanku, datang lagi seorang Siswa lain menghampiri kami.


Siswa 2 : " nih buat loe!" meletakkan sekotak coklat


Aku : " mmm. Ini. buat Chaca juga?" tersenyum getir


Siswa 2 : " iyalah. buat siapa lagi. udah ya gue pergi dulu" berbalik menjauh

__ADS_1


Aku : . . .


Kak Ahmad : " waahh. banyak juga ya penggemar rahasiamu" senyum terpaksa


__ADS_2