
heh loh itu jelek. Oh gak jelek-jelek amat sih, tapi liat deh badan loh emangnya loh dikasih makan apa sih, sampe badan loh kayak gajah gini, mana ada cowok yang mau sama loh
Keringat bercucuran dari keningku. Aku terbangun oleh mimpi itu lagi dan lagi, mimpinya sih tidak terlalu berpengaruh buatku sekarang. Tapi kenapa aku harus terbangun dijam segini sial bisa telat.
Seperti biasa ibu selalu mengomeliku setiap pagi, Seperti Tiada hari tanpa mengomeli Chaca, mungkin itu pedoman ibu. Ayah selalu diam membisu dan melahap sarapannya, dia tidak ingin ikut campur jika ibu sudah nyap-nyap.
Kantin
Nur : " CHA!" menepuk pundak
Aku : " Ah. kirain siapa bikin kaget ajah" mengelus dada " oh ya, yang lain kemana? Wati, Novi.
Nur : duduk dikursi " Wati katanya harus keperpus, Novi dia bilang mau bertemu seseorang"
Aku : " oh"
Nur : " kamu gak tanya Novi ketemu siapa? "
Aku : " Kena-" terpotong
Nar : " Chaca mah mana peduli soal itu, padahal dia paling kepo diantara kita berlima dulu" memotong pembicaraan
Nur : " iya Cha kenapa sih pas udah punya hp baru, tiap hari pegang hp dan ketik ketik gak jelas, sebenarnya sedang sms-an sama siapa sih" sedikit nada tinggi
Nar : " iya Cha sebenernya lagi chat-an sama siapa sih?" kepo
Aku : " gak sama siapa-siapa"
Nar : " Bohong banget. kalo gak chat-an kenapa tiap hari ngeliatin layar hp terus lalu ketak-ketik"
__ADS_1
Aku : " ya . . pokoknya gak sama siapa-siapa" 'mana mungkin aku kasih tau mereka kalo sekarang aku lagi berusaha menulis novel buatan orang dimasa depan, tapi kan sekarang aku penciptanya. Mereka pasti ngetawain aku'
Pulang sekolah
Nur : " Cha. Kamu bawa motor kan?"
Aku : " Bawa. kenapa?"
Nur : " ikut yah, aku gak dijemput"
Aku : " boleh ajah. Tapi gak gratis" senyum jahil
Nur : " Ok. miexp kan, yaudah besok dibeliin"
Aku : " ok.deh"
Setelah mengantarkan Nur kerumahnya akupun langsung pulang kerumah.
Aku : " oh iya bu. tadi aku nganterin temen dulu"
Ibu : " yaudah makan dulu nih! ada ikan kesukaan kamu"
Walaupun uang belanja ibu selalu pas-pasan, kadang ibu membelikan makanan kesukaanku, walaupun ibu selalu mengomeliku setiap hari, ibu tetaplah ibuku dia sangat menyayangiku dan menginginkan yang terbaik untukku.
Aku : " wahh kayaknya enak nih bu. ayo makan bareng!"
Kembali kemasa ini adalah sebuah keberuntungan buatku, aku mungkin bisa melakukan apa yang belum pernah aku lakukan dulu
Badanku lelah sekali, setiap hari harus praktik. tidak menyangka ternyata masuk Farmasi sangat menyusahkan. Belum lagi latihan basket dua kali seminggu, bahkan berat badanku sekarang menurun 7kg. Novel yang aku buat baru saja chapter 10, walaupun aku ingat semua detail dalam Novelnya dan mungkin bisa menyelesaikan 3-5 chapter dalam satu hari, tapi ada sebuah kendala yaitu PR dan latihan, belum lagi akhir-akhir ini Kak Ahmad terus menghubungiku. Dia setiap hari pasti ada menanyakan ini-itu yang tidak penting sebenarnya apasih maunya.
__ADS_1
Besoknya dikantin
Nar : " YO. ada yang mau traktir miexp nih"
Nur : " iya traktir. tapi cuma Chaca doang"
Nar : " yah kok gitu sih"
Wati : " yaelah Nur. kok cuma Chaca doang sih kita juga mau dong Pj nya"
Aku : " PJ? emang siapa yang jadian?"
Wati : " Nur lah siapa lagi?"
Novi : " seminggu yang lalu kita liat ada cowok yg nyamperin Nur bawa bunga, gak taunya dia mau nyatain cinta"
Aku : " seminggu yang lalu? kok aku gak tau? terus?
Wati : " ya gak tau lah orang kamu pokusnya sama hp. terus Nur bilang perlu waktu dan kayaknya sih sekarang mereka udah jadian"
Wajah Nur memerah
Aku : " beneran nur. wah kayaknya harus double traktir nih. Eh tapi bukanya kamu suka sama cowok jurusan Mesin, siapa namanya? Oh ya QQ"
Nar, Wati& Novi :" beneran Nur?"
Nur : " aku kan belum bilang apa-apa. waktu itu emang Dian nyatain cinta dan aku bilang butuh waktu untuk jawab, kemarin aku berpikir keras dan pada akhirnya aku menolaknya"
Kita berempat: APA
__ADS_1
Semua orang yang ada disekitar sontak melihat ke arah kita semua karena teriakkan itu. disaat itu aku melihat wajah seseorang yang tenang berjalan dengan penuh wibawa menuju meja kantin disampingku bersama kedua temannya. Dia masih sama seperti kita pertama kali bertemu.